Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 17 " Moodbaster"


__ADS_3

Bara melirik jarum jam di jam tangannya. bara mendesah, Sudah pukul 8 malam, Bahkan Bara melewatkan makan siangnya karena kasus yang harus segera di selesaikan laporannya.


Bara meraih ponselnya, kemudian mengirimkan pesan kepada Kesya.


To : Cengengku


" Maafin Mas ya, Mas gak bisa datang malam ini, kerjaan Mas menumpuk. Mas janji, besok Mas akan kunjungi kamu. Sayang selalu cengeng nya Mas"


Send


Bara melihat pesannya sudah terkirim, sudah tercengang dua dan sudah berwarna biru. Tapi tidak ada balasan dari Kesya.


" Masih ngambek nih dia. Hmmm"


Bara kembali melanjutkan pekerjaannya. Tak berapa lama Andi datang memberikan kunci mobilnya.


" Malam Pak, maaf mengganggu. Ini kunci mobilnya, mobilnya sudah di antar dengan oranng bengkel"


" Oh ya, terima kasih."


Di tempat lain, Sasa sedang merapikan kursi dan membersihkan cafe dengan karyawan yang lainnya. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.


" Motor Mbak mana?" Tanya Bela.


" Oh itu, tadi di pinjam teman"


" Mbak mau aku antarin?"


" Boleh, kalo gak ngerepotin."


Sasa sudah ingin naik, namun tiba-tiba suara klakson motor mengejutkan mereka.


" Mas Bara?" Seru Bela, saat melihat motor yang di kendarai oleh Bara adalah motornya, Mata Sasa langsung membesar dan menutup mulutnya.


" Yukk" Ajak Bara.


Sasa sudah memutar bola matanya malas. Tanpa ingin berdebat, Sasa mau tak mau naik keatas motornya. Untungnya Bara hanya menggunakan kaos pas body dan jaket.


Sasa mengernyitkan keningnya saat melihat kearah yang di tuju Bara. Ini buka. kantornya, melainkan ini?


" Makan dulu ya, aku dari tadi siang belum makan apa pun"


" Serius?"


" Hmm"

__ADS_1


Sasa melangkah duluan di depan Bara, kemudian Sasa langsung duduk di salah satu meja yang paling sudut.


" Pesan Apa Mas? Mbak?" Tanya si Pelayan.


" Kamu mau makan apa?"


" Mie tiaw aja, minumnya jus jeruk"


" Mie tiaw dua, nasi goreng pake telur ceplok satu, minumnya samain aja"


" Tunggu, Lo belum makan dari siang taid dan sekarang mau makan nasi goreng?" Tanya Sasa penuh penekanan.


Bara menganggukkan kepalanya.


" Mas, nasi gorengnya batal ya, pesan masih putih aja pake !!" Sasa menatap Bara. " Lo mau pake ayam apa ikan?"


" Serius aku gak boleh makan nasi goreng nih?"


" Ck, di tanyain malah tanya balik. Mau pake pake apa?"


" Ikan aja"


" Ya udah, nasi putihnya pake ikan ya Mas. Ikan apa yang ada?"


" Ikan nya tinggal ikan Nila Mbak" Ujar si pelayan.


" Kok gak pedes? Mana enak!"


" Bawel, Lo itu dari siang belum makan, eh udah main hajar yang pedas-pedas aja. Mau sakit?"


" Kamu khawatirin aku?"


Sasa hampir saja kesedak dengan ludahnya sendiri. Khawatir? Hah, mana mungkin. Dia hanya tidak ingin di susahkan oleh si Bara api sialan ini, dengan memakan nasi goreng di perut kosong, kemudian sakit perut karena dirinya.


" Gue cuma gak mau habis makan, Lo sakit perut terus nyusahin gue. Biar aman Lo makan nasi putih aja, lagian Lo pesan mie tiaw nya 2 kan? Dan gue yakin Lo pasti mau makan mie tiaw juga"


" Perhatian banget sih kamu."


Sasa tidak memperdulikan ucapan Bara, dia lebih memilih melihat sosmed nya.


" Liat apaan sih?" Bara meraih ponsel Sasa.


" Lo!!"


" Oh, Nih" Bara mengembalikan ponsel Sasa setelah mengutak Atik sesuatu di ponsel Sasa. Sasa berharap itu bukan hal yang buruk.

__ADS_1


Tak berapa lama pesanan mereka pun datang, Bara memakan makanannya dengan lahap. Dia sudah sangat lapar sekali, sedangkan Sasa menikmati makannya sambil menonton film kartun di ponselnya.


Bara sudah menyelesaikan makan nasinya, namun Sasa masih belum juga habis memakan mie tiawnya. Karena Sasa memakannya dengan pelan.


" Kapan habisnya kalo makannya sambil nonton"


" Ya biar gak suntuk aja nungguin Li habisin 2 piring makanan."


Bara mengangguk-anggukkan kepalanya. Memang tidak ada percakapan di antara mereka, namun Bara merasa nyaman makan bersama Sasa. Sangat berbeda saat dia makan bersama Lia. Biasanya Bara yang selalu memesan dan memperhatikan makanan Lia, tapi kali ini, mungilnya yang memperhatikan makannya. Mendapatkan perhatian kecil seperti ini saja sudah membuat Hati Bara melambung tinggi.


Mungilnya ini selalu berbeda dan luar Biasa. Sederhana tapi terlalu memikat. Bahkan wajahnya yang jauh dari bedak seperti perempuan lainnya, sudah membuat wajahnya sangat bersinar dan glowing.


Ah, mungilnya ini. Rasanya ingin sekali dia menciumi seluruh wajahnya. Bara, sadarkan diri kamu. dia bukan siapa-siapa kamu. Saat ini memang bukan, tetapi suatu hari nanti pasti dia menjadi milikmu.


Seperti ada sesuatu yang berbisik di dalam fikiran Bara, dan mereka saling berdebat. Bara menggelengkan kepalanya untuk mengenyahkan fikiran liar itu.


" Kenapa?"


" Enggak, gak pa-pa"


Setelah makan, Bara mengantar Sasa sampai basemen apartemen nya, di mana memang ada parkir khusus untuk motor.


" Aku balik ya, makasih atas bantuan kamu"


" Sama-sama, makasih juga traktirannya" Sasa langsung masuk ke apartemen nya, dan meninggalkan Bara yang masih menunggu jemputan ojek online nya.


" Pacarnya Mbak Sasa?" Tanya securiti yang tiba-tiba saja mengagetkan Bara.


" Eh, ngagetin aja Bapak"


" Mas ganteng ini pacarnya Mbak Sasa ya?" Ulang securiti.


" Sekarang sih belum, tapi mohon bantu doa ya Pak, semoga di segerakan."


" Amiin"


" Kalo begitu saya permisi ya Pak, jemputan saya sudah datang"


" Iya, hati-hati ya Mas ganteng"


Bara tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Kemudian Bara meraih helm dan naik keatas motor, perlahan laju motor pun menjauh dari apartemen Bara menujunkantor polisi. Lelah yang seharian Bara rasakan seolah sirna, Mungilnya benar-benar menjadi moodbaster nya saat ini.


**** Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..

__ADS_1


salam SaBar ( Sasa Bara)


__ADS_2