Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 61 " Pesta"


__ADS_3

Bara mengajak Sasa untuk pergi ke undangan pernikahan teman kuliahnya dulu.


" Mas, aku gak pede loh. Lagian di sana gan ada yang aku kenal"


" Ada Mas, Udah kamu tenang aja Ya.."


" Tapi Mas,"


" Udah, kamu udah cantik malam ini."


Bara baru saja mengajak Sasa mengunjungi sebuah Butik, dan membelikan Sasa sebuah gaun berwarna putih. Sedangkan Bara menggunakan Jas yang juga warna senada dengan Sasa.


Sepanjang pintu masuk gedung hotel, di mana tempat acara di laksanakan, Bara tak melepaskan, ataupun mengendorkan genggamannya dari tangan Sasa.


" Wah, akhirnya Lo datang Bar. Hmm, kayaknya gosip Lo putus sama Lia beneran ya. Liat aja cewek cantik di sebelah Lo ini. Ha..ha..ha..Imut banget, gemeshinn." pria itu ingin menyentuh wajah Sasa, namun Bara langsung menepis tangan pria yang bernama Satria itu.


" Jangan sentuh-sentuh, calon istri gue ni" Ujar Bara galak.


" Wow, Baru putus langsung udah ada gandengan aja. Si Lia aja masih sendiri tuch." Ujar Seorang wanita yang tiba-tiba datang, dan menatap kearah Sasa dengan pandangan nerendahkan. Sasa menggenggam erat tangan Bara.


" Lia juga baru putus dari pacarnya, ya wajar aja kalo dia datang sendiri."


" Haaii Bar. Sa" Tiba-tiba saja Lia sudah ikut nimbrung bersama mereka.


" Kamu kenal sama calon istri nya Bara?"


" Tentu, dia pegawai di toko kuenya Kesya. Adiknya Bara."


" Ooohhh, jadi dia goda-godain Bara hingga kalian putus?" Tembak Cewek yang bernama Mala itu.


Lia melirik kearah Bar, tersenyum manis, " Kami putus baik-baik."


" Karena ada orang ketiga kan?"


" Tidak, tapi karena belum jodoh aja."


" Lia, Lo gak cari pasangan? Bara aja udah ada calon istri."


" Gue belum bisa move on dari dia." Lia mengedipkan matanya sebelah kepada Mala.


" Iih, bener kan, kalian putusnya karena orang ketiga."


" Udah gosipnya?. Gue permisi." Bara membawa Sasa untuk menjauh dari teman-teman nya yang unfaedah itu.


" Kamu mau apa?" Tanya Bara lembut.


Selera makan Sasa hilang, karena gunjingan dari teman-teman Bara tadi. Yang benar saja? Hubungan Bara putus gara-gara dia. Padahal kan Lia yang selingkuh, bukan Bara.


" Mungil." Bara menyentuh wajah Sasa, karena melihat pujaan hatinya itu melamun.


" Eehh, iyaa.. Kenapa?"


" Kamu mau makan apa?"


" Eemm, aku makan kue aja deh. Masih kenyang."


" Ucapan mereka jangan di ambil hati ya." Sasa menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Sudah 30 menit mereka berada di dala. acara tersebut.


" Mungil, bentar ya, aku sapa komandan aku dulu." Sasa menganggukkan kepalanya lagi.


Sasa mencoba menikmati pesta, namun seberapa keras Sasa untuk mencoba merilekskan tubuhnya, tetap saja Sasa tidak bisa.


" Eh, itu bukannya cewek yang datang bareng Bara yaa?" Terdengar suara bisik-bisik, Sasa mencoba untuk menghiraukannya.


" Iyaa, aku dengar sih, dia itu orang yang merusak hubungan Bara dan Lia."


" Iih, kecantikan banget sih. Jauh Lia ke mana-mana kali cantiknya."


" Iyaa, udah badan kecil gitu, wajah pas-pasan. Cuma dada nya aja yang besar."


" Mungkin dia sengaja kali rayu Bara pake dada nya, secara kalo punya Lia kan gak terlalu besar."


" Emang ya laki-laki, doyan sama yang besar-besar"


Sasa sudah menggigit bibir bagian dalamnya, dia sempat menundukkan kepalanya, untuk melihat ukuran dada nya. Hah, memang udah bawaan lahir, tapi gak besar-besar amat juga sih sebenarnya, cuma lebih montok aja.


Sasa mengedarkan pandangannya mencari Bara, tapi tidak terlihat di mana Bara. Sasa mencoba berjalan kearah Balkon.


Sasa seperti mendengar suara yang sangat dia kenali. Sasa pun menghampiri suara itu. Langkah kaki Sasa terhenti saat melihat Bara memeluk pinggang Lia dengan kepala Lia tersandar di bahu Bara.


" Maaf" Ujar Lia kepada Bara yang terdengar oleh Sasa.


' Ahh, mungkin Lia tersandung dan Bara menolongnya.' Sasa mencoba berfikir positif. Dia percaya kepada Beruang Madunya.


Sasa kembali berjalan mendekat, akan tetapi langkahnya kemudian terhenti saat lia dan Bara berciuman. Lebih tepatnya Lia mencium Bara. Yaa, tepat di bibir Bara. Tanpa sadar Sasa menjatuhkan air matanya.


Ekor Mata Bara menangkap sileut yang sangat dinkenalinya. Di tolaknya tubuh Lia hingga ciuamn mereka terlepas.


Air mata itu jatuh dengan mulus, hati Sasa rasanya sangat sakit. Dengan cepat Sasa membalikkan tubuhnya dan menjauh dari Bara.


" Sasa.." Teriak Bara.


Sasa berlari keluar hotel, dan dengan cepat naik kedalam taksi yang baru saja menurunkan penumpangnya.


" Sial" Umpat Bara.


Bara berlari kearah mobilnya, dan mengejar taksi yang di tumpangi oleh Sasa.


" Pak bisa di percepat?" Sasa menahan Isak tangisnya, dan menyuruh supir taksi itu mempercepat laju mobilnya.


Sasa menoleh kebelakang, dan benar saja, mobil Bara mengikuti nya.


" Cepet Pak."


" Iya neng, "


Supir taksi pun menambah kecepatannya. Tapi bukan Bara namanya jika tidak bisa mengejar taksi itu. Apa lagi jalanan yanb di lalu terbilang tidak terlalu ramai.


Ciiiuttt....


"Aakkhhh" Kepala Sasa terbentuk kursi supir.


" Maaf neng, ada yang berhenti di depan mobil kita."

__ADS_1


Terlihat Bara tergesa-gesa turun dari dalam mobil dan langsung menghampiri taksi yang di tumpangi Sasa.


" Sa, Ini semua salah paham. Kau bisa jelasin."


" Pak, jangan di buka kuncinya. Jalan aja, bairain aja dia." titah Sasa.


" Tapi neng, mobil kita terhalang oleh mobil pria itu."


" Pak, buka pintunya. Atau saya akan membuat laporan karena Bapak sudah menculik calon istri saya" Teriak Bara sambil menggedor kaca jendela bagian supir dan menunjukkan lencananya.


" Neng, kalo ada masalah, sebaiknya di bicarakan. Saya masih punya anak yang harus saya biayai sekolahnya, maaf neng. saya belum mau masuk penjara."


Dengan kesal, Sasa membuka pintu dan keluar dari dalam mobil setelah memberikan sejumlah uang kepada supir taksi.


Bara langsung memeluk Sasa, namun Sasa memberontak. Terdengar jika napas Bara tersenggal.


" Mungil, apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu fikirkan. Aku akan jelaskan." Ujar Bara lembut sambil mengecup pucuk kepala Sasa.


Bara membawa Sasa masuk kedalam mobilnya. Sasa masih sesenggukan, hatinya benar-benar sakit, Sangat sakit. Inilah yang Sasa takuti, jika Baranakan kembali kepada Lia, dan mencampakkannya.


Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, kemudian di tepikannya mobil saat berada di dekat taman.


" Mungil" Bara berusaha meraih jemari Sasa, namun Sasa menarik tangannya agar Bara tidak bisa memegang tangannya.


" Aku minta maaf. Aku salah, tapi aku berani sumpah, jika apa yang kamu lihat, itu bukan kemauan aku."


" Jika kamu masih mencintai Mbak Lia, lebih baik kita putus."


" Gak mungil, gak. Aku gak mau putus dengan kamu. Aku akan jelaskan."


Bara pun meceritakan kenapa dia bisa berada di taman bersama Lia. Saat itu Lia ingin membicarakan sesuatu kepada Bara, lalu sesampainya di taman, Lia tersandung dan refleks Bara memegang pinggangnya. Lia tiba-tiba saja tersenyum setelah mengatakan kata Maaf, dan langsung mencium bibir Bara. Bara terkejut, sedangkan tangan Bara masih memegang pinggang Lia. Lia sendiri langsung menempelkan tubuhnya ke tubuh Bara agar Bara sulit melepaskan ciuman mereka. Hingga Bara melihat Sasa, dan mendorong kuat Lia hingga ciuman mereka terlepas.


" Kamu menikmatinya kan?. Hikkss " Terdengar nada kesal dan cemburu keluar dari mulut Sasa.


" Tidak, aku berani sumpah mungil. Bahkan aku sama sekali sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadap Lia."


" Bohong."


" Demi Allah mungil, di hati aku cuma ada kamu. Aku hanya mencintai kamu" Ujar Bara sungguh-sungguh.


Sasa merasa terkejut saat Bara berani bersumpah dengan membawa nama Tuhan. Baiklah, mungkin Bara memang berkata jujur.


" Baiklah, aku akan mencoba percaya."


" Kamu mau maafin aku kan?"


" Hmm, tapi hati aku sakit."


Bara meraih tubuh Sasa dan memeluknya. Pecahlah tangis Sasa di dalam pelukan Bara.


" Maafin aku mungil, Maaf. Aku mencintaimu. Dan hanya mencintai kamu, mungil."


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..

__ADS_1


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..


salam SaBar ( Sasa Bara)


__ADS_2