Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 28 " Kemarahan Mami Shella"


__ADS_3

" Shella" Panggilan dari seorang wanita memfokuskan penglihatan Mami Shella.


"Hai, ya ampun apa kabar? Lama banget gak ketemu" Begitulah jira-kira mereka memulai obrolan setelah bercipika cipiki.


" Shel, Bara udah putus ya sama Lia?" Tanya Nadin, salah satu temen SMA Mami Shella.


Mami Shella mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan Nadin.


" Gue pernah liat Lia jalan sama seorang pria, dan ternyata pria itu seorang pengusaha. Dan waktu gue liburan ke Singapura beberapa Minggu lalu, gue jika ketemu sama mereka, dan gue liat mereka sedang berciuman" Bisik Nadin agar teman-teman yang lain tidak mendengar.


" Ka-kamu serius Nad?" Tanya Mami Shella dengan suara yang bergetar.


" Iya, beneran. Nih aku ada foto ya, waktu itu aku gak sengaja lagi foto-foto, dan mereka juga tertangkap di foto-foto yang aku ambil" Nadi. merogoh ponselnya, dan membuka galeri ponsel untuk memperlihatkan foto Lia bersama pria lain.


Mami Shella menutup mulutnya, saat melihat Lia berpelukan bersama pria lain, Mata Mami Shella pun mulai memanas.


" Shel, Lo gak pa-pa?" Tanya Nadin panik.


Mami Shella belum sempat menjawab pertanyaan Nadin, namun temannya yang lai. sudah mengintruksi mereka untuk melihat arah tunjukknya.


" Itu Lia kan? Tunangannya Bara?" Ujar Lala, teman SMA Mami Shella yang lainnya.


Mami Shella menatap marah kearah Lia, Lia menggandeng mesra tangan pria itu. Bahkan pria itu sempat mendaratkan ciuman di pucuk kepala Lia. Mereka tersenyum sangat manis.


Mami Shella meremas serbet yang dipegangnya tadi. Setelah melihat Lia dan selingkuhannya itu duduk, Mami Shella memilih tempat duduk yang berada di dekat mereka, untuk mendengar pembicaraan mereka.


" Gimana hubungan kamu dengan Bara? Apa dia masih ngajakin kamu nikah?" Tanya si pria.


" Hmm, kenapa malah bahas dia sih. Sekarang aku tanya sama kamu, kamu emangnya rela jika aku nikah sama Bara? Kamu tau kan kalo aku cintanya sama kamu, dan kamu juga cinta sama aku. Kita itu saling mencintai."


" Aku tau, cuma kenapa kamu tidak memutuskan Bara?"


" Aku---"


" Sudah lah, sebaiknya kita makan. Habis dari sini aku mau ke hotel, kamu mau ikut?"


" Tentu." Ujar Lia dengan sumringah.


Mami Shella menggenggam gelas berisi air putih itu dengan kuat. Mami Shella berdiri, dan menyiramkan air kearah Lia.


" Dasar perempuan murahan" Ujar Mami Shella.


Tentu saja Lia terkejut saat di perlakukan seperti itu. Apa lagi di permalukan di tempat umum. Mami Shella melangkah pergi, dan menghiraukan panggilan Lia.


"Tante, Lia bisa jelaskan."


Mami Shella menyetop taksi, dan pulang kerumah. Di dalam taksi, Mami Shella menghubungi Bara, dengan suara yang sudah serak karena Isak tangis.


" Kamu pulang sekarang, Mami perlu ngomong sama kamu.. Hiikss"


Mami Shella memutuskan panggilan sebelum Bara menyahutnya.


" Mami kenapa?" Gumam Bara, dan langsung saja meraih kunci mobilnya untuk menemui sang Mami di rumah.


Sesampainya di rumah, Bara sudah di sambut dengan tangisan Mami nya. Bara berlari memasuki rumah dengan berdebar, karena mendengar raungan tangis dari Mami Shella.


" Mi " Tegur Bara melihat sang Mami sudah meraung di pelukan Vina.


Bara langsung menghampiri Mami Shella, dan memeluk sang Mami yang masih menangis histeris.


" Lia, Bar.. Lia.. hiksss"


Seketika darah Bara berdesir. " Lia kenapa Mi?" tanya Bara hati-hati.


" Lia selingkuh, Mami liat dia bersama pria lain"


Duaar...


Seakan seperti tersambar petir, Bara hanya mampu terdiam membeku, Mami nya sudah mengetahui tentang perselingkuhan Lia.


" Mi, "

__ADS_1


" Kamu putusin pertunangan kamu dengan perempuan itu sekarang."


" Iya Mi, Bara memang sudah berencana mutusin Lia".


Mami Shella memandang wajah sang putra. "Kamu? Jangan bilang kalo kamu? Hiikkss.."


Mami Shella kembali menangis histeris sambil memukul-mukul dada bidang Bara. Vina hanya bisa ikut menangis dan kecewa dengan sang Abang.


" Mi, maafin Bara."


" Sejak kapan? Sejak kapan kamu tau?" Teriak Mami Shella.


" Sudah lama Mi "


" Kalo kamu sudah lama tau, kenapa kamu masih menjalin hubungan dengannya? Masih banyak wanita lain di luar sana yang lebih cantik dan lebih setia dari dia" Teriak Mami Shella dengan bercucuran air mata.


" Maafin Bara, Bara punya alasan sendiri Mi."


" Mami mau kamu putuskan pertunangan ini"


" Iya Mi, Bara memang berniat untuk memutuskan pertunangan ini"


" Putuskan sekarang atau Mami tidak mau berbicara dengan kamu lagi"


" Iya, Bara akan putuskan dia sekarang. Tapi Mami janji ya, jangan nangis lagi."


Mami Shella hanya menatap anaknya dengan murka. Tega-teganya dia berbohong tentang tunangannya. Mami Shella tidak akan pernah memaafkan pengkhianat.


Mami Shella beranjak dari pelukan Bara, tapi kemudian Mami Shella berbalik dan mengambil bantal sofa. Mami Shella memukuli Bara dengan bantal. Bara hanya bisa meminta ampun dan meringis kesakitan.


" Geram Mami sama kamu" Teriak Mami Shela dan masuk kedalam kamar. Mami Shella menutup pintu kamar dengan kuat.


Bamm...


Vina menatap Mas nya itu dengan tatapan kecewa.


" Mas punya alasannya Vin"


Bara hanya bisa menghela napasnya kasar. Dia teringat akan perbincangan dirinya bersama Arka dan Kesya, sebelum mereka berangkat ke kampungnya Duda.


FLASHDISK ON


" Mas, ada yang mau key dan Mas Arka bicarakan"


Bara menatap adik kecilnya itu. Saat ini mereka sedang berada toko Kesya, tepatnya ruangan Kesya.


" Sudah lama Key perhatikan Mas Bara dengan Sasa, Key cuma mau ingatin. Jika Mas sudah memiliki tunangan."


Bara tersenyum menanggapi ucapan Kesya.


" Jika Mas tidak serius dengan Sasa, lebih baik Mas ja__"


" Mas cinta sama Sasa. Mas berencana untuk menikahi Sasa"


Terlihat wajah Kesya terkejut. " La-Lalu, Lalu bagaiman dengan Mbak Lia?"


" Buat apa Key, Mas pertahanin hubungan yang gak sehat dengan Lia?"


" Maksud Mas?"


Antara Vina dan Kesya, Bara lebih terbuka jika berbicara dengan Kesya, karena kesya itu orangnya lebih realistis, dan tidak berpihak kepada kubu mana pun. Kesya selalu bisa menjadi penengah, dan penenang.


" Lia selingkuh"


" Mas tau? Sejak kapan?" Pekik Kesya.


Mendengar nada Kesya yang terkejut, Bara mencium jika Kesya sudah mengetahui tentang perselingkuhan Lia, sebelum dia mengatakannya. Dan inilah salah satu alasan Kesya mengajaknya berbicara serius.


" Kamu tau? Sejak kapan?"


" Mas"

__ADS_1


" Sejak lama, tapi Mas gak bisa membuka hati Mas untuk wanita lain, itu sebelum Mas bertemu dengan Sasa"


" Maksud Mas?, Sasa cuma pelarian gitu?" Terdengar nada kecewa dari mulut Kesya.


" Gak Key, Mas gak pernah menganggap Sasa itu pelarian. Sebelum mengenal Sasa, Mas pernah mencoba menjalin hubungan dengan perempuan lain, Tapi tetap aja mereka gak bisa buat jantung Mas berdebar seperti Mas jatuh cinta dengan Lia. Tapi, Sasa mampu membuat jantung Mas berdebar, saat pertama kali Mas bertemu dengannya. "


Kesya mendengarkan semua cerita Bara, dari saat pertama kali Bara melihat Sasa di Greenday, kemudian bertemu kembali di toko kue, dan Sasa yang sangat cuek kepada pria berseragam, hingga Bara membawa kekantor polisi dan kemudian Sasa pingsan.


" Ekhem, Apa sudah Mas ceritajan semuanya?"


" Maksud kamu?"


" Yaaa, maksud Key, gak ada yang Mas sembunyikan dari key kan?"


" Gak mungkin kan Mas bilang kalo mas udah__" Tiba-tiba saja Bara terdiam dan menggigit bibirnya.


Kesya melototkan matanya, sedangkan Arka yang sedari tadi mendengarkan mereka, ikut tegang dengan perkataan keceplosan Bara yang terpenggal.


" Jangan bilang kalo Mas benar-benar udah tidur dengan Sasa" Tanya Kesya dengan napas memburu.


" Kamu tau dari mana?"


" Maasss" Teriak Kesya kuat dan memukul Bara dengan Bantal.


" Tunggu, Kamu dengerin dulu penjelasan Mas. Kamu tau dari mana?"


" Jadi bener kalo Mas tidur dengan Sasa?" Air mata Kesya sudah jatuh bercucuran.


" Kamu tenang ya, Mas bisa jelasin. Jadi, waktu itu__" Bara menceritakan kejadian kenapa dia sampai bisa tertidur di rumah Sasa.


" Beneran kan Mas hanya tidur, tidur yang benar-benar tidur. Gak yang ngapa-ngapain?" Ujar Kesya dengan mengangkat dua jadi kiri kanannya dan membentuk tanda kutip.


" Iya, Mas gak sebajingan ituKey, Paling Mas cuma nyium dia aja"


" Maasss" Pekik Sasa lagi membuat Arkabyang tadi memeluknya meringis karena suara nyaring sang istri yang memekakkan telinga nya.


Bara hanya tersenyum menunjukkan sederet giginya yang putih dan rapi.


" Gak usah senyum-senyum, Ada cabe di gigi"


"Cabe mahal Key, Jadi biarin aja"


" Ih , nyebelin." Kesya menarik napasnya, " Lalu kapan Mas mau mutusin Mbak Lia?"


" Secepatnya, Mas cari waktu yang pas"


" jangan Sampek Mami tau dari orang lain Mas, jika Mami tau dari orang lain, Mas bakal rasain kemarahan Mami, dan pastinya Mami akan sangat kecewa dengan Mas Bara"


" Iya key, Mas tau. Makanya Mas cari waktu yang tepat"


" Pokoknya kalo Mas bertele-tele, dan keduluan ketahuan oleh Mami atau Daddy, atau Mbak Vina, key gak mau ikut campur. Key bakal jodohi Sasa dengan Jodi"


" Key, jangan dong.."


" Bodo', Mas Bara nyebelin" kesal kesay, kemudian Kesya menatap sang Abang Yang selama ini melindunginya.


" Mas, Mas tau masa lalu Sasa?"


Bara menganggukkan kepalanya, dan tersenyum kepada Kesya. Kesya bernapas lega, jika Bara mencintai Sasa tulus. Bukannya kesya tak tau masa lalu Sasa.


Kesya tau, sangat tau karena Sasa sendiri yang menceritakan kepadanya, jika dirinya pernah menjadi seorang preman pasar. Tapi sekali pun Sasa tidak pernah mencuri, Sasa ingin Kesya mempercayainya, ketika Kesya memutuskan untuk menjadikan Sasa sebagai tangan kanannya.


FLASHBACK OFF


Bara merebahkan kepalanya ke sofa, Dan menutup matanya dengan lengan.


**** Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


salam SaBar ( Sasa Bara)

__ADS_1


__ADS_2