
Sasa dan Bara menghabiskan sarapan yang sudah di sediakan. Mereka juga meminum vitamin yang di berikan oleh Kesya.
" Kenyang banget Mas, " Sasa duduk bersandar di bahu sang suami.
Hening, tidak ada sahutan dari Bara, Bara hanya mengelus bahu Sasa dengan gerakan naik turun.
" Mass.."
" Hmm?"
" Serius ni kita seharian cuma di kamar aja?"
" Heum. Kenapa?"
" Mau ngapain kita seharian di kamar? Jalan-jalan yuukk."
Bara menaikkan alisnya sebelah, " Jalan-jalan? Kamu mau ke mana?"
" Eeumm, terserah, kemana aja"
" Gimana kalo ke puncak?"
" Puncak? Kejauhan Mas. Lagian besok nikahnya Leo dan Mbak Anggun."
" Yaa gak usah jauh-jauh, di sini aja, kita bisa kepuncak bersama kok."
" Maksudnya?"
" Aku kepuncak bukit kembar dulu, baru kamu bisa sampai kepuncak.."
" Maksudnya?"
" Iih, gemesin banget sih.. Jadi gak sabar" Bara mencubit hidung Sasa.
" iih, Aku serius loh Mas. Tapi, aku memang belum pernah ke puncak sih.. Sekali-kali boleh tu mas kita liburan ke sana."
" Siapa bilang kamu gak pernah ke puncak?"
" Serius Mas, aku belum pernah ke puncak."
" Yakin belum pernah ke puncak? Padahal etiap sampai puncak, kamu selalu mendesah kuat."
Sasa mengerjap, belum mengerti apa yang di maksud oleh suami sahnya secara hukum, negara, dan agama itu.
" Kapan aku puncak sampai mendesah? Ngaco kamu Mas."
" Mau bukti?" Bara menyeringai.
" bukti apa?. Aakh.." Sasa terkesiap saat Bara meremas saat gundukan empuk itu.
" Belum ke puncak aja udah mendesah.."
" Iihh apaan siih.."
Bara terkekeh melihat wajah Sasa yang sudah memerah. Eitss, tenang aja, Bara gak akan langsung nyerang Sasa kok. Baru sarapan kok udah main kuda-kudaan.
" Mas, nonton kartun yuukk.. Biar gak bosan."
" Kartun? gimana kalo film barat?"
" Gak aah, gak ngerti aku nya."
" Kan ada translate nya mungil, nonton film Korea bisa kamu.."
" Gimana kalo nonton film Korea?"
" Perlu waktu seharian mungil."
__ADS_1
" Ada kok yang durasinya cuma 2 jam. Mau yaa.. yaa.ya.."
" Hah, baiklah.. "
Sasa pun memilih secara acak film Korea yang berdurasi hanya tidak sampai dua jam itu. Belum setengah film, Bara sudah berkali-kali menguap, sedangkan Sasa tertawa terbahak-bahak, karena film yang mereka nonton bergenre komedi.
" Lucu Bangeet Mas.."
" Iyaa lucu. Ha.ha.ha." Bara memaksa tawanya.
" Gak iklas banget sih tawanya.." Sasa melanjutkan nontonnya.
Bukan film Korea namanya jika tidak ada kiss..kissan.. Dan Mata Bara langsung membesar saat adegan itu.
' Waah, bisa juga nih di coba' Batin Bara.
Sasa tidak tau saja, jika fikiran Bara sudah traveling ke mana-mana, tunggu aja Mungil, sebentar lagi kamu juga akan merasakan hal yang sama seperti yang di adegan tadi. Bara menyeringai licik.
Namun setelah 15 menit, sepetinya Bara sudah tidak tahan untuk menunggu film habis, karena fikiran Bara yang traveling tadi membuat si Tiger bangun dan mencari kehangatan untuk menumpahkan laharnya.
" Mungill.." Suara Bara sudah terdengar berat.
" Hmm?" Mata Sasa masih fokus ke layar Ipad Bara.
" Masih lama?" Bara sudah memainkan jarinya dipunggung Sasa.
" 35 menit lagi Mas." Sasa mihat sisa durasi nya.
" Aku udah gak tahan?"
Sasa menoleh, dan mendapati wajah Bara yang sudah tersulut gairah. Sasa mengerjap, dan detik selanjutnya Bibir Sasa dan Bara sudah bertemu, Dan Bara langsung mempraktekkan apa yang terjadi di adegan film tadi. Di tambah dengan traveling Bara yang menjurus ke adegan ranjang.
Jam sudah menunjukkan pukul 11, Sasa sudah merasa sangat lapar, karena tenaga yang digunakan benar-benaf terkuras habis. Entah berapa kali Bara meminta haknya, seakan tidak pernah ada rasa puas.
" Lapar banget yaa, Sampai demon gitu cacingnya." Bara terkekeh saat mendengar suara perut Sasa.
" Heum, Laper dan lelah." Sasa masih bergelayut manja dalam pelukan Bara.
" Heeumm" Bukannya melepas pelukannya, Sasa malah semakin erat memeluk tubuh Bara.
" Mungil, Lepas dulu dong. Biar aku pesan makanan."
" Eh, he...he.. Jangan lama-lama ya Mas, aku lapar banget."
" Iya sayang.." Bara mengecup sekilas bibir Sasa.
Hanya sebentar Bara memesan makanan melalui room servis, tapi saat Bara menoleh kebelakang, Sasa malah sudah tertidur pulas. Bahkan suara dengkuran halus terdengar dari mulutnya.
" Mungil.. mungill.. Gemesin banget sih kamu." Bara mengusap rambut Sasa.
Makanan pesanan Bara sudah tersedia diatas meja, tapi Sasa masih tertidur pulas. Bara tidak tega membangunkan Sasa, tapi jika tidak dibangunkan, nanti makanan nya keburu dingin. Setelah menimbang, Bara akhirnya memilih membangunkan Sasa.
" Mungil, sayang. Makan dulu yuuk.."
" Heem? " Sasa menggeliat, merenggangkan semua otot tubuhnya, rasanya seakan remuk seluruh tubuhnya.
" Maas..." Sasa terpekik saat Bara menggendong tubuhnya, yang masih terbalut selimut.
Bara menurunkan Sasa di sofa, di hadapannya sudah ada berbagai macam makanan.
" Mau apa? Biar Aku suapin?"
" Uukhh, so sweet banget sih.."
" Uukkhh... udah pinter bahasa Inggris.. Siapa yang ngajarin?"
" Riko.." Sasa langsung menutup mulutnya rapat-rapat Sasa mendapatkan tatapan mata Bara yang menatapnya tajam.
__ADS_1
" Oooh, jadi Riko ngajarin kamu bahasa Inggris.."
"Eem, gak gitu juga sih. Cuma beberapa kata aja.."
" Emang Riko ngajarin apa?" Bara menahan kedongkolannya yang tiba-tiba merusak mood nya.
" Udah yaa, Gak usah di bahas lagi yaa.." Sasa mencoba meredam kekesalan Bara.
" Kenapa? Takut mengenang masa indah sama dia?"
" Iih, apan sih Mas. Lagian aku sama Riko gak ada hubungan apa-apa kok, kamu cuma temenan aja. Lagian kebetulan saat itu ada bule yang ke panti, Riko tau aku gak bisa bahasa Inggris, jadi sejak saat itu dia ngajarin aku. Udah, gitu aja.."
" Perhatian banget dia.. Seminggu berapa kali kamu jumpa dia."
" Udah ah, aku gak mau bahas."
" Kenapa? Ada yang kamu tutup-tutupi dari aku?"
" Apaan sih.. Haah, " Sasa menghela napas berat, suaminya sepertinya selain raja mesum, ternyata pencemburu juga.
" Mas.." Sasa menangkup wajah Bara, agar Bara menatap dirinya.
" Eeumm."
" Lihat aku.."
Setelah memastikan Bara menatap mata Sasa, sasa pun membuka suaranya lagi.
" Aku sama Riko cuma temenan. Aku sama dia gak ada perasaan apapun. Dia ngajarin aku, karena dia bilang agar aku bisa mendapatkan ilmu walaupun aku tidak berpendidikan. Gak ada hubungan yang spesial di antara kami. Apalagi di dalam hati aku, buat aku dia hanya sekedar teman. Dihati aku, dari awal itu cuma ada kamu, dan hanya kamu. Walaupun aku pergi, tetap kami yang selalu aku rindukan, karena cinta aku ke kamu itu udah gak bisa aku hilangin lagi. Seakan aku inilah tulang rusukmu, makanya aku sulit melupakan kamu."
" Ooh, jadi kamu pernah mau lupain aku..?"
" Mass, bukan gitu maksdu aku. Kamu tau kan, jika aku selalu merasa jika aku gak pantas buat kamu, dan aku hanya membuat kamu menjadi susah. Siapapun orang Yang ada di posisi aku, pasti akan melakukan hal yang sama, karena dia tidak ingin menjadi beban di kehidupan ornag yang di cintainya. Dan aku yakin, kamu juga akan melakukan hal yang sama."
" Tapi Riko suka sama kamu." Bara cemberut.
" Kalo Riko suka sama aku, itu urusan dia. aku gak bisa mengatur perasaan orang lain, seperti perasaan kamu ke aku. Bukan aku kan yang mengaturnya agar kamu suka sama aku, tapi memang hati kamu bergerak sendiri untuk mencintai aku. Yang terpenting, perasaan aku ke kamu."
" Beneran kamu gak tertarik dengan Riko?"
" Bener Mass.. aku cintanya cuma sama kamu. Udah mentok sama kamu.."
Wajah Bara tersipu malu.
" Uukhh... lucu banget sih.. Gemesin.."
Cup..
Sasa mencium cepat Bibir Bara.
" Mungil, kamu mancing aku?"
" Mas, Laper. kita makan yukk.. " Dengan cepat Sasa merubah topik.
" Mungil.. " Bara sudah mengendus leher Sasa.
" Laperr Mas.. Makan dulu yaa.. biar ada tenaga."..
" Okeee, pokoknya hari ini gak ada ampun yaa.."
Sasa tertawa miris.. " Terserah Mas Aja, yang penting akunya gak sampai pingsan."
Sasa dan Bara pun memakan makanan yang sudah tersaji di atas meja. Sasa harus banyak makan, agar dirinya memiliki tenaga untuk melayani sang suami yang napsunya kebangetan..
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
Salam SaBar... (Sasa & Bara )