Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 95 " Terbuat dari apa Hati kamu Sa"


__ADS_3

Kabar Puput keguguran sampai ke rumah Mami Daddy Roy. Mami Shella sudah menangis sesenggukan. Bagi Mami Shella, Puput juga sudah seperti anaknya.


" Iyaa, kita jenguk sekrang yaa.. Mami siap-siap terus. Tapi Daddy absen dulu yaa ."


" Iyaa Daddy.. hiks..."


" kamu pergi bareng Daddy atau bareng aku?" Bara menanya keputusan Sasa.


" Aku pergi sama kamu aja Mas. Aku harus singgah ke toko dulu. Mau ngecek persediaan bahan, kemarin aku gak sempat karena ramai pesanan."


Daddy Roy dan Mami Shella langsung berangkat setelah menyiapkan sarapannya. Sedangkan Sasa membereskan meja makan dan mencuci piring kotor.


" Sudah siap?"


" Sudah Mas. Tunggu, aku ambil__"


Bara sudah menunjukkan tas ransel kesayangan Sasa. Sasa pun tersenyum.


" Makasih ya beruang maduku." Sasa menggelitik dagu Bara.


" Sama-sama sayang. Ayo.."


Bara sampai dirumah sakit bersamaan dengan Mili dan Gilang. Mami Shella dan Daddy Roy sudah pulang, karena Daddy Roy harus kembali bekerja. Maklumlah, pegawai negri gak bisa seenak jidat keluar kantor. Apalagi jabatan Daddy Roy sudah tinggi, jadi harus memberikan contoh kepada bawahan dan rekan kerjanya. Mereka melihat keadaan Puput yang sudah siuman.


" Put."


" Key, Mil, Mbak Sa.. Hikkss.."


Kesya dan Mili mendekat kearah puput. Kesya memeluk Puput dengan sayang. Gilang sampai meneteskan air matanya. Sakit, melihat adiknya itu kehilangan kandungannya.


" Yang sabar yaa.. Semua cobaan akan ada jawabannya. Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik." Ujar Kesya..


" Hikkss... amin.. " Puput menganggukkan kepalanya.


Gantian Mili memeluk Puput, " Yang tabah ya Mbak. Semoga Allah memberikan keturunan yang Soleh dan Solehah"


" Hikss amiin..


" Yang sabar ya Mbak put. Setiap cobaan selalu ada hikmah yang baik." Ujar Sasa.


" Makasih Mbak. hikss.." Sasa memeluk Puput dan mengelus punggungnya.


Setelah menjenguk Puput, Kesya, Arka, Bara dan Sasa menjenguk keadaan Ara. Mumpung di rumah sakit.


" Om" Kesya mencium punggung tangan Samsul. Disusul dengan Arka, Bara, Sasa, Mili, Dan Gilang. Hari ada Samsul di sana yang menemani Ara bersama Jodi.


" Apa kabar Key"


" Alhamdulillah baik Om. Om gimana?"


" Alhamdulillah baik. Daddy kamu?"


" Daddy baik Om. Kenapa om gak ke rumah?"


" Om masih segan dengan Daddy. Tau sendiri kalo Daddy sudah marah gimana"

__ADS_1


Bara masih terlihat tidak suka dengan Om Samsul, maka dari itu Bara banyak diam dan malas menatap wajah Om Samsul. Om Samsul hanya tersenyum kecut. Sifat Bara persis dengan Daddy Roy.


" Masih betah tidur nih Putri tidur?"


Kesya mengelus rambut Ara. " Pucat banget sih wajahnya. Ara, Mbak dandani ya. Hari ini kan Ara ulang tahun. Jadi harus cantik."


" Ara ulang tahun?" Tanya Sasa.


" Iya Mbak, dia ulang tahun yang ke 20."


" Tau gitu tadi Mbak bawa hadiah loh buat Ara." Ujar Sasa.


Dalam hati Sasa, pantas saja banyak bunga dan boneka di kamar Ara. Ternyata semua itu hadiah. Tapi dari siapa? Apa mungkin.. Sasa melirik kearah Om Samsul. Terlihat pacaran bersalah di mata tuanyang sudah terlihat sedikit keriput dan sendu.


Kesya mengambil bedak di tas nya, dan memakaikan kepada Ara. Juga Kesya memakaik lipmate dengan warna kesukaan Ara. Warna soft pink.


" Nah, udah cantik. Pasti bang Jodi makin cinta nih" Bisik Kesya seolah-olah Ara mendengarnya.


Setelah mengobrol dengan Ara, mereka pun pamit undur diri. Karena Kesya tidak bisa meninggalkan Baby twinsnya terlalu lama. Dan Bara harus kembali Dinas, sedangkan Sasa harus ke toko kue, serta membeli bahan kue yang kosong di toko langganan mereka.


" Mbak Puput gimana kabarnya?" Tanya Lena.


" Mbak Puput keguguran."


" Innalilahi wainailaihi Raji'un, sayang banget Mbak Puput."


" Kita doain aja yang terbaik buat Mbak Puput ya ."


" Iya Mbak."


Bara mengecek omset yang masuk dari usaha kecilnya di bidang ekspedisi.


Bara sudah menghubungi pihak WO, untuk mempersiapkan acaranya. Bara sengaja tidak memberi tahu Sasa tentang usahanya, dan acar persiapan pernikahan mereka. Bara ingin membuat kejutan untuk Sasa.


Bara menghubungi pihak Bank, untuk meminjam sejumlah uang sebagai kekurangan pesta yang akan diadakannya. Tapi, saat baru saja menyelesaikan persyaratan peminjaman kedalam Bank, Bara bertemu dengan Duda dan Arka yang baru saja masuk.


" Mas Bara?"


" Ar."


" Mas ngapain?"


" Ah, Biasa.." Bara tidak ingin orang lain tau jika dirinya mengambil pinjaman.


" Mas duluan yaa, udah harus balik kantor duluan ya."


" Iya Mas, hati-hati ya"


Arka mencium sesuatu yang mencurigakan. Arka yang mengenal orang terkuasa di Bank swasta ini pun menanyakan apa yang dilakukan Bara. Arka kesal saat melihat nominal yang tertera di sana.


" Mas Bara ngapain pinjam duit segini?" Gumam Arka.


" Batalkan, sampai saya yang memberi keputusan." Titah Arka kepada pegawai bank yang sudah tau siapa Arka.


" Baik pak."

__ADS_1


Arka sudah menunggu Bara di rumah. Sesampainya Bara dan Sasa, Arka langsung mengajak Bara berbicara di halaman belakang.


" Mas anggap apa aku?, jika Mas perlu bantuan keuangan, Mas tinggal bilang ke aku."


" Bukan gitu Ar. Aku hanya tidak ingin terlihat lemah dan dikasihani."


" Mas tau, dengan pinjaman segitu, Mas harus membayar cicilannya dengan pemasukan sebulan di Ekspedisi. Mas buang-buang uang tau gak. " Kesal Arka.


" Ar, kamu gak ngerti posisi aku. Semua modal nikah aku udah aku serahkan untuk usaha aku, dan hasil dari situ akan aku gunakan untuk menebus kesalahan aku kepada Sasa "


" Mas, Jika Mas mau pinjam, Mas bisa pinjam ke Aku, aku gak bakal minta bunga. Bahkan jika Mas tidam membayarnya bukan masalah buat aku."


" Aku gak mau gitu Ar. Aku ini Pria, harus ada rasa tanggung jawab, dan tidak ingin terlihat lemah Dimata orang lain."


" Mas, gini aja, aku kasih kamu pinjaman, dan kamu bisa bayar dengan mencicilnya. Anggap saja aku bank yang sedang kamu pinjam. Bedanya, jika kamu pinjam ke aku, aku gak akan minta bunga sepeser pun. Cukup berapa yang mas pinjam, dan segitulah yang Mas Bayar."


Tanpa mereka sadari, jika Sasa mendengar semuanya. Sasa meneteskan air matanya. Demi membuat pestanyang mewah dan kejutan untuk dirinya, Bara rela meminjam ke Bank dengan bunga yang fantastis.


Sasa menyimpan mukenanya, serta menggantung kembali baju Koko Bara yang tadi dipakainya untuk sholat.


Bara sebenarnya sudah memperhatikan Sasa sedari buka puasa tadi. Sasa terlihat lebih diam dan seperti memikirkan sesuatu.


" Mungil, kamu kenapa? ada masalah?" Bara memeluk tubuh Sasa dari belakang. Ini adalah salah satu hobi Bara selama menikah dengan Sasa, yaitu memeluk tubuh sang istri dari belakang.


" Mas, aku mau bicara sesuatu sama kamu. Penting."


Mendengar nada bicara Sasa yang terdengar serius, Bara melepaskan pelukannya dan membawa Sasa duduk di sofa Yang ada didalam kamar mereka.


" Kamu mau ngomong apa?"


" Mas, aku minta maaf, jika aku tadi lancang. Aku mendengar semua pembicaraan kamu dengan Arka."


Bara terdiam dan membeku, dia menelan ludahnya kasar. " Kamu nguping?" Ada nada tidak suka di sana.


" Enggak Mas, aku gak nguping. Saat Mami menyuruh aku mengambil pakaian kering, di saat itu aku mendengar percakapan Mas dengan Arka. Maaf Mas, bukannya maksud aku lancang mendengar pembicaraan kalian, tapi aku harus mendengarnya saat kamu mengatakan mengambil pinjaman di bank. Aku gak mau kamu terlilit hutang hanya untuk membahagiakan aku Mas.. hiks.. aku gak mau.. hiks.. Aku gak butuh pesta mewah untuk pernikahan aku. Cukup akad nikah yang sah di mata Tuhan, saja itu sudah sangat berarti buat aku. Hiks.... aku gak mau ada pesta jika kamu harus meminjam uang dari siapapun. hikks.. aku gak mau." Sasa sudah sesenggukan.


Kekesalan Bara yang tadinya langsung menghilang. Bara memeluk tubuh mungil sang istri, dan mengecupi pucuk kepalanya berkali-kali.


" Mungil, Mas hanya__"


" Gak Mas, aku gak mau. Pokoknya aku gak mau ada pesta jika kamu meminjam uang ke bank. Mas, dengan syukuran kecil, itu udah cukup untuk aku. Aku gak mau yang lebih atau sesuatu yang mewah, yang membuat kamu harus berhutang kesana sini. Aku gak perlu itu Mas. aku gak perlu.. Hikks.."


Pintu kamar yang memang tidak tertutup rapat, mengeluarkan suara tangis Sasa, hingga mami Shella penasaran dan menguping. Hati Mami Shella bergetar saat Sasa mengatakan jika dia tidak ingin Bara terbelit hutang demi dirinya. Mami Shella menjatuhkan air matanya.


" Mami kenapa?" Daddy Roy merangkul bahu Mami Shella.


" Sasa Dad, hikkss.. hati anak itu terbuat dari apa sih? Setiap wanita pasti senang jika di buat pesta yang mewah, dan tidaj peduli dari mana suaminya mendapatkan uang itu. Tapi Sasa? Sasa tidak ingin anak kita kesusahan demi membahagiakan dia.. hiks.. Sasa sungguh berhati mulia. Bahkan Mami saja, tidak peduli dari Mana Daddy mendapatkan uang dulu saat membuat pesta untuk pernikahan kita. Hikkss.."


Daddy Roy memeluk tubuh Mami shella. "Kita beruntung mendapatkan menantu seperti Sasa, dan anak kita lebih beruntung mendapatkan Istri seperti Sasa. Semoga pernikahan mereka bisa langgeng sampai tua, hingga maut memisahkan."


" Amiin.. yaa Allah."


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Salam SaBar... (Sasa & Bara )


__ADS_2