Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 98


__ADS_3

Fatih benar-benar harus menggigit jarinya. Para Papi benar-benar akan ikut mereka untuk keliling Eropa dengan menggunakan kapal pesiar. Bisa berantakan semua rencana Fatih untuk mesum di setiap penjuru kapal beramaa Raysa.


"Hah, gak nyangka kalo bisa di kasih izin." ujar Daddy Bara sambil mengipas-ngipas pasport nya di depan Fatih.


Bunda Sasa dan Raysa sudah terkikik melihat ayah dan menantu yang sedang perang dingin itu. Daddy Bara merasa Fatih telah merebut Raysa dengan paksa dari nya, sedangkan Fatih merasa jika Daddy Bara seakan tak memberikan akses untuk dirinya dan Raysa bermesraan.


Tak Masalah sebenarnya jika para orang tua ikut, tapi gak gini juga kali. Daddy Bara merangkul Raysa dan bunda Sasa untuk masuk kedalam bandara, sedangkan Fatih di suruh membawa koper mereka.


Huff, sungguh terlalu...


Papi Gilang, Papa Arka, Papa Fadil, Papi Vano dan Papi Leo pun hanya menertawakan nasib Fatih yang di jamin akan gagal menikmati bulan madu nya.


"Jangan lupa, kunci pintu kamar nanti saat di kapal." bisik Paa Gilang bertujuan menggoda sang anak.


Fatih mencibir kemudian dengan kesal ia menggeret semua koper milik orang tuanya. Untungnya ada troli yang mempermudahkan dirinya dirinya untuk membawa semua koper-koper tersebut. Yaa walaupun berat sih...


*


Beruntungnya Papa Arka ikut, sehingga mereka menaiki pesawat pribadi Moza, jadi ia hanya perlu duduk berdua dengan Laycanya tanpa gangguan.


"Abang, dingin." bisik Raysa pelan sekali.


Fatih pun tersenyum dan merentangkan lengannya untuk Raysa bersandar. Tanpa menunggu lama, Raysa langsung masuk kedalam pelukan Fatih dan menghirup aroma tubuh Fatih yang selalu membuatnya candu.


"Ekheem ...." Daddy Bara menatap kearah Fatih untuk memberi kode agar tak bermesraan di pesawat.


Bukannya mendengar, Fatih malah sengaja mengecup pucuk kepala Raysa dan memeletkan lidahnya. Daddy Bara yang ingin berdiri pun langsung terduduk kembali saat Bunda Sasa menarik tubuhnya dan memeluk tubuh sang suami.


Fatih tersenyum miring dan ikut memeluk Fatih. Sengaja, biar Daddy panas.


Tak mau kalah, Daddy Bara juga ikut memeluk Bunda Sasa dan menciumi nya. Fatih yang masih sesekali mengintip pun ikut menciumi Raysa, bahkan Fatih sengaja mencium bibir Raysa dengan mesra.


Daddy Bara panas dong yaa, secara sudah membara-bara gimana gitu. Daddy Bara pun mencium bibir bunda Sasa, selanjutnya ia meringis karena bunda Sasa menggigit bibirnya dan menyuruh nya untuk tidur.


Fatih pun tersenyum menang dan kali ini benar-benar menutup matanya untuk terlelap dalam tidur. Perjalanan mereka lumayan lama, karena harus ke Paris, baru lah mereka menaiki kapal pesiar dari negeri yang memiliki menara indah tersebut.


*


Raysa merenggangkan tubuhnya saat merasa lapar.


"Abang, lapar." bisik Raysa sambil membelai pipi Fatih.


Fatih pun membuka matanya dan tersenyum. "Kenapa sayang?"


"Lapar."


"Bentar aku panggil pramugarinya."

__ADS_1


Baru saja Fatih ingin berdiri, Raysa tiba-tiba menariknya dan langsung mencium bibir Fatih dengan rakus.


Daddy Bara yang baru terbangun mendengar krasak krusuk pun terkejut saat melihat sang anak begitu agresif dalam mencium Fatih.


"Dasar, anak sama bundanya sama aja, malu-malu kucing, eh gak taunya malu-maluin." gumam Daddy Bara dan kembali menutup matanya.


Setelah mendapatkan ciuman panasnya, Raysa kembali merengek karena lapar. Fatih pun terkekeh dan kali ini benar-benar memanggil pramugari untuk menyiapkan makanan untuk mereka.


Tak butuh waktu lama, pesnan makanan Raysa pun tiba. Raysa menikmatinya dengan lahap karena ia benar-benar merasakan sangat lapar sekali.


Setelah makan, Raysa memandang kearah jendela. Hanya ada langit biru dan awan yang menghiasi. Raysa pun bosan dan kembali kedalam pelukan Fatih.


"Kenapa?" tanya Fatih yang melihat sedari tadi pergerakan Raysa yang merasa tidak nyaman.


"Bosan."


"Mau nonton"


Raysa menganggukkan kepala nya. Fatih pun menghidupkan layar monitor yang ada di hadapan mereka dan mulai memutar sebuah film yang super heronya memiliki sebuah palu ajaib.


"Ganteng banget ya Bang?" puji Raysa untuk pemain utamanya.


"Mana gantengan sama aku?"


"Ganteng dia lagi, tapi aku cintanya sama Abang" ujaf Raysa dan memeluk tubuh Fatih.


"Cantikan mana sama aku?"


"Cantikan kamu lah, dia mah udah tua, kalo kamu masih muda. Masih sempit lagi." bisik Fatih yang mana membuat wajah Raysa kembali merona.


Fikiran malam bercinta mereka pun muncul di dalam benak Raysa, sehingga Raysa tiba-tiba saja ingin sekali melakukannya. Apa lagi saat ini di monitor menampilkan adegan yang sedang berciuman.


Kan Raysa jadi pingin.


Raysa pun menyandarkan kepalanya di dada Fatih, kemudian ia memainkan jari jemarinya di atas lengan Fatih.


"Kamu tau, gerakan sensual kamu membuat sesuatu terbangun di bawah sana."


Raysa pun mengerti apa yang Fatih maksudkan.


"Apa masih lama sampainya?" tanya Raysa dengan nada menggoda.


Fatih menoleh kearah jam tangannya. "8 jam lagi lebih kurang."


"Hah, Padahal aku menginginkannya lagi."


Fatih terkekeh. "Sabar sayang, sesampainya kita aku akan membuat kamu puas."

__ADS_1


Raysa menganggukan kepalanya dan memeluk tubuh Fatih dengan erat.


*


Mungkin ini yang pertama Kalinya Bunda Sasa ke Paris, begitu pun dengan Raysa. Ibu dan anak itu sudah melupakan sang suami dan sibuk berselfi ria.


Tak hanya Raysa dan Bunda Sasa saja, melainkan Mama Kesya, Mami Vina, Mami Anggun, Mama Pupuy dan Mami Mili pun ikut berfoto bersama. Sudah tak mereka ingat lagi jika saat ini mereka sudah tua dan memiliki cucu. Namun kelakuan mereka seakan masih muda dan masih single.


"Ayo sayang, mobilnya sudah datang. Nanti kita ketinggalan kapalnya." teriak Daddy Bara.


Bagaikan anak ayam yang mengekori induknya, Mami Vina, Mami Mili, Mami Anggun, Mama Kesya, dan Mama Puput pun menurut dan berjalan mengikuti Bunda Sasa dari belakang.


*


Raysa menatap takjub dengan kapal pesiar yang ada di hadapannya saat ini. Kapal yang sangat indah dan benar-benar besar sekali.


"Bagaimana? cantik gak?" tanya Fatih.


"Banget, bismillah semoga gak ada Titanic 2."


Fatih pun membaca doa agar perjalanan mereka baik-baik saja.


Daddy Bara merengut saat mengetahui kamar mereka berpisah dengan kamar Fatih. Dan ini semua berkat Papi Gilang dan Papa Arka yang berhasil menukar tiket kamar mereka dengan orang lain.


"Kok jauh sih kamar mereka? kalo kangen gimana?" rengek Daddy Bara.


"Mas, mereka mau bulan madu loh. Mas gak pingin gendong cucu? kalo aku pingin banget. Kalo Mas terus ganggu mereka, kapan Ki punya cucunya?"


Bunda Sasa benar, sebaiknya Daddy Bara kali ini mendukung Fatih.


"Fatih, dengarkan nasehat Daddy. "


"Y Daddy."


"Jangan berhenti jika belum puas. Jangan keluar kamar jika belum sampai 5 ronde."


Mendengar nasehat Daddy Bara, sontak saja Raysa dan Fatih membuka mulutnya tak percaya.


Jangan keluar sebelum lima ronde? Bisa lemas nih lutut.


**


 Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.


Jangan lupa like and komen.


 Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA

__ADS_1


__ADS_2