Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 145 " Nyai dan Tiger"


__ADS_3

" Bara, Sasa, ada yang mau Mami dan Daddy bicarakan." Ujar Daddy Roy saat setelah makan malam selesai.


Bara, Sasa, Mami Shella, dan Daddy Roy pun duduk di ruang keluarga. Raysa sudah tertidur di dalam gendongan Bara.


" Jadi begini, Daddy dan Mami berencana untuk membuat kolam renang. Kemarin Mami lihat kamu bermain di bathtub bersama Raysa. Maka dari itu Mami meminta di buatkan kolam renang untuk Raysa. Gimana menurut kamu?"


Bara tersenyum, ia menatap Sasa dan menggenggam tangan Sasa.


" Terima kasih sebelumnya kepada Mami dan Daddy, yang sudah sangat baik memikirkan kebahagiaan Raysa. Tapi, Bara mohon maaf sebelumnya, jika mengecewakan Daddy dan Mami."


Bara menatap kedua wajah orang tuanya.


" Sebelumnya Bara sudah berbicara akan hal ini kepada Sasa, namun Sasa tidak setuju. Menurut Sasa, itu sangat berbahaya jika Raysa sudah bisa berjalan. Bagaimana jika Sasa tercebur dan tidak ada yang tahu, dan menurut Bara, apa yang di katakan Sasa ada benarnya. Lagi pula, halaman belakang kita bisa kita buat untuk halaman bermain mereka, seperti saat ini. Apa lagi, Om Nazar dan Tante Rosa berencana untuk menggabungkan halaman belakang rumah kita."


Mami Shella dan Daddy Roy pun tersenyum. Sasa memang luar biasa.


" Benar juga, Mami gak kefikiran sampai kesana."


" Jadi, Nazar ingin membobol tembok belakangnya?"


" Iya Dad, kemarin Om Nazar mau ngomong sama Daddy, tapi Daddy lagi dinner sama Mami. Makanya Om Nazar ngobrol sama Bara."


" Ide bagus itu, jadi halaman kita jadi semakin luas. Apalagi anak-anak kalian suka bermain di sini semuanya. Jadi makin seru dan ramai."


" Iya Dad, nanti kita ngomongin lagi dengan om Nazar"


.


.


Sasa sedang memberikan ASI kepada Raysa, saat Bara masuk kedalam kamar.


" Mungil.." Bara menelan ludahnya.


Semenjak menyusui, payud*ra Sasa terlihat membesar dan semakin menggoda imannya.


" Hmm..." Sasa menoleh, dan tersenyum manis kepada Bara.


Bara duduk di belakang Sasa, dan memeluk Sasa.


" Massh..." tegur Sasa saat Bara menciumi lehernya, dan juga meremas payud**a nya yang nganggur.


" Hmm.." Bara terus saja mengecupi leher Sasa.


" Geli Mass.. Aahhh.." Sasa mendesah saat Bara menurunkan sebelah lagi baju Sasa dan menampilkan gundukan kenyal yang menggoda iman itu.


" Aku pingin ini Mungil." Bara meremas gundukan itu.


Bara memindahkan posisinya saat ini, menjadi di depan Sasa.


" Masshh Ah..., Raysa lagi nyusu.." Ujar Sasa dengan mendesah, karena Bara sudah menghisap gundukan yang menganggur.


" Aku juga butuh susu yank, kalo gak aku lemas.."


" Massh..."

__ADS_1


Bara tak mengindahkan ucapan Sasa, hingga akhirnya Sasa kesal dan menjewer telinga Bara.


" Aww...aww.. mungil.. sakit.."


" Awas gak?" Ancam Sasa galak.


" Iyaa...iyaa..."


Bara mengelus telinganya yang panas dan perih. Bara mengerucutkan bibirnya, kemudian ia naik ketempat tidur, dan tidur membelakangi Sasa.


" Mass" Panggil Sasa.


" Hmmm..."


" Merajuk?"


" Iyaa.."


" Dasar, bayi beruang besar."


" Biarin, minta susu aja pelit. Padahal kan gratis" Gumam Bara yang masih di dengar oleh Sasa.


Sasa hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya.


Sudah 15 menit berlalu, Raysa juga sudah melepaskan pu**Ng Sasa dan tertidur lelap. Sasa pun meletakkan Raysa kedalam box. Biasanya Sasa akan meletakkan Raysa ke atas tempat tidur dan berada di antara Bara dan Sasa, namun malam ini, Sasa sengaja meletakka Raysa kedalam Box, karena Sasa ingin menggoda Bara yang tengah merajuk.


Sasa menuju kamar mandi, dan mengganti pakaiannya dengan lingerie berwarna hitam, dengan belahan dada rendah, yang dihiasi dengan renda-renda menggoda.


Sasa melihat keadaan Raysa yang tertidur nyenyak di dalam Box, Sasa pun tersenyum dan mengecup kening Raysa.


" Eehmm... Mungil.." Bara mengerang saat Sasa menggoyangkan pinggulnya.


" Kamu suka?"


" Hmmm, sangat.. Ahh..."


Bara semakin frustasi saat Sasa menahan tangannya di atas kepala, sedangkan Sasa mencium dan mengecupi wajah, leher, hingga dada Bara yang masih tertutup dengan baju kaosnya.


" Munghiill... Kamu nakhaaall... eemm... Akhuu... sukaaa...." Erang Bara di sela permainan Sasa.


Bara sangat menikmati setiap belaian yang di berikan Sasa, hingga keduanya telah melepaskan penutup tubuh mereka, dan mempertemukan Tiger dengan Nyai.


Hanya terdengar suara penyatuan tubuh dan ******* tertahan di kamar Bara yang luas, hingga Bara dan Sasa mencapai puncak pelepasan mereka, dan bersama saling mengerang panjang.


" Aaakjhhh..."


" Mungiilll... aarrrhhgg..."


Sasa menjatuhkan tubuhnya di atas Bara, menetralkan napasnya, sambil menikmati aroma tubuh Bara yang berkeringat akibat olah raga demi mempertemukan Tiger dan Nyai.


Setelah napas keduanya normal, Sasa tiba-tiba saja terpekik saat Bara mengubah posisi mereka.


" Ronde kedua sayang.."


Tanpa membuang banyak waktu, langsung saja Bara menciumi dan mencumbu Sasa. Hingga mereka kembali mempertemukan Tiger dan Nyai, serta mencapai kenikmatan yang mengeluarkan erangan nikmat di kedua nya.

__ADS_1


Bara menggulingkan tubuhnya ke sebalah Sasa, dan menetralkan napas mereka. Sasa mengambil lengan Bara untuk di jadikan bantal, hingga Sasa menelusupkan wajah nya ke dada Bara, dan mulai tertidur.


Bara yang juga seharian lelah bekerja, di tambah harus berolah raga dalam rangka mempertemukan Nyai dan Tiger, Bara juga ikut menutup mafanya, sambil memeluk tubuh Sasa yang masih berkeringat. Hingga akhirnya Bara dan Sasa terlelap dalam tidur mereka.


.


.


Tak terasa, umur Raysa sudah menginjak 1 tahun. Sasa hanya meminta kepada Bara, Mami Shella, dan Daddy Roy agar tidak merayakan ulang tahun Raysa dengan mewah. Sasa hanya ingin berbagi bersama anak-anak jalanan.


Dengan bantuan Kesya, Vina, Puput, Mili, dan Anggun, mereka membuat makanan dengan tangan mereka sendiri, tanpa memesan dari pihak catering.


Kesya bertugas untuk membuat kue dan dessert. Vina dan Sasa bertugas untuk memasak menu makanan yang akan di bagikan kepada anak-anak jalanan. Sedangkan Mili dan Puput, kebagian untuk membantu mengupas bawang dan juga mengiris sayuran.


Ara?


hmm, saat ini Ara tengah menikmati repotnya menjadi Mamud. Ara yang baru saja siap turun tanah dengan sang baby pun, hanya dapat melihat-lihat dari jauh. Karena Mami Shella melarang Ara untuk membantu di dapur. Takut jika tangan atau baju Ara terkena cabai, dan rasa panas yang lengket di kulit pun mengenai baby boy nya.


" Gimana rasanya jadi Mamud?"


" seru Mi, dan Alhamdulillah nya Bang Jodi lebih sigap dari Ara."


" Kamu harus merubah sikap kekanak-kanakan mu Ara. Kamu harus mulai tumbuh dewasa melebihi umur kamu saat ini."


" Iya Mi, Ara akan berusaha untuk cepat dewasa."


" Itu tandanya kamu gak boleh sering merajuk lagi Ra" Sahut Kesya dari dapur.


" Iya Ra, kamu harus siap di tinggal kerja dengan bang Jodi. Seperti Mbak yang selalu di tinggal patroli dengan Mas Bara."


" Kalo kamu kesepian di apartemen, kamu tinggal di sini aja, saat Jodi dinas Malam. Biar rame" Tambah Mami Shella.


" Iya Mi. "


Semua tersenyum di kala melihat Ara mulai cekatan dalam mengurus bayi. Yaah, walaupun Jodi langsung berlari ke samping Ara di saat mendengar tangis sang bayi, namun Jodi membiarkan Ara untuk mengganti popok anak mereka.


* Haii, sepertinya Bara dan Sasa ( Tiger dan Nyai) akan berpisah dalam satu bab lagi. Siapkah readers semua?


atau lanjut ke season 2.


Kisah Raysa bersama Mr. F


komentarnya yaaa...


Jangan lupa follow aq yaa..


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA...


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...

__ADS_1


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2