Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 51 " Rencana pembebasan Fadil dan Puput"


__ADS_3

"Kayaknya yang nyulik Puput bukan orang biasa deh"


Berita kehilangan Puput sudah sampai ke telinga Sasa, karena saat Fadil menghubungi Bara dan memberitahukan Puput menghilang, kebetulan Sasa bersama Bara. Setelah jam tugas pagi nya selesai, Sasa pun menghampiri apartemen Fadil. Karena mengkhawatirkan keadaan Puput dan Fadil.


" Hah, dimana sih kamu sayang" Gumam Fadil frustasi.


" Jangan putus asa, gue yakin pasti Puput bakal kita temui. "


Tak berapa lama Bara datang bersama Timnya. Sasa langsung mengenakan kaca mata hitam agar menghalau warna seragam yang di gunakan Bara dan Timnya. Walaupun masih ketara dengan aksesoris yang digunakan oleh mereka. Tapi itu lebih baik, dari pada Sasa harus menglihat langsung.


" Kamu di sini?" Tanya Bara kepada Sasa.


" Hmm" Sasa hanya menjawabnya dengan gumaman.


Bara menunjukkan cctv di mana terakhir kalinya Puput terlihat. Sasa ikut memperhatikannya, namun karena Sasa menggunakan kacamata hitam, Sasa tidak terlalu jelas melihat video tersebut.


" Gue udah lihat keseluruhan cctv di restoran ini, namun hasilnya nihil. Puput seakan ditelan bumi" Ujar Bara.


" Boleh gue minta copy-an video ini?" Tanya Sasa.


" Tentu mungil" Ujar Bara dan mengelus pucuk kepala Sasa, namun Sasa menepisnya dan berdecak kesal.


" Hah, sempat-sempatnya Lo romantisan" Kesal Fadil.


Bara hanya tersenyum getir, merasa bersalah kepada Fadil karena tidak melihat kondisi.


" Kamu liat apa? Serius amat?" Ujar Bara, saat melihat Sasa dengan serius menatap laptop yang ada di hadapannya. Mereka sudah berada di apartemen Sasa.


" Lihat deh, di dekat sini ada mobil terparkir. Sepertinya mobil ini terpasang cctv. Udah Lo coba buat liat gak cctv dari mobil ini?" Tanya Sasa.


" Ya Ampun mungil, kamu pinter banget sih" Bara mengacak rambut Sasa, dan mengecup pucuk kepalanya.


" Apaan sih, dasar mesum" gerutu Sasa.


Bara hanya terkekeh dan mengeluarkan ponselnya.


"Lo gak pulang?"


" nginep sini boleh gak?"


" GAK" Jawab Sasa tegas.


Keesokan harinya, Bara berserta Timnya kembali menyisir ulang lokasi terakhir Puput terlihat. Dan benar saja, mobil yang di katakan oleh Sasa masih terparkir di sana. Bara menyuruh Andi untuk mencari tahu siapa pemilik mobil tersebut.


" Pak, pemiliknya sedang tidak berada di sini, kemungkinan seminggu lagi baru akan pulang"


" Sial" Geram Bara.


Bara meraih ponselnya dan menghubungi Arka.


" Halo Ar, Lo kenal gak dengan pemilik restoran Xxx?"

__ADS_1


" Ya, gue kenal. Kenapa?"


" Di mobil dia ada cctv, Lo bisa hubungi dia gak? untuk minta izin cek cctv di mobilnya"


" Oke, nanti gue kabari"


Setelah Arka memutuskan panggilannya, Bara kembali menyisir dan bertanya kepada pelayan yang bertugas pada hari terakhir Puput terlihat.


Ponsel Bara kembali berdering, dan menampilkan nama Arka. Bara langsung segera mengangkat panggilannya. Syukurlah, Bara mendapatkan secercah cahaya karena pemilik mobil bersedia bekerja sama dengan mereka.


Bara berhasil mendapatkan cctv yanga ada di dalam mobil. Fadil, Gilang, dan juga Arka sudah berkumpul untuk melihat rekaman cctv tersebut.


Arka dan Fadil mengeraskan rahangnya saat melihat siapa yang membawa Puput. Memang tanpa paksaan, dan terlihat jelas sekali jika Puput mengikuti wanita paruh baya itu dengan sendirinya. Namun mereka yakin jika Puput pasti di jebak.


" Aku akan membunuh mu Ando, jika kau berani menyakiti Puput seujung kuku nya" Maki Fadil dan langsung berdiri dan siap pergi untuk menghajar Ando. Tapi Arka dengan cepat menahan Fadil.


" Ando itu licik, kita harus hati-hati menghadapinya, jangan gegabah"


" Gue gak bisa diam aja Ar, Calon istri gue dalam bahaya" teriak Fadil.


" Gue tau, tapi Lo harus tenang dan berfikir jernih. Kita harus menyusun rencana."


Fadil kembali duduk, dan mendengarkan rencana yang di berikan Bara. Namun fikirannya melayang memikirkan keadaan Puput saat ini.


Setelah mengantarkan Kesya ke toko, Arka memberikan kode kepada Jodi dan Duda, tak biasanya Jodi ikut bersama Arka, yang mana membuat kecurigaan Kesya menjadi bertambah.


Kesya bergegas mengikuti Arka, karena rasa kecurigaannya. Sasa juga merasa aneh dengan gelagat Bos cantik nya itu. Tanpa Kesya sadari, Sasa juga mengikuti Kesya.


" Mbak"


" Sasa?" Kesya sangat terkejut.


" Mbak gak papa?" tanya Sasa khawatir.


" Kamu kenapa bisa ada di sini?"


" Saya ikutin Mbak, karena merasa khawatir saat melihat Mbak pergi terburu-buru tadi. Mbak ngapain di sini?"


" Kebetulan ada kamu di sini, ikut saya" Kesya menarik tangan Sasa dan mendekati ruangan khusus yang di gunakan Arka untuk pertemuan tertutup itu.


Kesya benar-benar sangat penasaran, saat seorang bodyguard membuka pintu, Kesya sempat mendengar kata-kata jika Puput di culik. Kesya langsung saja membelalakan matanya, dan untuk memastikan pendengarannya, Kesya mendobrak pintu itu. Arka sangat terkejut saat kehadiran sang istri, kemudian Arka menatap tajam kearah wanita yang berada di belakang Kesya.


"Sayang," Panggil Arka dan menghampiri sang istri " Kamu!!" Arka sudah mengeraskan rahangnya dan menunjuk ke arah Sasa.


" Jangan salahi Sasa, Kesya yang ikuti Mas, karena Kesya merasa curiga dengan Mas. Dan Sasa mengikuti Kesya karena merasa khawatir kepada Key saat melihat key terburu-buru untuk mengikuti Mas ke sini" jelas Kesya tidak ingin jika Sasa mendapatkan kemarahan sang suami.


" Sayang, kamu gak bohong kan untuk membela nya?" Tanya Arka lembut.


" Key gak pernah bohong, gak seperti mas yang menyembunyikan sesuatu di belakang Key"


" Sa, bagaimana kamu bisa ke sini?" Tanya Bara lembut.

__ADS_1


" Gue ngikutin Mbak Kesya saat melihat dia terburu-buru nyetopin taksi saat setelah kepergian Bos Arka" Jawab Sasa jujur.


" Seharusnya kamu bisa cegah dia untuk tidak kesini, kamu tau ini akan bahaya bagi kesehatan Kesya" Ujar Arka.


" Maaf" Sasa menundukkan kepalanya.


Kesya mencium sesuatu yang sepertinya hanya dia yang tidak mengetahui apa-apa di sini.


" Ada apa ini Mas? apa yang tidak boleh aku ketahui? Dan apa yang bisa membahayakan aku? Apa Sasa mengetahui rahasia kalian?"


Kesya menghampiri Sasa, dan memegang lengan Sasa, " Apa yang kamu ketahui Sa, tolong bilang ke aku. Apa yang kamu ketahui, dan tidak aku ketahui" Ujar Kesya dengan mata yang berkaca-kaca.


Sasa hanya menggigit bibirnya, melirik kearah Arka, dan kemudian Bara. Sasa masih diam dan tidak menjawab pertanyaan Kesya.


" Sa, jawab aku" Bentak Kesya.


" Mbak!! " Panggil Sasa khawatir saat melihat Kesya meringis dan memegang perutnya.


" Sayang, kamu tenang dulu ya. Kamu duduk dulu di sini" Arka menuntun sang istri untuk duduk.


Arka memberikan air putih kepada Kesya, dan kesya menghabiskan setengah gelas air tersebut.


" Kasih tau aku Mas" Ujar Kesya saat dirinya sudah merasa lebih baik.


Melihat kemarahan istrinya kepada Sasa, Arka yakin, jika Sasa tidak mengatakan apapun keapda Kesya, dan apa yang di ucapkan oleh Kesya dan Sasa tadi adalah kebenaran. Terlihat dari wajah Sasa yang tidak menyimpan kebohongan, begitupun dengan Kesya.


" Sebenarnya Sudah beberapa hari ini, Puput di culik"


Kesya menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dan matanya langsung memanas. Detik itu juga bulir bening jatuh ke pipi Kesya dengan mulus.


Arka menjelaskan bagaimana bisa Puput di culik, dan Arka juga memperkenalkan Mr. Yamatama kepada Kesya dan Sasa. Yang mengejutkan bagi Sasa adalah, kenyataan bahwa Fadil juga ikut di culik.


" Apa? Fadil di culik?"


" Ya, info terakhir yang kami dapatkan, Fadil berada di kediaman Ando."


Sasa mengubur wajahnya di kedua telapak tangannya. Kemudian Sasa mengusap wajahnya kasar.


" Apa keberadaan mereka sudah di temukan?"


" Mr. Yamatama ada di sini, dan beliau bersedia membantu kita."


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..


salam SaBar ( Sasa Bara)

__ADS_1


__ADS_2