Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 35 " Truth or Dare "


__ADS_3

Bara mendekati Sasa, dan membisikkan kata-kata yang mana membuat Sasa mencebikkan bibirnya.


" Suara kamu seksi, seperti orang nya"


Bara mengambil gitar yang berada di tangan Sasa. Bara memberikan kode kepada Vina, Kesya, dan Kiki untuk berdiri di sebelahnya.


Sasa pun memberikan posisi untuk mereka, dan berdiri di dekat anggun.


Jreeng...


Engkaulah nafasku


Yang menjaga di dalam hidupku


Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik


( Saat di lirik ini, Arka ikut bergabung bersama Kesya, dan Vano pun menyusul, begitupun dengan Leo, dan Mili pun ikut bergabung, sedangkan Gilang menggendong Baby Fatih. Mereka menyanyikan lagu secara bersama)


Kau tak pernah lelah


Sebagai penopang dalam hidupku


Kau berikan aku semua yang terindah


Aku hanya memanggilmu ayah


Di saat ku kehilangan arah


Aku hanya mengingatmu ayah


Jika aku tlah jauh darimu


Kau tak pernah lelah


Sebagai penopang dalam hidupku


Kau berikan aku semua yang terindah


Aku hanya memanggilmu ayah


Di saat ku kehilangan arah


Aku hanya mengingatmu ayah


Jika aku tlah jauh darimu


Aku hanya memanggilmu ayah


Di saat ku kehilangan arah


Aku hanya mengingatmu ayah


Jika aku tlah jauh darimu


Aku hanya memanggilmu ayah


Di saat ku kehilangan arah


Aku hanya mengingatmu ayah


Jika aku tlah jauh darimu


Mami Shella dan Daddy Roy saling berpelukan, menitikkan air mata melihat putra dan putrinya bernyanyi. Begitupun dengan Mami Laura dan Papi Farel. Mega memeluk Mami Laura dan Papi Farel sambil ikut bernyanyi. Bram yang berada di sebelah Mega juga ikut bernyanyi sambil menggendong cucunya.


jreeng.... Jreng....


Kubuka album biru


Penuh debu dan usang


Kupandangi semua gambar diri


Kecil bersih belum ternoda


Pikirku pun melayang


Dahulu penuh kasih


Teringat semua cerita orang


Tentang riwayatku

__ADS_1


Kata mereka diriku selalu dimanja


Kata mereka diriku selalu ditimang


Nada-nada yang indah


Selalu terurai darinya


Tangisan nakal dari bibirku


Takkan jadi deritanya


Tangan halus dan suci


Telah mengangkat tubuh ini


Jiwa raga dan seluruh hidup


Rela dia berikan


Kata mereka diriku selalu dimanja


Kata mereka diriku selalu ditimang


Oh, bunda ada dan tiada


Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku


Pikirku pun melayang


Dahulu penuh kasih


Teringat semua cerita orang


Tentang riwayatku


Kata mereka diriku selalu dimanja


Kata mereka diriku selalu ditimang


Oh, bunda ada dan tiada


Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku


Bara ingin menyusul Sasa, namun langkahnya terhenti saat Mami Shella memeluknya dengan sayang, dan menumpahkan air matanya di dada Bara.


Kesya yang menyadari sudah tidak ada Sasa, mencari keberadaan Sasa. Kesya mencoba masuk kedalam dan menuju kamar mandi. Kesya mendengar Isak tangis Sasa, dan juga suara lirih Sasa menyebut Ayah dan Ibu. Sasa perlu waktu, dan Kesya membiarkannya.


" Mana Sasa?" Tanya Mami Shella.


" Di kamar mandi, sepertinya dia menangis. Mungkin dia merindukan orang tuanya yang telah tiada".


Mami Shella menghela napasnya, dan menatap kosong kearah pintu yang menghubungkan taman belakang dan dapur. Tak berapa lama muncullah Sasa. Mami Shella menatap Sasa sendu, dan tersenyum kepada. Mami Shella memanggil Sasa untuk mendekat kearahnya, Sasa pun mendekat.


" Kamu kenapa sayang?"


" Gak pa-pa Tante." Jawab Sasa dengan senyum yang dipaksa mengembang.


" Kamu jangan bohong, kamu habis nangis kan" Ujar Mami Shella sambil membersihkan sisa air mata yang ada di sudut mata Sasa.


Sasa tertegun, baru kali ini dia merasakan kehangatan seseorang ibu menghapus air matanya.


" Kamu bisa anggap Tante ini, Mami kamu. Dan mulai sekarang, kamu panggil Tante dengan sebutan Mami ya" Ujar Mami Shella lembut.


Sasa tertegun, tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Tapi, apa dia pantas memanggil Tante Shella dengan sebutan Mami?


" Tap-Tapi__"


" Gak ada tapi-tapi. Mulai sekarang, kamu manggilnya dengan sebutan Mami, titik"


" Tapi saya__"


" Apa harus Bara atau Kiki menikah sama kamu, Baru kamu memanggil Mami dengan sebutan Mami?"


Sasa menggeleng dengan cepat. Sedangkan Bara sudah menatap Sasa dengan hangat.


" Kalo begitu kamu harus panggil Mami, Coba"


" Ma-- Mam--mi " Ujar Sasa dengan terbata-taba.


" Good, " Mami Shella langsung memeluk Sasa, dan tangis Sasa kembali pecah karena dia seakan menerima pelukan hangat dari seorang ibu.

__ADS_1


" Terima kasih Mam-Mi" Ujar Sasa terbata.


Mami Shella mengelus kepala Sasa hingga punggung. Membuat Sasa semakin terisak. Bara tersenyum, merasa ada kelegaan saat melihat Mami nya mau menganggap Sasa seperti anaknya. Tapi, apakah Maminya akan menerima Sasa, jika Mami Shella tau tentang masa lalu Sasa?. Bara mengkhawatirkan itu sekarang.


Acara pun berlanjut, tidak ada lagi tangis-tangis. Semua saat ini sedang bercanda dan tertawa sambil menikmati makanan yang terhidang. Bara menjadi bahan bullyan saat ini, karena dia baru saja putus, dan sekarang wajahnya babak belur karena seseorang. Dugaan Mami Shella adalah pacar baru nya Lia yang menghajarnya. Andai saja Mami Shella tau siapa yang membuat anaknya babak belur, pasti Mami shella akan semakin menertawakan anaknya itu.


Para orang tua sudah kembali pulang, saatnya acara anak muda. Kesya, Arka, Vina, Vano, Anggun, Leo, Bara, Sasa, Gilang, Mili, Jodi, dan Duda. Mereka duduk bersama layaknya saudara ataupun teman. Sambil bernyanyi dan memainkan gitar. Hingga terlintas ide dari Gilang untuk bermain Truth or Dare. Botol soda pun menjadi alat untuk memberikan petunjuk siapa yang akan mendapatkan hukuman.


Mereka sudah duduk mengeliling, Yang sudah menikah menjadi satu Tim, sedangkan yang jomblo harus bersiap menerima tantangannya sendiri. Gilang mulai memutar botol, dan ujung botol pun berhenti di hadapan Mili. Mili memukul bahu suaminya, dan Gilang hanya menggaruk kepalanya.


" Okey, Pilih Truth or Dare?" Ujar Vina.


" Truth" Mili sudah berdebar dengan pertanyaan Vina.


"Baiklah, kamu menyesal gak menikah dengan gilang?"


Gilang yang mendengar pertanyaan Vina langsung terbatuk-batuk, sedangkan yang lain sudah tertawa karena melihat wajah Gilang yang mulai panik.


" Sebenarnya aku menyesal"


Jleebbs.. Gilang langsung menatap sayu kepada Mili. Benarkah Mili menyesal menikah dengannya?


" Aku menyesal karena di pertemukan dengan Gilang dengan cara yang salah. Tapi aku tidak pernah menyesal memiliki Fatih, di mana dia adalah penghubung aku dan Gilang, dan buat aku semakin cinta dengan dia" Ujar Mili sambil menatap sang suami.


Gilang langsung memeluk sang istri dan mencium bibir Mili. Duda adalah orang yang paling semangat bersorak, sedangkan Jodi sudah mengalihkan pandangannya, dan tanpa sengaja wajahnya saling bertataoan dengan Sasa yang juga memalingkan wajahnya.


Bara yang menyadari itu langsung menarik kepala Sasa dan menyembunyikannya di dalam dada nya.


" Wah, ada yang mencari pelampiasan nih" Ujar Duda, yang mana membuat Sasa merasa apa yang di katakan Duda benar.


Adegan kising-kising pun selesai, Gilang benar-benar membuat Mili malu, jangan di tanya lagi seberapa merahnya wajah Mili. Hingga dia harus menutup wajahnya dengan selimut yang di berikan Kesya tadi untuk menutup tubuh terbuka mereka. Karena mereka berada di ruangan terbuka, dan duduk bersila di atas rumput.


" Oke, sekarang selanjutnya." Vano memutar botol, dan ujung botol pun berhenti di hadapan Sasa.


" Kamu mau menikah dengan ku?" Tanya Bara langsung, yang mana membuat Gilang tersedak oleh minumannya sendiri.


" Apaan sih" Ujar Sasa dengan gugup karena semua mata sedang menatap kearahnya dan menunggu jawaban dari Sasa.


" Jawab dong Sa," Ujar Kesya.


" Aku milih Dare" Sebenarnya Sasa tidak bisa berbahasa inggris, tadi dia sudah bertanya kepada Duda, apa arti Truth or Dare, Duda sudah menjelaskannya.


" Oke, Aku tantang kamu buat dansa dengan aku" Ujar Bara mengeluarkan ponselnya dan Menghidupkan musik.


Bara berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Sasa, Sasa menggeleng.


" Tantangan buat kamu" Bara menarik lembut tangan Sasa, dan tanpa perlawanan Sasa pun berdiri.


" Gue gak bisa dansa."


Bara melepas sendalnya, dan menyuruh Sasa juga melepaskan sendalnya. Bara menyuruh Sasa untuk berdiri di atas kakinya, dan Sasa menggeleng.


" Ayoo dong Sa"


" Tapi Mbak, aku gak bisa dansa"


" 10 menit, hanya 10 menit, oke" Tambah Vina.


Dengan ragu Sasa mendekatkan dirinya ke Bara, Bara yang sudah tidak sabar akhirnya menarik pinggang Sasa, dan secara otomatis Sasa meletakkan tangannya di dada Bara, sedangkan kakinya berdempetan dengan Kaki Bara.


" Naik mungil" Bisik Bara. Sasa masih bergeming mengatur detak jantungnya.


" Naik atau aku__"


Sasa langsung saja memijakkan kakinya di atas kaki Bara. Bara tersenyum dan mempererat pelukannya di pinggang Sasa. Bara memberikan kode kepada Arka untuk memulai musiknya, dan musik pun di mulai.


Sasa mengikuti gerakan kaki Bara yang bergerak bergantian, Bara terus saja menatap wajah Sasa, sedangkan Sasa tidak berani untuk membalas tatapan Bara. Perlahan tangan Sasa mulai naik dan melingkar di leher Bara, saat Bara semakin mengikis jarak antara mereka, Bara menopang dagunya di atas kepala Sasa. Jangan di tanya lagi detak jantung mereka, sudah saling bersahutan bagaikan genderang yang mau perang.


Vina dan Kesya sudah tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah Bara. Bahkan senyum yang terpatri di wajah Bara, berbeda dengan saat Bara bersama Lia.


10 menit sudah berlalu, Bagi Sasa, itu sangat lama sekali, sedangkan bagi Bara, itu sangat singkat.


Arka memutar botol, dan mengenai Duda, Dua memilih dare, dan menjalani hukumannya. Kemudian Duda memutat Botol dan mengenai Bara.


" Mas Bara, Truth or Dare" Tanya Vina dan Kesya serentak.


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan sampai batal ya puasanya..

__ADS_1


salam SaBar ( Sasa Bara)


__ADS_2