Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 81 " Purwokerto"


__ADS_3

Bara tengah membuat laporan di kantor. Beberapa hari ini banyak kasus yang terjadi. Dari kasus pembunuhan, penculikan, bahkan perselingkuhan. Bara saja sampai memijit keningnya, merasa heran dengan kasus terjadi di jaman sekarang. Ponsel Bara berdering, menampilkan nama Daddy Roy.


" Assalamualaikum Dad"


"..."


" Bara kesana sekarang"


Bara menutup panggilan telponnya. Bara mengatakan kepada Andi jika dianizin keluar. Mungkin dalam waktu lama. Bara berlari menyusuri koridor rumah sakit.


" Gimana Ara Dad?" Ujar Bara setelah mengatur napasnya.


" Ara kritis"


" Ya Allah Ara." Bara mengusap wajah nya kasar.


Bayangan Ara bersamanya yang manja dan selalu mengadu jika Jodi selalu menolaknya pun kembali terngiang.


Bara melihat Jodi yang baru datang. Bara mengernyitkan keningnya saat melihat baju Jodi penuh dengan darah.


" Kenapa Lo?"


" Ara Mas. Hikkss..."


Bara memeluk Jodi, dan memukul punggung Jodi dengan lembut. Bara tau, jika Jodi memiliki perasaan yang sama kepada Ara, namun karena umur mereka yang terpaut jauh, dan Jodi tidak ingin Ara meninggalkan impiannya karena memiliki hubungan dengannya. Jodi tidak ingin menghancurkan Mimpi Ara untuk menjadi desainer.


" Ara gadis yang kuat. Lo tenang aja."


Sudah Dua hari Ara di rawat di rumah sakit, namun belum juga menunjukkan kesadarannya. Mami Shella menjenguk Ara bersama Vina, namun saat Mami Shella sampai, Mami Shella melihat Daddy Roy menarik tangan Febi. Mami Shella pun mengikuti kemana arah Daddy Roy, Febi, dan yang lainnya pergi.


Mami Shella mendengarkan apa yang di katakan oleh Febi untuk Ara. Satu tamparan pun mendarat mulus di pipi Febi hingga membuat pipi Febi yang putih mulus itu memerah berbentuk cap jari-jari lentik Mami Shella.


Mami kapan rencana mau pergi ke Purwokerto?" Tanya Vina, saat ini mereka sedang berada di jalan pulang.


" Sebenarnya Mami berat buat tinggalin Ara, tapi Mami juga udah janji dari jauh hari buat


hadir di pernikahan anak sahabat Mami" Mami Shella menghela napasnya berat.


" Atau Mami batalin saja ke Purwokerto nya ya, Mami kirimin kado aja"


" Ya gak bisa gitu Mi, Tante Linda pasti lebih mengharapkan kehadiran Mami dari pada Mami mengirimkan kado untuk anaknya. Lagian sudah ada Jodi yang nemeni Ara 24 jam, Bahkan Leo bilang, Bang Jodi tidak pernah meninggalkan Ara sekalipun. Dia setia menemani Ara, dan mengajak Ara berbicara."


" Hmm, ya udah deh. Mami ikut saran kamu aja"


Kesya sedang memompa ASI nya saat Mami Shella dan Vina sampai.


" Key, Mami besok berangkat ke Purwokerto, Anak Tante Linda besok nikah."


" Mami sama siapa berangkatnya? Daddy ikut?"


" Daddy gak ikut, kerjaan di kantornya makin banyak saat naik jabatan lagi"


" Di temani sama Reza ya Mi, jadi Mami ada yang ngawal di sana"

__ADS_1


Reza itu salah satu bodyguard milik keluarga Moza, dan Reza itu seorang wanita yang juga mantan atlet.


" Gak ngerepotin dia? Mami Laura nanti gimana?"


" Reza sebenarnya memang udah ditugaskan untuk jaga Mami dari awal Key nikah sama Mas Arka. cuma Maminya aja yang sering nolak. "


" Beda ya Mi, yang nikah Sama CEO" Goda Vina.


" Apaan sih Mbak. Mbak juga Ceo"


" Beda dong. Masih kayaan kamu. Dulu Mi, sok nolak gitu kawin sama Om-om, eh gak tau nya sekarang cinta mati sama Om-om"


Terjadilah perbincangan nostalgia antara Vina dan Kesya. Saat pertama kali pertemuan Kesya dan Arka.


Mami Shella berangkat ke Purwokerto dengan di dampingi oleh supir utusan Arka dan Reza, sebagai pengawal Mami Shella.


" Ya ampun Shella, akhirnya datang juga. " Seru Linda saat melihat kedatangan Shella.


" Iyaaa, demi kamu apa sih yang gak.."


" Oh yaa, keponakan kamu apa kabar?"


" Hmm, masih belum sadar. Makanya aku berat banget sebenarnya pergi ke sini. Karena udah janji sama kamu aja, makanya kamu ke sini."


" Makasih yaa say.."


Mami Shella menginap di rumah Tante Linda. Sebenarnya Mami Shella sudah ingin membooking hotel, namun Tante Linda melarangnya dan memaksa untuk tidur di rumah. Biar rame walaupun sempit-sempitan. Yang penting bisa bareng sambil cerita-ceeita gitu.


Acara pernikahan anak Tante Linda berjalan dengan lancar. Sebenarnya Mami Shella sudah ingin pulang saat acara telah selesai. Namun Tante Linda menahan kepulangan Mami Shella.


" Aduh Lin, keponakan aku itu di rumah sakit gak sadarkan diri. Belum lagi anak lajang aku yang belum bisa move on"


" Aku sebenarnya besok mau kenalin kamu sama seorang gadis. Cantik banget orangnya, baik lagi. pokoknya cocok deh sama Bara. Lo mau yaa.."


" Iihh, aku kenalin Bara dengan anaknya Dina, eh malah di kerjai sama Bara. Udah ah, gak mau aku comblangi Bara lagi. Gak..gakk..gak.."


" Lo bakal nyesel seumur hidup kalo Lo nolak. Pokoknya Lo besok harus ikut. Titik."


Tante Linda menyembunyikan kunci mobil Mami Shella yang tadinya di pegang oleh supir. Mami Shella terpaksa menghela napasnya melihat tingkah sahabatnya itu.


" Baiklah, awas aja kalo tu cewek gak buat aku jatuh hati."


" Tenaaang, aku jamin Bara pasti langsung minta di kawinin deh.."


Mami Shella sudah bersiap untuk pergi ke panti jompo bersama Tante Linda. Di mana Putra, anak dari Tante Linda ingin berkunjung ke panti setelah menikah nanti bersama sang istri. Kebetulan sekali lagi ada acara penggalangan Donatur saat itu.


Mami Shella memijakkan kakinya di panti tersebut, entah kenapa jantungnya berdetak lebih cepat.


" Aku kok jadi keringat dingin gini yaa.." Mami Shella meremas-remas tangannya.


Tante Linda tersenyum, " Namanya juga mau ketemu calon mantu."


Langkah demi langkah di jajaki oleh Mami Shella, hingga terdengar suara merdu dari seorang gadis yang sedang memainkan gitar dan bernyanyi di hadapan orang tua yang tinggal di panti jompo tersebut. Gadis itu menghibur para penghuni panti jompo.

__ADS_1


" Diaaa" Mami Shella sudah tidak bisa berkata-kata.. Matanya sudah berkaca-kaca karena melihat gadis yang tengah bermain gitar itu.


" Sudah ku bilang, Kamu pasti akan menyukainya.."


" Sangaat... Hiksss .."


Mami Shella mengeluarkan ponselnya. Mencari nama Bara dan memanggilnya. Terdengar suara dering ponsel, dan tak berapa lama terdengar suara mengucap salam dari seberang sana."


" ......"


" Walaikumsalam, Bara. Mami mau kamu melamar seseorang. Dia anak teman Mami, Mami sangat menyukainya. Mami mau, kamu menyiapkan cincin pertunangan untyknya. Kamu harus melamarnya terus. Kalo kamu nolak, jangan harap Mami mau liat wajah kamu yang kayak orang gak terurus gitu. Mami gak mau di bantah. Titik. "


Bara yang berada diseberang telpon pun menatap layar pipih itu dengan mulut terbuka.


" Mamiiiiiii" Geraaam Bara.


Bara langsung mendial nomor Kesya. Hanya Kesya yang bisa di ajak ngomong dengan kepala dingin tentang masalah ini.


" ..... "


" Walaikumsalam, key tolongin Mas. Mami mau jodohi Mas lagi.."


" ...."


" Iyaa, tolongin Mas Key.. Mas harus gimana?"


" ....."


" Mas gak mau, tapi Mami malah maksa Mas untuk langsung melamarnya. Sedangkan Mas gak tau gimana wajah, nama, dan sifatnya."


" ....."


"Iya kekey.. Gila gak tuuhh.."


" ..."


" Gimana mau ngomong Key, Mami aja gak kasih kesempatan Mas buat ngomong. Malahan Mami sampai ngancem Mas tau.."


" "


" Iyaa.. Aduhh kekey..."


" ...."


" Mas gak tau, Mami juga gak bilang."


" ...."


". Iya, Mas serahin sama kamu ya semuanya.."


"....."


" Walaikumsalam"

__ADS_1


Bara melempar asal ponselnya, dia meremas rambutnya frustasi.. " Aaakkhhhhh"


__ADS_2