Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 74 " Rahasia Lia terbongkar"


__ADS_3

Berita yang di tayangkan di TV membuat Mami Shella terkejut tak percaya. Video mesum yang terdapat Lia di sana menjadi trend topik utama. Tapi wajah sang pria tidak terlihat dan tidak di kenali. Hanya wajah Lia saja yang terlihat jelas sambil menggoyangkan pinggulnya dibatas tubun sang pria.


" Ya Allah, BARAAAAA" Teriak Mami Shella.


Bara yang mendengar namanya di panggil pun langsung berlari dengan masih menggunakan Boxer nya..


" Mami kenapa?" Tanya Bara dan Daddy Roy bersamaan dengan panik.


Mami Shella dengan gemetar menunjuk kearah TV, Daddy Roy sampai mundur selangkah melihat berita itu. Bara langsung mematikan TV.


" Kamu...kamu..." Mami Shella menatap Bara dengan menyalang tajam.


Bara mengerutkan keningnya.


" Kamuu.. Apa itu kamu?"


" Mami? Mami sumpah demi Allah itu Bukan Bara Mi"


"La-Lalu, lalu apa kamu pernah melakukan hal yang tidak senonoh itu?"


" Ya Allah Mi. Sumpah, Bara gak nyentuh Lia. " Kecuali menciumnya sambung Bara dalam hati.


Mami Shella menuju rak yang menyimpan buku dan juga ada Al-Qur'an di sana. Mami Shella mengambil Al-Qur'an dan menyuruh Bara bersumpah di atas sana.


" Demi Allah dan demi Al-Qur'an, Bara gak pernah berhubungan badan dengan Lia." Bara meletakkan tangan kanannya di atas Al-Qur'an yang Mami Shella pegang.


Mami Shella bernapas lega. Kejam memang menyuruh sang anak untuk bersumpah di atas Al-Qur'an, karena itu membuktikan Mami Shella tidak mempercayai Bara. Tapi Mami Shella cukup kecewa dengan perbuatan Lia, maka dari itu Mami ingin Bara mengatakannya walaupun harus bersumpah.


Bara menoleh kearah Daddy Roy yang tengah berbicara serius denagn seseorang. Mami Shella masih memegang dadanya nyeri. Walaupun Lia tidak lagi berjodoh dengan Bara, akan tetapi Lia pernah berada di dalam kehidupan mereka. Sebenci apapun Mami Shella kepada Lia, tapi Mami Shella berusaha untuk tidak menghujat atau pun mneghakimi Lia.


" Siapa Dad?"


" Arka, Dia bilang orang yang menjebak dan menculik Sasa sudah tertangkap."


" Oh yaa?" Bara berlari kedalam kamar dan melihat ponselnya. Emosi Bara sudah naik sampai ke ubun-ubun saat mengetahui pemberitahuan di ponsel.


Bara bergegas memakai seragamnya.


" Mi Dad, Bara berangkat."


" Gak sarapan dulu?" Tanya Mami Shella yang masih terduduk lemas.


" Nanti aja Mi, Bareng mungil"


Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia ingin segera sampai ke kantor polisi untuk membuktikan sendiri berita itu benar adanya.


Bara menatap perempuan yang berada di dalam jeruji besi itu dengan tatapan amarah.

__ADS_1


" Bara, Bara tolong lepasin aku. Aku gak salah Bara. Aku gak salah. Semua itu fitnah.. Kamu percaya aku kan Bara." Ujar wanita itu sambil memegang erat jeruji besi.


" Kamu harus menanggung semua perbuatan kamu. Lia." Ujar Bara dengan menahan amarahnya. Rasanya ingin sekali Bara menghantamkan kepala Lia ke tembok.


" Bara.. Aku gak salah.. Bara.. semua ini salah kekasih mu itu.. Dia yang salah.. Dia merebut kamu dari aku.. BARAAA" Teriak Lia saat Bara melangkan pergi meninggalkannya.


Bara sungguh muak melihat wajah Lia. Sungguh muak.


" Apa? Jadi Lia yang telah memfitnah Sasa?" Mami Shella menutup mulutnya tak percaya. Jantungnya berpacu dengan cepat. Entahalh, Apa salah Sasa sehingga Lia sampai melakukan hal sekeji itu kepada Sasa.


Keluarga Lia langsung menutup akses untuk para wartawan yang tengah berkerumun di depan rumahnya perihal video mesum yang di perankan oleh Lia. Bahkan pakar telematika pun sudah membuktikan jika itu benar Lia.


Lia, anak kebanggaan sang Ayah, Mantan seorang perwira polisi. Harus menelan pil pahit dengan berita yang di tampilkan di televisi. Video syur Lia dengan seorang pria yang tidak di kenali. Belum lagi penculikan yang di rencanakan oleh Lia terhadap Sasa, dan jebakan yang di rencanakan oleh Lia terhadap Sasa dan Nando. Lia benar-benar hancur dan bakal di pastikan akan mengenai hukum pasal berlapis.


Setelah menemui Lia, Bara ingin menuju apartemen Sasa, karena sedari tadi ponsel Sasa tidak dapat di hubungi. Namun langkahnya terhenti karena ponselnya berdering dan menampilkan sebuah nomor yang tidak di kenali.


" Halo"


Terdengar suara seorang pria di sana, yang meminta untuk bertemu dengan Bara. Karena ada hal yang ingin di sampaikan. Pria itu meminta Bara bertemu dengannya bersama Sasa.


Bara tidak bisa menghubungi Sasa, Ponsel Sasa benar-benar berada diluar jangkauan. Bara menghubungi Kesya, untuk menanyakan keberadaan Sasa, namun Kesya mengatakan jika Sasa belum sampai ke toko. Bara pun berinisiatif untuk mendatangi apartemen Sasa


Bara memasukkan password dan membuka pintu apartemen Sasa.


" Mungil" Bara meletakkan nasi gurih yang di belinya tadi saat dia menuju rumah Sasa.


Bara mengetuk hingga beberapa kali, tapi tetap saja tidak ada sahutan dari dalam. Bara akhirnya membuka pintu kamar Sasa. Hening. Bahkan Bara juga sudah memerika kamar mandi, tapi tidak ada Sasa di sana.


Bara melihat ada sepucuk surat di sana. Dengan cepag Bara menyambar surat tersebut.


*Assalamualaikum..


Mas, saat kamu baca surat ini. Aku sudah tidak ada lagi di dekat kamu. Maaf Mas, aku harus pergi. Aku tidak ingin menjadi perempuan yang membawa sial untuk kamu, Daddy, Mami, dan Toko kue. Karena aku, kalian harus merasa terhina dan selalu menjadi bahan gunjingan.


Mas, aku pergi bukan karena aku tidak mencintai kamu. Aku pergi karena aku sangat mencintai kamu. Dan aku tidak ingin melihat kamu terluka karena melindungi aku.


Maafin aku Mas. Aku berharap, Mas bisa mencari mencari wanita lain yang lebih terhormat, dan dari keluarga baik-baik. Yang pastinya dia harus masih suci, tidak ternoda seperti aku.


Maaf Mas, aku harus pergi dengan cara seperti ini. Terima kasih untuk semua yang telah kamu berikan kepada aku. Semua waktu kamu, hari-hari yang kita lewati, rasa sayang kamu, dan cinta kamu yang begitu besar ke aku.


Terima kasih untuk semuanya Mas. Titip Maaf untukku untuk Mami, Daddy, Mbak Kesya, dan Mbak Vina. Maaf karena telah membuat kalian kecewa. Dan terima kasih atas rasa kasih sayang yang berlimpah, yang telah kalian berikan kepada Ku. Aku tidak akan melupakan kalian, kalian akan selalu ada didalam hati ku.


Terima kasih banyak Mas atas segalanya, dan maaf, Maaf sudah mengecewakan Mas dan semuanya. Aku mencintai mu Mas. Sangat me cintai Mu.


Mungil mu, Sasa*.


Bara meremas rambutnya, Air matanya terjatuh dan tubuhnya bergetar.

__ADS_1


"AAAAAAAAAAAAAAAA.......MUNGIIILLLL" teriak Bara di ruangan yang sunyi dan hampa itu.


Bara berjalan gontai menuju cafe tempat di mana dia berjanji bertemu dengan seseorang. Bara menatap datar wajah dua orang pria yang duduk dan melambaikan tangannya kepada Bara.


" Apa kabar Tuan Bara?" Nando, pria yang mengajak Bara bertemu mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan Bara.


" Baik" Bara membalas jabatan tangan Nando dengan lemas.


" Apa ada yang tidak beres?"


Bara menggeleng pelan.


" Oh yaa, mana Nona Sasa?"


Bara menatap dingin kepada Nando. " Dia sudah pergi"


" Pergi? Kemana? "


" Ada urusan apa kalian mencari saya dan Sasa?" Tanya Bara dingin.


" Aah, perkenalkan. Ini Riko, oranv yang membantu saya dan Sasa."


Bara menatap pria yang bernama Riko tersebut. " Bara" Bara mengulurkan tangannya.


" Riko"


" Terima kasih atas bantuannya."


" Sama-sama, tapi sayang sekali, Nona Marisa tidak ikut ke sini."


Bara tidak menjawab.


" Jadi, ada urusan apa kalian ingin bertemu"


Nando memberikan sebuah surat dari rumah sakit. Bara menatap surat itu, dan perlahan mengambilnya. Bara membelalakkan matanya saat membaca isi surat itu..


" Ini.. Ini??"


Nando tersenyum, dan menganggukkan kepalanya.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..

__ADS_1


salam SaBar ( Sasa Bara)


__ADS_2