
"Hah? aku? jatuh cinta?"
Raysa merasa jantungnya berdebar seakan ingin melompat dari sangkarnya. Benarkah ia telah jatuh cinta dengan Fatih?
Raysa memegang jantungnya yang berdebar kencang saat memikirkan Fatih. Lalu, bagaimana dengan perasaan Raysa terhadap Farhan?
"Nda, terus, perasaan aku ke Mr.F2 gimana?" tanya nya bingung.
"Bisa aja kamu awalnya cuma kagum dengan dia, berhubung dia punya rasa sama kamu, dan kamu menganggap jika perasaan kamu di balas oleh nya. Contoh ya, kayak aku ni ngefans banget sama Lee Minho, trus tiba-tiba Lee Minho juga naksir sama aku, udah pasti dong aku bakal milih dia dari pada yang lain. Padahal aku tu sebenarnya gak cinta sama dia. karena rasa kagum aku tu, membuat alam bawah sadar aku tu ingin memiliki dia"
Raysa terlihat berfikir, apa benar yang dikatakan oleh Nanda? emang sih, saat melihat Farhan ketika Raysa duduk di kelas 5 SD, Raysa sudah merasa kagum dengan kepintaran Farhan yang mampu merakit sebuah komputer rusak menjadi menyala. Kepintaran Farhan mengambil perhatian Raysa kecil. Hingga Raysa menerima surat cinta monyet dari Farhan. Dan saat itu lah Raysa hanya melihat kepada Farhan saja. Tanpa Raysa sadari, jika tempat yang membuatnya nyaman dan selalu menjadi diri sendiri adalah Fatih.
Raysa tersenyum, sehingga dirinya pun di goda oleh Nanda.
"Cie .. cie ... yang lagi jatuh cinta."
"Apaan sih, aku gak jatuh cinta kok." Ujar Raysa dengan wajah memerah. 'Maksudnya aku belum yakin dengan perasaan aku. Dan aku akan meyakinkannya saat Fatih kembali ke sini.' tambah Raysa dalam hati nya.
*
Fatih memandang ponselnya, ada beberapa pesan dari Raysa yang terlihat berbeda. Atau hanya perasaan Fatih saja.
Baru saja Fatih ingin meletakkan ponselnya, namun ponsel tersebut sudah berdering dan menampilkan nama Raysa. Fatih menarik napasnya dan membuangnya secara perlahan. Dengan keyakinan penuh, Fatih menggeser tombol hijau tersebut.
"Assalamualaikum."
Terdengar suara lembut dan ceria dari seberang sana. Entah kenapa Fatih merasa hatinya ngilu, karena berfikir jika Raysa hanya menjadikannya pelarian di saat ia rindu dengan Farhan.
"Walaikumsalam." Jawab Fatih tak bersemangat seperti biasanya.
"Kamu kenapa? sakit?" tanya Raysa dengan nada khawatir nya.
'Ingat Fatih, ingat, kamu harus berfikir positif, perhatian Raysa kepada kamu bukan karena dirinya memilki rasa untuk kamu. Ingatnitu, ingat. kalo kamu mau terlepas dari cinta nya Raysa, kamu harus bisa bertahan.' batin Fatih.
"Hanya kecapean, baru pulang jalan-jalan dengan Tissa."
Yups, Fatih berbohong. Di sini Fatih sengaja membawa-bawa nama Tissa. Karena hanya Tissa orang yang bisa membuat Raysa berfikir jika akan terjadi sesuatu dengan hubungan mereka. Jika Fatih mengatakan dirinya baru pulang jalan-jalan dengan Kayla atau Anggel, sudah bisa dipastikan jika Raysa tak akan menaruh curiga.
"Oh .." terdengar suara lirih dari Raysa. "kabar kak Tissa gimana?" tanya Raysa dengan nada yang sama lirih nya.
"Dia baik,"
Hening, tak ada percakapan di antara mereka, hingga Raysa membuka suaranya untuk mengakhiri panggilan yang ia mulai duluan.
"Kamu pasti lelah, ya udah, kamu istirahat aja ya."
"Hmm, kalo begitu aku matikan ya telponnya. Aku benar-benar lelah. Tissa mengajak ku jalan seharian ini."
Bohong jika Fatih mengatakan bahwa hati nya tak sakit. Sakit, sakit banget bahkan. Hati Fatih sakit setiap dirinya mencoba untuk berusaha membuat Raysa cemburu. Namun, segala usahanya seakan sia-sia.
"Assalamualaikum. mimpi indah."
"Walaikumsalam."
Fatih langsung menekan tombol merah, kemudian ia lempar ponselnya dengan keatas tempat tidur. Namu,n ponsel Fatih malah terpelanting ke lantai dan membuat layarnya retak.
Biarlah, toh Fatih masih bisa membeli ponsel baru lagi. Huff ...
*
Raysa masih membiarkan ponselnya berada di telinga, air matanya mengalir tanpa bisa ia cegah.
__ADS_1
"Salah kamu Ca, salah kamu sendiri yang terlambat menyadari jika kamu juga mencintai Fatih." Lirih nya dan menghapus air matanya.
Raysa menekuk kakinya dan menenggelamkan wajahnya di antara lutut nya. Raysa menangisi kebodohannya.
"Hah, Ca, kamu harus kuat. Selama ini kamu sudah banyak menyakiti hati Nya. dan saat nya kamu yang mengejar cinta nya." Raysa menyemangati diri nya sendiri.
*
Kembali nya Zein dan Kayla membuat Quin sangat bersemangat dan mengadakan acara barbeque di rumah. Sekalian memperkenalkan kakak ipar cantiknya kepada Kayla dan Zein.
Veer, Quin, Zein, Kayla, Lana, dan Fatih pun sudah berada di halaman belakang rumah Papa Arka.
" Empuusss, masih ingat sama aunty.." Kayla mengelus wajah Empus yang penuh bulu.
Empus yang sedang rebahan pun bangkit dan mendorong tubuh Kayla yang sedang jongkok, hingga Kayla terduduk dan hampir tertidur di lantai jika Zein tidak berada di belakangnya.
Empus dengan santainya merebahkan kepanya dipangkuan Kayla..
" Makasih.." Cicit Kayla yang tidak mampu memandang wajah Zein.
" Kak Zein, ayo ke sini.." Quin memanggil Zein yang masih menahan tubuh Kayla.
Tidak ada yang curiga dengan kondisi mereka, karena pada dasarnya mereka sedari kecil memanglah akrab, bahkan kayla, Zein, dan Anggel sedari kecil tidak bisa di pisahkan. Mereka seperti sudah kembar tiga saja.
" Yaa..." Zein menyahut Quin, namun matanya masih melihat kearah Kayla.
" Hati-hati Ila, " Zein meremas sedikit bahu Kayla.
' Kak Zein, bisakah kamu tidak melakukan ini?' batin Kayla..
Veer yang tengah sibuk membalikkan daging dan paprika panggang pun mengalihkan perhatiannya saat mendengar suara Quin yang berseru Dramatis.
" Huwaaa .... cantik banget kakak ipaar..." Quin langsung menggandeng Nafi yang baru saja tiba.
Veer tidak berkedip sedikit pun melihat Nafi. Hanya menggunakan blus berbahan rajut, dan rok pendek yang menampilkan kaki jenjangnya.
" Haii semua.."
" Haaiii Nafi..."
Quin membawa Nafi untuk berkenalan dengan Zein dan Kayla. Sedangkan Lana dan Fatih, Nafi sudah berkenalan saat acara makan malam keluarga besarnya.
" Zein, Selamat bergabung di keluarga Nafi." ujar Zein mengulurkan tangannya.
" Nafi, Makasih.."
" Aunty cute mana?" Tanya Quin kepada Zein. Zein menunjuk Kayla dengan dagunya.
Nafi langsung memeluk lengan Quin kuat, dan menggelengkan kepalanya.
" Ayoo, tidak apa-apa.."
" Gak Quin, aku takut.."
" ayo laah.. ada aku kok.."
" Quin.." suara Veer mengintruksi Nafi dan Quin.
Veer meraih pinggang Nafi, dan merapatkan tubuhnya. " Nafi tidak mau, jangan di paksa Oke.. " Terdengar akan sirat ancaman di sana.
" Okee..." Quin menoleh ke arah Kayla. "Kayla..." Quin melambai memanggil Kayla.
__ADS_1
" Empus, Aunty kesana dulu yaa.." Seakan mengerti, Empus mengangkat kepalanya dan berpindah ke tempat lain.
" Haii..." Kayla tersenyum manis.
" Hai, aku Nafi.."
Bukannya membalas uluran tangan Nafi, Kayla lebih memilih untuk memeluknya. " Selamat datang dan selamat bergabung. Aku Kayla."
Rasa gugup yang Nafi rasakan perlahan memudar. Zein dan Kayla menerimanya dengan hangat. Begitupun dengan yang lainnya.
Veer memberikan potongan daging ke pada Nafi..
" Makasih.."
" Ciee...ciee.ciee..romantis bangeet..... sepertinya sebentar lagi bakal ada keponakan nih.." Ujar Fatih yang mulutnya sebelas dua belas dengan Lana.
" Jaga omongan kamu Fatih ." tegur Veer.
Fatih dan Lana pun tertawa terbahak-bahak. Sehingga membuat Veer kesal dan melempari mereka berdua dengan kacang yang tersedia di atas meja.
Malam yang semakin larut dan cuaca yang dingin pun tak mereka rasakan, karena kehangatan kebersamaan mereka yang selalu terjalin, membuat suasana tetap hangat, hingga kakek Farel datang dan mengejutkan mereka semua dengan berita yang kakek Bawa.
" Apa kakek mengganggu?"
"Tidak, sini kek." Quin menghampiri kakek Farel dan mendorong kursi rodanya.
"Kakek ingin bicara dengan kamu Quin, dan mereka semua juga harus mendengarnya."
Perasaan Quin tiba-tiba saja merasa gak enak.
"Kakek mau ngomong apa?" Tanya Quin mulai berdebaf-debar.'
"Kakek ingin menjodohkan kamu."
Rencana Perjodohan Quin pun membuat suasana yang hangat terasa dingin. Quin jelas-jelas menolak tentang perjodohan. Taka ada kamus perjodohan dalam hidup Quin. Quin ingin mendapatkan pria seperti Papa Arka yang sangat mencintai Mama Kesya. Bukan karena perjodohan yang di dasari oleh kontrak kerja.
Fatih menatap saudaranya itu, kenapa hubungan percintaan mereka sungguh rumit?
Lana yang mencintai Quin namun juga mencintai Anggel dalam waktu bersamaan. Zein dan Kayla yang sepertinya menyembunyikan hubungan mereka, entah kenapa mereka menyembunyikannya Fatih juga tak tahu apa alasannya. Veer yang terpaksa menikah karena sebuah kecelakaan, dan ia harus bertahan dengan pernikahannya selama enam bulan. Dan dirinya yang hanya bisa mencintai tanpa bisa merasakan balasan cinta tersebut.
Fatih tak pernah menyangka, jika mencintai seseorang itu sungguh sangat menyakitkan. Fatih berharap agar Anggel tak merasakan sakit yang sama dengan diri nya.
NB: hai, di sini aku mau bilang.
jika kalian bertanya kenapa cerita kisah Lana dan angel, juga Zein dan Kayla nampil di sini. padahal mereka sudah ada lapak sendiri di sultan khilaf.
Nah, nantinya hubungan mereka ada sangkut pautnya, yang mana akan membuat readers ikut menangis.. (Hehe, semoga aja ya .)
Oh ya, kisah Fatih ini memang di buat sebagai 'Sad Boy.' tapi akhirnya bakal bahagia kok.
Tetap baca terus, jangan lupa like, komen dan vote ya 😁😁😁❤️❤️❤️
Jangan lupa follow aq yaa..
IG : RIRA SYAQILA
JANGAN PELIT YAA.....
Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...
Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..
__ADS_1
Senang pembaca, senang juga author...
Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....