Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 69


__ADS_3

Fatih sudah di perbolehkan pulang oleh dokter yang juga merangkap sebagai sahabat dan saudaranya itu.


"Pulang Lo sana, bosna gue lihat Lo di rumah sakit." Ujar Lucas setelah menerima has tekanan darah Fatih dari suster


"Sumpah, gue juga udah muak banget asik di jengukin sama Lo."


"Jangan harap Layca Lo bakal tungguin Lo, dia lagi sibuk dengan urusan pertunangannya." Uajr Lucas sambil menyeringai karena berhasil membuat sahabat sekaligus sepupunya itu terluka.


"Gue siap nunggu dia hingga janda."


"Lo mau racunin Farhan?"


"Gak, gue berdoa aja sama Allah, kan doa ornag terzalimi cepat di kabulkan."


"Ya elah, gak pantas orang kayak Lo terzalimi." Ujar Lucas kembali mengejek Fatih.


"Pantas aja doa Stella buat lepas dari Lo terkabuli, karena Lo sering zalimi Stela, lagian Lo gak bisa muasin dia. Ha..ha..ha.. kasian gue sama cewek yang bakal jadi istri Lo."


Perawat yang masih ada di sana pun mengulum senyumnya. Yaa, tak ada yang tahu tentang Stella, kecuali Fatih dan Lana. Lucas benar-benar merahasiakan hubungannya dengan stella, chef terkenal, seksi, dan sebenarnya lebih cocok jadi model itu. Lucas sengaja merahasiakannya karena tak ingin di kejar oleh para wartawan yang kepo dengan kehidupan Stella, apalagi Lucas salah satu keturunan Moza, yang mana pasti akan membuat wartawan semakin gencar mengintimidasi kehidupan pribadinya.


"Brengsek Lo, gak usah sebut-sebut dia."


Fatih tertawa terbahak-bahak melihat wajah kesal dan malu Lucas. Pasti perawat itu fikir jika punya Lucas loyo.


*


Kayla menjenguk Fatih di rumah sakit, sekalian ia ingin melihat keadaan Anggel.


"Abang udah bisa pulang?"


"Hmm, kamu sama siapa ke sini?"


"Sendiri, Abang pulang sama siapa?"


"Naik taksi online aja."


"Bareng aku aja, kebetulan aku mobil kok."


"Gak ngerepotin?"


"Ya gak lah, lagian aku ke sini emang niat jengukin Abang. Tapi, sebelum pulang jenguk anggel dulu ya ..."


*


Baru saja Kayla dan Fatih sampai di depan ruang inap Anggel. Tapi mereka sudah mendengar perkataan pedas yang keluar dari mulut Oma Mega untuk Lana. Taknhanya mereka yang mendengar, Abi, Quin, Lucas, juga ikut mendengar makian yang di lontarkan Oma Mega kepada Lana.


Oma Mega mengatakan jika Lana adalah anak yang tak jelas keturunannya yang akan memanfaatkan keadaan untuk menguasai harta Anggel. Tanpa Oma Mega sadari, perasaan Kayla dan Fatih ikut terluka.


"Kamu gak papa?" Tanya Fatih menatap sendu kepada Kayla.


Mereka saat ini sudah berada di kantin rumah sakit. Fatih sengaja membawa pergi Kayla dari sana.


"Aku bukan anak dari orang yang terhormat, apa aku pantas bersanding dengan kak Zein?" Lirihnya.


"Ssstt, jangan ngomong gitu Kay, Jodoh dan maut itu udah di atur oleh Allah. Lagi pula kamu dan Zein saling mencintai."


"Anggel dan Lana juga saling mencintai. Tapi mereka di pisahkan oleh tembok yang kokoh dan tinggi."


"Apa bedanya sama aku Kay? aku bahkan hadir di dunia bukan karena cinta, melainkan karena suatu kecelakaan. Apa karena itu juga Layca tak ingin bersama ku?"


Kayla menatap Fatih dengan tatapan rasa bersalah. "Maaf, aku gak bermaksud nyakiti perasaan Abang. Hikss ..."


Fatih meraih tubuh Kayla dan membiarkan gadis manis itu menangis di dalam pelukannya.


*


"Kamu suka?" Farhan membuyarkan lamunan Raysa. Saat ini mereka sedang memilih cincin pertunangan mereka.


"Hah?"


"Aku tanya kamu suka?"


"Ohh, yaa, itu bagus."


Saat ini fikiran Raysa tak bersama dengan nya. fikirannya sedang memikirkan Fatih. Haruskah ia bertanya kepada Fatih? mengapa ia menyembunyikan jika dirinya lah yang telah menyelamatkan Raysa?


Setelah membeli cincin pertunangan, Farhan dan Raysa pun berjalan-jalan keliling Mal. Tak di sengaja mereka bertemu dengan Kayla dan Fatih yang sedang menikmati eskrim. Raysa mengepalkan tangannya saat melihat Kayla tertawa begitu cantik di depan Fatih.


"Bagaimana kalo kita bergabung sama mereka?"

__ADS_1


"Hah?"


Raysa belum menjawab 'Iya', tapi Farhan telah menarik tangannya dan menyamperin Fatih dan Kayla.


Fatih menatap tangan Raysa yang di genggam erat oleh Farhan. Ia pun tersenyum miris.


"Boleh kami gabung?"


Kayla menatap kearah Fatih, meminta pendapatnya.


"Silahkan." Jawab Fatih dengan senyum mengembang.


Mereka pun larut dalam obrolan ringan. Farhan sama sekali tak membahas tentang pertunangannya dengan Raysa. Farhan sibuk bertanya tentang pekerjaan Fatih, Kayla, dan menceritakan kesibukannya. Sesekali Farhan memperhatikan Raysa yang terus memandang Fatih tanpa berkedip. Tapi tidak dengan Fatih.


*


Raysa menghela napasnya lelah, hari ini sungguh hari yang berat bagi nya. Bertemu Fatih adalah hal yang tak ingin ia lakukan saat ini. Tapi takdir seolah selalu mempertemukan mereka.


Raysa pun memilih untuk berendam di air hangat agar dirinya terasa rileks.


Raysa menyentuh bibirnya, ingatan saat ia dan Fatih berciuman pun terus bermain di dalam fikirannya. Belum lagi saat ia mengingta Fatih di todong senjata oleh Riki, yang mana membuat Raysa sangat takut sekali dan belum siap untuk kehilangannya.


"Andai aku tahu dari awal, mungkin semua ini gak akan terjadi. Hiks ...." Raysa menekuk lututnya dan membenam wajahnya di sela lututnya yang bersabun.


*


Hubungan Lana dan Anggel semakin renggang. Belum lagi Lucas mengatakan jika Anggel akan di jodohkan dengan seseorang.


"Lo jangan becanda Luc." Ujar Lana dengan wajah yang menahan emosi.


"Gue gak bakal becanda tentang hal seperti ini. Lo tau gue gimana kan?"


Lana berteriak meluapkan emosinya. Fatih hanya memandang sahabat-sahabatnya itu, belum lagi lusa adalah pertunangan Raysa dan Farhan.


"Lo harus sabar, Na. Kalo Lo emang berjodoh dengan Anggel, kalian akan tetap bersama." Ujar Fatih dengan bijak.


Lana menatap Fatih dan Lucas dengan emosi yang meluap.


"Kalian gak pernah tau apa yang aku rasakan. Kalian punya orang tua, sedangkan aku gak. Aku bahkan gak tau siapa ayah aku dan bagaimana rupanya. Aku gak tau apa aku anak haram atau terlahir atas pernikahan. Kalian gak tau gimana rasanya jadi aku." Pekik Lana.


Bugh ....


Satu pukulan mendarat di wajah Lana hingga membuatnya terhoyong kebelakang dan terduduk. Lucas menatap Fatih dengan terkejut.


"Lo kalo ngomong, Lo pakek dikit otak Lo itu. Jangan Lo salahin orang tua Lo. Salah Lo sendiri Na, gue dari awal udah bilang sama Lo, lepasin Anggel jika Lo masih ngejar Quin, tapi Lo gak pernah dengar nasehat gue." Bentak Fatih.


Air mata Lana seakan mengalir dengan deras. Ia meraih kepalam tangan Fatih yang ada di kerah bajunya, dan membawa kepalan tangan Fatih kembali kewajahnya.


"Pukul Gue Fat, Pukul. Gue emang anak yang gak tau bersyukur. Pukul Gue ... huaaa ...." Teriak Lana dengan kuat di depan wajah Fatih.


Buughh ....


Fatih kembali memukul Lana hingga darah segar itu pun kembali mengalir deras. Lana sudah tersungkur di lantai dengan bibir dan hidung yang berdarah.


"Lo gila Fat? Lo bisa bunuh dia." Pekik Lucas.


"Dia yang minta di pukul sambil berteriak di depan wajah gue." Jawab Fatih polos.


Lucas mengusap wajahnya kasar. Kemudian ia mendengar Lana tertawa, yang mana membuat Lucas mengerutkan keningnya.


"Tapi gak kuat-kuat juga kali Fat. Lo tau sendiri pukulan Lo bisa membunuh." gerutu Lana.


"Siapa suruh Lo teriak depan muka gue. Bisa pekak telinga gue ntar. Hilang cakep gue, udah lah Layca gak bisa gue dapati, masa iya cewek lain gue juga gak bisa dapati?" Ujar Fatih dengan santai.


"Gilaaa emang kalian. Kalian emang benar-benar pria gila akan cinta." Pekik Lucas tak suka.


"Lo belum nemu cewek yang bisa buat Lo nyaman aja. Kalo udah Nemu, gue yakin Lo bakal bucin kayak Papi Lo." Ujar Lana.


"Gimana mau bucin, ciuman aja dia malah muntah-muntah, BwahahhA ...." Ledek Fatih.


"Jangan kan ciuman, bayangin ngelakuinnya aja udah muntah mencret." Sambung Lana.


"Maka nya Stella mutusin dia, takut gak bisa muasin." Tambah Fatih.


Lana dan Fatih pun tertawa terbahak-bahak melihat Lucas yang sudah seperti Tuan crab.


Bugh .... Bugh ...


Lana kembali tergolek di lantai setelah mendapatkan pukulan dari Lucas, begitu pun dengan Fatih yang mengusap sudut bibirnya yang terasa anyir.

__ADS_1


"Brengs*k Lo." Maki Fatih dan melayangkan tinju nya.


Lana tak mau kalah, ia juga ikut memukul Lucas, sehingga terjadilah perkelahian yang membuat mereka saling memaki, mengejek, dan tertawa di bawah guyuran hujan deras.


Ketiga pria kekanak-kanakan itu pun akhirnya tergolek lemas dengan perbuatan mereka sendiri. Jangan di tanya lagi bagaimana penampilan acak-acakan mereka.


"Luc, Lo serius Angel mau nikah?" Tanya Fatih yang mana kembali mengambil perhatian Lana.


"Udah gue bilang tadi kan, kalo gue gak bercanda. Bahkan malam ini mereka akan menjamu tamu spesial itu."


Lana dan Fatih saling memandang.


"Oh ****, kenapa Lo baru bilang sekarang?" Pekik Lana.


"Lo aja yang lebay sampai minta di pukul."


Lana bergegas berdiri dan berlari meninggalkan atap gedung tersebut. Fatih dan Lucas saling pandang.


"Apa perlu kita ikut?" Tanya Fatih.


"Yok lah, dari pada meraung-raung gak jelas tuh anak di rumah Oma Mega."


Fatih dan Lucas pun bergegas mengejar Lana. Saat mereka tiba di depan rumah Oma Mega. Lana sudah terduduk lesu dengan wajah yang menunduk ke lantai di bawah guyuran hujan yang deras.


Fatih dan Lucas pun turun dan menuntun Lana untuk keluar dari perkarangan rumah Oma Mega. Satu-satu nya rumah yang bisa mereka singgahi adalah rumah Oma Shella.


Oma Shella, Bunda Sasa, Oma Rosa dan Mami Vina yang berdiri teras sambil memandang ke arah rumah Oma Mega pun menatap sedih kearah Lana. Mereka mendengar semua teriakan Lana yang mengatakan jika dia cinta dengan Anggel.


"Kalian mandi dulu sana, biar jangan masuk angin." Ujar Bunda Sasa kepada tiga anak laki-lakinya yang habis basah kuyup karena hujan.


"Wajah mereka kenapa,Mbak?" Tanya Mami Vina kepada Bunda Sasa.


Bunda Sasa mengendikkan bahu nya tanda tak tahu. "Nanti aja tanya-tanya nya, kalo mereka udah selesai bersih-bersih."


Tak berapa lama Raysa pulang dari kantor nya, yang mana Raysa harus memberikan laporan kepada komandannya Yanga ada di Bandung. Namun Raysa untuk sementara di tugaskan satu kantor polis dengan Arash.


"Assalamualaikum, Bun, Mi." Raysa mencium punggung tangan Bunda Sasa dan Mami Vina.


Raysa mengerutkan keningnya saat melihat Bunda Sasa memegang 2 pasang baju milik Ibra.


"Oh ya, kamu mau ke kamar kan? tolong kasih baju ini ya sama Fatih, dia lagi mandi di kamar nya Rian."


Bunda Sasa memberikan sepasang baju untuk Fatih. Raysa menghela napasnya pelan, Raysa melangkahkan kaki nya perlahan menaiki undakan tangga. Dengan jantung yang berdegup kencang, Raysa membuka pintu kamar Rian yang memang tepat berada di sebelah kamar nya. Raysa menghembuskan napasnya pelas sebelum membuka lebar pintu kamar tersebut.


Raysa berjalan menuju kamar mandi dan mengetuk pintunya. Namun, Baru saja Raysa mengangkat tangannya dan ingin mengetuk pintu itu, tiba-tiba saja pintu tersebut terbuka dan menampilkan Fatih dengan tubuh bagian bawah yang hanya terbalut handuk saja.


Raysa membolakan matanya dan langsung membalikkan tubuhnya. Jantung Raysa berdegup kencang melihat tubuh atletis Fatih.


"Kenapa kamu di sini?" Tanya Fatih sambil menyilangkan tangannya di dada.


"A-aku hanya__"


"Mau ngintipi aku ya ... Oh Layca, aku masih suci, jangan sentuh aku ..." Ujar Fatih dengan nada yang terlalu mendramatisir


Raysa mencebikkan bibirnya, kemudian ia memberikan baju milik Rian kepada Fatih.


"Bunda nyuruh aku ngasih baju ini." Ujar Raysa kesal sambil mengulurkan baju yang ada di tangannya tanpa menoleh kearah Fatih.


Fatih mengambil baju tersebut dan menatap Raysa dengan senyum, karena Raysa masih berdiri di dalam kamar.


"Kamu mau lihat aku pakai baju?" ujar Fatih yang berbicara tepat di telinga Raysa.


Raysa yang terkejut pun menolehkan kepalanya hingga bibir dingin Fatih mendarat di pipi nya.


Cup ...


Raysa membolakan matanya dan memegang pipi nya yang baru saja di kecup dengan tak sengaja oleh Fatih.


"Kalo mau di cium bilang." Ujar Fatih dengan tersenyum geli.


"Dasar nyebelin." Ujar Raysa sambil berlari keluar kamar.


Fatih semakin terkekeh melihat wajah Raysa yang merona malu karena ulahnya.


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..

__ADS_1


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2