Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 73 " Menyimpan memori"


__ADS_3

Sasa membuatkan Lemon Tea hangat untuk Bara.


" Makasih sayang"


Bara meminum Lemon tea pemberian Sasa. Sedangkan Mata Sasa tidak sekalipun berpaling dari Bara.


" Kenapa hmm?"


Sasa menggeleng.


" Lalu? kok liatin akunya begitu banget?"


" Mau liat aja wajah kamu yang tampan itu"


" Oh yaa? Sejak kapan aku tampan di mata kamu?"


" Eemm, sejaaakk.. Sejak kapan yaa? aku juga gak tau sejak kapan."


Bara meraih jemari Sasa. " Gak penting sejak kapan aku tampan di mata kamu, dan sejak kapan kamu mulai mencintai aku. Yang terpenting, kamu selamanya untuk aku" Di kecilnya jemari Sasa yang masih terasa dingin karena bermain hujan tadi.


Sasa menghela napasnya berat, kabar jika Bara di kucilkan di kantor membuat Sasa semakin yakin untuk pergi meninggalkan Bara. Semua demi Bara, agar namanya tidak tercemar karena kehadiran Sasa.


" Mbak" Sasa membawakan Nasi bakar dan rujak sirsak untuk Kesya kedalam ruanganya.


" Apa tuh?"


" Nasi bakar sama rujak"


" Untuk aku?"


" Iyaa"


Sasa meletakkan wadah di atas meja, dan membukanya.


" Waahh, enak banget itu.. duuh jadi Laper nih.. Isian nasinya apa Mbak?"


" Cumi sambal teri ijo"


" Woowww, ileran aku Mbak dengarnya. " Kesya dengan tak sabaran menyendokkan nasi bakar dalam mulutnya.


"Eem, nikmat bener dah. Aku makan ya Mbak. Mbak Sa makan juga."


" Iyaaa.." Sasa menyendokkan nasi bakar kedalan mulutnya sambil menatap wajah Kesya. Wajah Bos cantik nya yang selalu jadi panutannya, sopan terhadap orang tua, sabar menghadapi cobaan, dan tidak mudah tersulut emosi.


" Mbak, kau boleh peluk gak?"


Kesya mengernyitkan keningnya, tumben Sasa minta peluk.


" Cuma pingin aja. Biar semua beban rasanya ilang."


Kesya ber-o ria dan merentangkan tangannya. Sasa memeluk kaya, mencium aroma tubuh Kesya dan menyimpannya dalam memorinya. Dia akan merindukan aroma ini, dan wajah cantik serta keramahan dan kesabaran Bos Cantiknya ini.


Sasa merelaikan pulakannya.


" Kok Mbak Sa nangis?"


Kesya menghapus air mata yang menggenang di sudut mata Sasa.


" Ah, rasanya lega sekali. Memang Bos Cantik ku selalu menjadi obat penenang. Pantes Aja Big Bos cinta banget."

__ADS_1


Kesya tersipu malu. " Namanya juga jodoh. Kayak Mbak Sa dengan Mas Bara. Bagi Mas Bara, Mbak Sa itu tujuan hidupnya."


Sasa hanya tersenyum. Ah, rasanya sedih dan sakit sekali. Sebagian hatinya melarang pergi, tapi sebagian hati nya menyuruh untuk pergi. Fikirannya pun juga menyarankan untuk pergi, demi kebahagiaan Bara, demi nama Baik Bara, Mami Shella, Daddy Roy, dan Toko kue. Semoga dengan kepergian dirinya, toko kue bisa kembali ramai.


" Mas, ke wahana bermain yuuk" Bara melirik kearah Sasa, dan kemudian fokus kembali ke jalanan karena dia sedang menyetir.


" Tumben"


" Pingin aja, selama pacaran kita gak pernah ke sana kan? Kita kesana yuukk.. Biar kayak di film-film Korea itu looh"


Bara terkekeh dan mengelua pucuk kepala Sasa. "Kamu udah ketularan Vina da Kesya yaa.."


" Mau yaa.. Mau kan.. Ya mau yaa.. Sayang."


Panggil Sasa merayu.


" Apa? Kamu bilang apa tadi?" Bara menepikan mobilnya untuk mendengar kata sayang dari bibir Sasa.


Sasa tersenyum. Di tangkupnua wajah Bara.


" Sayang. Kita ke wahana bermain yuk..!"


Bara tersenyum, di kecupnya bibir Sasa cepat.


" Ayookk.. " Jawab Bara semangat.


Di wahana bermain, mereka menikmati segala macam permainan. Berhubung hati bukan hari libur, jadi wahana bermain tidak terlalu ramai.


Bara bermain menembak kaleng untuk mendapatkan hadiah boneka.


Tap..tapp..tap.. tap..


Semua tepat sasaran. Boneka beruang putih berhasil Bara menangkan. Sasa bersorak gembira. Setelah memenangkan permainan tembak kaleng, mereka beralih ke permainan memukul boneka kayu yang muncul. Kali ini Sasa yang memainkannya. Dan Sasa hanya mendapatkan gantungan ponsel yang berbentuk kelinci putih.


" Gak pa-pa, mungil sama kayak kamu" Bara mencuil hidung Sasa. Sebenarnya dia sangat ingin mencium bibir Sasa, tapi dia masih ingat tempat, jika mereka berada di tempat umum.


Mereka berjalan dna menikmati permainan yang lain. Hingga mereka bermain kuda putar. Awalnya Bara menolak, tapi Sasa memaksanya. Dengan rayuan Sasa dan sifat Sasa yang sangat manja, Bara akhirnya menuruti keinginan Sasa. Bara harus bersyukur karena wahana ini tidak terlalu ramai, dan kebanyakan yang datang orang berpacaran.


" Mas, naik itu yuukk... " Sasa menunjuk Rolling coaster.


" Kamu gak takut?"


Sasa menggelengkan kepalanya. " Mau yaa sayang.." Sasa bergelayut manja di lengan Bara.


Ah, sungguh Bara gemas dengan sifat Sasa yang manja hari ini. Bara pun menganggukkan kepalanya.


AAAAAAAAAAAAA


Teriakan Sasa sangat kuat saat rolling coaster melaju kencang dan membuat jantungnya berdegup kencang. Sasa memeluk lengan Bara dengan kuat. Bara tersenyum seakan dia sedang tidak menaiki rolling coaster.


" Puas?"


Sasa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Ah, lucu sekali mungilnya ini.


" Mas, Haus"


" Kita beli minuman yuukk" Bara menggenggam jadi jemari Sasa. Dan Sasa pun membalasnya.


" Mas, Mau gulali" Bisik Sasa yang terdengar sangat manja dan seksi.

__ADS_1


Ah, kenapa dia bisa semenggemaskan ini. Huufff, untung saja hari di mana Bara nanti akan segera tiba. Yaitu mengucapkan ijab Qabul untuk menjadikan Sasa resmi sebagai istrinya.


Selagi Bara menunggu gulali di buat, Sasa memperhatikan sekeliling, dan matanya berhenti di permainan biang Lala. Sasa ingat, saat kecil jika ayahnya ada uang lebih dari hasil memulung atau ada orang yang memberikan rezeki lebih kepada ayah, Ayah akan mengajak dirinya untuk naik biang Lala di pasar malam. Kecil memang, tidak sebesar yang di wahana ini. Tapi itu sudah sangat berarti bagi Sasa.


" Kamu liat apa?"


" Hah? Eh, Mas. Wah.. Cantik banget." Sasa memuji gulali yang ada di tangan Bara yang berbentuk bunga.



" Sayang banget ini kalo di makan." Sasa mengeluarkan ponselnya dan berselfi ria. Bara pun ikut berfoto dengannya.


" Kamu mau naik itu?" Bara menunjuk kearah Biang Lala.


"eh, kok Mas tau?"


" Dari tadi Mas perhatiin kamu liatin itu aja. Kita naik yuukk..".


" Tapi Mas?"


" Ayookkk" Bara menarik tangan Sasa lembut. Sasa mengikuti langkah Bara.


Sasa sangat menikmati pemandangan yang tersaji kan.


" Kamu suka?"


" Eemm" Sasa menganggukkan kepalanya.


Bara tiba-tiba saja sudah pindah duduk di sebelah Sasa.


" Maass" Sasa terkejut karena merasakan goyang.


Bara mengunci pandangan Sasa. Mata mereka saling bertatap hingga Bara mendekatkan wajahnya perlahan dan mencium bibir sasa. Sasa menutup matanya, menikmati segala rasa manis dan debaran yang di berikan oleh Bara.


" Aku mencintai mu Mungil"


Sasa membuka matanya. " Aku juga, Beruang Madu ku" Sasa kembali menempelkan bibirnya dan ******** Bibir Bara.


" Kamu sudah berani memulai yaa sekarang" Goda Bara.


" Mas gak suka?"


" Suka. Suka bangeet malahan. Boleh lagi??"


" Dasar mesum."


Sasa dan Bara terkekeh. Hari ini adalah hari di mana Sasa sengaja membuat kenangan yang indah bersama Kesya dan Bara. Ingin membuat kenangan bersama Mami Shella, tapi Sasa takut jika mereka mencium kepergiannya. Untuk itu Sasa mengirimkan Nasi bakar untuk Mami Shella dan Vina.


" Makasih Mas, udah mencintai aku. Dan Makasih untuk semua cinta dan waktu kamu selama ini. Serta makasih banyak, atas pengorbanan kamu untuk aku"


Bara merasa ada yang aneh dengan ucapan Sasa, tapi dia tidak ingin berfikir negatif. Mungkin Mungilnya memang sedang dalam masa ingin mengungkapkan perasaannya. Sasa memeluk tubuh Bara. Erat, sangat erat. Di hirupnya aroma maskulin yang bercampur mint itu. Bara pun membalas pelukan Sasa. Untungnya mereka sudah berada di dalam mobil.


' Maaf Mas, ini akan menjadi kenangan kita yang indah. Maafin Aku. Karena aku harus pergi. Ini demi kamu, demi nama baik kamu , Mami shelal, Daddy Roy, dan Toko kue. Maafin aku Mas. Aku harap kamu bisa bertemu dengan gadis yang lebih baik, berpendidikan ,dan yang pasti dari keluarga baik-baik. Maaf Mas, aku pergi bukan karena aku tidak mencintaimu. Tapi Karena aku sangat mencintai mu. Aku gak sanggup melihat kamu di hina karena aku. Aku gak tega melihat kamu di hukum karena aku. Semua karena aku. Aku hanya pembawa sial di kehidupan kamu dan keluarga. Aku mengayangi mu Mas. Salam cinta ku untuk semuanya. Mungil'


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..

__ADS_1


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..


salam SaBar ( Sasa Bara)


__ADS_2