Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 63


__ADS_3

Fatih sudah berada di sebuah hotel mewah yang megah. Ia tengah menatap seorang pria yang sangat tampan dengan setelan jas pengantinnya.


"Wooow, Lo benar-benar tampan." goda Fatih keapda Veer.


Ya, hari ini adalah hari pesta pernikahan Veer dan Nafi. Kali ini Fatih pun tak ingin kalah dari para pendamping pria lainnya, yang mana mereka mengenakan setelan jas nya lengkap.


"Lo juga terlihat tampan, gue harap bakal ada cewek yang kecantol sama Lo."


Fatih terkekeh mendengar ucapan sahabat yang juga merangkap sepupu nya itu.


"Cewek banyak kecantol sama gue, tapi gue nya aja yang gak kecantol sama mereka."


"Yaa ,karena dalam hidup Lo hanya ada Layca"


Fatih hanya mengangkat kedua bahunya.


Acara pesta pernikahan Veer dan Nafi pun berjalan meriah. Hingga tiba lah di pesta dansa, dimana pengantin menjadi pe-dansa pertama. Dan juga mereka berciuman sangat romantis sehingga seluruh tamu undangan pun bersorak dan bertepuk tangan.


Raysa yang juga ikut hadir di pesta itu, sedari tadi memandang Fatih dari kejauhan. Tak sekalipun Fatih menegur dan mendatangi nya. Ada sedikit rasa kecewa di hati nya. Namun, bukankah itu hal yang bagus? jadi Raysa bisa melupakan Fatih nya. Benci yang dan rindu yang datang dengan bersamaan. Rindu dengan Fatih nya yang sudah beberapa Minggu tak bertemu. Benci dengan Fatih nya yang tak memberi kabar dan tak membalas pesannya.


Fatih mendekat kearah wanita cantik dan tinggi dengan rambut pendek. Malam ini ia sangat cantik sekali, dan ingin sekali Fatih membawa nya pulang.


"Layca."


Raysa pun menoleh saat namanya di panggil oleh orang yang baru saja hadir di dalam fikirannya.


"Dansa yuk ...."


"Ogah ...."


Namun bukan Fatih namanya yang menyerah begitu saja. Lama tak bertemu dengan Raysa membuat dirinya merindui wanita jutek ini.


Setelah bersusah payah memaksa gadis cantik dan jutek itu berdansa, Akhirnya Fatih berhasil membuat Raysa di dalam pelukannya, sambil mengikuti alunan musik yang indah.


"Aku rindu kamu." Ujar Fatih.


"Aku gak."


"Aku cinta kamu."


"Aku gak."


"Aku akan menikah dalam waktu dekat."


Raysa terdiam, ia memandang Fatih dengan penuh pertanyaan.


"Tapi pengantin wanita nya malah mau menerima lamatam dari pria lain." Ujar Fatih yang mana membuat Raysa mencubit dada nya.


"Aaw, jangan di situ. Bahaya, kamu bisa bangunin Empus entar."


Raysa memutar bola matanya malas.


Lantai dansa sudah di penuhi oleh puluhan pasangan, hingga akhirnya Fatih melihat Abi menggendong Quin dan keluar dari arena dansa.


" Waaah, yang pengantin baru siapa, yang gak tahan ke kamar siapa.. Ha..ha..ha.." Goda Fatih yang mendapatkan sentilan dari wanita cantik yang cantik dan jutek, yang tadi Fatih paksa untuk berdansa.


" Sakit cantik.."


" Mulut tu di jaga, udah ah.. males gue dekat-dekat Lo.." gadis cantik itu meninggalkan Fatih sendirian di lantai dansa.

__ADS_1


" Eeh, gak boleh gitu. Makin kamu gitu, makin gak sabar aku bawa kamu pulang."


Gadis cantik, tinggi, dan berambut pendek itu membalikan tubuhnya dan menatap sengit kearah Fatih. Sedangkan Fatih memberikan kecupan jauh dan mengedipkan matanya.


" Iih, najis banget gue.." Gadis cantik itu bergidik geli melihat Fatih.


Fatih hanya terkekeh melihat Raysa, tanpa Fatih sadari jika Raysa saat ini tengah tersenyum mengingat kekonyolan Fatih barusan.


*


Pesta telah usai, para keluarga dan tamu jauh pun menempati kamar mereka yang telah di sediakan oleh keluarga Moza.


Fatih, Lana, Zein, Dedi, dan Jo pun menghabiskan malam mereka di lantai paling atas. Seperti biasa, mereka akan bercerita tentang apa saja, hingga pagi menjelang.


"Lo sejak kapan latihan nembak sama Jo?" Tanya Lana yang baru tau jika Fatih belajar menembak.


"Udah kama kalo, Lo aja yang sibuk ngejar Quin."


"Kayak Lo gak sibuk ngejar Layca aja."


Fatih hanya tersenyum miring.


Malam itu di lalui mereka dengan kembali nya masa zaman mereka sekolah. Fatih yang paling tua di antara mereka pun langsung mendapati bullyan karena Fatih telah dilangkahi oleh Veer.


*


Cuaca subuh yang dingin menyambut semuanya. Tak satu pun dari mereka yang kembali tidur ke dalam kamar yang telah di sediakan. Fatih membangunkan mereka semua untuk pindah kedalam kamar. Mungkin mereka baru saja tertidur sekitar 30 menit yang lalu.


Rasa dingin yang menusuk ke kulit pun memaksa mereka untuk bangun dan mencari kehangatan di bawah selimut.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 lewat 45 menit. Fatih sudah bersiap dengan pakaian santainya untuk sarapan bersama dengan seluruh keluarga Moza.


"Cuma Layca aja? aku gak?" ujar Kayla.


"Pagi cantik." Sapa Fatih untuk Kayla.


"Pagi Abangku yang tampan." Balas Kayla.


Raysa memutat bola matanya malas mendengar percakapan mereka. Hingga akhirnya mereka pun tiba di restoran yang sudah di khususkan untuk keluarga Moza.


Fatih memang duduk di sebelah Raysa, namun ia sedari tadi terus saja berbicara kepada Kayla yang ada di samping Raysa.


Percakapan mereka pun terhenti karena Quin dan Avi datang bersama dengan tangan yang saling bertautan.


" Pagi pengantin Baru.." Goda Quin saat melihat Veer dan Nafi di meja makan, menunggu kehadiran yang lainnya.


" Waaah, tu tangan di kasih lem, Ampe gak lepas?" Veer kembali menggoda Quin.


Quin baru sadar jika tangan nya dan tangan Abi masih saling bertautan.


" Eehh, apaan sih.. Gak di lepas"


" Yang genggam kan kamu." Abi menunjukkan jari jemarinya yang memang masih bertautan dengan jari jemari Quin, dengan posisi jari Quin masih memeluk jari jemari Abi.


Seketika Quin langsung melepaskan tangannya, dan rasa panas langsung terasa di pipi Quin.


" Ehemm.. ehemm..." Lagi, Veer menggod Quin.


" Bakal ada pesta lagi nih.." Seru Fatih yang memang selalu heboh, sifat heboh yang menurun dari sang Papi.

__ADS_1


" Pesta rambut mu. Gue rebonding deh tu entar rambut." Kesal Quin.


Yang lain hanya tertawa menanggapi ucapan Quin, termasuk Lana.


" Kalo Lo perlu bantuan buat gosok rambut kriting Fatih, bilang sama aku aja Quin." tambah Lana.


" Boleh lah tu, bisa di atur. Ca, kamu mau ikut gosok rambut kritingnya Fatih?"


" Boleh Mbak, kalo bisa sekalian sama bulu tangan dan kaki nya."


" Bulu dada gak Ca?" Goda Zein.


" Semua aja kalo perlu, semua bulu.." Tambah Raysa.


" Kalo semua bulu aku di gosok, ntar gak ada lagi bulu yang glitikin kamu." Ujar Fatih dengan wajah mesumnya kepada Raysa.


Raysa mencibirkan bibirnya dengan tatapan jijik melihat Fatih. Bukan jijik, tapi menutupi rasa malu nya kepada Fatih.


" Udah ah, kalian dari kecil asik berantam aja. Jodoh baru tau." Timpal Papi Gilang.


" Loh, kan emang dari dulu Fatih minta bawa pulang Layca kerumah Pi,"


" Iihh, ogah gue pulang sama Lo." Raysa kembali bergidik jijik mendengar ucapan Fatih. Ingat, bukan jijik dalam kata artian sebenarnya, tetapi karena Raysa malu.


Kembali, terdengar tawa yang menggelegar. Raysa dan Fatih memang selalu saja berdebar jika mereka bertemu, entah kapan mereka terlihat berbaikan, mungkin tidak pernah? begitulah pemikiran seluruh keluarga jika sudah melihat Fatih dan Raysa.


Berita honeymoon Veer dan Nafi yang di atas namakan pekerjaan pun membuat para wanita single Yang ada dimeja itu cemburu..


" Aku harap sepulang dari sana, kalian memberikan keponakan yang lucu untuk ku" Ujar Quin dengan girang.


" Butuh proses Quin."


" Maka dari itu, percepat prosesnya." Quin mengedipkan matanya kepada Nafi, sedangkan Nafi sudah menangkup wajahnya yang memanas.


" Kamu membuatnya malu Quin." Ujar Veer yang membelai lembut Nafi dengan lembut.


" Aaa, romantisnya..." Seru Quin, Kayla, Anggel, dan Raysa berbarengan.


Suara dentingan gelas membuat fokus seluruh keluarga tetuju kepada pria yang memukul gelas dengan sendok.


Pria itu adalah Abi, yang mana tunangan dari Quin. Abi meminta Quin untuk menikah dengannya secepatnya. Namun Quin menolaknya, hingga akhirnya Abi mengambil jalan nekad dengan mencium bibir Quin di hadapan seluruh keluarga.


Usaha Abi gak sia-sia, akhirnya Abi pun mendapatkan restu dari Papa arkandan Veer. walaupun Abi harus mendapatkan bogem mentah di wajahnya.


"Bakal ada pesta lagi nih, kamu gak balik cepat kan?" tanya Fatih kepada Raysa.


"Gak, aku dapat izin 4 hari."


Fatih mengangukkan kepalanya.


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....

__ADS_1


__ADS_2