Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 133 " Tujuh Bulanan 2"


__ADS_3

" Kamu hamil?"


Ara mengehntikan kunyahannya, kemudian dia menggeleng.


" Gimana mau hamil? Sentuhnya cuma dikit-dikit"


Byuurr....


Jodi yang mendengar penuturan Ara menyembur air Yang ada di mulutnya dan mengenai Duda.


" Sialan Lo" Kesal Duda.


" Waahh, sanggup yaa Lo Jod, buat gak nyentuh Ara?" Goda Bara.


Jodi hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, namun manik mata nya menatap kepada sang istri kecil nya yang tengah menikmati buah mangga muda itu.


Memang, Jodi belum membolakan gawang Ara, karena setiap ingin melakukannya, Ara selalu merasa kesakitan, dan itu membuat Jodi tak tega. Tubuh Ara masih terlalu kecil untuk mendapatkan sentuhan dewasa, menurut Jodi.


Acara tujuh bulanan pun selesai dengan meriah. Walaupun di laksanakan nya di rumah, namun tamu yang datang seakan tiada akhir, hingga sore menyapa.


" Capek?" Bara menghampiri Sasa yang dudu di sofa kamar mereka, mengelus pinggang Sasa dengan lembut


" Mas, tadi aku tanya sama Vina. Katanya dia jarang sakit pinggang saat hamil Zein dan Naya, Kesya juga gak terlalu sering sakit pinggangnya. Aku kok sakit banget yaa? padahal kan udah minum air putih banyak-banyak."


" Namanya juga orang hamil, kan beda-beda sayang."


" Iya sih Mas."


" Mau berendam air hangat? Biar aku siapain."


" Tapi masih ada tamu di luar Mas."


" Bentaran aja, lagian kamu lagi hamil dinlarang Mami kan buat mandi malam-malam."


" Iya Mas.."


" Jadi? Mau aku siapin?"


" Gak usah Mas, mau pake air dingin aja, biar terasa segarnya."


" Ya udah.. yukk."


" Jangan modus Mas." Sasa memukul pelan tangan Bara yang mulai menuruni resleting punggungnya.


" Aku bantu bukain.."


Sasa hanya pasrah, jika sang suami meminta hak nya. Namun apa yang di lakukan oleh Bara, membuat Sasa terkejut, Bara si beruang madu mesum nya itu benar-benar hanya membantu Sasa melepaskan baju, dan membiarkan Sasa menyegarkan tubuhnya.


Tok..tok..tok..


Bara membuka pintu dan menampilkan wajah Mami Shella.


" Sasa mana?"


" Mandi Mi, Kenapa?"


" Ada Riko dan ibu nya di luar."


" Ngapain dia ke sini?" Ujar Bara dengan nada tak suka.

__ADS_1


" Mami undang mereka. Lagian Kamu ini masih aja cemburuan dengan Riko."


"Dia suka sama Sasa Mi. "


" Ayoo, kamu temui dulu.. "


" Males ah.."


" Gak boleh gitu.. Ayoo..."


Dengan terpaksa dan wajah kesal, Bara akhirnya mengikuti Mami Shella bertemu dengan Riko, pria yang terang-terangan bilang kepadanya jika menyukai Sasa, dan akan merebut Sasa jika Bara menyakiti Sasa.


Tak akan Bara biarkan.


Bara mengerutkan keningnya saat melihat seorang wanita cantik yang ada di sebelah Riko, tepatnya di antara Riko dan ibunya.


" Hai, selamat yaa... Ini hadiah untuk Sasa DNA bayinya."


Bara enggan membalas uluran tangan Riko, dan juga menerima hadiah pemberian Riko. Tapi Mami Shella menegur Bara hingga akhirnya membuat Bara menerimanya.


" Makasih ."


" Perkenalkan, ini Calon istrinya Riko. " Ujar Mami Shella.


Bara membesarkan matanya, gadis cantik yang berada di sebelah Riko ternyata adalah calon istrinya. Sepertinya Bara harus bernapas dengan sedikit lega. Tanpa sadar, Bara bernapas lega dan menyunggingkan senyumnya.


Tak berapa lama Sasa telah selesai mandi, dan berpakaian yang rapi. Sasa pun kembali menemui tamu yang masih saja berdatangan.


" Mas." Sasa terkejut saat melihat Bara mengobrol akrab dengan Riko.


Tunggu, Riko?


" Sayang " Bara pun berdiri dan menghampiri Sasa. Bara merengkuh pinggang Sasa dengan posesif.


Bara masih melihat, jika masih ada cinta dimata Riko untuk Sasa, namun Bara percaya kepada istrinya, jika cinta Sasa hanya untuk dirinya.


" Mungil, Riko bawa calon istrinya." Ujar bara.


" Oh ya, selamat yaa.."


Setelah berbincang dengan Sasa, Riko, Mamanya, dan Calon istrinya pun berpamit pulang. Pastinya setelah menikmati hidangan yang tersajikan. Calon istri Riko sempat meminta di ajarkan masak oleh Sasa, karena Riko menyukai nasi bakar dan cumi saus tiram buatan Sasa. Riko pernah makan masakan Sasa sewaktu di panti Jompo yang ada di Purwokerto.


.


.


" Makasih Ya Mi, Dad, Kesya, Vina, Arka, Om Nazar, Tante Rosa, Tante Mega, Om Bram, dan juga Vano. Kiki juga," Sasa tersenyum. " Makasih buat hari ini, dan terima kasih karena telah memberikan Sasa sebuah keluarga yang sangat sangat sangat sempurna. Bahkan untuk bermimpi pun Sasa takut untuk memilikinya."


" Sama-sama Mbak, yang penting Mbak nya bahagia." Kesya dan Vina memeluk Sasa dengan sayang. Mami Shella pun juga ikut memeluk Sasa.


" Kenapa?" Tanya Sasa kepada Ara yang cemberut.


" Tuh, bang Jodi nyebelin.."


Semua mata langsung tertuju kepada Jodi, termasuk Om Samsul yang juga hadir di sana.


" Kenapa Jodi?" Tanya Om Samsul.


" Ebgh, Anu Yah.. Itu.. seb-sebenarnya.."

__ADS_1


" Ayo bilang, kalo Mas gak mau sentuh aku, karena belum siap punya anak." Celetuk Ara.


Semua orang yang di sana terkejut, benarkah Jodi belum menyentuh Ara? Padahal jika di lihat, Jodi sangat posesif kepada Ara.


" Buk-bukan gak mau nyentuh, tapi ."


" Aku masih kecil? Umur ku 21, jadi sudah siap untuk bisa hamil Bang.."


" Udah lah Jod, kasih aja.. Dari pada ngambek.." Ujar Bara.


" Iyaa, apa susahnya sih tinggal kasih? enak juga.." tambah Vano.


Vina sampai membelalakkan matanya saat Vano berbicara seperti itu, suaminya yang biasa enggan untuk membahas hal Vulgar, kini membuka suara untuk menggoda Jodi.


Om Samsul geleng-geleng kepala melihat kelakuan sang putri dan juga menantu nya itu.


" Kamu normal kan Jod?"


Pertanyaan Arka langsung menbuat semua orang semakin menggoda Jodi, di mana Jodi hanya mampu menggaruk kepalanya dan tersenyum. Namun matanya menatap tajam kearah Ara yang tengah memajukan bibirnya.


Bara, Arka, Vano, Duda, Gilang, Fadil, dan juga Leo langsung menarik Jodi ke halaman belakang. Mungkin akan ada pelajaran yang diberikan oleh 7 pria dewasa itu kepada Jodi.


" Jadi kamu belum jebol Ra?" Tanya Kesya dengan penasaran.


" Belum Mbak, pas mau di masukin sakit banget. Punya Bang Jodi besar."


Kesya, Sasa, puput, Vina dan Anggel tertawa terbahak-bahak. Ara benar-benar polos.


" Apa nya yang besar?" Tanya Mili yang baru bergabung.


" Anu nya Bang Jodi." Jawab Ara polos.


Mili sampai membelalakkan matanya mendengar jawaban Ara. Apa harus dia mengatakan jika milik Jodi besar?


" Anu Gilang juga besar, tapi masuk kok." Jawab Mili dengan senyum jahil nya.


" Sakit gak mbak?" Tanya Ara penasaaran.


" Eemm.." Mili tampak ragu menjawab, karena Saat dirinya melakukan hal itu dengan Gilang, mereka dalam keadaan tak sadar.


" Sakit.. sakit banget... Nyerii, sampai ke tulang." Jawab Vina menakuti Ara.


" Tapi setelah masuk, enak kok.." Tambah Puput.


" Yang penting bang Jodi harus tau taktiknya. Tapi kayaknya mereka lagi kasih trik buat Jodi agar berhasil masukin kamu." Tambah Anggel.


" Duh, Ara gak sabar."


Sasa hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ipar-iparnya itu. Untuk hal Vulgar, Sasa masih malu untuk mengatakannya. Maka dari itu Sasa lebih memilih diam dan tersenyum.


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA...


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...

__ADS_1


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2