Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 57 " Bakso + jeruk nipis"


__ADS_3

Bara dan Sasa menikmati hidangan yang disediakan. Perut mereka sudah sangat keroncongan karena terjebak hujan. Apalagi cuaca dingin membuat mereka semakin lapar.


" Enak banget Mas"


" Iya, di sini sangat terkenal makanan seafood nya. Makanya Aku bawa kamu ke sini."


" Makasih Mas"


Hujan yang masih membasahi membuat rencana mereka gagal untuk bermain pasir dan berjalan di tepi pantai.


" Sebaiknya kita pulang aja Mas, takutnya semakin sore akan semakin gelap."


" Kamu yakin gak pa-pa basah?"


" Cuma gerimis aja Mas. Gak pa-pa lah."


" Okee, tapi sesampainya di apartemen, kamu harus keramas yaa.."


" Iyaa Beruang Madu."


Bara dan Sasa pun menembus hujan gerimis. Namun saat di perjalanan, Sasa mencium aroma kuah bakso yang mengunggah selera.


" Mas, makan bakso hujan-hujan gini enak kayaknya."


" Kamu mau? Tapi baju kamu udal lembab gitu loh"


" Gak pa-pa.. Kan cuma sebentar. Mau yaa.."


" Baiklah mungil"


Bara menghentikan motornya di warung bakso. Terlihat lumayan ramai, dan sepertinya juga terlihat lezat. Bara memesan 2 mangkok bakso dan 2 teh panas.


" Yang panas ya Bang Teh nya, jangan hangat"


" Iyaa Kak, mohon di tunggu ya" Ujar si pelayan.


Tak berapa lama minuman mereka pun sampai. Sasa langsung menggenggam gelas yang berisikan teh panas yang baru saja di suguhkan.


" Lumayan, buat hangatin badan."


Bara pun mengikuti cara Sasa, dan ternyata benar ampuh untuk menghangatkan tubuhnya. Setelah menggenggam gelas yang berisi teh panas, tangan mereka di sapukan ke lengan yang terasa dingin. Untuk menghangatkan tubuhnya.


" Ini Kak, Bang, bakso nya. Selamat di nikmati" Ujar si pelayan.


" Makasih" Sasa melihat ada potongan jeruk nipis di piring kecil yang juga di hidangkan bersama bakso.


" Bang, kok pake jeruk nipis? Untuk apa?"


"Oh, jeruknya di peras aja ke bakso"


" Kok jadi serasa makan soto ya."


" Di cobain aja dulu Kak, mana tau suka. Kalo gak suka, bisa kita ganti kok dengan yang baru" Setelah mengatakan itu, si pelayan pun pergi.


" Okeeey, mari kita coba."


Bara menahan tangan Sasa yang ingin mengambil potongan jeruk nipis.


" Kamu yakin?"


" Di cobain aja dulu Mas. Kalo gak enak kan bisa minta ganti."

__ADS_1


Sasa mem*ras satu potongan jeruk nipis, dan dan kemudian mencicipi rasa kuah baksonya.


" Lumayan" Sasa pun menuangkan saos, kecap, dan cabe rawit halus ke dalam mangkok bakso nya.


" Coba Aku cicip?" Bara pun menyendokkan kuah bakso, dan ternyata Sasa benar, rasanya tidak buruk. Bahkan terbilang enak, walaupun sedikit aneh.


" Kamu racik dong punya aku" Bara menyodori mangkok baksonya.


" Nih, Mas makan punya aku aja."


" Makasih mungil"


" Sama-sama beruang Madu."


Di layar TV sedang memunculkan berita tentang pernikahan yang sangat meriah dari pengusaha Muda Furnitur. Sasa sampai terbatuk melihat wajah pria yang sedang tersenyum bahagia kearah kamera.


" Mas, itu bukannya pacar Mbak Lia ya?"


Bara menolehkan kepalanya kebelakang, melihat kearah TV yang sedang menayangkan berita pernikahan terhebat antara pengusaha Furniture dan anak dari pengusaha Batu Bara.


" Itu bukan urusan kita sayang. "


Bara melanjutkan lagi makannya tanpa mengurangi rasa selera makannya. Sasa tiba-tiba menjadi merasakan sesuatu yang membuat hatinya merasa gundah. Entah lah, Sasa merasa ada hal yang akan terjadi.


" Aakhh, aku rasanya sangat kenyang mungil" Bara mengelus perutnya yang kekenyangan.


" Iyaa lah Mas. Kamu sampai nambah gitu."


" Iya mungil, awalnya sih rasanya aneh gitu, tapi buat ketagihan. " Bara terkekeh mengingat dirinya yang sampai menambah satu mangkok bakso lagi. Bahkan Bara menghabiskan hingga ke kuah-kuahnya.


" Kita pulang sekarang?"


Bara pun melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Hujan sudah berhenti, jadi Bara tidak lagi memakai mantel. Sesampainya di apartemen, Sasa langsung membersihkan dirinya dan mencuci rambutnya. Begitu pun dengan Bara, juga membersihkan dirinya di kamar mandi yang berada di dekat Dapur.


Bara mandi tidak memakan banyak waktu, hanya 15 menit Bara sudah selesai, dan menggunakan Baju yang sempat dia beli tadi sebelum sampai di apartemen Sasa.


Bara membuka kulkas, dan mengambil beberapa telur, dan wortel. Bara memotong wortel dengan bentuk dadu-dadu kecil, kemudian di kocok lepas dengan telur. Bara berencana membuat omelet untuk cemilan mereka.


Sasa keluar dari kamar, dan mencium harum yang menggoda.


" Waah, Beruang Madu ku ingin membuat aku gendut?"


Bara menoleh dan terkekeh, saat mendapati Sasa berjalan kearah dengan nya.


" Aku akan mengajak mu berolah raga jika kamu gendut. Tapi aku akan senang jika kamu gendut di bagian sini" Bara menyentuh perut rata Sasa.


" Dasar mesum. " Sasa memukul punggung tangan Bara yang masih berada di atas perutnya.


" Emm, wangi banget? Kayaknya aku kalo masak omelet gak sewangi ini deh."


" Iay dong. Aku kan masaknya oake bumbu cinta."


" Oh yaa? Beli di mana bumbunya? aku mau dong beli, untuk di jadikan stok."


" Gampang, kamu cukup jadi istri aku, dan kapan pun kamu menginginkan omelet cinta ini, maka aku akan siap memasarkannya."


" Benarkah? Kalo begitu ayo kita nikah."


" Ayookk"


Mereka saling memandang, kemudian tertawa bersama mengingat obrolan konyol mereka. Walaupun dalam hati mereka berharap hari itu segera datang.

__ADS_1


" Sudah malam, aku pulang yaa.."


" Hmm, kamu hati-hati yaa.. Jangan lupa kasih kabar kalo sudah sampai rumah"


" Tentu mungil." Bara mendaratkan kecupan di kening Sasa.


" Selamat istirahat mungil ku"


" Sampai jumpa di mimpi beruang madu ku"


Sasa mengunci pintu apartemen nya saat melihat Bara sudan masuk kedalam Lift. Sasa merasa sangat lelah, dan sangat mengantuk. Sasa langsung merebahkan dirinya sesampai dikamar. Ini adalah perjalanan kencan yang sangat indah. Semoga besok akan menjadi hari yang lebih indah, dan semakin indah. Sampai Sasa menyandang status istri Bara.


Mami Shella menatap tajam keraha Bara. Seingat Mami Shella, Bara tidak menggunakan baju yang saat ini dia pakai saat pergi tadi.


" Kami kehujanan Mami. Jadi baju Bara basah semua."


" Apa mobil mu bocor? Atau atapnya sudah tidak ada lagi hingga kalian kehujanan?" Mami Shella melipat kedua tangannya di atas dada sambil menatap Bara secara intens.


" Tidak Mi. Kami pergi menggunakan Motor. Jadi saat sebelum sampai tujuan, kami terjebak hujan."


" Benarkah?"


Bara mengeluarkan ponselnya, dan menampakkan foto dirinya dan Sasa saat berpose membelakangi laut, dengan bersandar di motor sambil kehujanan.


" Baiklah, Mami percaya. Tapi kamu gak macam-macam kan dengan Sasa?" Mami Shella memicingkan matanya.


" Ya ampun Mi, gak percaya banget sih sama anak sendiri." Bara mengusap wajahnya kasar.


" Ya mana Mami tau. Biasa aja mesumnya Daddy menurun juga di kamu."


" Kalo itu udah jelas pasti Mi. Tapi Bara masih tau dosa kok."


" Ngomong dosa kamu, palingan kamu udah cium-cium Sasa kan?"


Bara melototkan matanya.


" Dari mana Mami tau?"


" Naluri seorang ibu. Intinya kamu harus segera nikahin Sasa. Temui keluarganya, dan segera lamar sasa."


" Siap Jendral." Bara mengucapkan nya dengan sikap siaga dan memberi hormat.


" Udah, kamu istirahat sana. Udah malam, besok dinas pagi kan."


" Iya Mami ku sayang."


Cup..


"Selamat Malam Mami." Setelah mengecup pipi Mami Shella, Bara pun berlalu memasuki kamarnya.


Hah, hari ini adalah hari yang sangat mengesankan. Ini adalah pengalaman pertama Bara bermain hujan bersama sang kekasih. Bahkan ini adalah salah satu sejarah terindah yang akan selalu di ukir nya bersama Sasa, mungilnya.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..


salam SaBar ( Sasa Bara)

__ADS_1


__ADS_2