
Setelah menyiapkan pakaian Bara, Sasa langsung keluar kamar dan membantu Mami Shella. Sasa tidak sempat mengeringkan rambutnya yang basah.
" Pagi Mi."
" Pagi sayang." Mami Shella memperhatikan rambut Sasa yang masih basah.
" Dasar, Daddy dan anak sama saja."
" Kenapa Mi?"
" Apa Bara mengajakmu bercocok tanam?"
" Eehh, itu.. eem.." Wajah Sasa sudah bersemu merah.
" Udah, gak usah di jawab. Dari rambut kamu aja Mami udah tau."
Sasa meringis malu. Bukan maksudnya untuk tidak mengeringkan rambut, hanya saja Sasa terburu-buru karena merasa tidak enak dengan Mami Shella yang tidak membantunya menyiapkan sarapan pagi.
Bara dan Daddy Roy berbarengan menuju meja makan. Kedua langsung berdehem saat melihat rambut Sasa basah, dan Mami Shella masih membiarkan rambutnya terurai. Bara yakin, pasti ada ikan ****** yang batu saja menghisap leher sang Mami.
Bara dan Daddy Roy saling melirik dan salah tingkah.
" Dasar anak muda, tidak bisa tahan sehari saja" Gerutu Daddy Roy.
" Kayak yang bilang gak aja. Padahal udah tua, masih aja doyan mompa pagi-pagi."
" Bahasa kamu Bara.."
" Daddy yang duluan.."
" Ya kamu___"
" Udah, kalian berdua sama aja."
Daddy Roy dan Bara terdiam dan menundukkan kepalanya.
" Kamu jangan capek-capek ya sayang. Lagian ada Art yang bantuin di rumah."
" Iya Mas. Mas juga hati-hati ya.." Sasa mencium punggung tangan Bara.
" Iyaa, assalamualaikum."
" Walaikumsalam."
"Beda eeuy yang udah kawin sama kagak. Romantisnya kebangetan..Bikin ngiri aja.." Goda Ara.
" Makanya, surub Jodi lamar kamu. Lagian udah dapat lampunl hijau dari Om Samsul, masih aja di tunda-tunda."
" Ntu dia, kalo Ara udah siap banget malah jadi istri Bang Jodi "
" Ya kamu aja itu kegatelan."
" Yee, kayak Mas Bara enggak aja. Pagi-pagi udah keramas.. hi..hi..hi.. Kaburr.." Ara langsung berlari kearah motor yang biasanya digunakan oleh Kesya saat dirinya masih belum menyandang istri Arka.
" Dasar si Ara, kebanyakan berteman dengan Bella, yaa gitu.." Sasa menggeleng-geleng kepalanya melihat tingkah Ara.
Sasa masuk kedalam rumah setelah memastikan mobil Bara keluar dari pagar rumah, tujuan utamanya adalah kamar. Dia ingin mnegeringkan rambutnya yang masih terasa basah.
Tok..tok..tok..
" Sa, Mami masuk yaa.."
" Masuk aja Mi."
Mami Shella masuk ke kamar sasa dan Bara, dan tersenyum kepada Sasa yang tengah mengeringkan rambutnya.
" Bukde dan Pakde kapan sampai ke sini?"
" Insya Allah sore udah sampai Mi, kalo gak ada halangan."
" Ya udah, Mami mau beresin kamar Vina."
" Sa bantu Mi."
" Gak usah, lagian Mami di bantu sama Art yang dikirim Vina ke sini."
" Iyaa Mi."
__ADS_1
Sasa bingung harus ngapain. Dirinya dilarang untuk mengerjakan pekerjaan rumah, termasuk mencuci sayur sekalipun.
" Mbak, aku bantu ya ."
" Ya ampun kakak ipaar.. Duduk cantik aja Napa sih.. Sana duduk cantik sama bumil. Biar cepat nular." Kesya mengusir Sasa dari dapur.
" Bosan Mbak.."
" Duuh, berapa kali sih di bilangin, jangan panggil Mbak lagi, Key aja .. Key..key.."
" Ehh.. iyaa.. Key.. Aku bantuin yaa.."
" Gak, sana duduk cantik.."
Sasa menghela napasnya. Dirinya benar-benar bosan karena tidak ada satu pekerjaan pun yang boleh di kerjakan nya.
" Yang namanya calon pengantin itu ya gak boleh kerja Mbak. Duduk cantik aja.."
" Tapi kan Aku udah nikah Mbak, jadi gak masalah dong sebenarnya.."
" Nikahnya itu buru-buru. Ini biar kerasa aja gitu jadi pengantinnya. Udah duduk sini." Vina menepuk sofa di sebelahnya.
Sasa pun menghampiri Vina yang tengah mengemil cake buatan Sasa.
" Nih, cobain, mumpung masih hangat."
Vina menyodorkan sepotong cake kedalam mulut Sasa.
" Enak banget. Mbak kesya__"
" Key Mbak.. Key.. Panggil Aku Key atau Kesya" Teriak Kesya dari dapur yang mendengar Sasa memanggil dirinya dengan sebutan Mbak.
Sasa meringis mendengar jeritan Kesya. "Iya, Ke-sya pinter banget buat kue."
" Gitu Doong.. kan enak di dengernya kakak ipar.." Teriak Kesya.
" Apaan sih teriak-teriak" Tegur Mami Shella.
" Namanya juga Tarzan Mi, yaa gitu.. Bawaannya teriak Mulu" ejek Vina.
" Mbak, ingaat lagi bunting.." Teriak Kesya.
Bara baru saja selesai mengecek usaha ekspedisi nya. Alhamdulillah, usahanya semakin lancar, bahkan Bara siap untuk membuka cabang di tempat lain. Mungkin ini berkat doa Sasa juga. Rezeki sang istri.
Drrrtt...drrt...
Bara menatap ponselnya yang menampilkan nomor tidak di kenal.
" Assalamualaikum"
"....."
" Ya Tante, ini Bara." Bara mengerutkan keningnya saat mendapatkan panggilan dari Mamanya Lia.
"......"
" Maaf Tante, Bara tidak bisa. "
"......"
" Maaf Tante, Bara sudah menikah, dan Bara tidak mau menyakiti perasaan istri Bara. Sekali Bara minta Maaf Tante, bukannya Bara bermaksud tidak sopan, tapi antara Bara dan Lia memang sudah berakhir Tante. Lagi pula, bukankah istri Bara sudah mencabut semua tuntutan yang Bara ajukan. Setidaknya Tante bisa berterima kasih kepada Istri Bara dengan menghargai perasaannya. Maaf Tante, Bara tidak bisa berpura-pura masih memiliki hubungan dengan Lia. Selamat sore Tante, Assalamualaikum."
Bara memutuskan panggilannya. Ini bukan pertama kalinya Mama Lia menghubungi Bara untuk meminta Bara kembali menjalin hubungan dengan Lia, agar kesehatan Lia kembali pulih. Tapi Bara memang tidak ingin ada lagi hubungan apapun kepada Lia, walaupun itu hanya sebatas pertemanan.
Dirumah Mami Shella, Vina sedang menggoda Sasa yang sedang memakai Henna di tangannya.
" Cantik bangeet.. Penuhi Mbak, sampai ke sikunya. Biar kayak orang india-india gitu.."
" Jangan dong Mbak, sampai telapak tangan aja."
" Panggil Mbak sekali lagi, maka satu badan nanti aku suruh pakaikn Henna nya."
" Ehh, iyaa.. emm.. Vi-na. Emm, sampai telapak tangan aja Henna nya."
" Sampai pergelangan aja Mbak, biar cantik.. "
" Tapi.."
__ADS_1
" Udah, Mbak tenang aja.. keringnya sebentar kok.. Kalo lapar dan haus, entar tinggal bilang aja."
Bara yang baru pulang dan mendapati pemandangan di hadapannya langsung tersenyum lebar. Fikirannya sudah traveling untuk mengerjai Sasa yang tidak bisa bergerak karena kedua tangan dan kakinya dipakaikan Henna.
" Waah, cantik banget istri Aku.." Bar langsung mencium bibir Sasa tanpa memperdulikan keadaan sekitar.
" Mas, Malu tau.." Sasa menutup wajahnya dengan lengannya.
" Iih, Mas Bara gitu dia. Main nyosor aja. Kayak bebek angsa." Gerutu Vina.
" Biarin, bilang aja kalo cemburu."
" Ngapain cemburu, kalo pingin tinggal minta.. Wweeekkk.."
" Bara, ganti baju dulu sana." Tegur Mami Shella.
" Iya Mi."
" Waah, udah pasang Henna yaa, Tante mau dong." Tante Mega datang sambil menggendong Anggelina.
" Tunggu antrian Mi.." Vina menyengir.
" Dasar bumil, pingin juga rupanya."
" Iyaa dong.. Kapan lagi coba, mumpung lagi ada acara."
" Key mau juga.." Kesya yang baru selesai membuat cake pun ikut bergabung.
" Upik abu mandi dulu sana, baik keringat."
" Terus ejek Mbak.. teruus.. ingat lagi bunting.."
" Iihh, kesyaa.. Amit.. amit.. jabang bayi.."
Kesya langsung menyengir dan kabur sebelum Mami Shella memukulnya karena terus menerus mengganggu Vina. Kesya masuk kedalam kamarnya, dan membersihkan dirinya. Veer dan Qila berada di rumah Om Nazar, biar tidak terganggu bermainnya dengan lalu lalang orang-orang yang sedang mendekor rumah Mami Shella.
Bara duduk di sebelah Sasa, yang sedikit lagi selesai menggunakan Henna. Vina benar-benar membuat seluruh tangan Sasa penuh dengan Henna.
" Kenapa? Gatal?" Bara melihat Sasa yang memiringkan kepalanya dan menggesek di bahunya.
" Heum Mas, telinga aku gatal banget."
" Sini Mas garukin.." Bara pun menggaruk telinga Sasa.
" Maas, jangan di gelitikin. geli tau.. Nanti aku sesak pipis."
" Biar Mas gendong ke kamar mandi kalo kamu sesak pipis." Ujar Bara dengan wajah liciknya yang hanya Sasa saja yang tahu.
" Dasar Beruang mesum."
" Oh yaa, Bukde dan Pakde udah sampe?"
" Udah, lagi istirahat di kamar Mbak Vina."
" Ohh, yaudah kalo gitu. Biar mereka istirahat aja dulu. " Bara meminum jus Yang ada di meja. Sasa memandangnya dengan menelan ludahnya.
" Mas, mau.."
" Heemm.." Bara memonyongkan bibirnya.
" Dasar jorok, gak sopan tau di lihat orang"
Bara terkekeh, setelah menelan air yang ada di dalam mulutnya. " Bercanda mungil."
Bara memberikan jus jeruk kepada Sasa. "Segar?"
"Banget Mas, makasih yaa.."
" Sama-sama mungil."
Sasa bersyukur memiliki suami yang sangat baik dan menyayangi nya. Sasa berdoa, semoga dirinya berjodoh dengan Bara hingga maut memisahkan mereka.
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
__ADS_1
Salam SaBar... (Sasa & Bara )