Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 73


__ADS_3

Fatih melajukan mobilnya dengan kecepatan 40km/jam. Ia sengaja berlama-lama agar bisa lebih lama bersama sang pujaan hati yang mana telah resmi menjadi tunangannya saat ini. Fatih juga menggenggam tangan Raysa sepanjang perjalanan pulang. Begitu pun dengan Raysa yang juga membalas genggaman tangan Fatih.


"Kamu cantik banget malam ini." Puji Fatih yang mana membuat Raysa semakin tersipu malu.


"Kan Abang yang dandanin. Aku gak yangka kalo Abang  bisa dandani Aku."


Fatih terkekeh, "Aku juga gak tau kenapa bisa dandani kamu. Tapi emang dasar kamunya aja yang cantik, jadi bagaimana pun hasilnya tetap aja cantik."


"Gombal deh."


"Serius, kamu memang cantik." Fatih mengecup punggung tangan Raysa, yang mana membuat Raysa semakin merona.


"Kamu mau roti bakar gak?" Tanya Fatih yang merasa perutnya sedikit keroncongan.


Fatih tak banyak makan tadi, karena terlalu bahagia di saat dirinya sudah resmi bertunangan dengan Raysa.  Fatih juga heboh memperkenalkan Raysa kepada sahabat, teman, dan keluarganya, hingga seluruh anggota keluarga memutar bola matanya malas.


Fatih juga memasang video dan juga foto ke sosial media nya, yang mana membuat teman-temannya yang ada di Bandung pada heboh.


Ada yang bilang kalo Fatih terlalu menghayal, dan ada juga yang bilang kalo fatih tukang tikung dan menghancurkan harapan teman-temannya yang mengenal Raysa saat Fatih membawanya ke pembukaan cafe milik Rian.  Bukan Fatih namanya jika tak heboh jika sudah mengenai Layca nya.


Fatih menghentikan mobilnya di pinggir jalan, ia membuka seatbel nya dan turun, begitu pun dengan Raysa.


"Loh, kamu kok ikut turun?" tanya Fatih yang terkejut mendapati Raysa ada di sebelahnya.


"Iya, bosan juga sendirian di dalam mobil."


Percayalah, itu hanya alasan Raysa saja, karena tadi Raysa melihat beberapa wanita yang juga sedang mengantri untuk membeli roti bakar. Mereka langsung membelalakkan matanya di saat melihat Fatih keluar dari mobil, seakan ingin memakan Fatih. mana mungkin Raysa membiarkan para perempuan yang tak di kenal itu bisa sepuasnya dan  berimajinasi bersama Abang Fatih nya.


Raysa merangkul lengan Fatih dengan manja, seolah mengatakan jika Fatih adalah miliknya, dan kalian para perempuan kecentilan, jangan berani-beraninya melirik kearah Fatih.


Fatih tersenyum di kala melihat sikap Raysa yang manja. Bukannya Fatih tak tahu jika Raysa saat ini sedang menunjukkan kepemilikannya. Fatih tentu saja dengan senang hati membiarkan sang tunangan pujaan hatinya bergelayut manja. Asal gak di depan Daddy Bara aja, bisa habis dia di kuliti.


Selesai membayar, Fatih menggenggam jari jemari Raysa dengan lembut, membuat wajah Raysa merona dan jantungnya berdegup dengan kencang. Raysa juga merasa sangat senang sekali di saat melihat wajah-wajah wanita yang sedari tadi menatap Abang Fatih nya dengan lapar.


"Kamu pasti tadi lagi cemburu kan?" Ujar Fatih yang ingin menggoda sang tunangan.


"Enggak ah, siapa yang cemburu? geer." Ujar Raysa sambil menoleh kearah lain.


"Oh ya? Jadi gak cemburu nih?"


"Gak tuh."


"Tau gak cemburu, tadi aku ajak ngobrol aja cewek cantik yang natap aku di sana."


"Awas aja kalo berani, aku congkel mata Abang." Ujar Raysa dengan merajuk.


Fatih terkekeh. "Kamu emangnya gak pandangi aku tadi? Kan kamu yang paling cantik di sana." Ujar Fatih yang mana membuat Raysa mencebikkan bibirnya.


"Dasar gombal."


"Tapi kamu cinta kan ya?"


"Banget,'


"Gitu dong, aku juga cinta banget sama kamu." Fatih mengecup punggung tangan Raysa, yang mana membuat Raysa semakin merona.


Mobil Fatih berhenti tepat di depan rumah Raysa. Fatih pun membukakan pintu mobil untuk sang pujaan hati.


"Silahkan tuan putri."  Ujar Fatih sambil mengulurkan tangannya.


Raysa terkekeh dan menerima uluran tangan Fatih.


"Terima kasih , Pangeran ku."


Fatih dan Raysa pun masuk kedalam rumah, di mana Daddy Bara sudah menunggu kepulangan sang putri satu-satu nya itu.


"Assalamualaikum, Daddy mertua." sapa Fatih dengan malu-malu.


"Walaukumsalam, udah, sana pulang kamu." Ujar Daddy Bara.

__ADS_1


"Kejam amat yak sama calon menantu."


"Gak baik di lihat tetangga kalo kamu malam-malam masih di sini."


"Iya Dad, Fatih pulang ya, Assalamualaikum." Fatih mencium punggung tangan Daddy Bara.


"Walaikumsalam."


Fatih sempat mengedipkan matanya sebelah kepada Raysa, yang mana membuat Raysa tersenyum malu. Daddy Bara yang melihat itu pun memutar bola matanya malas.


"Dasar bucin." Ujar Daddy Bara kepada sang putri.


"Kayak yang bilangnya enggak aja." cibir Raysa dan menjulurkan lidahnya kepada sang Daddy.


"Kamu ya, udah berani sama Daddy."


Raysa langsung meminta ampun dan bergegas berlari menaiki kamarnya. Daddy Bara hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah manja sang putri.


"Putri kamu, Bun." ujar Daddy Bara kepada Bunda Sasa yang baru saja meletakkan secangkir coklat hangat di hadapan Daddy Bara yang ingin menonton acara tentang patroli polisi di sebuah statisun televisi ternama.


"Sifatnya mirip kamu, Mas."


Iya lah, masa mirip tetangga. Kan kamu buatnya sama aku." Ujar Daddy Bara sambil menaik turunkan alisnya menggoda Bunda Sasa.


"Dasar genit."


"Tapi kamu suka kan di genitin aku."


"Terpaksa."


"Oh, jadi terpaksa nih hmm?" Ujar Daddy Bara yang sudah menyusupkan tangannya ke dalam baju Bunda Sasa.


"Mas, nanti kalo anak-anak keluar trus liat gimana? Dasar mesum."


"Kalo di kamar gak ada yang lihat, mau?"


"Gendong." Ujar Bunda Sasa dengan Manja.


Jangan di tanyakan lagi apa yang Bunda Sasa dan Daddy Bara lakukan di dalam sana. yang jelas mereka saling bekerja sama dan menjadi tim hebat untuk menghasilkan keringat dan suara-suara seksi yang menggetarkan jiwa.


*


Raysa baru saja membersihkan dirinya, ia terus tersenyum di saat mengingat ciumannya dengan Fatih.


"Ca, mesum banget sih fikiran lo." Seru Raysa kepada dirinya sendiri.


Raysa meraih ponselnya dan mengecek apa ada pesan dari sang pujaan hati?


Senyum Raysa mengembang di kala melihat sebuah pesan dari fatih yang memberitahukan jika dirinya sudah sampai di rumah dengan keadaan sehat wal'afiat.


Me: Jangan lupa bersihi badan dulu sebelum tidur.


Tak butuh waktu lama, pesan balasan pun langsung di dapat oleh Raysa.


Fatihku : Iya sayang. Met malam, mimpi indah. emocium.


Raysa tersenyum dan memegang kedua pipinya yang memanas karena membaca balasan pesan dari fatih. Sepertinya malam ini Raysa akan bermimpi indah.


Keesokan pagi nya Fatih sudah berada di rumah Oma Shella. Raysa tak mengetahui kehadiran Fatih di sana. jadi, dengan santainya Raysa turun dari kamarnya dan menghampiri Bunda Sasa di dapur.


"Selamat pagi Bunda ku sayang." Ujar Raysa dengan wajah baru bangun tidurnya.


"Pagi sayang, jorok banget sih anak gadis. Pergi cuci muka dulu sana."


"Iya Bun, ini juga mau cuci muka."


Bukannya melipir ke kamar mandi, Raysa malah mengambil udang yang baru di goreng oleh Bunda Sasa dan memasukkannya kedalam mulut.


"Cuci muka dulu, Layca."

__ADS_1


Suara bariton yang terdengar khas di telinga Raysa pun, Raysa langsung menoleh kearah sumber suara yang tengah menikmati kopi hangat buatan Bunda Sasa. Raysa melototkan matanya dan menarik rambutnya yang pendek untuk menutupi wajah bantalnya.


"Iih, Bunda kok gak bilang ada Abang Fatih di sini?" gerutu Raysa.


"Loh, udah besar gitu badannya masa gak lihat sih?"


"Ica fikir tadi Ibra."


"Mana ada Ibra gondrong gitu."


Fatih terkekeh melihat Raysa yang malu-malu kucing begitu. Biasanya ia tak pernah peduli dengan penampilannya. Bahkan Raysa pernah memberikan napas naga nya kepada Fatih di saat dirinya baru bangun tidur.


Raysa langsung berlari ke kamarnya dan menuju kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.


"Layca lucu Bun. Biasanya Fatih di sambut dengan nafas naga nya." ujar Fatih sambil terkekeh.


"Namanya juga lagi jatuh cinta, ya gitu deh. Mana mau terlihat buruk di depan orang yang di cintai."


"Tapi Fatih terima Layca apa ada nya, Bun."


"Iya, Bunda tau kok."


Bunda Sasa dan Fatih pun mengobrol tentang bagaimana seseorang tengah jatuh cinta.


"Bunda dulu ada gitu juga? Jaim?"


"Engg. kayaknya enggak deh. Cuma Bunda minder aja karena status Bunda dan Daddy yang berbeda."


fatih pun tersenyum mendengarkan cerita tentang perbedaan status yang tak boleh menjadi penghalang dalam sebuah hubungan. Fatih pernah sempat berfikir jika dirinya tak pantas untuk Raysa, di saat mendengar perkataan Oma Mega. Namun Fatih sadar, jika cinta itu tak memandang sebuah status. Seperti halnya fati mencintai raysa bukan karena dia anak dari Daddy Bara ataupun Raysa seorang polwan. Tapi fatih mencintai Raysa karena hatinya yang sudah memilih Raysa dan bukan orang lain.


"Oh ya, cewek yang semalam bareng sama Farhan itu teman kamu? Siapa namanya?"


"Iya Bun, namanya TIssa."


"Anaknya cantik ya, kalo gak salah Bunda, dia yang datang ke pesta pernikahan Veer kan ya? yang dansa sama kamu."


"Iya Bun, kebetulan dia lagi di jakarta."


"Anaknya cantiknya, seksi lagi. kamu gak tertarik?"


Tanpa Bunda Sasa dan Fatih ketahui, Raysa mendengar percakapan mereka. Raysa kesal, karena Fatih pernah berdansa dengan Tissa, sedangkan dengan dirinya? Hah.... Salah siapa coba yang nilak berdansa dengan Fatih di saat pertunangan Quin.


Fatih terkekeh sebelum menjawab pertanyaan Bunda Sasa. "Tissa itu anaknya baik, tapi emang Fatih nya aja yang gak tertarik dengan dia. Begitu pun sebaliknya. Emang sih, dulu Mami pernah mau jodohi aku sama Tissa, tapi ya mau gimana lagi, aku dan Tissa emang gak ada rasa saling ketertarikan gitu."


"Bunda percaya sama kamu. Tapi, Bunda lihat sepertinya Tissa menyukai Farhan? Ini sih tebakan Bunda aja. habisnya cara di memandang Farhan itu berbeda."


"Tuh kan, Bunda aja bisa ngeliat kalo Tissa suka sama Farhan. Lah si Farhannya malah kagak bisa lihat, aneh kan?"


"Biasa itu terjadi di kota-kota besar." Ujar Bunda Sasa dan mereka pun tertawa.


Tak berapa lama Raysa bergabung dengan waajh juteknya.


"Kok manyun gitu? kenapa?"


"Gak ah, biasa ja."jawabnya dengan bibir manyun yang menggemaskan.


Boleh gak sih sembunyiin Bunda Sasa dulu ke mana gitu? Fatih gemes banget pigin cium bibir manyun Layca nya.


 


 


 


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..

__ADS_1


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2