
Kini kau tlah menemukan dia ...
Seseorang yang mampu membuatmu bahagia ...
Ku iklaskan kau bersanding dengannya ...
Aku titipkan, dia ...
Lanjutkan perjuanganku tuk nya ...
Bahagiakan dia, kau sayangi dia ...
Seperti ku menyayanginya ...
Kan ku iklaskan, dia ...
Lanjutkan perjuanganku tuk nya ...
Kan ku terima ...
Dengan lapang dada ...
Kau lah jodohnya ...
Raysa meneteskan air matanya mendengar sebait lagu yang di nyanyikan oleh Daddy Bara. Raysa pun berjalan menghampiri sang Daddy dan memeluknya dengan menangis terharu.
“Teruslah tetap bahagia, sayang.” Daddy Bara mengecup kening Raysa sambil menitikan air matanya.
Pesta pernikahan Fatih dan Raysa termasuk salah satu persta termeriah tahun ini. Di mana Tissa akan melakukan sebuah pertunjukan lukis yang sangat indah. Di mana Tissa akan melukis Fatih dan Raysa di bawah kanvas berwarna hitam, yang mana nantinya Tissa akan menaburi kanvas tersebut dengan serbuk emas.
Banyak kalangan polisi yang memiliki jabatan tinggi juga menghadiri pesta tersebut. Fatih juga masih merasakan kekaguman saat ia datang bersama Raysa, para teman-teman Raysa memerikan hormat senjata kepada mereka. Ini benar-benar bagaikan sebuah pernikahan impian Fatih. Fatih tak menyangka bisa menikah dengan di iringi
hormat pedang saat mereka berjalan di atas karpet merah menuju pelaminan.
Belum lagi Raysa yang melakukan pertunjukkan tarian piring yang berasal dari kota minang tersebut. Fatih tak tahu kapan Raysa belajar menari, karena Raysa tak mengatakan kepadanya. Bunda Sasa dan Daddy Bara juga tak mengetahui tentang agenda tambahan ini, yang mana ternyata Raysa sengaja ingin memberikan kejutan untuk semua orang, terutama Fatih, sang suami.
__ADS_1
Mc kembali mengambil perhatian pra tamu undangan karena sebentar lagi Tissa akan melakukan pertunjukkan seninya. Farhan langsung berdiri di barisan paling depan untuk melihat pujaan hatinya itu. Sedari tadi Farhan mencari keberadaan Tissa, namun gadis tersebut tak menampakkan batang hidungnya. Dan Farhan tahu sekarang
alasannya karena Tissa tak terlihat, itu karena Tissa sedang mempersiapkan dirinya untuk melakukan pertunjukkan.
Tissa naik keatas panggung dan membungkukkan tubunya sedikit untuk memberi hormat kepada seluruh tamu undangan. Tissa meraih mic yang di berikan oleh Mc, ia ingin mengucapkan sepatah dua patah kata untuk raja dan ratu hari ini.
“Buat sahabat aku, Fatih dan Raysa. Perjuangan cinta kalian sungguh benar-benar menguras air mata aku, karena aku adalah saksi bagaimana Fatih menangis dan tertawa. Bagaimana Fatih berjuang dan bersabar. Aku beruntung bisa berteman dengan kalian, karena kalian mengajarkan aku bertahan untuk tetap bisa tegar di atas kaki aku
sendiri. Aku berdoa agar kalian menajdi pasangan dunia dan akhirat yang tetap terus bersama, bahagia bersama, dan menua bersama. Selamat atas pernikahannya dan jangan lupa cepat berikan aku keponakan yang lucu.”
Fatih mengacungkan jempolnya yang mana membuat seluruh tamu undangan pun bersorak bahagia. Terutama sorakan terdengar jelas dari suara Lucas dan Lana. Duo L itu selalu kompak jika sudah urusan sorak menyorak. Seeprtinya mereka cocok bergabung di tim penyorak yang selalu tampil saat ada pertandingan basket.
“ Aku ucapkan Selamat menjadi pengantin baru dan semoga berbahagia selalu. Aku mencintai kalian.” Tissa berikan kecupan dari jauh untuk Raysa dan Fatih.
Beberapa tamu undangan sudah menyiapkan ponselnya untuk merekam aksi Tissa.
“Bisakah kalian lebih romantis, Aku akan melukis kalian dalam waktu 15 menit.”
Fatih pun merangkul pinggang Raysa, mereka mengambil posisi yang elegan setelah di berikan arahan oleh seorang fotografer yang membantu Tissa untuk mengarahkan gaya Fatih dan Raysa.
“Perfect.”
lentiknya.
Bisik-bisik dari tamu undangan pun mulai terdengar, banyak yang menerka-nerka lukisan apa yang sedang di buat oleh Tissa, ada juga yang mengatakan jika Tissa mungkin sedang mengadakan pertunjukkan sulap. Tetapi tidak dengan Farhan yang menatap Tissa dengan kerinduan. Farhan benar-benar merindukan gadis yang tengAh fokus melukis tersebut.
Tissa terlihat kembali memegang mic nya.
“Bisa di bantu hitung semuanya?”
Mc pun mulai meminpin untuk menghitung mundur dari tiga, dua satu.
Paashh ....
Tissa melemparkan sebuk kuning keemasan itu ke atas kanvas, sehingga sebuk tersebut menempel sempurna
__ADS_1
di atas kanvas hitam kosong yang telah di coret-coret oleh Tissa tadi nya. Serbuk kuning tersebut pun menampilkan wajah Raysa dan Farhan yang sedang bergandengan dengan senyum yang merekah.
Para pengunjung berdecak kagum dengan hasil karya tangan Tissa. Bisa di pastikan jika Tissa akan mendapatkan job pernikahan mulai saat ini. Penampilan Tissa benar-benar membuat semua orang terpukau. Tepuk tangan
pun terdengar memenuhi ruangan.
Tissa menoleh kearah Fatih dan Raysa. Pengantin baru tersebut pun menunjukkan kekagumannya kepada Tissa sambil menunjukkan dua jempol mereka. Tissa bernapas lega karena hasil karyanya sempurna. Tissa tersenyum kearah penonton, tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata Farhan. Tak banyak ekspresi yang farhan tunjukkan saat itu. Bahkan Farhan tak memberikan tepuk tangannya untuk Tissa. Tissa tak ingin mengambil
pusing, ia langsung melihat ke arah lain dan membungkukkan sedikit tubuhnya untuk mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan yangs udah memberikan tepuk tangan untuknya.
Setelah pertunjukkan fantastis yang di tampilkan oleh Tissa, saat nya pelemparan buket bunga dari pengantin. Semua wanita yang jomblo pun langsung berbaris di belakang Raysa dan Fatih. Termasuk Nanda, Desi, Momol dan Rian. Jo tak mau kalah, karena sedari tadi Jo perhatikan jika pria yang bernama Rian itu mencari perhatian Desi dan mengajaknya mengobrol. Desi pun terlihat genit malam ini, karena ia meladenin pria yang bernama Rian tersebut. Apa Desi mulai bosan dengannya? Untuk itu Jo ingin mengambil buket bunga dan memberikannya kepada Desi.
Tissa terlihat santai dengan kue yang ada di tanganya. Padahal sang Mama sudah menyuruhnya untuk berdiri di belakang Raysa dan Fatih, namun Tissa menolaknya dengan alasan belum ada kefikiran untuk menikah.
Mc pun mulai menghitung mundur untuk memberi kode kepada Raysa dan Fatih untuk melempar bunganya,
Tiga ... dua .. satu ..
Fatih dan Raysa pun melempar buket bunganya, namun siapa yang menyangka jika buket bunga tersebut di raih oleh seorang pria pendiam dan tampan.
Tissa sampai tersedak melihat siapa yang mendapatkan buket bunga tersebut.Mc pun mulai bertanya kepada si penerima buket bunga, untuk siapakah bunga tersebut?
Pria itu menjawab, untuk calon istri yang sangat di cintainya.
Tissa merasa hatinya yang masih terluka kembali teriris silet dan di beri perasan jeruk nipis. Sakit, hatinya sakit saat mendenagr Farhan mengatakan jika ia akan memberikan buket bunga tersebut untuk calon istrinya yang sangat di cintainya.
Tissa tersenyum miris dan membalikkan tubuhnya, agar tak ada satu orang pun yang melihat jika ada
satu tetes air mata yang mengalir di pipi nya.
**
Jangan lupa Vote ya setiap hari senin.
Jangan lupa like and komen.
__ADS_1
Salam Bahagia dari FATIH n RAYSA.
Salam Rindu dari FARHAN n TISSA