Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F 57


__ADS_3

"Kenapa? kamu gak suka sama resto ini? ini aku yang bikin loh sketsa bangunannya." Ujar Fatih mengambil atensi Raysa.


"Eh? suka kok, Bagus resto nya." Ujar Raysa dengan memaksakan senyumnya.


Raysa menatap punggung Fatih yang berjalan kearah meja yang di tempati oleh Tissa. Raysa menghembuskan napasnya, kemudian ia berjalan mengikuti Fatih.


"Hai Raysa, udah lama banget ya kita gak jumpa." Tissa bangkit dan menyambut Raysa dengan mencium kedua pipi Raysa. Raysa hanya bisa memaksakan senyumnya.


"Iya Kak, Kakak apa kabar?"


"Sangat baik, Sakin baik nya, berat badan aku sampai naik 2 kg, hadeew ...."


Raysa hanya tersenyum, pandangannya terarah kepada dada montok berisi milik Tissa dan pinggul Tissa yang sangat adui hai. Sedangkan dirinya? Hah, pantat tepos, dada rata. Yaa gak rata-rata banget sih, tapi gak sebesar punya Tissa.


"Loh, kok melamun? ayo duduk."


Tissa menarik tangan Raysa dan mengajaknya duduk di sebelah dirinya, di mana Raysa duduk berhadapan dengan seseorang yang tidak di kenalnya, sedangkan Tissa duduk berhadapan dengan Fatih.


"So, kalian mau pesan apa?" Tanya Rian memecah suasana.


"Yang terenak dan termahal di sini." Ujar Tissa yang mana membuat Rian tertawa terbahak-bahak.


"Oke, sesuai permintaan yang mulia." Ujar Rian sambil membungkukkan tubuhnya dengan tangan kiri ke punggungnya dan tangan kanan ke dada nya.


"Oh ya Raysa, kenalin ini Momol, Momol ini Raysa."


Momol yang sedari tadi menatap kecantikan Raysa pun dengan semangat 45 mengulurkan tangannya.


"Momol."


"Raysa." jawab nya sambil membalas uluran tangan dari Raysa.


"Cantik ...."


"Awas naksir, udah mau tunangan dia nya." jawab Fatih.


"Yaah, patah hati gue sebelum berjuang. Eh, tapi bukan sama Lo kan?" ceplos Momol.


"Ya gak lah, mana mau Raysa sama gue."


"Ya wajar, Raysa cantik, seperti bidadari dunia, sedangkan Lo? Jaka sembung." ujar Momol sinis.


Fatih tak peduli dengan ucapan Momol, sudah biasa dia mendengar teman nya itu asal berbicara, sama seperti dirinya.


"Jadi juga Rian beli lukisan Lo?" Tanya Fatih kepada Tissa.


Tissa pun menolehkan kepalanya kepada sebuah sketsa gambar kedua orang tua Rian yang telah tiada. Raysa pun refleks juga mengikuti arah pandang Tissa dan Fatih.


"Iya, bagus gak? Gue awalnya takut hasilnya gak bagus. Lo tau sendiri, melukis seseorang yang berarti itu berbeda dengan lukisan biasa."


"Bagus kok, karya kamu semua nya bagus."


"Syukur deh, eh Raysa, menurut kamu gimana? bagus gak?" Tanya Tissa.

__ADS_1


"Hmm? bagus kok Kak."


Tissa tersenyum, "Oh ya, nanti kamu datang ya ke pameran lukisan aku."


"Insya Allah, kak."


Tiba-tiba saja mata Raysa melihat ke jam tangan yang di gunakan oleh Fatih dan Tissa. Jam tangannya terlihat sangat mirip, apa itu jam tangan couple?


"Eh, jam tangan Lo baru, Fat?" Tanya Rian yang baru saja meletakkan minuman di dekat Fatih.


"Hmm," Ujar Fatih sambil melihat ke jam tangannya, kemudian melirik kearah Raysa.


"Tissa kayaknya juga, jangan-jangan kalian?" tambah Momol.


"Kenapa? ada yang salah kalo jam tangan kami emang beneran Couple?" Jawat Fatih.


Sebenarnya Tissa merasa tak enak dengan Raysa, karena terlihat jelas di mata Tissa jika Raysa seolah tak menyukai hal itu.


"Santai Bro, jangan nyolot gitu, ha ... ha ... tapi kalian emang pasangan serasi sih, sama-sama somplak. Gue doain Lo berdua jodoh dunia akhirat."


Tissa hanya menggelengkan kepalanya, sudha cukup sering ia mendengar jika teman-teman Fatih yang menjadi teman bisnisnya itu menjodohkan mereka. Tapi mau gimana lagi, di hati Fatih hanya ada Raysa, dan saat ini di hati Tissa sudah di penuhi oleh Mr. F.


Tanpa mereka semua sadari, ada sesuatu yang retak di hati Raysa. Ya, Raysa merasa apanyabg di katakan oleh teman-teman Fatih dan Tissa ada benarnya, mereka terlihat sangat cocok. Tapi Raysa tak ingin menyerah, seberapapun Tissa dan Fatih terlihat sangat cocok, Raysa akan tetap membuat Fatih bertahan di sisi.


"Fat, Lo nyanyi dong !!" Pinta Rian.


"Gue lagi lapar malah Lo suruh nyanyi."


"Ntar kalo pelanggan Lo kabur gimana?"


Rian terkekeh, "Gue takutnya mereka lari kedalam pelukan Lo."


"Oh ya, Raysa dari tadi diam aja. Fatih nyebelin gak?" Tanya Momol yang tak bisa mengalihkan perhatiannya dari wajah cantik Raysa.


Raysa pun menoleh kearah Momol, dengan percaya diri Raysa menjawab. "Gak kok, Fatih baik."


"Waaah, baru satu cewek yang ngatain Lo baik, Fat."


"Ya elah, emang ada cewek lain yang dekat sama si cucungut satu nih, palingan yang gue tau cewek yang dekat dan selalu nempel di mana ada Fatih cuma dua, Rara dan Tissa." Tambah Rian.


Raysa menoleh ke arah Momol. 'Rara?' apa ada perempuan lain selain Tissa? siapa lagi Rara? kenapa saingan Raysa jadi bertambah sih? Raysa mendengus kesal, dan Fatih melihat itu. Bahkan Tissa menyadarinnya, karena Tissa berada di sebelah Raysa.


Pelayan pun datang mengantarkan menu makanan yang spesial untuk para tamu spesial bos nya itu.


Raysa menatap seafood saos Padang di atas meja nya. Raysa sebenarnya suka, tapi Raysa tak bersemangat untuk memakannya karena biasa nya Fatih yang akan membukakan cangkang kepiting itu untuk nya. Tapi saat ini, Fatih malah duduk jauh dari nya.


"Sa, tukeran yuk ...." Pinta Fatih yang mana membuat Tissa hanya menuruti nya saja.


Raysa sedikit terkejut dan bahagia saat Fatih duduk di sebelahnya.


Fatih langsung mencuci tangannya dan mengambil tang khusus penjepit kepiting dan membuang kulitnya, lalu memberikannya ke atas piring Raysa.


Momol dan Rian langsung menoleh dan memperhatikan Fatih dan Raysa secara bergantian.

__ADS_1


"Curiga gue, romantis banget Lo sama adik sepupu Lo?" Celetuk Rian, yang mana membuat Momol dan Tissa menoleh kearah Rian.


Tissa tak habis fikir, kenapa Fatih sampai memperkenalkan Raysa sebagai sepupu nya? Jauh kali silsilahnya. Bahkan gak dapet kalo memurut garis keturunannya.


"Emang nya ada yang salah? gue sebagai Abang yang baik sudha sewajarnya dong membuat adik gue nyaman." Ujar Fatih yang masih sibuk membuang cangkang kepiting.


"Gue mau dong jadi adik Lo."


Momol menyodorkan piringnya kearah Fatih, namun Fatih hanya meliriknya sekilas, kemudian memberikan cangkang kosong kepada Momol. Momol berdecak kesal dan membuang cangkang tersebut.


Rian dan Tissa pun tertawa.


"Aww ...." Tissa meringis saat tangannya tergores cangkang kepiting yang sudah pecah.


Fatih menoleh dan langsung mengambil tangan Tissa. Fatih mengh*sap tangan Tissa yang terkena cangkang kepiting yang sudah berlumuran saos, kemudian ia mengecek apa ada yang terluka atau tidak.


Kretaaak ...


Apa kalian mendengarnya??? ya, itu adalah hati Raysa yang retak saat melihat adegan romantis itu kembali tepat depan mata kepalanya.


Rian dan Momol saling melirik dan seolah berbicara melalui mata mereka. Seolah mengatakan bahwa sudah terjadi sesuatu kepada Tissa dan Fatih.


"Udah, aku gak papa. Cuma tergores dikit aja." Tissa menarik tangannya karena merasa tak enak dengan Raysa.


Fatih meraih kepiting milik Tissa dan membantu nya mengupas kulit nya. Raysa yang merasa kesal pun mengupas sendiri cangkang kulit kepiting sambil menahan rasa sakit di hati nya.


Fatih yang sudah selesai membantu Tissa pun menoleh kearah Raysa, ia mengambil alih tang yang di pegang oleh Raysa saat melihat Raysa kesusahan.


"Aku bisa sendiri." Ujar Raysa sambil menahan tang tersebut tetap berada di tangannya.


"Biar aku aja," Fatih berkata dwngan lembut.


"Gak perlu." Jawab Raysa jutek dengan menahan rasa sakit dan air mata yang mulai menggenangi mata nya.


"Layca." Tegur Fatih dingin dan tak ingin di bantah.


Raysa perlahan mengendurkan pegangannya pada tang tersebut dan membiarkan Fatih mengambil alih.


Momol dan Rian pun kembali saling memandang, seolah mereka sedang menonton sebuah kisah cinta segitiga yang nyata di hadapan mereka. Terlihat jelas di mata mereka, jika Raysa cemburu dengan perlakuan Fatih terhadap Tissa. Tapi, bukankah Fatih mengatakan jika Raysa sudah memiliki pacar dan mereka akan segera bertunangan?


Jangan lupa follow aq yaa..


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....

__ADS_1


__ADS_2