Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 92 " Aku mencintai mu"


__ADS_3

Bara mengemudikan mobilnya menuju aparatemen sasa.


"Kok aparatemen?" Sasa menatap wajah Bara yang tersenyum penuh arti.


" Nanti kamu juga tau." Bara turun dari mobil, berlari menuju pintu mobil yang lain untuk membukakan pintu untuk Sasa.


" Silahkan turun Tuan Putri." Ujar Bara sambil membungkukkan badannya.


" Lebay iih ... "


Bara dan Sasa berjalan sambil bergandengan tangan. Satpam pun menyapa mereka dengan senyum yang mengembang. Bara sudah mengkonfirmasi pernikahannya dengan Sasa, agar pihak apartemen tidak berfikiran buruk terhadap Sasa yang membawa Bara menginap di apartemen nya.


Bara sudah tidak sabar lagi, saat Sasa membuka pintu, Bara langsung mendorong tubuh Sasa, dan membalikkannya serta mencium bibir Sasa dengan menggebu. Bara menutup pintu dengan kaki.


Sasa terkesiap dan tidak mampu membalas ciuman Bara yang penuh napsu.


" Masshh eemmppp" Sasa tidak bisa berbicara karena Bara terus menciumnya.


Bara melepaskan ciumannya saat Sasa memukul bahunya berkali-kali dan kuat.


Napas mereka saling memburu. Bara menyatukan kening mereka.


" Hah.. Maafin akuh.. Mungill.." Bara terengah, di hapusnya jejak Saliva di bibir Sasa.


Bara mendekatkan kembali wajahnya untuk mempertemukan bibirnya dengan bibir Sasa. Bara mencium Sasa dengan penuh cinta, lembut, dan tidak kasar seperti tadi.


Sasa sampai terlena dengan permainan bibir Bara. Tanpa Sasa sadari jika kemeja yang di pakainya sudah terlepas dan entah di mana keberadaannya.


Bara terus menuntun tubuh Sasa untuk berjalan mundur, sedangkan bibir mereka masih saling bertautan. Walaupun sesekali ciuman Bara pindah keleher Sasa, dan memberikan beberapa tanda di sana.


Hingga akhirnya mereka sampai dikamar Sasa. Bara membuka bajunya, Sasa yang mihat otot-otot Bara, menelan ludahnya kasar. Ingatan Sasa kembali ke 'milik' Bara yang besar dan panjang. Pasti sakit.. bisa berdarah-darah anu gue.. Mudah-mudahan gak sampai masuk rumah sakit karena kehabisan darah, batin Sasa.


Bara membiarkan boxernya tetap di sana, walaupun sesuatu yang di dalam sana sudah terlihat menonjol dan mengeras. Sasa kembali mencumbu Sasa, hingga benar-benar membuat Sasa basah dan melayang.


" Aku masukin sekarang yaa?" Bisik Bara.


Sasa menganggukkan kepalanya pasrah. Berharap tidak akan terjadi pendarahan hebat nantinya.


Dengan mengucapkan Bismillah, dan membaca doa. ( Telat Bara bacanya, seharusnya dari awal Lo mau mesumin Sasa Li baca doanya.) Sudahlah, biar telat yang penting sempat terbaca oleh Bara.


"Akkhh..." Sasa terkesiap dna meremas punggung Bara.


" Kamu sangat sempit mungil." Desis Bara dan berusaha menerobos berkali-kali untuk membuka pintu surga dunia.


Bleessshh...


Terdengar suara rintihan kuat Sasa yang dibarengi dengan cengkraman kuku-kukunya di punggung Bara. Di tambah desisan Bara yang merasa miliknya ngilu dan sedikit sakit.


Bara menghapus air mata Sasa yang mengalir dari sudut matanya.


" Maaf mungil, ini memang sakit. Tapi aku janji, setelah ini kamu akan merasa nyaman dan menikmatinya."


Bara mengecup bibir Sasa, dan perlahan mulai menggoyangkan pinggulnya. Desahan demi desahan terdengar saling bersahutan. Hingga akhirnya mereka mengerang kuat bersama hingga pelepasan itu tiba.


Napas Bara yang tadinya memburu sudah kembali normal, dan terdengar teratur. Keringat yang bercucuran pun masih terasa lembab di seluruh tubuhnya. Bara baru saja membuka segel sang istri. Matanya tertutup rapat. Terlihat tenang bagaikan bayi.

__ADS_1


" Makasih mungil, aku mencintai mu. Sangat" Bara mengucapkannya dengan mata tertutup.


Satu bulir bening jatuh dari sudut mata Sasa. Perasaannya saat ini sudah campur aduk. Perih, senang, sedih, bahagia, dan tidak percaya jika semua ini adalah nyata.


Harta yang paling berharga di milikinya akhirnya di berikannyan kepada sang suami, orang yang sangat dia cintai. Sasa bersyukur, jika dia masih bisa memberikan apa yang seharusnya memang pantas suaminya dapatkan.


" Aku juga mencintai mu, Beruang madu ku."


Bara menarik tubuh Sasa agar semakin merapat dengannya. Bara mengecup kening Sasa. Sasa membalas memeluk tubuh Bara, dan mencium dagu Bara.


" Mungil, Aku mau lagi.. Boleh kan?"


Bara meraih ponselnya yang berada di atas nakas yang terus saja berbunyi. Tanpa melihat nama si penelpon, Bara langsung mengangkatnya.


" Assalamualaikum."


"....."


" Iya Mi, Bara bangun sekarang. makasih Mi udah bangunin."


"......"


" He..he..he.. Mami tau aja. Mami emang the best deh. Doain ya Mi biar cepat jadi cucu Mami."


"......"


" Walaikumsalam Mi."


Bara meletakkan kembali ponselnya. Rasa kantuk Bara pun menghilang. Bara melihat kearah Sasa yang tengah membungkus tubuh telanjangnya. Hah, entah berapa ronde semalam Bara lakukan dengan Mungilnya. Bisa di katakan jika dirinya dan Sasa Baru tertidur sekitar 30 menit yang lalu.


"Mungil, bangun yuuk.. kita sahur.."


" Eehmm." Sasa hanya bergumam dan kembali menarik selimutnya.


" Mungil.. Sayang, bangun yuukk.. Nanti kamu lemas loh kalo gak sahut." Bara berusaha kembali membangunkan Sasa.


" Aku ngantuk Mas. Semalam ada beruang ganas yang buat aku lelah." Gumam Sasa.


Bara terkikik geli mendengar gumaman Sasa. Beruang ganas? Ha..ha..ha.. salah sendiri kamu begitu nikmat mungil. Hingga milik Bara selalu ingin berada di dalam lembah kehangatan.


"Mungil, Ayoo bangun.." Bara menarik tubuh Sasa untuk duduk, dan menopangnya.


" Ngantuk Mas.." Sasa memeluk tubuh Bara dan menyandarkan kepalanya.


" Iyaa, mandi dulu yaa.. Habis itu makan."


" Hmm..."


Bukannya bangun, Sasa malah mendengkur halus pertanda jika dirinya kembali tidur. Bara menggelengkan kepalanya, semua ini ulahnya. Dan untungnya mereka melakukannya di apartemen. Jika di rumah, bisa di pastikan jika Bara akan kena siraman rohani dari Mami dan Daddy nya.


Bara menggendong Sasa ala bridal style, dan membawanya ke kamar mandi. Untungnya saat Sasa pergi, Bara sudah merehab kamar mandi ini dengan yang modern. Meletakkan bathub, shower, dan pemanas air.


Bara mengisi bathup dengan air hangat, dan kemudian air itu di basahi ketubuh Sasa. Sasa perlahan membuka matanya karena merasa air hangat yang mengalir di tubuhnya.


" Bersihi tubuh kamu dulu yaa.."

__ADS_1


" Iya Mas.."


Sasa berendam selama 10 menit, dengan Bara yang memberikan pijatan di tubuh Sasa. Dan jangan di tanya lagi, Sasa kembali tertidur.


"Dasar tukang tidur." Bara terkekeh melihat Sasa yang tidak terganggu sama sekali dengan pergerakan tangannya yang mengelus tubuhnya.


"Akhh.."


Bara terkekeh saat melihat Sasa terbangun dan melototkan matanya kepada Bara.


" Mass"


"Hi..hi.. habisnya kamu gemesin. Bisanya mandi sambil tidur."


" Salah siapa yang buat badan aku pegel dan lemas gini?"


" Iyaa.. iyaa.. Maaf ya.. Ya udah, sekarang kamu bersihi tubuh kamu di bawah shower. "


" Iyaa Mas, tapi Mas keluar dulu.."


" Kenapa?"


" Aku malu.." Sasa menundukkan wajahnya.


" Aku udah lihat keseluruhan tubuh kamu mungil, Bahkan aku sudah mencicipinya dan membuat kamu mendesshhmmpppp" Sasa menutup mulut Bara dengan tangannya.


"Dasar mesum. Bisa gak sih gak usah diingatin segala."


Waahh, jangan di tanya lagi bagaimana pipi Sasa, sudah merah bagaikan kepiting ungkep. Eh, ada gak yaa kepiting di ungkep? Ada-adain aja lah ya..


" Ya udah, kamu mandi yaa. Jangan tidur lagi."


" Iyaa Mas"


" Jangan lupa baca niatnya sebelum mandi." Ujar Bara sebelum keluar dari kamar mandi.


" Iya beruang madu ku.."


15 menit kemudian Sasa sudah keluar dari kamar mandi dengan keadaan lebih segar dan rambut yang masih terbungkus dengan handuk.


Kondisi yang segar membuat rasa kantuk Sasa semakin menjadi. Sasa merebahkan dirinya di atas kasur dan kembali terlelap.


Bara yang menunggu Sasa sedari tadi di meja makan akhirnya menyusul Sasa kekamar. "Dasar tukang tidur. Hah, sepertinya dia kelelahan."


Bara tidak tega melihat Sasa yang benar-benar sangat kelelahan. Bara membenarkan posisi tidur Sasa, dan menyelimutinya. Sebelum beranjak untuk membersihkan diri, Bara mengecup kening Sasa dengan sayang.


Bara menyelesaikan sahurnya, dan kemudian kembali ke kamar dan bertadarus sambil menunggu watu sholat subuh.


Bara bertadarus melalui aplikasi yang ada di ponselnya, tanpa sadar Bara ikut terlelap dan tertidur.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..

__ADS_1


Salam SaBar... (Sasa & Bara )


__ADS_2