
Tok..tok.tok..
" Sa, buruan ya.. Kakek Farel sudah tiba"
Sasa sontak membuka matanya. " Iy-iiyaa Mbak" Jawab Sasa gugup.
" Sepertinya kita harus menunda nya di lain waktu" Ucap Bara dan melepaskan pelukannya di pinggang Sasa.
Sasa dengan gugup membalikan badannya dan menuju kamar mandi. Sasa memegang jantungnya yang seakan ingin meloncat keluar Apa itu tadi? Kenapa dia memejamkan mata saat Bara ingin mencium nya lagi?.
Sasa menarik napas panjang dan membuangnya secara perlahan. Dia melakukannya hingga lima kali. Sasa keluar dari kamar mandi dan berharap Bara sudah tidak ada. Namun harapan Sasa sia-sai, Bara masih berada di dalam kamar dengan duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.
Bara menoleh kearah Sasa saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Bara tersenyum dengan sangat manis. ' Apa-apan itu? Senyum ala itu? Ukkhh, menyebalkan' Batin Sasa.
Sasa menggunakan lipstiknya dengan cepat dan keluar dari kamar tanpa berbicara dengan Bara. Jangankan berbicara, memandang Bara pun tidak. Sedangkan Bara sedari tadi matanya tidak lepas dari gerak gerik Sasa, hingga Sasa yang terlihat terburu-buru keluar dari kamar.
Bara tersenyum, bahkan senyumnya mengeluarkan tawa kecil, dimana dia sedang menertawakan perbuatannya. Saat bersama Lia, tidak pernah sekalipun Bara mencium Lia seganas ini. Bahkan jika Bara ingin mencium Lia, Bara selalu saja meminta izin, dan tak jarang juga Lia yang kadang sering nyosor untuk mencium bibir Bara.
Tapi ini? Mungilnya berhasil membuat Bara kehilangan kewarasannya. Asal tidak kebablasan saja fikirnnya. Sepertinya dia harus segera menghalalkan mungilnya itu.
Sasa keluar dari kamar, dan sudah ada Vina di ruang keluarga. Sasa langsung mendekati Vina. Vina tersenyum puas saat melihat baju yang di kenakan oleh Sasa sangat Pas, dan Sasa sangat terlihat cantik.
" Cantik banget kamu Sa,"
" Makasih Mbak"
Bara keluar dari kamar, dan terkejut saat mendapati Vano menataonya dengan curiga.
" Apa?" Tanya Bara dengan ekspresi menegangkannya.
" Ngapain Mas di kamar tamu?"
" Emang nya kenapa? Gak boleh? Mas baru ambil hadiah dari dalam" Ujar Bara asal karena tatapan Vano semakin menajam.
" Hadiah aoa? Mana?" Tanya Vano menyelidiki.
" Emm, itu .. "
" Ck, Mas ngapain sama Sasa di dalam?"
Bara langsung memucat dan membeku. Vano mendekat kearah Bara, dan membisikkan sesuatu.
" Aku liat loh Mas tarik Sasa dengan paksa masuk kembali kedalam kamar"
Jleeb..
Bara membeku, sedangkan Vano sudah terkikik dan meninggalkan Bara yang masih diam membeku. Setelah kepergian Vano, Bara merasa nyawanya yang terbang kembali ke tempatnya. Bara menyeka keringat dingin yang keluar dari dahinya. Di pegangnya dadanya yang berdegup dengan cepat.
Huufff, ternyata ketahuan dengan adik ipar itu sangat mengerikan.
Bara ikut bergabung dengan Vina, Vano, kiki dan Sasa. Mata Bara tidak lepas memandang Sasa yang memang terlihat sangat cantik. Walaupun di mata Bara, setiap hari mungilnya itu selalu cantik, apa lagi saat tubuh mulusnya it__. Bara menggelengkan kepalanya dan mengusir fikiran jahat yang mulai merasukinya. Ah, bayangan indah itu memang tidak akan pernah terhapus kan oleh Bara api si mesum.
" Lihat deh Mas, Mas Bara sampai gak berkedip gitu" Bisik Vina.
" Iyaa, " Ujar Vano, " oh ya, kamu tau kenapa wajah Mas Bara bisa lebam begitu?"
Vina menggelengkan kepalanya, " Dia gak mau cerita"
Vano mengangguk-anggukkan kepalanya. Tak berapa lama Arka pun tiba dengan menbawa sebuket bunga besar untuk Mami Shella, dan juga beberapa kado yang telah di bungkus rapi, untuk Daddy Roy dan Mami Shella.
" Udah siap semua?" Tanya Arka.
" Sudah Om"
Sasa dan Kiki menyambut kedatangan Leo, Anggun, Mega, Bram, Tuan Farel, dan Mami Laura. Beserta Baby Zein yang dalam gendongan Mega, dan Baby Anggelina yang berada di gendongan Mami Laura.
Semua persiapan sudah selesai, tinggal menunggu Ratu dan Raja yang sang pemilik acara. Tak berapa lama terdengar suara derum mobil. Duda dengan cepat turun dan membuka pintu untuk Mami Shella dan Kesya. Sedangkan Mobil Daddy Roy, di bawa oleh Jodi.
Arka sudah menunggu kedatangan sang istri di teras rumah Daddy Roy. Arka berdiri menyambut kehadiran sang istri dan mertuanya.
Arka memerintahkan Jodi dan Duda ikut bergabung di acara anniversary Daddy Roy dan Mami Shella. Dengan senang hati Duda bersedia, dan menarik Jodi ikut kedalam.
Mami Shella dan Daddy Roy merasa ada yang aneh, saat memasuki rumah, mereka sudah mencium wewangian yang berbau asal dari daging. Mami Shella dan Daddy Roy melangkahkan kakinya menuju halaman belakang.
" Happy Anniversary" Teriak Semuanya.
Mami shella sampai menangis karena terharu. Vina dan Bara langsung memeluk dan mencium Mami Shella dan Daddy Roy. Begitu pun dengan Kesya yang memang berjalan di belakang mereka.
" Kalian ini, benar-benar membuat Mami terharu"
" Mami suka?" Tanya Bara.
Mami Shella memasang kembali wajah cemberutnya, tetapi tidak bisa melepas senyum bahagianya.
" Kamu ini, hmm.. Andai Mami tau siapa yang berani-beraninya memukul wajah tampan anak Mami ini_" Ujar Mami shella sambil membelai bekas lebam di bibir Bara.
" Emangnya Mami mau bilang apa ke orang yang memukul Bara?" Tanya Bara penasaran sambil melirik kearah Sasa.
" Mami mau ngucapin makasih ke dia, karena udah memukul anak kesayangan Mami." Ujar Mami shella sambil menjewer kuping Bara.
" Aww...aww... sakit Mi" Rintih Bara.
Sasa sudah menelan ludahnya susah payah, bagaimana tidak ,wajah Bara lebam karena ulahnya.
Jodi dan Duda bertugas memanggang daging, Sasa ikut bergabung bersama mereka, tak berapa lama Bara pun ikut bergabung. Sasa sudah memutar bola matanya jengah, Bara Benar-benar membuatnya kesal, belum lagi dengan kejadian saat dia baru saja selesai mengganti bajunya dengan gaun milik Kesya. Dan Bara langsung menariknya masuk ke dalam kamar. Sungguh Bara api sialan, seenak jidatnya saja dia. Apa kurang lebam di wajahnya itu? Hingga Bara mengajukan Izin selama 2 hari agar lebam di wajahnya berkurang.
__ADS_1
" Jod, kamu sudah nembak Sasa belum buat jadiin Sasa pacar kamu?" Teriak Vina.
Jodi yang tadinya fokus memanggang, jadi terkena Bara api ditangannya karena mendengar pertanyaan Vina. Jodi hanya bisa tersenyum kikuk sambil mengibas-ngibas tangannya yang terkena bara api.
" Wah, Jodi, kamu harus gercep, jangan keduluan orang" Tambah Kesya.
Bara sudah menatap Kesya tajam, karena kesya tau jika Bara menyukai Sasa. Bisa-bisanya Kesya ikut mengompori Jodi untuk menembak Sasa agar menjadi pacarnya. Ini tidak bisa di biarkan. Mungil, ini semua salah kamu. Batin Bara.
Duda hanya menatap Jodi dengan tatapan menggoda seperti biasa, bagaimana tidak, Duda masih ingat saat mereka latihan bela diri, dan Sasa juga ikut. Tiba-tiba saja Bara datang dan menantang Jodi.
Flashback On
" Sa, kok Bara bisa ke sini?"
Sasa mengalihkan perhatiannya saat sedang melakukan pemanasan bersama Jodi. Bara berdiri dengan gagahnya di hadapan Jodi.
" Gue tantang Lo, kalo Lo bisa menang dari gue, Lo berhak jadi rival gue buat merebut hati Sasa"
"Tap__"
" Lo takut?" Bara menyeringai.
" Bukan gitu Mas, Tapi saya__"
Sasa yang memang ingin menghindar dari Bara pun menyetujui tantangan Bara.
" Oke, jika Bang Duda menang, Lo jauhi gue."
" Deal" Sasa dan Bara pun berjabat tangan tanda setuju.
" Semangat Jod, gue yakin Lo pasti bisa" Ujar Dodi menyemangati Jodi yang mana mendapatkan tatapan tajam dari Bara, Dodi pun menelan ludahnya.
" Bang, Lo pokoknya harus kalahi Dia, pliissss, tolong gue" Mohon Sasa.
Jodi hanya menghela napas lelah, dan dia pun melawan Bara. Bara menyeringai saat Jodi berkali-kali tidak dapat membalas pukulannya, bahkan Jodi juga sudah berkali-kali mendapatkan pukulan dari Bara. Sasa sudah lemas karena tau endingnya siapa yang menang.
" Jangan pernah bermimpi untuk memiliki Sasa, Sasa cuma milik gue" Bisik Bara yang hanya di dengar oleh Jodi. Jodi hanya menghela napas pelan, dan menerima uluran tangan Bara yang membantunya untuk berdiri.
Andai saja mereka bisa mendengar jeritan hati seorang Jodi. Hanya terdengar nama Ami yang bersemedi di sana.
Flashback off
Jodi menelan ludahnya susah payah, saat mendapati tatapan Berbara dari Bara. Sungguh malang nasibnya, padahal dia tidak memiliki perasaan apapun dengan Sasa, dan Sasa tau siapa wanita yang di sukai oleh Jodi, karena Jodi sering curhat dengan Sasa.
Jreeengg..
Petikan gitar dari Leo membuat semua mata tertuju kepada Leo.
" Kayak kurang pas nadanya" Gumam Leo, dan mengutak-atik gitar kayu tersebut.
Sasa yang memperhatikan Leo, yang terlihat kesusahan dalam mencocokkan nadanya berjalan kearah Leo dan meminta gitar tersebut. Dengan kelentikan tangan Sasa, akhirnya nada gitar pun sempurna. Tak berapa lama Gilang dan Mili pun tiba, bersama Baby Fatih yang berada dalam gendongan Gilang.
" Wah, udah pada ngumpul nich, maaf ya telat." Ujar Gilang dan menyalami Papi Farel dan Mami Laura. Serta menyalami Bram dan Mega, begitupun dengan Mili.
Tak berapa lama yang di tunggu pun keluar. Mami Shella tampak begitu anggun dengan gaun hitam yang di sediakan oleh anak-anaknya.
Sasa dan Leo masih sibuk dengan alat musik. Vina menghampiri Sasa, kemudian membisikkan sesuatu kepada Sasa.
"Mbak yakin aku yang nyanyi?" Tanya Sasa ragu.
" Hmm, Aku pernah dengar kamu nyanyi saat di toko."
" Tapi Mbak___ !??"
" Udah, kamu nyanyi aja yaa" bujuk Vina.
Sasa menatap kearah Leo, Leo menganggukkan kepalanya, seolah mengatakan kalo apa yang di Katakan Vina benar. Sasa menarik napasnya, kemudian dia hembuskan dengan pelan. Ini pertama kalinya dia bernyanyi di depan umum. Biasanya dia hanya bermain gitar aja.
Jreeng....
Sasa mulai memetik gitar, Sedangkan Leo mulai memukul-mukul cajon. Semua orang sudah berkumpul mendekati Leo dan Sasa yang tengah bermain musik.
Bara langsung terpesona dengan Sasa yang terlihat sangat menarik dengan gitarnya, dan jari lentiknya memetik sinar.
Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan s'lalu memujamu
Terdengar suara Sasa yang begitu lembut dan merdu. Vina mendekati Daddy Roy, dan memberikan Mic kepada beliau. Daddy Roy pun melanjutkan lirik lagunya, yang mana sesekali Sasa juga ikut menimpali.
Arka langsung melingkarkan tangannya di pinggang Kesya, Vano juga memeluk Vina dan baby zein, Papi Farel memeluk Mami Laura, Bram memeluk Mega dan putrinya Anggelina, dan Gilang memeluk Mili dan Fatih. Dodi, Jodi, Bara dan Kiki mohon bersabar, karena jomblo yang ngenes, harus menonton keromantisan para suami istri itu. Daddry Roy pun melanjutkan liriknya,
Disetiap langkahku
Kukan s'lalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semuaa
Hanya bersamamu ku akan bisa
__ADS_1
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna, Sempurna...
Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku
(Pada bagian ini, semuanya ikut bernyanyi bersama, kecuali Bara yang masih betah menatap Sasa)
Mata Bara tidak lepas menatap Sasa, di mana Sasa terlihat tersenyum melihat kedua orang tuanya. Bara juga sempat mengabadikan Sasa yang tengah tersenyum sangat manis.
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna, Sempurna...
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Kau adalah darahku (darahhku)
Kau adalah jantungku (jantungku)
Kau adalah hidupku (hidupku)
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sayangku, kau begitu
Sempurna, Sempurna...
Tepuk tangan langsung terdengar bergemuruh. Bara tersadar dari keterpanaannya. Kiki tiba-tiba saja mengambil setangkai bunga di atas meja, dan berlutut di hadapan Sasa.
Semua orang langsung berseru, bahkan Mami Shella sudah membelalakkan matanya.
" Kak Sasa yang cantiknya luar binasa"
" Biasa" Vano membetulkan ucapan Kiki"
" Iya, itu maksudnya. Mau kah menjadi kekasih ku?"
Terdengar suara tawa dari semuanya. Sasa Ingin menerima Bunga pemberian Kiki, namun gerakannya kalah cepat dari Bara.
" Sekolah dulu yang bener, Baru mikirin cewek" Ujar Bara sambil menjewer telinga Kiki.
" Sirik aja yang baru jomblo" Ujar Kiki sambil mengelus telinganya yang panas karena ulah Bara.
Sontak semuanya tertawa melihat tingkah Bara yang sangat jelas sekali menyukai Sasa, Tapi tidak berani terang-terangan.. Mami Shella dan Daddy Roy tersenyum melihat Bara yang menatap Sasa penuh cinta. Dalam hati mereka berdoa, agar Bara bisa menemukan jodoh terbaiknya.
****
Part ini aku buat panjang, karena di sini juga terdapat cerita yang di lapak Kesya dan Arka. Dan ini udah aku tambahi dengan bumbu-bumbu Bara dan Sasa.
Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
__ADS_1
Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan sampai batal ya puasanya..
salam SaBar ( Sasa Bara)