Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 42 " sampai kapan?"


__ADS_3

Hari-hari Bara di hiasi dengan berkunjung ke apartemen Sasa. Bara selalu menyempatkan waktunya untuk membantu Sasa memasak untuk makan malam. Bahkan mereka sudah seperti sepasang pengantin Baru yang tengah memasak bareng di dapur.


" Di geprek dulu bawang putihnya, baru di iris"


" Beda nya apa?" Sasa yang tengah memotong bawang putih pun langsung menurut apa yang di katakan Bara. Memang harus Sasa akui, jika masakan Bara sangat enak. Bukannya masakan Sasa tidak enak, tapi memang masakan Bara lebih enak.


" Kalo di tumis, wanginya itu beda. Lebih menggoda, kayak kamu" Bara mencuil hidung Sasa.


" Apaan sih" Sasa mengulum senyum nya. Akhir-akhir ini Sasa lebih banyak menahan senyumnya saat bersama Bara. Bagaimana tidak, Bara selalu saja menggodanya.


" Sayur kangkung kayaknya enak kan? Oake terasi gitu masaknya." Ujar Sasa.


" Kamu masak sayur, aku masak ikannya."


Saat ini Bara tengah memasak ikan gerapu asam manis. Tadi saat pulang kerja, Sasa sempat melihat kakek-kakek yang jualan ikan, jadi Sasa membelinya. Sudah menjadi kebiasaan Sasa menolong orang dengan membeli dagangannya.


" Mami gak nyariin Lo? Tiap malam Lo makan di sini terus"


" Kamu ke rumah aku yuk, biar makan malam di rumah"


" iih, ogah ah. Emang gue siapa Lo"


" Calon istri. tinggal kamu jawab iya, aku bakal lamar kamu secara resmi" Bara memperhatikan Sasa yang tidak merespon ucapannya.


" Sa "


" Gue belum yakin sama Lo. Bisa ajakan perasaan Lo itu cuma sekedar singgahan sesaat. Dan gak menutup kemungkinan perasaan Lo yang bertahun-tahun untuk Lia, bisa aja kembali"


Bara menghela napasnya pelan. Bara tidak mengatakan apa yang Sasa katakan salah, memang tidak menutup kemungkinan perasaan itu masih ada, tapi Bara bisa yakin jika perasaannya ke Sasa memang tulus.


" Udah siap nih, gue cuci sayur nya dulu" Sasa berdiri dan menuju wastafel.


Bara memeluk Sasa dari belakang, membuat Sasa menghentikan gerakannya. " Bisa gak cuma ada kata 'kamu dan Aku, Bukan Lo dan Gue?"


" Gak bisa "


" Sampai kapan?"


" Sampai gue bener-bener yakin dengan perasaan Lo ke gue, dan perasaan gue sendiri."


Hening, tidak ada yang berbicara. Hanya deru naoas mereka yang terdengar saling bersahutan. Bara masih memeluk Sasa dari belakang. Menghirup aroma tubuh Sasa, dan menyimpannya rapat-rapat di dalam memori nya.


Ting tong..


Terdengar suara bel berbunyi, Bara merenggangkan pelukannya.


" Siapa yang datang?" Tanya Sasa kepada Bara?


" Gak tau, aku liat dulu ya"


Bara berjalan menuju pintu, dan melihat siapa yang datang. Bara langsung saja membuka agar sang tamu bisa masuk.


" Wah, gue baru tau kalo Sasa berubah jadi seorang pria"


" Apaan sih Lo" Gerutu Sasa dari dapur.


" Apaan sih Lo" Ulang Fadil sambil mencibir.


" Mau ngapain ke sini?"

__ADS_1


" Widiih... jutek amat? Kayaknya gue barusan ganggu acara romantis-romantisan nih. Tapi syukur deh gue datang, dari pada sembilan bulan kemudian sudah muncul Sasa atau Bara junior"


" Sialan Lo. Gak sejauh itu juga ya gue lakuin ya" kesal Bara dan melempar Fadil dengan Cabai.


Fadil tertawa melihat ekspresi yang di tampilkan Bara dan Sasa.


" Ngapain Lo kesini?" Tanya Sasa ulang.


" Gue cuma mau minta tolong ke Lo. Cafe Greenday lagi ada masalah, jadi Lo tolong bantuin gue ya"


" Kenapa?"


" Gak tau, kayaknya ada yang mu main-main sama gue"


" Ya udah, besok pagi gue ke Greenday."


" Siiippp dah, Lo memang sahabat gue Ter the best lah. "


" Serah Lo, gak ngerti gue"


" Enak nih, gue makan sini ya"


" Ganggu aja Lo" Ujar Bara kesal.


" Apartemen siapa?"


" Gue beli deh apartemen ini buat Sasa"


" Gak jual" Jawab Fadil sombong.


" Sialan Lo"


" Lo cocok ga jadi koki Bar, bukannya jadi polisi."


" Gue cuma masak buat orang-orang yang gue sayang"


" Termasuk gue dong"


" Lo cuma beruntung aja, tapi gue gak sayang sama Lo"


" Trus sayangnya sama siapa?" Tanya Fadil menggoda.


" Sama mungil ku ini dong. Ya mungil"


" Lo aja, gue kagak"


" Malu dia" Ujar Bara sambil terkekeh, dan Fadil juga ikut terkekeh.


Sasa menatap kesal kepada dua pria menyebalkan di hadapannya itu. Walaupun hubungan Sasa dan Bara perlahan mulai membaik, dan Sasa juga menerima kehadiran Bara di hidupnya, tetapi mereka masih sering berdebat untuk hal kecil. Apalagi saat Bara sering mencuri ciuman dari Sasa, ujung-ujungnya mereka pasti akan berdebat dan berakhir dengan Bara keluar dari apartemen Sasa karena Sasa mengusirnya.


" Gue balik duluan ya, ada kerjaan yang harus gue selesain"


" Kerja terus mau kawin, kapan istirahatnya?"


" Biar ada duit buat bulan madu ke bulan"


" Gaya Lo. Udah pergi sana, gangguin orang mau pacaran aja"


" Siapa yang pacaran? Lo pulang juga sana, gue capek, mau istirahat" Usir Sasa.

__ADS_1


" Mungil, aku kan masih kangen"


" Makanya Bar, kawin.. Kawin"


" Kalo kawin mah gampang, tinggal gendong dia ke kamar udah jadi. Lah ini minta persetujuan dianya yang susah"


" Kalo ngomong tu gak usah lemes mulutnya" Ujar Sasa sambil mencubit perut Bara.


" Geli mungil. Bisa-bisa kamu bangunin Junior ku"


" Pulang sana. Huss.. huusss ...huuuss..."Sasa mengusir Bara dan Fadil, serta mendorong tubuh Bara agar ikut keluar dari apartemen nya.


" Dikiranya kita ayam apa" Gerutu Fadil. " Lo ngapain masih di sini? udah di usir tuh sama Sasa"


" Kunci mobil gue masih di dalam"


" Bisa aja alasan Lo"


Ceklek..


" Nih" Sasa memberikan jaket, ponsel, dan kunci mobil Bara kepada yang punya.


Sasa kembali masuk dan mengunci pintu nya.


" Kasian deh Lo" Fadil mengejek Bara yang masih terpelongo di depan pintu.


" Susah amat tu cewek di taklukin"


" Cewek spesial mah gitu. Butuh perjuangan pertahaninnya."


Bara hanya bergumam menjawab ucapan Fadil. Spesial? Lia dulu juga pernah me jadi cewek spesial yang pernah dia perjuangin, tapi semakin berjuang, perasaan itu berubah menjadi ingin memiliki, maka dari itu Bara bertahan untuk memiliki Lia. Tapi semenjak kehadiran Sasa, perlahan perasaan ingin memiliki itu pun pudar, bersama dengan rasa cintanya kepada Lia. Apa perasaannya juga akan pudar jika Sasa sudah menjadi miliknya?


" Woy, mikirin apa sih Lo? Gak mau keluar?" Fadil mengejutkan Bara yang tengah melamun.


Bara melihat jika dia sudah sampai di lantai dasar. Bara pun mengikuti langkah Fadil ke parkiran, hingga suara ponselnya menghentikan langkahnya.


" Bara, kamu masih tempat Sasa? Mami titip mie tiaw ya. Kesya kepingin"


Setelah mengatakan itu, Mami Shella langsung memutuskan panggilannya tanpa mendengar jawaban Bara.


" Huufff, memang bumil Tengah malam gini doyan banget makan."


Terlintas Bayangan Sasa yang tengah hamil anaknya. Membuat hati Bara menghangat. Semoga waktu itu cepat datang.


" Gue duluan ya, Lo kalo masih mau senyum-senyum mending minggir deh, jangan di tabrak orang karena di kira gila"


" Sialan Lo"


Setelah mengucapkan bye-bye kepada Fadil, Bara berjalan menuju penjual Mie tiaw. Dan membeli nya untu Ndoro ratu dan tuan putri.


" Bang, Mie tiawnya 6 ya" Dan akhirnya Bara membeli untuk semua orang di sana.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..

__ADS_1


salam SaBar ( Sasa Bara)


__ADS_2