
Sasa terlihat sangat cantik dengan gamis putihnya, dan kepala yang tertutup oleh selendang. Mata Bara tidak lepas memandang Sasa Yang sedang menggunakan lipstik.
" Mas, kok di sentuh sih. Kan aku udah ambil wudhu.." Rajuk Sasa, karena Bara mencium bibirnya tiba-tiba.
" Kamu yang goda aku" Bara terkekeh.
"Mana ada, Dasar Beruang madu mesum.." Sasa kembali mengambil air wudhu, Karena mereka akan pergi untuk solat Ied.
Sepulang dari solat Ied, Sasa menyimpan sajadah dan mukena di dalam kamar, dan kemudian menghampiri Mami Shella, Daddy Roy, dan Bara yang sudha berada di ruang keluarga.
" Maafin Bara ya Mi, udah bikin Mami susah selama ini." Bara mencium punggung tangan Mami Shella, dan bersujud di kaki mami Shella.
" Mami udah maafin kamu. Maafin mami juga yaa, mungkin ada khilaf Mami yang salah dalam mendidik kamu." Mami Shella memeluk bara, dan menciumi wajah bara. Bara pun mencium kening Mami Shella.
" Maafin Bara ya Dad, Bara belum bisa jadi anak yang berbakti."
" Kamu selalu menjadi anak kebanggaan Daddy. Yang penting kamu harus cepat-cepay memberikan Daddy cucu.
Sasa yang mendengar permintaan Daddy Roy, tersenyum malu dengan wajah merona.
" Pasti Dad, Bara janji akan berusaha setiap malam."
" Mau kamu itu mah.." Tambah Mami Shella.
Bara berdiri setelah mencium punggung tangan Daddy Roy, dan kaki Daddy Roy. Bara duduk di sebelah Daddy Roy.
" Maafin Sasa ya Mi, Sasa banyak bikin mami susah.. Hikkss.."
" Gak kok sayang, malah Mami merasa lengkap karena kamu jadi bagian keluarga Mami."
" Makasih Mi, udah terima Sasa di keluarga Mami, Dan baik sama Sasa."
" Jangan pernah menganggap diri kamu sendiri sayang, Kamu punya Kami, keluarga kamu."
Sasa mencium punggung tangan Mami Shella, dan bersujud di kaki mami Shella. Mami Shella memeluk Sasa, dan pecahlah tangis Sasa di dalam pelukan Mami Shella.
Bagi Sasa, ini adalah hari raya pertama di hidupnya, setelah sekian lama merasakan kesepian tanpa kedua orang tua. Namun, walaupun Sasa kehilangan sosok dari seorang nenek yang di sayangnya, tapi Sasa tidak merasa kesepian, karena memiliki keluarga yang sangat menyayanginya.
" Maafin Sasa ya Daddy."
" Sama-sama Sa, maafin Daddy juga." Daddy Roy memeluk Sasa, dan Sasa kembali terisak.
" Anak Daddy gak boleh cengeng." Daddy Roy menghapus air mata Sasa. " Mantan preman bisa nangis juga ya.." Canda Daddy Roy.
" Preman juga manusia Dad... Hikss.."
Mami Shella, Daddy Roy, dan Bara tersenyum. Sasa tidak tersinggung dengan candaan Daddy Roy, bahkan Daddy Roy kagum dengan keberanian Sasa. Mendengar masa lalu Sasa, yang harus bertahan di atas kerasnya tekanan dalam hidup. Bahkan Sasa sampai rela berkelahi demi membela para penjual sayuran di pasar.
Vina datang bersama Vano dan Zein, Vina pun bersungkeman dengan Mami Shella dan Daddy Roy.
__ADS_1
" Maafin Vina Mi. Hiikkss.."
" Iya sayang, Maafin Mami juga Yaa.." Mami Shella memeluk Vina, dan menciumi wajah Vina.
" Maafin Vina Dad, hikkss.."
" Maafin Daddy juga yaa sayang." Daddy mencium kening Vina.
Begitupun dengan Vano, juga ikut bersungkem dengan Mami Shella dan Daddy Roy.
" Maafin Vina ya Mas.."
" Iyaa adek aku sayang." Bara memeluk Vina, dan menciumi kening Vina.
" Maafin Vina ya Mbak"
" Sama-sama Mbak, Maafin Sa juga yaa... hikss.." Vina dan Sasa pun berpelukan, mereka menangis sambil terawa, karena Bara dan Daddy Roy menggoda kedua wanita cantik itu.
" Makan lontong dulu yukk.." Ajak Mami Shella.
" Touco nya enak, tapi kayak bukan masakan Mami." Ujar Vina.
" Sasa yang masak, enak kan.. pake kikil lagi.."
" Iyaa Mi, enak banget" Vina mengambil banyak touco nya.
" Jangan banyak-banyak sayang, nanti sakit perut" tegur Vano.
Vina makan dengan lahapnya, Mami Shella curiga jika Vina memang hamil. Tapi beberapa hari lalu Vina mengatakan jika dirinya sedang menstruasi.
" Waah, enak nih.." Om Nazar, Tante Rosa, Kayla, dan Kiki datang di saat semua keluarga tengah menikmati lontong buatan Mami Shella dan Sasa.
" Makan... makan... yuukk mari.."
Setelah bersalaman dan berpelukan, serta saling maaf memaafkan, Om Nazar beserta keluarga pun ikut menikmati makanan yang tersedia di atas meja.
" Kami mau ke rumah Tuan Farel, kamu ikut?" Tanya Daddy Roy kepada Om Nazar.
" Boleh."
Sasa membereskan piring kotor siap makan tadi, Vina ingin membantu, tetapi Zein rewel dan tidak ingin di gendong oleh siapapun, kecuali Vina.
" Gak pa-pa Mi, Biar Sa aja, Mami duduk cantik aja di sana."
" Ya udah kalo gitu, Mami ke depan ya.."
Sasa menganggukkan kepalanya. Tak berapa lama Bara menghampiri Sasa dan meremas bokong Sasa.
" Mass" Pekik Sasa.
__ADS_1
Bara hanya menyengir tak bersalah. " Kecil-kecil bahenol banget sih.. Jadi males pergi ke mana-mana, enakan seharian di rumah aja kali yaa.. atau di apartemen?"
" Iih, apaan sih Mas. Dasar mesum.."
" Emang, Habis mesumin kamu enak siih.. apalagi kalo dengar des.. awwww..aww..aww.. sakit mungil.." Bara meringis saat Sasa mencubit perut six pack nya.
" Makanya, kalo ngomong tuh di saring, kalo di dengar sama yang lain gimana? kan malu mas.."
" Kalo gak ada yang dengar, boleh dong!!" Bara menaik turunkan alisnya.
" Dasar Beruang mesum.."
" Udah siap? " Tanya Mami Shella yang menghampiri Sasa ke dapur.
" Iya Mi, ini udah selesai kok."
" Ya udah, kita berangkat sekarang yaa.. Soalnya kita mau ziarah dulu ke kuburan Eyang."
" Iya Mi."
Sasa mencuci tangannya setelah selesai membereskan semuanya. Setelah memastikan semuanya beres dan bersih, Sasa pun menyusul Mami Shella ke depan.
Bara?
Tentu saja dia selalu menempel kepada Sasa. Mana mau sih dia jauh-jauh..
Bara mengemudikan mobilnya, dengan Daddy Roy, Mami Shella, dan Sasa sebagai penumpang. Om Nazar, Tante Rosa, Kiki dan Kayla menggunakan mobil mereka sendiri. Sedangkan Vina dan Vano juga mengendarai mobil mereka.
Sesampainya di kuburan, Daddy Roy menaburkan bunga di kuburan Eyang Putri dan Eyang kangkung. Begitupun dengan Mami Shella, Om Nazar, dan Tante Rosa, juga melakukan hal yang sama. Sasa dan Bara membersihkan sekitaran kuburan. Setelah membaca surah Yasin dan memanjatkan doa, Daddy Roy, Mami Shella, Om Nazar, Tante Rosa, Bara, dan Sasa pun kembali ke mobil dan menuju kediaman Moza.
Vina, Vano, Tante Mega, Om Bram dan yang lainnya duluan sampai ke rumah Kakek Farel. Tak berapa lama rombongan Daddy Roy dan Om Nazar pun tiba di kediaman Keluarga Moza. Mereka pun bersalaman dan saling mengucapkan selamat hari raya.
Kesya langsung menghampiri Om Nazar, Daddy Roy, dan Mami Shella. Kesya langsung bersungkem saat mereka tiba, dan menangis di dalam pelukan orang tuanya.
" Mas, Maafin aku yaa.."
" Iya kekey ku sayang" Bara memeluk Kesya. Vina dan Sasa juga ikut memeluk keduanya. Mami Shella dan Daddy Roy ikut memeluk mereka, dan Ayah nazar beserta Mama Rosa juga ikut memeluk. Kesya sungguh bahagia, karena Allah memberikan kebahagiaan yang berlimpah untuk dirinya.
Saat sedang asik makan, tiba-tiba saja Vina merasa pusing dan hoyong. Leo langsung memeriksa denyut nadi Vina, dan tak berapa lama terbit sebuah senyum dari wajah Leo.
" Gimana Vina?" Tanya Mami Shella khawatir.
" Selamat yaa, sebentar lagi bakal ada keluarag baru.."
" Alhamdulillah.." Ucap syukur semuanya.
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
Salam SaBar... (Sasa & Bara )