Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 19 " Takut salah paham"


__ADS_3

Bara berjalan bersisian dengan Lia. Di mana Lia bergelayut manja di lengannya. Sebenarnya Bara merasa risih, dan ini untuk kesekian kalinya dia merasa risih jika Lia bergelayut manja dengan dirinya.


" Kamu masuk dulu ya, ada yang mau aku bilang ke kamu" Ujar Lia saat membuka pintu mobil bagian supir.


Bara membuka pintu dan duduk di bangku penumpang.


" Kamu mau ngomong apa?" Tanya Bara to the poin.


Tiba-tiba saja Lia menarik kerah jaket Bara, dan menempelkan bibirnya ke bibir Bara. Lia ******* Bibir Bara, tapi Bara tidak membalasnya. Bara mendorong pelan bahu Lia agar dia melepaskan ciumannya, dan itu berhasil. Saat ciuman terlepas, Bara melihat kearah luar, dan ternyata ada Sasa yang tengah membuang sampah.


' Sasa? Apa dia melihatnya?. Tidak, dia pasti sudah melihatnya. Raut wajahnya mengatakan itu.' Fikir Bara.


"Sayang, kamu kenapa? Kenapa kamu menolak ciuman aku?" Ujar Lia dengan nada merajuk.


" Lia, Kita sedang di tempat umum, dan saat ini kita sedang menggunakan seragam, tidak pantas rasanya melakukan hal itu saat posisi kita masih menggunakan seragam. Apa kata orang jika ada yang melihatnya?' Ujar Bara kesal.


" Sayang, kamu kok Marah? Dulu waktu di Bandung, kamu tidak pernah peduli dengan pemikiran orang. Bahkan kamu sering mengecup kening ku di kantor." Ujar Lia tak kalah kesal.


" Lia, itu berbeda, kita saat itu dalam ruangan, dan saat ini kita di jalan umum. Aku harap kamu ngerti"


" Kamu berubah, atau kamu udah gak sayang lagi sama aku?"


Bara hanya terdiam mendengar pertanyaan Lia. Sebenarnya ini adalah kesempatan yang bagus untuknya, namun Bara tidak ingin jika dirinya putus karena Bara mencintai orang lain. Dan itu akan membuat Mungilnya di pojokkan karena telah merusak hubungannya dengan Lia. Bara tidak mau mungilnya menanggung semua kesalahan dirinya, atau pun Lia.


" Kenapa kamu diam?"


" Lia, tidak ada yang lain di hati aku. Aku hanya tidak ingin merusak citra polisi dan seragam ku. Aku mohon kamu mengerti".


Lia berdecak kesal. " Baiklah, Saat ini aku sedang kesal, sebaiknya kamu turun."


" Kamu hati-hati mengemudinya ya"


" Hmm"


Bara mengelus pucuk kepala Lia, kemudian dia membuka pintu dan turun.


" Kenapa kamu belum juga menemukan wanita yang tepat? Aku sudah bosan harus membagi hati ku dengan mu dan dirinya. Aku berharap kamu dengan cepat memutuskan aku. Aku mencintai mu Bara, tapi cinta ku kepadanya lebih besar, dan aku mengharapkan dia yang menjadi suami ku. Bukan kamu" Lirih Lia dengan menatap punggung Bara yang kembali masuk kedalam toko.


Lia melajukan mobilnya menembus jalan raya. Menjauh dari toko kue dan menuju tempat seseorang yang tadi menghubunginya. Ya, Lia menuju tempat kekasih pujaan hatinya.


Bara masuk kedalam toko, dan mendapati Sasa yang tengah tertawa dengan Lena. Sasa sempat melihat siapa yang masuk, namun dia kembali berbicara dengan Lena. Mereka sedang membahas tentang seseorang yang tengah dekat dengan Lena, dan saat pria itu datang ke rumah Lena, ternyata ayahblena ikut duduk bersama mereka, membuat pria itu mati kutu.


Sasa menangkap bayangan Bara yang mendekati meja kasir, Sasa berpura-pura menerima Telpon dan menjauh dari Lena masuk kedalam ruang karyawan. Bara hanya menghembuskan napasnya pelan.


" Berapa semuanya?" Tanya Bara kepada Lena.


" Sudah di bayar dengan Mbak Kesya" Ucap Lena jujur.


" Oh, ya sudah kalo begitu." Ujar Bara datar dan keluar dari toko. Bara harus segera kembali ke kantor, karena pekerjaannya sedang menunggunya.


Sasa, Bela, dan Ica, setelah menutup toko, mereka berencana untuk makan bakso. Lena tidak diberikan izin ikut oleh ayahnya, karena sudah malam.

__ADS_1


" Mbak, sebenarnya Mbak punya hubungan apa sih dengan Pak Bara yang tampannya kebangetan itu?"


Uhukk . uhukk...uhukkk


" Tampan? Tampan dari Hongkong?" Sarkas Sasa.


" Ih ya ampun Mbak Sasa. Pak Bara itu tampan, Maco lagi. Tapi sih aku gak suka liat pacarnya itu. Terlalu centil dan genit. Entah kenapa, aku merasa kalo kalian lebih cocok aja gitu. Yang satu Besar tinggi, dan yang satu kecil. Duuh, kalo dipeluk langsung bisa menghangatkan" Ujar Bela sambil memeluk dirinya sendiri.


" Ngayal kamu. Lagian ya, aku benaran kok gak ada hubungan apa-apa. Lagian ngapain juga aku gangguin punya orang. Masih banyak kok yang single dan tampan".


" Kalo gak ada apa-apa, kenapa Pak Bara gantengnya kebangetan itu bisa bawa motornya Mbak? Hayooo ngaku"..


" Hmm, jadi ceritanya. kemarin itu aku gak sengaja jumpa dengan dia di pinggir jalan. Kebetulan mobil dia itu kempes, dan dia buru-buru ke rumah sakit karena Mbak Vina mau melahirkan. Nah, aku pinjemin deh motor aku. Secara aku ini kan anaknya baik hati, ramah, rajin menabung dan tidak sombong"


" Hmm, Percaya deh. Eh, tapi kayaknya Pak Bara yang gantengnya kebangetan itu suka sama Mbak deh"


" Hmm, iya, betul deh Mbak. Dari tatapannya itu loh, jelas banget. Kayak mau nerkam Mbak gitu" Tambah Ica.


" Hah, itu perasaan kalian aja. Yang jelas ya, Aku gak bakal mau punya hubungan dengan polisi"


" Kenapa? Apa karena Mbak Pobia seragam polisi?" Tanya Ica hati-hati.


Sasa menatap Ica penuh tanya. " Kamu tau dari mana?"


" Pak Fadil yang bilang, Waktu itu dia memepringati kami. Jika ada pelanggan yang menggunakan seragam polisi, harus kami yang melayani, karena Mbak Pobia seragam polisi."


Sasa menganggukkan kepalanya.


" Selagi dia nutupi bajunya dengan jaket, ya aku aman-aman aja."


" Pantes aja waktu polisi pada serbu cafe kita, Mbaknya muntah-muntah. Eh mbak, dulu aku sempat fikir kalo Pak Fadil itu suka sama Mbak loh"


" Jangan bikin gosip "


" Iya itu Mbak, tapi saat melihat tatapan cinta Pak Fadil ke Mbak puput, mustahil banget kalo Pak Fadil suka sama Mbak"


" Nah itu pinter"


" Tatapan memuja seperti Pak Bara ke Mbak" Tambah Bela.


" Ngaco kamu"


Mereka bertiga terus saja bercanda dan mengobrol tentang apa yang terjadi di toko, dan juga Bela yang sangat antusian mengatakan jika Bara menyukai Sasa. Dan Sasa hanya bisa memutar bola matanya Malas Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang sedang menunggu kepulangan Sasa.


Sasa menatap angka di lift, yang terus saja semakin naik. Tak berapa lama pintu terbuka, dan Sasa keluar dari kotak besi itu. Sasa benar-benar terkejut saat mendapati Bara yang tengah berdiri bersandar di pintu apartemen nya, sambil menatapnya tajam.


" Ke mana kamu?" Tanya nya dingin.


Sasa tidak menjawab Bara, Sasa memasukkan kode apartemen nya, dan terdengar pintu terbuka. Sasa membuka pintu dan masuk. Bara pun ikut menyelonong masuk saat melihat Sasa ingin menutup pintunya setelah tubuh mungilnya masuk.


" Mau apa Lo?" Pekik Sasa saat Bara menahan lengannya.

__ADS_1


Buumm...


Terdengar suara pintu yang tertutup dengan keras, karena Bara menutupnya dengan menggunakan kakinya dengan kuat.


" Aku tanya kamu dari mana" Ujar Bara penuh penekanan"


" Bukan urusan Lo" Sasa menepis tangan Bara yanh masih memegang lengannya.


Sasa ingin membuka pintu dan mengusir Bara, namun suara perut Bara membuat Sasa menahan tawanya.


Kriiuukk...


"Hemmpp. Ekhem. Lo lapar?" Tanya Sasa.


Bara dengan wajah memelas menganggukkan kepalanya.


" Kenapa gak makan?"


" Aku kepikiran kamu."


" Lebay" Sasa membalikkan badannya dan masuk lebih dalam ke apartemen nya.


" Aku takut kamu salah paham"


Sasa menghentikan langkahnya, dan membalikkan tubuhnya menghadap Bara.


" Salah paham? Salah paham kenapa?"


" Tentang kejadian di mobil tadi. Saat Lia.. dia.. emm, Lia..."


" Lia cium kamu?"


Bara menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba saja Sasa tertawa membuat Bara mengernyitkan keningnya.


" Kenapa ketawa?"


" Lo lucu banget ya, kalian itu tunangan. Dan itu sudah jadi hal wajar bagi anak jaman now. Lagian kalian sudah sama-sama dewasa. Dan semua itu tidak ada hubungannya dengan gue."


Kriiukkkk....


" Kulkas gue kosong. Maklum tanggal tua. Lo kalo lapar, pulang aja sana gih" Usir Sasa.


" Kamu ngusir Aku?"


Sasa menganggukan kepalanya. Hah, sungguh malang nasib mu Bara. Sudah tidak makan dari siang karena tidak berselera, gara-gara memikirkan mungilnya. Eh sekarang malah di usir pulang. Kejam kamu mungil.


**** Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


salam SaBar ( Sasa Bara)

__ADS_1


__ADS_2