
Ara, Bella, Ica, dan Lena telah siap dengan pakaian santai. mereka sengaja menggunakan pakaian kemeja putih dengan celana pendek. Jodi dan Duda yang melihat pemandangan itu langsung terkesima dengan penampilan mereka yang terlihat sangat cantik.
" Mbak Sa, ayook.." Ara menarik tangan Sasa dan menjauh dari Bara.
"Ikuutt.." Anggun berlari menghampiri Ara, Sasa, Ica, Lena, dan Bella.
"Seru banget mereka." Kesya ingin bergabung, namun dia harus mengingat akan anak-anaknya.
" Udah, sana main. Qila dan Veer biar para Oma dan Opa yang jaga."
" Ciuss Mi? Makasih Mami" Kesya mencium pipi Mami Laura.
"Mas, aku kesana yaa.."
"Hmm" Arka hanya menjawab dengan gumaman. Pasalnya saat tadi sedang Bermandi keringat dan ingin sampai puncak, Qila terbangun dan menangis hingga susah untuk di diamkan. Gagal deh Arka mendapatkan pelepasannya.
Kesya menarik tangan Puput, mereka pun berlari menghampiri Ara, Sasa, Anggun, Ica, Lena dan Bella.
"Kamu gak ikut gabung kesana Vin?"
" Bentar deh Mi, Laper banget."
Vina bersorak senang saat pesanan makanannya telah sampai.
Duda dan Jodi sebenarnya sudah gatal ingin ikut bergabung. Namun Arka memberikan tatapan kepada mereka berdua untuk tetap berada di tempatnya.
"Bos, ikut gabung yuukk.."
" Ogaah ah, panas."
" Setidaknya mereka harus di kawal Bos, lihat deh turis lain, pada liatin mereka semua."
Arka mencipitkan matanya, dan benar saja apa yang di katakan Duda, jika mereka sedang menjadi bahan perhatian dari para pria mata keranjang.
" Ngapain kalian di sini. Ayookk ke sana." Arka berjalan dengan cepat, sedangkan Jodi dan Duda saling pandang, kemudian mereka tersenyum bahagia dan mengikuti langkah Bosnya.
" Tungguin Woy" Fadil yang sedang menggendong Lana pun ikut mengejar Arka bersama Bara.
Arka, Jodi, Duda, Bara dan Fadil memakai kacamata mereka, dan berdiri membuat lingkaran seolah-olah mereka adalah pagar dari para wanita cantik itu yang sedang berjemur sambil ngerumpi, serta membiarkan Lana bermain pasir.
" Gak seru banget di jagain gini" Bisik Bella.
" Heum.. Main air aja yuukk.." Ajak Anggun.
Mereka pun mengangguk setuju dan berlari kearah bibir pantai.
" Waah, ternyata ada yang curi start." Ujar Kesya.
"Ha..ha..ha.. kalian kebanyakan ngambil jatah siih.." Gilang dan Mili ternyata sudah duluan bermain air bersama Fatih.
Mereka pun bermain air bersama dengan Fatih dan Lana.. Membangun istana pasir disana. Kesya rasanya tidak sabar menunggu Qila dan Veer besar dan bermain pasir bersama. Leo datang dengan membawa Anggelina untuk bermain pasir bersama Fatih dan Lana. Tak berapa lama Vano, Vina dan Zein pun ikut bergabung bermain bersama.
" Kayaknya udah cukup deh anak-anak main airnya." Ujar Mami Laura dan Mami Shella yang tadi juga ikut menghampiri anak, menantu dan cucunya.
" Iya Mi."
Vina membawa Zein, Mili membawa Fatih, Puput membawa Lana, dan Vano membawa Anggelina untuk menyudahi bermain air dan pasirnya. Para suami mereka pun juga ikut berhenti bermain pasir.
__ADS_1
Kesya, Anggun, Sasa, Bella, Ica, Lena dan Ara melanjutkan bermain air dan berlari saat ombak nenghampiri. Saling mencipratkan air, hingga rambut, wajah, dan tubuh mereka basah. Para pria sudah melototkan matanya saat melihat bentuk baju dalaman wanitanya sudah tercetak karena basah.
" Gak bisa di biarin" Serentak Para pria mengatakannya dan berjalan mendekati pujaan hati masing-masing.
Jodi membuka bajunya dan menampilkan tubuh atletisnya. Di samperinnya Ara yang sedang bermain air bersama Ica, Bella, Kesya, Sasa, Lena, dan Anggun.
" Udah cukup sayang " Jodi memakaikan kaos yang tadi di bukanya ke tubuh Ara, karena baju Ara yang berwarna putih jelas menyetak pakaian dalam Ara.
" Kan lagi seru Bang"
"Cukup yaa.. Kamu bisa membuat Abang memukul pria-pria yang sedang melihati tubuh kamu yang tembus pandang gitu bajunya."
Ara memgerucutkan bibirnya.
" Jangan pancing Abang Ara."
Ara tersenyum sangat manis, dan dalam sekejap dia loncat dan menciumi bibir Jodi.
" Asiiinn" Ara menyipratkan air ke wajah Jodi dan dia pun berlari. Jodi mengejar Ara, dan terjadilah kejar-kejaran yang mana membuat mereka harus mandi laut bersama.
" Mau gitu juga?" Tanya Duda kepada Lena.
Lena menggelengkan kepalanya. Pasalnya baju Lena juga sudah tembus pandang, Saat Duda ingin melakukan hal yang sama, Lena langsung menarik kain Balinya untuk menutupi tubuhnya. untungnya Lena menggunakan celana sepanjang lutut.
" Enak banget yang ada pacarnya." Gumam Bella.
" Serasa obat nyamuk kita ya Bel." tambah Ica.
" nyantai, Lo jadi obat nyamuk gak sendiri, ada gue." Ica dan Bella pun melanjutkan bermain airnya.
Kesya sudah menyengir saat Arka berada di hadapannya dan membungkus tubuh Kesya dengan kemeja yang di lepas Arka dari tubuhnya tadi.
Anggun sudah mundur hingga tubuhnya sudah terbenam dalam air setinggi pinggang.
" Jangan mundur lagi An" Leo terus menghampiri Anggun, hingga akhirnya tubuh Anggun terjatuh karena kakinya menginjak karang, dan Leo dengan cepat berenang kearah Anggun.
" Jangan buat aku kehilangan kamu" Leo langsung mencium bibir Anggun, dengan anggun berada di dalam pelukannya.
" Baju aku kan gak tembus pandang Mas" Sasa protes karena Bara memeluk dan menenggelamkan dirinya di dalam pelukannya.
" Tembus.."
" Tembus dari mana? baju aku warnanya hitam loh Mas."
Bara merelai pelukannya. Di pandangi wajah Sasa yang sudah basah karena cipratan air.
Cup..
Sasa melototkan matanya. "Maas, banyak orang tau.. Malu.."
" Lihat kesekeliling kamu, mungil " Bisik Bara sensual.
Sasa memutar kepalanya dan melihat kesekeliling. Leo dan Anggun tengah berciuman, Kesya dan Arka yang berpelukan dan sepertinya akan berciuman juga. Dan beberapa turis yang duduk di pinggir bibir pantai yang juga sedang berciuman.
" Gak mau, malu tau"
Bara mendekatkan wajahnya dengan menahan tengkuk Sasa.
__ADS_1
Byyuurr..
Ara melemparkan air kearah Bara dan Sasa. Hingga Baju Bara sudah basah karena cipratan air dari ulah Ara.
" Ara..." Geram Bara, dan membalas Ara..
Ara juga mengganggu Anggun dan Leo. kemudian beralih ke Kesya dan Arka. Hingga akhirnya terjadilah perang saling mencipratkan air antara tim laki-laki dan tim perempuan.
Ara menatap kesal kepada para wanita yang memandang tubuh telanjang Jodi.
" Abang ngapain pake buka baju segala sih?" kesal Ara.
" Salah kamu pakai baju putih. Udah tau mau main air."
Ara mencebikkan bibirnya, kesal. Ara berjalan menjauhi Jodi, berharap Jodi mengejarnya. Namun yang terjadi adalah Jodi malah di kelilingi oleh para wanita.
Ara membalikkan tubuhnya saat menyadari Jodi tidak mengejarnya. "Dasar buaya.. " geram Ara.
Ara kembali dan menerobos gerombolan para wanita yang menghalang jalan Jodi.
" Minggir semua, suami gue ni" Ara memeluk lengan Jodi.
Jodi tersenyum dan memeluk Ara. Mereka berjalan menjauh dari para wanita kegenitan itu
" Senang banget kayaknya di kelilingi dengan cabe-cabean" Kesal Ara.
" Yang penting hati Abang untuk Ara."
Ara menatap wajah Jodi. " Kalo hati Abang untuk Ara, nikahi Ara."
" Oke, tapi setelah kamu lulus tes saat kursus."
" Serius?" Wajah Ara sudah berseri.
" Serius, tapi nilai kamu harus bagus, dan rancangan kamu dapat menjadi modal utama kamu untuk mewujudkan mimpi kamu sebagai designer. "
" Agak berat sih kalo yang itu. Tapi, oke laah.. Gak masalah. Ara pegang ya janji Abang"
" Iyaa sayang.." Jodi mengacak rambut Ara.
" Gitu aja?" Ara kesal saat Jodi tidak melakukan lebih.
" lalu?"
Cup.
Ara mencium bibir Jodi. " Harus ada kecupnya dong sebagai cap sah jadi perjanjian kita."
Jodi ber-o ria. Matanya melihat sekeliling, dan ternyata mereka jauh dari rombongannya. Jodi menarik tengkuk Ara dan mencium bibir Ara. Ara terkesiap, namun detik selanjutnya Ara membalas ciuman Jodi dan mengalungkan tangannya di leher Jodi.
Waaahh.... bakal ada pesta lagi nih...
Kira-kira siapa ya yang duluan? Jodi atau Duda??
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
Salam SaBar... (Sasa & Bara )