Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 135 " Salah paham"


__ADS_3

" Sayang, dengerin aku dulu.." Bara masih menbujum Sasa yang tengah merajuk.


Saat ini sasa masih kekeh dengan pendiriannya untuk pulang.


" Aku mau pulang.. Hikss.."


" Iyaa, Aku antar yaa.."


" Gak mau, jangan sentuh-sentuh aku, urus aja istri Mas yang lain..hiikkss.." Sasa menghempas tangan Bara hingga terbentur dinding.


Bara meringis, namun cepat dia merubah mimiknya saat melihat wajah sang istri yang terlihat khawatir, tapi pura-pura gak peduli.


Tak berapa lama beberapa muncul sebuah mobil putih yang terdapat lambang rumah sakit jiwa. Setelah mobil itu berhenti dan memarkirkan mobilnya, keluar beberapa orang yang mengenakan baju seragam putih.


" Maaf Pak, tadi kami dapat laporan jika ada seorang wanita yang sedang mengamuk di sini."


Bara mengerutkan keningnya, begitupun dengan Sasa yang menghapus air matanya dengan kasar.


" Maaf Pak, saya kurung di sel. Karena takut di gigit lagi saya." Ujar Andi yang baru saja muncul.


Bara menatap Andi dengan tajam, jika Andi sudah tau wanita di dalam itu adalah pasien rumah sakit jiwa, kenapa Andi tak membantunya menjelaskan kepada Sasa.


Andi yang ditatap pun langsung memutuskan pandangan dan mengantar beberapa orang yang dari utusan rumah sakit jiwa itu untuk membawa kembali wanita tersebut.


" Kenapa wanita itu?" Tanya Bara yang masih memeluk Sasa.


Kali ini Sasa tidak memberontak, karena penasaran dengan perempuan yang mencium suaminya itu.


" Suami nya dulu seorang polisi, karena istrinya belum hamil, jadi si suami berselingkuh dan ketahuan dengannya. Si suami menceraikannya, dan membuat wanita itu setres." Jelas salah satu pihak rumah sakit jiwa tersebut.


" Udah dengar sendiri kan? Aku bukan suaminya "


" Hiksss, Maaf.." Cicit Sasa.


" Makanya, dengerin dulu penjelasan aku. Aku gak mungkin lah berpaling dari kamu. Dapatin kamu aja butuh perjuangan yang panjang, mungil."


" Sayang, tolongin aku.. sayang..." Panggil Wanita cantik dan seksi itu, tapi sayangnya terkena gangguan jiwa.


Bara memeluk Sasa dengan erat, dan menjauhkan diri mereka dari wanita itu. Bara takut jika wanita itu nekat dan menghajar Sasa.


" Nyonya, itu bukan suami anda, Kita pulang ya.." Bujuk petugas rumah sakit jiwa tersebut.


" Terus suami aku mana?" Tanya Wanita itu dengan sendu.


" Hikkss... Suami aku selingkuh, dia cerain aku demi selingkuhannya.. huaa...."


" Kita pulang yaa.. yukk.."


Dengan lesu wanita cantik dan seksi itu pun mengikuti pria yang mengenakan baju putih dan juga wanita yang mengenakan baju putih.

__ADS_1


" Kok bisa kabur?" Tanya Sasa yang masih sesekali sesenggukan.


" Itu dia, jika sedang tidak kumat, tidak ada yang tahu jika wanita itu sedang sakit jiwa. Baju yang di dapat juga hasil dari nyuri jemuran orang. Make up-nya ya dia curi dari suster-suster yang membawa alat make up" Jelas Perawat laki-laki tersebut.


" Keluarganya?"


" Keluarganya tidak da, suami sendiri yang memasukkan ke rumah sakit jiwa."


Sasa merasa air matanya kembali mengalir.


" Kali gitu kami permisi, maaf atas ketidak nyamanan nya."


Bara mengangguk sambil mengelus punggung sang istri.


" Kita masuk yukk.."


Sasa pun mengikuti Bara masuk ke ruangannya. Bekal makanan yang Sasa bawa tadi juga sudah jatuh dan tumpah, jadi mereka tidak bisa menikmati bekal yang Sasa bawa.


" Mas, hikkss... kalo aku gak hamil, apa Mas akan kawin lagi dan ninggalin aku?"


" Kamu ngomong apa sih? Udah ah, Aku gak mau dengar hal-hal yang gak akan pernah aku lakukan. Aku cuma maunya menikah sekali, dan itu cuma sama kamu." Bara memelum erat tubuh Sasa dan mengecup pucuk kepalanya.


Andi yang sempat melihat pemandangan itu langsung menghubungi sang kekasih, dan mengatakan jika dirinya akan segera melamar pujaan hatinya.


" Indah emang kalo udah nikah.." Monolognya sambil melihat kembali kearah Bara dan Sasa.


Kruukkkk..


" Mas lapar?"


Bara tersenyum dan mengangguk. " Tadi main ngambek-ngambek aja, sampai bekalnya jatuh."


" Habisnya aku lihat dia cium Mas, aku fikir.."


" Udaah, jangan kebanyakan mikir... Kita cari makan yuukk.."


Sasa pun menganggukkan kepalanya, dan mengikuti Bara yang beranjak keluar dari ruangannya, dengan jari yang saling bertautan.


" Andi, saya cari makan dulu yaa.. "


" siap Pak, nasi bungkus bapak gimana?"


" kasih aja buat siapa gitu yang belum makan ntar pas orang tu balik, atau kamu kasih ke tukang tempel ban di depan boleh juga."


" Siap pak."


Memang suasana kantor kebetulan lagi sepi. Beberapa Anggota sedang melacak lapangan yang sedang terjadi suatu kejahatan kriminal. Dan sebagian lagi sedang melakukan razia kendaraan, untuk itu kantor sepi, dan hanya meninggalkan Bara dan Andi yang tengah membuat laporan.


" Makan di mana Mas?" Tanya Sasa saat sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


" Makan di mana yaa? nasi Padang mau? Tadi Mas liat paru gorengnya si Andi enak, tambah sambal ijo nya."


" Boleh, tapi nanti sepulang makan, aku ke toko Kesya yaa.."


" Ngapain? temenin aku buat laporan aja yaa.."


" Gak mau, ada Mami dan Tante Rosa di sana. Udah janjian juga sama Mami bakal nyusul ke sana."


" Ya udah, nanti Aku jemput yaa.. Jangan pulang bareng Mami."


" Iya sayang.."


Bara mengacak rambut Sasa gemes, karena mungilnya sudah berani memanggil dirinya dengan sebutan Sayang.


Bara menghabiskan satu porsi nasi dan nasi tambahnya. Bara juga memesan 2 piring cabai hijau serta daun ubi rebus ya. Bara benar-benar menikmati masakan Padang yang selalu menjadi favorit nya di saat tak mendapatkan masakan Sasa.


Sasa juga sudah beberapa kali di ajak Bara makan di rumah makan Padang, Sasa juga suka dengan gulai kikil nya yang maknyus menurut Sasa, dan gurih di mulut, di tambah lagi cabai hijau nya yang selalu mengunggah selera.


" Pelan-pelan Mas." Sasa membersihkan sudut bibir Bara yang berminyak.


Bara tersenyum menatap sang istri yang selalu terlihat cantik walaupun pipi nya sudah chubby.


" Habis ini temani Aku ke kantor kan?" Bara masih berusaha membujuk sang istri.


" Enggak ah, Mas pasti banyak kerjaannya. Aku ke toko Kesya aja yaa.. Sekalian pongin cicipi dessert di sana."


" Tapi pulangnya sama aku yaa.."


" Iyaa... tadi kan udah bilang iyaa juga.'


" Ya mana tau kamu berubah fikiran habis makan naspang."


Sasa menaikkan alisnya sebelah, " Apaan tu Naspang? Nasi Padang gitu maksudnya?"


" Heum.. "


Sasa dan Bara pun terkekeh. Tanpa mereka sadari di sudut ruangan ada seorang wanita paruh baya yang tengah menggenggam dan meremas nasi nya dengan geram, melihat kebahagiaan Bara dan Sasa. Di tambah lagi terlihat perut Sasa yang membuncit.


" Seharusnya anakku yang tersenyum seperti itu, seharusnya anak ku yang tengah mengandung cucu ku. Hikkss.." Bulir bening pun terjatuh dari mata tua nya yang sudah terlihat rapuh.


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA...


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...

__ADS_1


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2