Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 66 " Riko"


__ADS_3

Sidang berjalan dengan baik, akan tetapi Nando dan Sasa masih tetap menjadi tersangka utama. Dan Sasa masih di tuduh sebagai gembong narkoba.


" Mungil "


Sasa yang tengah duduk di ruang tunggu, untuk menunggu jemputannya pun menoleh. Sasa refleks berdiri saat melihat Bara. Air matanya sudah menggenang di pelupuk mata. Bara mendekat ke arah Sasa, tapi Sasa mundur. Sasa mengingat saat Nando mengatakan jika ada bercak darah di sana, dan hasil visum juga mengatakan Sasa memang tidak perawan lagi.


" Mungil "


" Aku mohon, hiikkss berhenti di situ. Aku kotor.. Hikss.."


" Gak mungil, aku tau kamu gak salah. Mungil aku mohon, jangan menjauh." Bara berusaha mendekati Sasa, namun Sasa tetap memundurkan langkahnya menjauh.


Sasa menggeleng kuat, langkah Sasa terhenti Saat punggungnya sudah menabrak tembok. Dengan langkah besar Bara mendekati Sasa dan menarik Sasa kedalam pelukannya. Sasa berusaha memberontak, dengan tangannya yang di borgol Sasa mencoba mendorong tubuh Bara. Tapi kekuatan Sasa sangat lemah, karena Sasa akhir-akhir ini tidak berselera makan.


" Lepas Mas.. Aku kotor. Kau hina. Aku.. hikss.. aku.."


Bara merasa tubuh Sasa melemah, Bara menahan kuat tubuh Sasa yang terkulai lemas. Sasa tidak sadarkan diri. Bara berteriak untuk meminta tolong. Polisi yang berpakaian kemeja rapi pun langsung masuk dan menemukan Bara yang sudah menggendong Sasa.


" Kerumah sakit, Sekarang." Titah Bara.


Polisi yang di duga junior Bara pun dengan sigap membuka pintu mobil polisi yang membawa Sasa tadi.


" Bara, Sasa kenapa?" Mami Shella dengan cepat menghampiri Bara saat melihat Bara membopong tubuh Sasa dan memasukkan Sasa kedalam mobil.


" Bara gak tau Mi. Tiba-tiba saja Sasa pingsan. Bara ke rumah sakit Mi."


" Mami nyusul"


Bara melempar kunci mobilnya kepada Leo, sedangkan Bara menaiki mobil polisi bersama Sasa.


Dokter tengah memeriksa keadaan Sasa. Bara dan yang lainnya menunggu dengan cemas.


" Nona Sasa mengalami stres berat, dan juag, tekanan darahnya sangat rendah. Kami akan memberikan cairan infus agar Nona Sasa tidak depresi."


Setelah mengatakan itu, Dokter tersebut meninggalkan mereka.


" Maaf pak, waktu kunjungan sudah berakhir. Nona Sasa tidak boleh di kunjungi lagi " Polisi yang bernama Surya menghalangi Baranuntuk menemui Sasa.


" Minggir, saya ingin melihat calon istri saya." Ujar Bara dingin


" Maaf pak, Ini sudah prosedur."


" Minggir saya bilang" Bentak Bara sambil menarik kerah baju Surya dengan kuat.

__ADS_1


" Maaf pak, tidak bisa."


Bara menghempas tidak nih Surya hingga tersungkur. Sedangkan teman Surya yang lain langsung menahan Bara untuk tidak menemui Sasa.


" Lepas.. lepasin saya bilang.." Bara terus memberontak.


" Berhenti" Suara bariton menggelegar, membuat suasana langsung menjadi hening. Surya dan kawan-kawannya langsung memberikan sikap Hormat.


" Siap Komandan."


Pria yang mereka panggil komandan itu menatap tajam kearah Bara. "Kamu, temui saya di kantor setelah ini."


Bara mengusap wajahnya dengan kasar. Ingin rasanya mengumpat dengan kuat, tapi itu akan menambah hukumannya. Saat ini aja Bara tidak tau hukuman apa yang akan di terimanya karena telah melanggar prosedur kerja, dan membuat salah satu polisi terluka.


Sasa membuka matanya perlahan, aroma obat-obatan pun langsung tercium olehnya.


" Nona sudah sadar?" tanya seorang perawat.


Perawat itu keluar dan memanggil dokter. Sasa kembali di periksa, kondisinya lumayan membaik.


Di tempat Lain, Bara tengah berdiri dengan sikap siaganya untuk menerima hukuman apa yang akan dia terima.


" Karena kesalahanmu, kamu di skors selama dua Minggu. Dan ya, Selama kamu di skors, kami terpaksa juga memeriksa kamu dan keluarga, karena memiliki hubungan dengan Tersangka."


Mami Shella masuk rumah sakit karena terlalu shock dengan berita yang beredar. Mami Shella terkadang juga menjadi bahan gunjingan karena di tuduh melindungi gembong narkoba.


Keadaan Nenek juga semakin memburuk, Pakde dan Bukde hanya bisa pasrah, dan mereka juga sudah mengabarkannya kepada Bara tentang keadaan nenek.


Arka benar-benar kesal. Riko tidak ingin membantu mereka. Benar-benar manusia sombong. Pengacara yang menangani kasus Sasa mencoba menghubungi nomor yang di berikan Sasa tadi, saat pengacara Rizal menjenguk Sasa.


" Kenapa saya harus membantu nya?. Dan satu hal yang harus anda ingat, Saya tidak ingin berurusan dengan kekuatah Moza. Apalagi untuk membantu mereka. " Ujar Riko angkuh.


Ya, nomor yang di berikan oleh Nando kepada Sasa adalah Nomor Riko. Riko memang terkenal seorang peretas yang handal. Debagn jari-jari lentiknya yang menari di atas keyboard, Riko mampu melakukan segalanya.


" Semua berita tentang gadis itu. Apa dia setenar itu? memuakkan." Riki ingin mengganti cannel Tv, tapi ibu Riko menahannya.


" Tunggu. Gadis itu.. Yaa, gadis itu.. Mama ingat, gadis itu sepertinya gadis yang sama." Gumam Nyonya Artmaja.


Riko mengernyitkan keningnya, apa maksud perkataan dari Mama nya itu.


" Kamu ingat, Mama pernah bilang, kalo Mama di jambret dulu? Gadis itu, gadis itu yang menolong Mama."


" Mama yakin? Kejadian itu sudah lama sekali Ma."

__ADS_1


" Marisa, namanya Marisa. Mama sudha menyiruh kamu untuk mencarinya, tapi kamu bilang tidak dia sudah tidak berada lagi di pasar itu."


" Ya, dia memang tidak berada lagi di pasar itu. Dia__" Riko menghentikan ucapannya, Mata itu, dia sangat mengingat mata itu. Riko pun mengingat janjinya pada dirinya sendiri waktu itu. Jika dia akan memberikan apapun untuk gadis bernama Marisa.


Saat Nyonya Artmaja di jambret, Perempuan yang bernama Marisa yang menolongnya. Nyonya Artmaja sempat kehabisan darah karena terkena tusukan, dan Sasa mendonorkan darahnya saat itu. Tapi Riko kehilangan jejak perempuan bernama Marisa, karena memang tidak ada satu pun foto wajah Marisa yang di dapat oleh Riko. Semua foto Marisa menggunakan masker yang menutup sebagian wajahnya. Bahkan jika tidak memakai Masker, Marisa menggunakan topi.


Riko berlari keruang kerjanya, dan melihat dokumen tentang Sasa. Benar saja, Mata itu. Mata yang sama. Riko meraih ponselnya dan menghubungi pengacara Rizal.


Di tempat lain, Arka dan Fadil merasa terkejut saat mengetahui siapa yang menelpon Rizal.


" Kamu yakin itu dia?"


" Iya Pak, dia mengatakan setuju untuk membantu Nona Marisa."


Riko langsung duduk di singgahsananya, dia mulai menari-narikan jari jemarinya di atas keyboard. Apa yang tidak mungkin bagi Riko, file yang sudah di hapus pun Riko mampu mengembalikannya.


Cukup menguras otak, satu hari Riko didepan komputer yang sudah di sambungkan dengan perangkat -perangkat yang lain.


Di tempat lain, Risa sedang bersama sepupunya yang umurnya terpaut 8 tahun dengannya.


" Kak, ada yang mau aku omongin."


" Mau ngomong apa?"


" Eem, gadis yang sedang hot di bertiakan itu, saat dia di culik, aku memiliki rekaman videonya."


" Apa?"


Zahra, keponakan Risa itu langsung menunjukkan rekaman Videonya saat dia sedang melakukan Vloger.


Risa membuka mulutnya, benar saja, gadis yang di culik itu adalah Sasa. Wajahnya sangat jelas sekali jika itu adalah Sasa.


Risa langsung menghubungi Bara untuk memberitahu tentang rekaman Video ini.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..


salam SaBar ( Sasa Bara)

__ADS_1


__ADS_2