
Note : Hai, mulai dari Bab ini, masuk bulan Ramadhan yaa, walaupun ramadhannya udah lewat, tapi buat nyamain dengan alur cerita di Novel ' Keajaiban cinta kesya' jadi kita masukin yaa alur ramadhannya. Harap maklum yaa readers tercinta..
\=\=\=\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=\=\=\=
Sasa merasa sangat mengantuk, Bara bemar-benar menbuatnya lelah. Padahal Bara tidak memasukinya, tapi rasanya Sasa sangat lelah. Sasa menutup matanya dengan posisi memunggungi Bara, dan Bara memeluk dieinya dari belakang. Tapi tetap saja, tangan nakal Bara masih membelai perut Sasa yang mulus.
" Mungil.."
" Hmm "
" Kesya dan yang lainnya mereka mau pergi piknik, kamu mah ikut?"
" Piknik?" Sasa membalikkan tubuhnya dan menatap wajah Bara.
" Iya, kamu mau ikut?"
Sasa menganggukkan kepalanya antusias. "Mau banget Mas."
" Ya udah, nanti aku kabari Kesya ya. Oh yaa, kulit kamu bisa halus gini sih?" Bara meraba punggung Sasa, hingga ke bagian dadanya.
" Mulai deh, aku capek Mas, tangan aku juga udah pegel tau.."
" Ya udah, kamu istirahat ya.." Bara mengecup kening Sasa, dan memeluknya.
' Maaf ya Mas, aku cuma gak tahan dengan sesuatu yang aku sendiri gak tau apa. Seakan ingin lebih dari sekedar sentuhan. Maafin aku ya Mas' Batin Sasa, dan membalas pelukan Bara.
Sasa sudah mempacking barang bawaan mereka. Sasa juga menyempatkan diri untuk memasak cumi saus tiram yang akan di panggang nantinya.
" Tau kalian ikut pergi kan bisa satu mobil aja Mas." Ujar Leo saat mobilnya dan mobil Bara berbarengan sampai di tempat yang sudah di reservasi oleh Fadil.
" Gak seru dong kalo bareng kalian. Tim Halal dan Tim makruh." Ujar Bara.
" Iskaah.. sombong banget sih. Mentang-mentang udah merit, dulu aja nangis bombay. Ha..ha..ha.." Leo langsung berlari saat Bara ingin menangkapnya. Dan Bara pun mengejar Leo.
" Hei.. kembali... Angkat barang-barang ini" Teriak Anggun galak.
Sasa sampai terlonjak kaget mendengar teriakan Anggun, pasalnya selama ini Anggun terlihat seperti namanya, sangat anggun. Tapi sekarang? Wanita cantik ini bisa juga seperti singa yang mengamuk.
Leo langsung menarik Bara untuk kembali. "Ayoo Mas, sebelum tanduknya tumbuh"
Tak berapa lama Kesya dan Arka pun sampai bersama Baby twins.
" Hai keponakan Om yang tampan" Bara langsung mengambil alih Veer dari gendongan Kesya.
" Ganteng Banget siihh" Sasa mentowel-towel pipi gembul Veer.
" Kamu sudah siap untuk buat yang seperti ini?" Tanya Bara dengan nada menggoda.
Wajah Sasa langsung memerah mendapatkan pertanyaan vulgar seperti itu. Tak berapa lama Vina dan Vano beserta Zein pun tiba, di susul dengan Mili dan Gilang beserta Fatih. Mereka ikut bergabung dan langsung dan bercengkrama.
" Kenapa gak bareng dengan Mas Bara Mbak?"
" Katanya gak mau di ganggu berduaan dengan istri tercinta."
" Lebay iih Mas Bara."
__ADS_1
" Mana nih yang punya ide, kok belum nyampe?" Ujar Gilang.
" Itu mereka," Tunjuk Kesya kearah dua orang dewasa dan satu bayi yang berada dalam gendongan Puput.
" Maaf ya telat. Ada yang muntah-muntah tadi pagi" Ujar puput.
" Benarkah? Jadi Kak Fadil ikut ngidam?" Tanya Kesya antusias.
" Ini namanya membuktikan jika cintanya sangat besar kepada istri. Ya kan yank.." Puput hanya memutar bola matanya malas. Yang penting ada alasan Fadil untuk selalu menempel kepadanya.
" Wahh, pengantin Baru kayak nya seru banget sama Baby Veer. Udah gol belum Mas?" Tanya Fadil yang mana membuat wajah Sasa kembali memerah.
" Belum Gol, lagi bendera merah" Ujar Bara dengan wajah kesal.
Pecah lah tawa Leo, Duda, Arka, Vano, Fadil dan Gilang. Mereka benar-benar tertawa di atas penderitaan Bara.
" Ngebet kawin, tapi belum bisa ngapa-ngapain" Pecahlah kembali tawa mereka.
Gak tau saja mereka, jika Bara sudah menjadi ninja Hatori yang sudah mendaki gunung dan bersabar untuk menuju lembah.
" Lo jangan ketawa besar-besar Lee, Lo aja kawinnya pending gara-gara dinas. Ha .ha..ha.."
Bara menertawakan Leo yang tengah merengut dan menatap sendu ke arah Anggun.
Yaa, pernikahan Anggun dan Leo terpaksa di undur karena Anggun mendapatkan undangan untuk seminar di German. Seminar tentang Bayi tabung, yang mana Anggun sudah lama sekali ingin mengikutinya.
" Maaf yaa" Cicit Anggun.
" Gak pa-pa yank, yang penting sepulang kamu dari Baden-baden itu, kita harus nikah. Titik"
" Iyaaa "
" Nikah perlu persiapan kali Leo." Tambah Arka.
" Tapi Om, Mas Bara aja baru ketemu sama jodohnya, langsung nikah dia tanpa persiapan. Padahal kan ribet nikah sama polisi"
" Gue terpaksa nikah sirih, karena gak mau kehilangan dia lagi. Dan setelah semua urusan selesai, baru gue nikah secara resmi di mata hukum." Jelas Bara.
" Bilang aja udah gak tahan"
Tlaak..
Leo mengelus keningnya yang memanas akibat sentilan dari Bara.
Supir Vano, Gilang, Leo, dan Fadil sedang membakar daging, udang, dan cumi. Sedangkan Supir Arka, yaitu Duda menyiapkan Meja lipat yang memang sengaja di bawa.
Kesya, Vina, Sasa, Anggun, dan Puput pun menyiapkan cemilan yang mereka Bawa, beserta membuat minuman untuk di nikmati saat makan bersama nanti. Sedangkan Para lelaki menjaga anak-anak.
" Aduuh, toiletnya di sebelah mana yaa? kebelet nih" Ujar Vina.
" Sama, aku juga Mbak, jalan jauh banyak minum tadi, jadi kebelet deh" Ujar Kesya.
" Di sana kayaknya toiletnya, kita bareng aja ya kesana. Aku juga kebelet" Ujar Puput.
Akhirnya para wanita semuanya pergi ke toilet. Yaa, wanita memang gitu. Ke toilet aja sukanya barengan kan.
__ADS_1
Setelah selesai melepaskan yang membuat risih tadi, mereka kembali ke tenda mereka. Terdengar sayup-sayup di telinga para wanita, jika ada segerombolan pria yang sedang menggendong anak, dan mereka terlihat sangat seksi. Dan mereka menjuluki Hot Papa.
" Mbak, kayaknya mereka lagi ngomongin para suami kita deh" Ujar Puput.
" Heum, kayak nya sih gitu."
Anggun, Kesya, Vina, Puput, Mili dan Sasa pun mempercepat langkah mereka. Dan benar saja, saat ini lapak yang sedang di duduki oleh para lelaki sudah di kerumuni oleh perempuan. Lihat saja Gilang, Fadil, dan Duda, Terlihat sangat senang menjadi pusat perhatian dari para wanita. Sedangkan Arka, Bara, Leo dan Vano tidak memperdulikan wanita-wanita itu, tapi mereka memperlihatkan senyum yang sangat tampan sehingga membuat para wanita menjerit. Yaa, walaupun senyumnya untuk bayi mereka, tapi karisma mereka sangat kuat.
" Dasar buaya, Ngapain coba senyum-senyum sama tu cewek-cewek gatal. Harus di kasih pelajaran ini" Geram Mili.
" Iyaa, benar tu Mil. Kayaknya harus kita kasih pelajaran mereka. Gak ingat apa istri lagi bunting." Kesal Puput.
" Ayook kita kasih pelajaran para wanita genit itu, dan juga para lelaki yang sok ketampanan itu." Ujar Vina.
" Hah, Memang mereka tampan-tampan. Nasib punya suami tampan ya gini." ini suara Sasa.
" Ayook Mbak, Kita kasih pelajaran yang berkelas kepada mereka." Ajak Anggun.
Kesya, Vina, Puput, Anggun, dan Mili melepas ikatan rambut mereka yang tadinya sengaja di kucir kuda. Di biarkan nya rambut mereka tergerai dengan indah dan tertiup oleh angin yang berhembus sepoi-sepoi.
" Lepas Mbak ikatan rambutnya" Titah Kesya kepada Sasa.
" Gak pede Ah.."
" Udaah, lepas.." Ujar Vina dan membuka ikatan rambut Sasa.
Setelah melepas ikatan rambut mereka, mereka pun berjalan layaknya model dengan rambut yang tergerai, dan di tiupi angin, sehingga menambah kesan cantik dan seksi. Semua mata pria yang melihat kecantikan dari 6 wanita itu langsung mengikuti langkah mereka sampai terbuka mulutnya.
Anggun, Vina, Kesya, Mili, Puput, dan Sasa berdiri dengan berpose di hadapan para suami. Dengan sesekali mengibaskan rambut mereka.
Arka, Vano, Bara, Gilang, Puput, Leo dan Duda langsung menatap memuja kepada wanita mereka, hingga sampai membuka mulutnya.
Gilang dan Fadil yang merasa bersalah langsung saja mendatangi para istrinya. Seakan sadar dengan tatapan Duda yang menatap kepada istrinya, Gilang dan Fadil langsung memberi ancaman kepada Duda. Arka yang kebetulan di sebelah Duda langsung mengambil selembar roti dan menempelkan nya di wajah Duda.
" Istri gue itu. Jaga Mata Lo."
" Dasar Buaya" Desis Mili dan Puput.
" Sok tebar-tebar pesona" serentak Anggun, Kesya, Vina, dan Sasa, menatap tajam kepada pria mereka.
Para pria langsung berdiri dan memeluk pinggang sang istri. Para pria baru menyadari jika banyak pria lain yang menatap istri-istri mereka dengan lapar. Dan Papa hot pun memberikan Tatapan tajam kepada mereka, hingga mereka bubar barisan.
Begitu pun dengan para wanita, memberikan tatapan perang kepada wanita-wanita lain yang berani-beraninya mengerubungi suami mereka. Hingga wanita-wanita itu pun juga ikut Bubar Barisan dan merasa kecewa.
" Jangan harap dapat jatah" Geram Mili dan Puput kepada suami mereka.
Bara mematap kearah Sasa. " Aku gak tebar pesona kok yank. Lihat, aku cuma main sama Qila aja.. " Ujar Bara. " Iya kan Qila, Oom cuma ketawa sama Qila kan, gak sama tante-tante genit yang tadi." Bara mencoba mencari lembelaan dari Qila yang jelas-jelas masih bayi dan belum mengerti apa pun.
" Aku gak bilang apa-apa kok Mas."
Bara menelan ludahnya saat mendengar nada bicara Sasa yang terdengar dingin.
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
Salam SaBar... (Sasa & Bara )