
Seperti mendapatkan secercah cahaya di ruangan yang gelap. Bara tersenyum puas mendapatkan video saat Sasa di culik.
" Ini akan menjadi bukti awal untuk kemenangan kita" Ujar Bara bangga.
" Bar, gimana Mami? "
" Mami sudah mendingan, tadi pagi saat gue kasih kabar tentang video penculikan Sasa, Mami merasa lega."
" Daddy?"
" Masih dalam pemeriksaan."
Tak berapa lama Rizal datang bersama pengacara yang di utus oleh Riko.
" Pak, perkenalkan ini Ali. Pengacaranya Pak Riko."
" Ali"
" Langsung saja, kita kan membahas tentang Nona Marisa, dan ini pastinya juga akan menguntungkan bagi Nando. Apa kalian bersedia?"
Arka, Bara, dan Fadil saling memandang secara bergantian.
" Lakukan yang terbaik. yang penting, nama calon istri saya kembali bersih."
" Calon istri?" Tanya Ali.
" Iya, Marisa calon istri saya."
Ali tersenyum penuh arti.
Persidangan Nando dan Sasa pun kembali di gelar. Di luar pintu persidangan sudah banyak yang datang dari kalangan Preman, Pengemis, pemulung, bahkan anak jalanan pun sudah meramaikan halaman tersebut. Mereka bersorak untuk menyuruh membebaskan Sasa, karena mereka yakin jika Sasa tidak bersalah.
Seorang youtuber pun telah memposting kembali Video Sasa yang tengah membantu seorang pengamen jalanan yang disabilitas, Dimana pengamen tersebut sedang bermain gitar dan bernyanyi. Namun suara pengamen tersebut tidak terlalu bagus, hingga Sasa datang dan mengambil alih mic tersebut. Dan mereka menghasilkan uang yang lumayan tanpa Sasa mengambil sepeserpun untuk dirinya. Sasa murni membantu sang pengamen.
Juga, video saat Sasa menjadi relawan di panti jompo saat ada acara amal yang terlaksana pun juga tengah heboh di media sosial. Tubuhnya yang kecil terlihat lincah kesana kemari untuk melayani para orang tua yang tengah makan itu. Sasa juga terlihat membersihkan bibir seoranh nenek, yang mana makannya berlepotan.
Banyak komentar netizen yang berbeda-beda. Ada yang percaya jika Sasa di jebak, ada yang memaki bilang semua itu adalah kedok, dan ada juga yang menyayangkan jika Sasa benar-benar seorang gembong narkoba, jika Sasa sendiri memiliki sifat yang berhati mulia dengan kesederhanaannya.
Sasa terkejut saat nendapati video dirinya yang di bopong ke kamar hotel. Dan wanita yang menyamar sebagai dirinya adalah seorang pria dengan menggunakan riasan wajah yang di rias semirip mungkin dengan Sasa, dan juga tinggi serta bentuk tubuhnya di cari yang sesuai dengan Sasa.
Terlihat Nando memang masuk kedalam kamar hotel dengan orang yang menyamar sebagai Sasa itu. Terlihat juga jika Nando tengah mabuk saat itu.
Lia, yang melihat bukti dari pengacara Ali, membuat darahnya mendidih. Jantungnya berdegup kencang, bagaimana mereka bisa mendapatkan semua bukti itu?.
Terdapat juga rekaman seseorang yang menerobos masuk kedalam aparatemen Sasa, Di duga orang tersebut yang meletakkan sabu di dalam kamar Sasa.
Bahkan preman yang mengaku jika dia tangan kanan Sasa pun tertangkap. Namun sayangnya preman tersebut telah bunuh diri sebelum dia memberi tahu siapa yang menyuruhnya.
Sasa bernapas lega, setidaknya terbukti jika dia tidak bersalah. Nando pun terlihat lega, dan dia berjanji akan membalas semuanya ini kepada Lia. Hanya satu yang tertinggal di masalah Nando, permainan buruknya saat memenangkan tender baru saja terungkap, itu yang membuat pasal baru untuk Nando.
__ADS_1
Hakim mengetuk palu nya tiga kali setelah mengatakan jika Sasa tidak bersalah. Sasa sujud syukur, setidak keadilan kali ini berpihak kepadanya. Hanya satu masalah Sasa saat ini. Apa Bara masih mau menerimanya, setelah dia tidak memilki kesucian lagi?.
" Terima kasih, setidaknya kasus satu telah selesai" Ujar Nando kepada Sasa.
Sasa tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Sasa pun berlalu meninggalkan Nando.
" Nona " Panggil Nando.
Sasa berbalik dan melihat kearah Nando. Menunggu apa yang ingin di sampaikan Nando kepadanya.
" Saya rasa kita tidak melakukan apapun malam itu."
" Seberapa yakin?"
Nando tidak menjawab, karena dia juga tidak terlalu yakin. Diam nya Nando sebagai jawaban bagi Sasa. Sasa tersenyum kecut dan meninggalkan Nando yang masih harus mendekap di penjara karena terbongkarnya permainan kotornya dalam memenangkan tender.
" Mungil" Bara langsung memeluk tubuh Sasa.
Sasa ingin membalas, akan tetapi fikirannya masih terbayang dengan hasil visum yang mengatakan jika dirinya tidak perawan lagi.
" Kita pulang? Mami sudah rindu sama kamu"
Sasa hanya menurut, ingin menangis tetapi di tahannya. Sepanjang perjalanan tidak ada yang mereka bicarakan, Sasa hanya menatap kearah keluar jendela. Bara memaklumi itu, semua ini pasti sangat berat bagi Sasa.
Sasa mengerutkan keningnya saat Bara membawanya ke rumah sakit. Sasa menatap kearah Bara dengan penuh tanya.
" Mami drop, jadi harus di rawat!"
Bara lupa jika Sasa tidak bisa berbahasa Inggris. " Mami kelelahan sayang." Ulang Bara lembut sambil membelai Surai Sasa.
Dengan jantung yang berdegup kencang, Sasa melangkahkan kakinya mengikuti Bara. Pintu coklat itu terbuka saat Bara menekan nya.
Yang pertama kali Sasa lihat adalah senyuman Mami Shella, Kesya, dan Vina yang tersenyum lebar dan hangat menyambut kedatangannya.
" Mi."
Mami Shella membentang kedua tangannya, isyarat untuk Sasa masuk kedalam pelukannya. Sasa melepas genggaman tangannya dengan Bara, dan berlari memeluk Mami Shella. Pecahlah tangis Sasa yang sedari tadi di tahannya.
" Huaaa....hhikkkss... "
" Sayang, jangan nangis lagi. Mami tau kamu gak bersalah. Dari awal Mami sudha tau, jika kamu tidak mungkin melakukan semua itu. Satu hal yang Mami kecewa sama kamu."
Semua orang terdiam, termasuk Sasa. Jantungnya berdegup kencang, apa Mami Shella kecewa jika dirinya sudah ternodai. Tidak, Sasa tidak ingin mengingat tenamtang hal itu. Satu-satunya harta yang di jaga dan di Banggai nya itu telah sirna.
" Kenapa kamu gak jujur dengan masa lalu kamu?. Jika kamu jujur, Mami dan Daddy pasti akan membantu kamu mengungkapkan jika kedua orang tua kamu tidak bersalah."
Seperti mendapatkan ledakan kelopak bunga. Mami Shella mengatakan jika kedua orang tuanya tidak bersalah?.
Mami Shella tersenyum saat me dapati wajah Sasa yang terlihat kebingungan. Di belainya wajah Sasa dengan lembut.
__ADS_1
" Arka yang mengungkapkan semua kebenaran tentang kedua orang tua mu. Bahkan pihak kepolisian akan meminta maaf tentang kejadian bertahun-tahun lalu. Dan kamu akan di berikan kompensasi atas kejadian itu."
Dada Sasa merasa sesak, kebenaran telah terungkap. Kedua orang tuanya terbukti tidak bersalah. Sasa menatap kearah Kesya dan Arka.
" Makasih Bos. Makasih banyak."
Kesya menghampiri Sasa dan memeluknya. "Dari awal aku sudah yakin jika ada yang slaah dengan kematian kedua orang tua Mbak Sa."
Ponsel Bara berdering, menampilkan nama Pakde di sana. Wajah Bara langsung tegang saat mendapatkan kabar jika nenek Sasa tidak sadarkan diri.
" Mungil, kita ke kampung sekarang."
Sasa, Kesya, Vina, dan Mami Shella mengerutkan keningnya.
" Ada Apa Mas?" Tanya Sasa bergetar.
" Nenek tidak sadarkan diri"
Sasa seakan merasa tubuhnya tak bertulang. Arka langsung membantu Kesya menahan bobot tubuh Sasa. Bara juga ikut mendekat dan mengambil alih tubuh Sasa.
" Mas.. Nenek.. nenek kenapa Mas?.. Hikss.."
" Kamu tenang yaa, semua akan baik-baik saja" Bara memeluk tubuh Sasa dan membiarkan dia menangis di pelukannya.
" Kamu bisa jalan?"
Sasa menganggukkan kepalanya. Namun kakinya terlalu lemas untuk membopong tubuh mungilnya. Bara langsung saja menggendong tubuh Sasa.
" Bawa Duda saja Mas" Tawar Arka.
Arka menganggukkan kepalanya. Arka langsung mengubungi Duda.
" Kami pergi Mi, Assalamualaikum semua."
" Walaikumsalam, hati-hati Bara."
" Hati-hati Mas"
Bara memberikan kunci mobilnya kepada Duda. Duda membuka pintu penumpang bagian belakang, dan membiarkan Sasa dan Bara duduk di sana.
Dengan kecepatan lumayan tinggi Duda melajukan mobilnya. Langsung menuju rumah sakit di mana Nenek di rawat.
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..
__ADS_1
salam SaBar ( Sasa Bara)