Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS M. F - 32


__ADS_3

Air mata Raysa jatuh tanpa ia inginkan. Fatih menggeser kursinya untuk lebih dekat kepada Raysa. Di tarik nya tubuh Raysa kedalam pelukannya.


"Hiks ... Maaf .."


Fatih hanya diam, ia merasa bersalah karena telah membuat Raysa menangis. Seharusnya Fatih tak bersikap seperti tadi. Seharusnya Fatih mampu menahan rasa sakitnya sedikit lagi.


"Hikks ... "


"Hei, jangan menangis ... Kamu gak salah kok."


"Hikk ... "


Raysa terus saja senggugukan di dalam pelukan Fatih. Setelah 20 menit Raysa menangis, akhirnya Raysa merelaikan pelukannya. Fatih memberikan tisu kepada Raysa untuk menghapus air matanya dan juga ingus nya.


Raysa memandang wajah Fatih. Sebenarnya ia tak merasa lapar, namun ia tahu jika saat ini Fatih meraskan hal yang sama dengan nya. Tak ada selera makan. Jadi agar Fatih tetap makan, Raysa terpaksa berbohong.


"Aku lapar." Ujar nya terdengar sangat manis di telinga nya Fatih.


Fatih terkekeh. "Mau makan?"


Raysa menganggukkan kepalanya, "Tapi kamu yang temenin."


"Oke ... Mau makan apa?" Tanya Fatih lagi.


Raysa berfikir keras dan cepat. "Makan nasi."


Fatih kembali terkekeh, "Iya, nasi apa?"


"Pake ikan." Jawab Raysa.


Fatih terkekeh sambil tersenyum. "Baiklah, kita makan."


Fatih mengambil ponsel dan kunci mobil milik Tissa. Mata Fatih melihat kearah wadah stanlees yang di bawa oleh Raysa tadi.


"Ini apa?"


Raysa membawa bola mata nya untuk melihat kearah benda yang Fatih pegang.


"Ah, aku tadi membuatkan sup untuk kamu." Raysa baru ingat tujuan nya ke kantor Fatih untuk apa.


"Ayo .."


Raysa melihat Fatih penuh tanya.


"Kenapa? Kata nya lapar. Ayoo, kita cari makan."


Raysa pun berdiri dan mengikuti Fatih dari belakang. Fatih masuk kedalam mobil tanpa membukakan pintu untuk Raysa, tak seperti biasa nya yang Fatih lakukan. Raysa menghela napas nya, kemudian ia menarik handle pintu mobil hingga pintu itu terbuka.


Saat Raysa masuk, Fatih sedang berbicara dengan seseorang di telpon.


"Iya, kamu mau di beliin apa?"


" ......"


"Baiklah, aku gak akan lama."

__ADS_1


" ......"


"Oke, ada lagi?" Fatih menoleh kepada Raysa yang sedang menatapnya. Fatih berikan senyuman kepada Raysa.


" ....."


"Hmm .. oke ..."


Fatih menyimpan kembali ponselnya kedalam kantong celananya. Raysa ingin bertanya siapa, namun di urungkannya. Raysa sadar, ia tak punya hak untuk bertanya apapun kepada Fatih saat ini.


"Ini." Fatih memberikan wadah stanlees kepangkuan Raysa.


Fatih menghidupkan mesin dan melajukan mobil yang di kemudikan nya dengan kecepatan sedang.


"Apa ada tempat yang ingin kamu datangi?"


Raysa menggeleng, akhirnya Fatih putuskan untuk membawa nya ke cafe yang biasa Fatih datangi dengan Tissa.


Fatih memarkirkan mobil nya di halaman parkir cafe kejora. Hujan memang masih turun, namun tak selebar tadi. Tapi tetap saja, jika mereka berlari maka baju mereka akan basah.


Fatih condongkan sedikit tubuhnya ke dekat Raysa, untuk membuka laci dasboard. Dan mencari patung di sana. Raysa menahan napasnya di saat melihat wajah Fatih sangat dekat dengan nya.


Fatih pun kembali ke posisi awal, dan mencondongkan tubuh nya lagi ke arah belakang. Di mana pastinya wajah Fatih mendekat ke Raysa. Fatih mengulurkan tangannya ke belakang kursi Raysa. Di mana terdapat ruang untuk menyimpan barang di sana. Fatih merogoh-rogohkan tangannya untuk menggapai payung lipat tersebut.


Fatih mendesah lega saat patung nya sudah berada di tangan nya.


"Tunggu sebentar." Ujar Fatih kepada Raysa.


Raysa hanya mengangguk dan memandang Fatih yang keluar dan berjalan sedikit berlari menuju pintu nya.


Pintu mobil pun terbuka, Raysa keluar dengan di payungi oleh Fatih. Fatih menutup kembali untuk mobil setelah Raysa benar-benar berdiri di sebelahnya. Raysa dan Fatih pun berlari menuju pintu masuk cafe.


"Sore Ijong ... "


"Gebetan baru mas?" Tanya nya sambil menerima patung pemberian Fatih.


"Bukan, adik aku."


Kraaakk ...


Raysa memandang wajah Fatih dengan mata yang berkaca-kaca. Dengan susah payah Raysa menahan agar bulir bening tersebut tak terjatuh.


"Oohh .. Gak mirip Mas." Ujar Ijong.


"Emang kamu mirip sama adik mu?"


"Ya gak juga Mas. He ... he ..." Ijong tertawa hambar.


Fatih menggeleng-gelengkan kepalanya dan berjalan meninggalkan Ijong. Raysa hanya mengikuti Fatih dari belakang sambil memeluk wadah stanlees nya.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Fatih kepada Raysa.


"Nasi." Ujar nya sambil menatap lurus kemata Fatih. Tak ada kehangatan seperti biasanya ia lihat di sana, hanya ada kepedihan dan luka.


Fatih memesan satu porsi ayam madu dan satu porsi ikan nila goreng lengkap dengan nasi nya. Fatih memesan jus jeruk hangat untuk Raysa, sedangkan dirinya memesan teh dingin.

__ADS_1


"Kamu yakin minum yang dingin-dingin?" Tanya Raysa yang masih menatap kedalam mata Fatih.


"Kenapa?"


"Cuaca hujan, nanti kamu fl___"


"Gak masalah. Kalo sakit aku bisa minum obat, kalo sakit nya makin parah aku juga bisa ke rumah sakit. Yang penting sakit itu hilang." Ujar Fatih membalas tatapan mata Raysa.


Raysa merasakan betapa sakitnya Fatih saat ini. Sakit yang sangat amat perih dan tak berdarah. Sakit yang tak bisa di lihat. Sakit yang hanya dengan helaan napas saja, terasa bagaikan teriris kembali.


Fatih membuka wadah stanlees yang di bawa Raysa tadi. Kemudian ia mengambil sendok Yanga da di atas meja, dan membersihkannya dengan tisu. Fatih mencicipi kuah sop yang Raysa buatkan. Sudah tak panas, namun masih terasa sedikit hangat.


"Terlalu asin." Ujar Fatih, yang mana membuat Raysa mengerutkan keningnya.


"Masa sih?"


Raysa mengambil sendok yang Fatih pegang, kemudian ia juga mencicipi nya.


"Emmm, iya ... ya udah, gak usah di makan." Raysa kembali menutup wadah tersebut. Fatih hanya memperhatikan pergerakan Raysa.


Tak berapa lama pelayan datang dan membawakan pesanan makanan mereka. Fatih terlihat sangat menikmati makanannya. Seolah ia sedang tak ada masalah saat ini. Raysa memaksakan semua makanan nya untuk di telan, ia tak ingin Fatih berfikir ini hanya alasan bagi nya untuk mengajak Fatih bertemu. walaupun memang itu tujuan Raysa.


Fatih makan hingga menyisakan tulang yang juga sudah di gigit oleh nya. Raysa bernapas lega karena melihat Fatih menghabiskan makananya. Setidaknya untuk siang ini Fatih makan dengan lahap. Raysa juga terpaksa menghabiskan makanannya, walaupun hanya tersisa sedikit lagi.


"Nanti malam kamu mau makan apa? oh ya, kamu bilang kepingin tumor jamur saus tiram kan? nanti aku buatin untuk makan malam." Raysa mencoba mencairkan suasana.


Fatih masih memandang Raysa dengan tangan yang bersedekah di dadanya.


"Nanti malam aku makan di luar bareng Tissa. Tadi udah janji juga dengan dia. Ada yang harus kami bahas. Dan ini masalah kerjaan."


Terlihat wajah Raysa yang kecewa, namun ia tersenyum agar Fatih tak salah mengartikan maksdunya. Raysa mengangukkan kepalanya.


"Besok pagi kamu mau sa___"


"Kemungkinan pagi-pagi sekali aku akan ke Surabaya. Ada lokasi yang harus aku tinjau untuk pembangunan proyek yang sedang aku tanganin. Dan mungkin aku di sana selama seminggu."


Sebenarnya Fatih tak sepenuh nya bohong. Fatih memang akan berangkat ke Surabaya, namun ia tak mengenal sampai seminggu. Mungkin hanya dua hari Fatih berada di sana. Berhubung ada undangan dari klien nya.


Raysa kembali menganggukkan kepalanya. Raysa mengernyitkan keningnya saat Fatih memesan satu bungkus nasi ayam madu.


"Untuk Tissa, tadi nya kami ingin makan siang bersama, karena kamu datang, jadi aku membatalkannya. Sebagai gantinya aku membelikan Tissa makanan."


Dapat Fatih lihat jika Raysa menahan rasa sakit yang ia tahan. Bahkan Fatih dapat melihat bulir bening yang menggenang di pelupuk mata nya. Fatih menggenggam tangannya kuat hingga buku-buku tangannya memutih, ia menahan hasrat untuk tidak menangis dan memeluk Raysa untuk memohon memberi diri nya kesempatan.


Mungkin tidak untuk kali ini. Fatih harus kembali menata hati nya yang sudah melebur.


Jangan lupa follow aq yaa..


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..

__ADS_1


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2