Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 130 " Bioskop"


__ADS_3

" Mas, kamu mau kemana?" Tanya Sasa yang melihat sang suami sudah rapi dan wangi.


" Mau ngajakin kamu jalan-jalan."


" Kok gak bilang-bilang?"


" Loh, kan tadi pagi aku udah bilang sayang." Bara merapikan rambut Sasa dan menyelipkannya di balik daun telinga Sasa.


" Masa sih? kok bisa lupa yaa.."


" Ya udah, kamu siap- siap gih, aku tungguin." Bara mengecup bibir Sasa singkat.


Tak butuh waktu lama untuk Sasa menyelesaikan mandinya, dan berpakaian. Sasa masih lah sama dengan Sasa yang dulu, walaupun Bara banyak membelikan skin care untuk sang istri gunakan, tapi Sasa yang memang malas untuk repot-repot dan berlama-lama di depan cermin pun hanya menggunakan alas beda dan lipstik seadanya.


"Ayookk?" Ajak Sasa saat melihat Bara tengah memainkan ponselnya.


Bara menengadahkan wajahnya dan tersenyum melihat sang istri. Dandanan Sasa memang terlihat sangat sederhana, namun di mata Bara, Sasa terlihat sangat cantik, walaupun sekarang ini dikening Sasa sudah di tumbuhi jerawat-jerawat kecil. Kata Mami sih bawaan ibu hamil.


Bara meraih pinggang Sasa, dan berpamitan kepada Mami Shella dan Daddy Roy untuk makan malam di luar sambil menonton bioskop.


" Hati-hati Bar.."


" Iya Mi.."


Bara membukakan pintu untuk sang istri, dan mempersilahkan mungilnya masuk kedalam mobil.


" Makasih Mas."


Sasa sedari tadi terus memandang kearah Bara. Entah kenapa Sasa merasa semakin hari Bara semakin tampan, dan itu membuat Sasa minder, yang mana saat dirinya tengah hamil, kening Sasa di penuhi dengan jerawat-jerawat kecil, bahkan ketiak dan leher sasa juga mulai menghitam. Bukan karena daki, tapi bawaan hamil.


" Kenapa mungil? liatnya segitu banget?" Tanya Bara yang menyadari tatapan Sasa yang terus tertuju kepada Bara.


" Mas tampan banget sih, boleh gak di simpan aja di rumah, gak usah ke mana-mana, aku takut kalo ada cewek yang cari-cari perhatian sama Mas, terus Mas kesemsem deh." Sasa mengerucutkan bibirnya.


Bara mengelus rambut Sasa dengan sayang.


" Gak akan mungil, aku gak akan berpaling dari kamu. Gak sanggup aku kehilangan kamu, sayang."


" Beneran? Mas gak bohong?"


" Gak sayang. " Bara mengecup bibir Sasa singkat, eh..eh.. gak singkat deng, Bara malah ******* bibir Sasa, karena bibir Sasa sudah menjadi candu buat Bara.


Wajah Sasa tersipu malu atas perlakuan Bara, dan Bara suka itu, padahal mereka sudah lama menikah, dan sering melakukannya, namun Sasa masih saja tetap bersemu dan merona saat Bara memperlakukan dirinya dengannya manis.


Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, satu tangan Bara tak pernah melepas genggaman nya dari tangan Sasa. Sesekali Bara juga mengecup punggung tangan Sasa.


Tak berapa lama mereka sampai ke sebuah mall ternama, yang mana salah satu pemegang Saham terbesarnya adalah Arka. Ya, mereka sedang mendatangi Mall Adem. Karena menurut Bara, makanan di sini sangat aman dan bukan dari makanan siap saji.


" Kamu tau, Mall ini milik siapa?" Tanya Bara mengajak Sasa ngobrol.


" Keluarga Moza?" Tebak Sasa.


" Bukan, tapi milik Arka."


Bara yang merangkul pinggang Sasa dan tak ingin berjauhan pun terus berjalan tanpa memperdulikan sekitar. Sedangkan Sasa sudah sedikit kesal, karena para gadis-gadis centil tengah menatap Bara dengan memuja.

__ADS_1


" Sama aja Mas "


"Beda, Mall ini hasil dari jerih payah Arka sendiri, dan tanpa campur tangan dari pihak Moza group."


" Masa sih?"


"Iyaa, "


" Kaya banget berarti Arka ya Mas.?"


Sasa harus terbiasa memanggil Arka dengan namanya saja, sebelumnya Sasa selalu memanggil dengan sebutan Bos Arka. Namun Sasa masih kurang nyaman memanggil Sasa dengan namanya saja, untuk itu terkadang Sasa juga memanggil dengan sebutan Papa Arka.


" Kamu naksir?" Bara tersenyum menggoda.


" Ya gak lah, bagi aku cinta Mas dan keluarga Mas itu yang paling berharga. Harta bukan segalanya dihidup aku."


" Gemesin banget sih mungil, " Rasanya Bara ingin menciumi bibir Sasa saat itu, namun tidak mungkin ia melakukannya karena ini di tempat umum dan ramai pengunjung yang membawa anak-anak mereka.


Bara dan Sasa sudah dekat dengan pintu kaca untuk masuk ke bioskop dan mengantri tiket. Namun, di depan pintu ada seorang wanita muda yang kesusahan membuka pintunya, Bara pun berinisiatif mendorong pintu itu dan mempersilahkan wanita muda itu untuk masuk duluan.


" Makasih Mas." Ujar Wanita muda itu dengan tatapan memuja dan suara yang lembut.


Sasa merasa kesal melihatnya, belum lagi Bara yang tersenyum tipis menanggapi ucapan wanita muda itu.


Bara mempersilahkan Sasa untuk masuk setelah wanita muda itu masuk.


" Makasih Mas." Ujar Sasa sambil menirukan suara wanita itu, namun tatapan yang diberikan Sasa sangatlah tidak bersahabat.


Bara menggaruk alisnya yang tak gatal, apa dia melakukan kesalahan?


" Makasih Mas?" Ujar Sasa lagi sambil menirukan suara wanita muda itu.


Bara hanya mengernyitkan keningnya karena melihat tingkah aneh istrinya yang tiba-tiba saja berubah.


Bara juga sudha membeli popcorn dan juga air mineral. Bara duduk di dekat Sasa sambil melihat wajah sang istri yang bete.


Tak berapa lama terdengar suara panggilan untuk film yang akan mereka tonton.


" Ayo sayang."


" Makasih Mas." Ulang Sasa masih menirukan gaya bicara wanita muda itu.


Bara hanya menggelengkan kepalanya.


" Mungil.. " Bara menuntun Sasa untuk duduk, dan memberikan popcorn kepada Sasa.


" Makasih Mas" Sasa kembali mengulang perkataan wanita muda tadi.


" Kamu kenapa sih sayang?" Tanya Bara bingung.


" Gak papa" Ujar Sasa jutek.


Film pun di mulai, Sasa memfokuskan matanya ke layar besar itu, namun bayangan Bara yang tersenyum kepada gadis muda itu mengganggu fikiran Sasa. Hingga film berakhir, rasa kesal di hati Sasa pun belum juga hilang.


Bara sampai heran, padahal film yang mereka tonton adalah film kartun yang lucu, namun sepanjang cerita, Sasa sama sekali tidak tertawa ataupun seperti menikmati film tersebut.

__ADS_1


" Kamu kenapa sayang?" Tanya Bara lembut yang mana saat ini mereka sedang menunggu semua orang keluar, baru lah Bara mengajak Sasa keluar. Bara tak ingin berdesakan dengan orang-orang, apalagi saat ini istrinya tengah hamil.


" Gak papa, Laper mungkin." Ujar Sasa jutek.


" Mau makan apa?" Ujar Bara sambil mengelus perut Sasa yang sudah terlihat buncit.


" Terserah.."


Bara menghela napasnya, jika sudah begini artinya Sasa tengah ngambek, dan itu alarm bahaya bagi Bara. Bisa-bisa Bara tidur di kamar Kesya atau Vina lagi.


Bara menuntun sang istri untuk keluar, dan langsung menuju kelantai yang menyediakan berbagai macam makanan dan restoran.


" Mau spageti?" Tanya Bara yang melihat tatapan Sasa sedari tadi menatap kearah restoran tersebut.


" Terserah." Jawabnya, padahal dalam hati Sasa sudah mengangguk dengan antusias.


" Ya udah, yukk.."


Bara merangkul pinggang Sasa, seolah ingin menunjukkan pada semua orang bahwa wanita mungil dan manis di sebelahnya ini adlah istrinya, dan tengah mengandung anaknya.


Bara menarik kursi untuk Sasa, dan mempersilahkan Sasa untuk duduk.


" Makasih Mas." Ujar Sasa masih dengan nada menyindir.


Sepertinya Bara tau dimana letak yang membuat Sasa menjadi badmood. Bara tidak bermaksud untuk tebar pesona, namun Bara hanya menunjukkan keramahtamahan saja.


" Mau spageti?" Tanya Bara ulang.


" Terserah" Jawab Sasa cepat dan meraih ponselnya.


" Maaf ya mungil, aku gak maksud buat tebar pesona kok. Aku kan cuma nolongin aja dia buka pintu,".


" Sama aja, Mas tersenyum manis dengannya."


Bara menggaruk alisnya, perasaan Bara tidak tersenyum manis, Bara hanya sedikit menarik sudut bibirnya saja.


" Maaf ya sayang." Ujar Bara sambil mencium punggung tangan Sasa.


" Hmm.. "


Tak berapa lama pesnana mereka datang, Sasa sangat antusias melihat spageti yang jumbo dan penuh dengan daging cincangnya. Bara selalu tau apa yang di inginkan Sasa, walaupun Sasa tak pernah mengatakannya. Tapi, rasa kesal dihati Sasa belum juga hilang.


Sasa takut, jika Bara akan melirik ke yang lain.


dan, jangan lupa follow IG aku juga yaa..


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA...


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...

__ADS_1


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2