Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 106 " Gaun sunderbolong"


__ADS_3

Bara merebahkan dirinya di sofa dengan berbantal paha Sasa, setelah selesai makan siang.


" Mungil, aku boleh tanya gak?"


" Tanya apa?" Sasa menyisir rambut Bara dengan jarinya.


" Kamu kenapa bisa cinta sama aku?"


" Eemm, kenapa yaa? Aku juga gak tau Mas. Mungkin karena aku terlalu benci sama kamu kali ya, makanya aku jatuh cinta."


" Sebenci itu kamu sama aku? Benci karena apa?"


" Eemm, awalnya sih karena seragam kamu Mas, terus karena tatapan kamu ke aku itu nyebelin."


" Nyebelin? kenapa?"


" Yaa nyebelin aja, Kayak pria mata keranjang gitu natap ke akunya, apa lagi saat akuntau kamu udah punya tunangan, uukhh makin menimbun rasa benci aku Mas."


" Hmm, kalo sekarang?"


" Sekarang aku cinta banget sama kamu."


" Masa sih.."


" Iih, gak percaya dia nya.."


" Nambah dong rukun iman aku kalo percaya sama kamu.."


" Iih, nyebelin. " Sasa mencubit hidung Bara.


" Mas, mandi yuukk.. Udah mau masuk waktu solat zuhur."


" Tumben ngajak mandi bareng?"


" Emangnya Mas gak mau?"


" Mau apa?"


" Eemm, mau itu di kolam renang yang ada di kamar mandi.."


" Kolam renang? Ooh, jacuzzi itu namanya mungil."


" Jakun apa?"


" Jacuzzi, Ja-Cu-Zi"


" Ah, itu lah pokoknya namanya. Aku pingin berendam kayak kemarin Mas. Airnya wangi, bikin menenangkan gitu.."


" Ya udah, aku siapin dulu yaa, kamu tunggu di sini.."


" Iyaa sayang ku.."


" Apa?" Bara yang sudha berjalan beberapa langkah pun kembali menghampiri Sasa. "Kamu bilang apa tadi?"


" Iyaa sayang ku. Beruang madu ku.." Sasa menangkup wajah Bara.


" Gemesin banget sih kamu mungil, jadi pingin.."


" Mau? Tapi sebentar aja yaa, aku kepingin berendam."


" Nanti aja, kata Vina kamu mau kasih kejutan buat aku." Bara menaik turunkan alisnya.


" Hah? Mas kok tau? Mbak Vina bilang yaa?"


" Iya, nanti sore Arka dan Vano ngajakin ngopi di cafe restoran ini. Sekalian kamu persiapin kejutannya buat aku."


" Iih, itu namanya bukan lagi dong kalo kamunya udah tau.."


" Tenang aja mungil, nanti aku bakal pura-pura terkejut deh.."


" Iih... nyebelin deh.."


Bara gemes melihat wajah Sasa yang cemberut dengan bibir yang di majuin..


" Udah ah, nanti aku gak tahan terus malah nyerang kamu. Aku siapin dulu yaa airnya."


Sasa menganggukkan kepalanya.


" gemess.. Cium dulu. " Bara mencium bibir Sasa, awalnya sih pingin ngecuo doang, tapi si Bara mana bisa tahan dia mah orangnya.


" Aduuh mungil, kamu menggoda banget siih.."


" Satu ronde?"


Bara menaikkan alisnya sebelah, Bara Baru membuka mulutnya, namun Sasa sudah menyambar bibir Bara. Dan, mereka pun melakukannya lagi..


" Udah pintar yaa sekarang kamu.." Bara mencuil hidung Sasa, mereka baru saja menyelesaikan olahraga di sofa.


Sasa tersenyum dan tersipu malu.. " Udaah dong, jangan di goda lagi.."


" Siapa yang ngajarin hmm?"

__ADS_1


" Rahasia.."


" Duuh, sama suami main rahasia-rahasiaan."


" Ya dong, namanya juga rahasia perempuan."


" Ohh, Aku tau, pasti Vina kan?" Sasa menggeleng. " Kesya?" Sasa menggeleng lagi. "Jadi siaapa? Aah, jangan bilang kalo Ara." Sasa kembali menggeleng. " Siapa sih yang ngajarin kamu gaya gini?"


" Mau tau apa mau tau banget?"


" Mau tau Bangeet nget ngeef oake hanget.."


" Bela"


Bara melototkan matanya. " Bela? yang kerja di toko kue? yang pernah suka sama Jodi?" Sasa menganggukkan kepalanya.


" Dia kan belum kawin, masa ngerti sih yang beginian? Jangan-jangan.."


" Husss, jangan suka so'uzon dengan orang. Bela anak baik-baik kok, cuma dia suka aja nonton film dewasa, katanya biar bisa muasin suami nanti. "


" Iih, Kamu sering nonton begituan sama dia? "


" Pernah sekali.." Sasa menyengir.


" Jangan di ulangi lagi yaa, Dosa itu.. Kalo kamu mau, tinggal bilang aja.."


" Emang Mas gak pernah nonton? Bukannya anak laki-laki sering nonton yang begituan yaa?"


" Eeh, eemm.. yaa gak semuanya laki-laki gitu.." Bara panik.


" Kalo Mas? Emangnya gak pernah nonton?"


Waah, bakal terbongkar nih kartu As Bara. "eemm, dibilang gak sih, pernah.. Tapi ya udah, gak usah bahas ke situ yaa.. Tadi katanya mau mandi, mau berendam dengan air aroma terapi."


" Iyaaa Mas, lelah banget. "


" Ya udah, aku siapin yaa.." Bara pun berdiri tanpa memakai apapun..


" Iih, di tutup dong, kan malu.." Sasa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


" Udah di coba aja masih malu.. Bilang aja kalo mau nambah."


" Iih, dasar Bara api nyebelin.."


Bara menyiapkan air hangat dan meneteskan aroma bunga mawar kedalam air. Setelah selesai, Bara menggendong Sasa dan mereka pun berendam di dalam jacuzzi. Yaa, mereka benar-benar berendam, dan merelaksasi kan tubuh mereka.


Vano dan Arka menghubungi Bara, bahwa mereka sudah berada di cafe hotel.


" Haii Mas ku yang tampaan.." Kesya dan Vina langsung melambai saat Bara membuka pintu.


" Masih tidur.."


" Duuh, berapa ronde sih emang Mas.."


" Mau tau aja.. Udah, Mas ke cafe dulu yaa.."


" Siaap... Jangan kembali sebelum di suruh yaa.."


" Baiklah adik-adik ku tersayang."


Kesya dan Vina langsung menyerbu masuk dan membangunkan Sasa.


" Kakak ipaar... bangun.."


Sasa mengerjap dan terkejut saat mendapati Kesya dan Vina di kamarnya.


" Kapan sampai mbak?.. Eh, Key, Vin?"


" Baru aja, Lelah banget kayaknya.."


" Waah, banyak banget tanda cintanya mbak.." Kesya mengulum senyumnya.


" Ehh, ini.. " Sasa gugup sekaligus Malu, dia menutup lehernya dengan kedua tangannya.


" Ayo mbak, kita siapain suprise nya."


"Gimana bisa jadi supres kalo Mas Bara aja udah tau.." Sasa cemberut.


" Duuh, kakak ipaar.. Kami terpaksa mengatakannya, jika tidak Mas Bara menolaj untuk keluar dengan Mas Arka dan Kak Vano." Jelas Kesya.


" Iya Mbak, kami terpaksa mengatakannya. Yang penting sekarang, Mbak harus bisa membuat Mas Bara terkejeyt, tergoda, terspesial, pokoknya Ter..Ter.. lah.."


" Iyaa, makasih yaa Key, Vin. Udah bantuin Sa."


" Sama-sama Mbak. Ayoo, kita siap-siap."


Kesya bertugas mengcreambath rambut Sasa, dan melulur tubuh Sasa. Sedangkan mengintruksi pihak hotel untuk mendekor meja makan seperti meja makan malam romantis.


" Naah, gini baru oke. makasih yaa.."


" Sama-sama nyonya, kami permisi."

__ADS_1


" Udah siap belum?" Vina bertanya kepada Kesya yang masih di dalam kamar mandi.


" Sedikit lagi mbak." Teriak Kesya.


Setelah Sasa selesai, Vina memberikan sebuah gaun yang indah kepada Sasa. Tidak terbuka di depan, namun terbuka dinbagian belakang, yang mana saat Bara menyentuh punggung Sasa, tangan Bara akan langsung menyentuh kulit Sasa.


" Iih, bajunya kok kayak suderbolong gini Mbak.. eh, Vin.."


" Udah, nurut aja. terkadang, yang terbuka sedikit itu yang selalu bikin greget."


" Masa sih .? "


" Iyaa, udah, sini duduk dulu."


Kesya dan Vina menjelaskan agar membuat Bara terkesan dengan permainannya.


" Iih, malu ah.."


" Udah Mbak, sama suami sendiri. Aku dulu saat pertama kali melakukannya juga malu, tapi saat melihat ekspresi puas di wajah Mas Arka, Aku langsung pede mbak."


" Iyaa Mbak, Vina juga gitu awalnya. Malu, tapi lama-lama keenakan, Pokoknya Mbak ikutin deh saran kita, di jamin, Mas Bara pasti seneng."


" Iyaa, nanti coba aku praktekan."


" Gitu dong.. Sekarang kita dandan dulu."


Waktu sudah menunjukkan pukuk tujuh, Sasa sudah selesai dengan tampilannya.


" Sempurna.. Di jamin Mas Bara bakal makin klepek-klepek deh.."


" Ya udah, Mbak ikuti rencana kita yaa, sekarang Aku sama Kesya panggil Mas Bara nya."


", Iyaa, makasih yaa sekali lagi. key, Vin."


"Sama-sama kakak ipar." Sahut Kesya dan Vina berbarengan.


Vina dan Kesya pun menghampiri Bara dan para suami mereka. Bara langsung bergegas saat Kesya mengatakan jika Sasa sudah menunggunya.


" Sayang.. mungil.." Bara mencari keberadaan Sasa.


" Mass.."


Bara berbalik, dan melihat Sasa yang sangat cantik dalam balutan gaun hitam, dengan rambut yang di gerai kesamping, memamerkan satu telinganya yang menjuntai sebuah anting, dan lehernya yang terlihat beberapa tanda bekas cinta Bara.


" Kamu cantik sekali Mungil."


" Makasih Mas."


Bara dan Sasa langsung menikmati makan malamnya, dengan di temani alunan musik.


" Mau dansa?" Tawar Sasa, setelah makan malam mereka usai..


" Jadi ini termasuk dalam agenda kejutannya?"


" Begitulaah..."


" Baiklah, Ayoo.."


Bara menberikan tangannya kepada Sasa, dan Sasa menyambut tangan Bara. Bara melototkan matanya Saat tangannya menyentuh punggung Sasa.


" Mungil, baju kamu?"


Bara menyentuh keseluruhan punggung Sasa. Waah, Bara benar-benar terkejut, Bara fikir baju yang dikenakan Sasa tidak seksi, karena hanya memamerkan tulang selangkanya saja, Bara tidak menyangka jika bagian punggungnya terbuka. Bara terkejut? Iyaa lah terkejut, memancing sesuatu hasrat yang sedang istirahat.


"Kejutannya berhasil mungil, akungak nyangka kamu mau pakai baju seperti ini.,x


" Karena di kamar aja Mas, dan hanya kamu yang melihat."


Bara terus mengelus punggung telanjang Sasa.


" Aku tidak tahan Mungil.."


Sasa menangkup pipi Bara, " Dasar Beruang mesum."


Cup..


Sasa langsung mencium bibir Bara, perlahan, penuh cinta, dan lama kelamaan menuntun.


" Eengghhh." Erangan pun lolos dari mulut Sasa saat Bara memporak porandakan mulutnya.


Sasa membuka baju kemeja Bara, dan menjatuhkannya asal. Sasa mendorong tubuh Bara, hingga terduduk di sofa. Sasa mencium kembali bibir Bara, dan memberikan beberapa gigitan di leher Bara bingga varanmengerang nikmat.


" Mungill.. eenggrrhh"


Sasa membuka celana Bara, dan membiarkan Tiger terpampang dan menantang dirinya. Sasa membuka kaitan gaunnya yang ada di leher, hingga gaun itu melorot kebawah, memamerkan tubun telanjang Sasa.


" mungil, kamu??" Bara menelan ludahnya, karena mendapatkan pemandangan yang sangat indah. Sasa mulai naik keatas Bara, dan memulai permainan mereka.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Salam SaBar... (Sasa & Bara )


__ADS_2