Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 146 " kebab dan popcorn"


__ADS_3

Raysa Prayoga Bahari, ulang tahun yang pertama dan sangat berkesan bagi Sasa dan Bara. Tak ada acara yang meriah seperti hal pada umumnya. Hanya berbagi makanan kepada tetangga, dan juga kepada anak-anak yatim serta anak-anak pinggir jalan. Namun, bukan Mami dan Daddy Roy jika tak selalu membuat kejutan, apalagi mendapat dukungan dari Kesya dan Vina.


Yuppss, tanpa sepengetahuan Sasa dan Bara, Kesya dan Vina sudah menyiapkan acara kecil-kecilan yang hanya di hadiri oleh kerabat dekat dan saudara-saudara saja. Halaman belakang langsung di sulap oleh tim EO saat Bara dan Sasa pergi membagikan nasi kotak dan juga kue-kue buatan Kesya.


" Ayoo cepetan, jangan sampai mereka ke uru pulang."


" Iya Buk." Ujar salah satu tim EO.


" Nyantai Mi, sini duduk.." Ajak Daddy Roy yang sedari tadi memperhatikan Mami Shella heboh sendiri.


" Mami kok berdebar-debar gini yaa.."


" belum makan mungkin, coba deh makan dulu, dari pada pingsan, susah gendongnya entar. Mami udah gendut."


" Iih, enak aja bilang Mami gendut, bilang aja kalo Daddy yang udah tua."


" Emang udah tua, tapi kalo masalah goyang-goyang, Daddy masih sanggup lah.."


" Dasar mesum.."


.


.


Sasa dan Bara baru saja membagikan seluruh nasi kotak, seperti yang sudah di rencanakan sebelumnya.


" langsung pulang aja ya Mas, gak enak kalo kelamaan sama yang lainnya, lagian Raysa udah bobok juga nih."


" Iya sayang, Bang Dud, langsung pulang aja yaa.."


" Siap Mas Bara." Duda yang membawa mobil langsung mengarahkan setirnya menuju rumah kediaman Bahari.


Sesampainya di rumah, Sasa yang menggendong Raysa terkejut saat mendapati sambutan hangat dengan nyanyian selamat ulang tahun untuk Raysa. Raysa yang tadinya tertidur pun tiba-tiba langsung terbangun dan ikut bertepuk tangan, seolah mengerti dan ikut bernyanyi dengan bahasanya sendiri.


Sasa menutup mulutnya saat melihat decor belakang rumahnya yang sungguh indah. Walaupun simple, tapi sangat indah. Bukannya Sasa tak ingin merayakan ulang tahun sang putri, tapi Sasa hanya ingin bersyukur atas apa yang udah Allah kasih dan titipkan ke Raysa dengan berbagi bersama orang yang kurang mampu, dan berhak mendapatkan serta merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan.


Setetes air mata Raysa pun terjatuh, Bara yang berada di belakangnya langsung memeluk Sasa dari belakang.


" Mas... hikkss... Vin, Key, Mami, Daddy, hikkss... semuanya... hikkkss... makasih banyak.. makasih banyak... semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada semuanya."


" Amiin..." ucap semua orang yang ada di sana.


Raysa langsung di ambil alih oleh Daddy Roy, namun Raysa yang memang sudah bisa berjalan, minta di turunkan dan berlari kearah cake ulang tahun yang entah kapan Kesya siapkan.


Raysa, Zein, Veer, Qila, Anggel, Lana, Kayla, dan Fatih pun langsung mencomot kue tersebut. para orang tua tertawa melihat tingkah lucu anak-anak mereka, ditambah lagi wajah mereka yang sudah belepotan cream dan juga coklat.


Plaaakk....


huwaaaa....


Para orang tua langsung menoleh di saat mendengar suara tangisan dari salah satu balita tersebut.


Raysa, balita cantik dan imut yang berulang tahun pertama nya ini, baru saja memukul Fatih dengan sendok. Veer dan Zein langsung menjelaskan apa yang terjadi. Ternyata, Fatih ingin mengambil cake milik Raysa, namun Raysa tak memberikannya, sehingga terjadilah perebutan cake. Namun Fatih yang jahil seperti Papi nya, menggigit cake milik Raysa Yanga da di piring, sehingga membuat Raysa geram dan mendaratkan sendoknya keatas kepala Fatih, sehingga membuat Fatih menangis.


Sasa langsung meminta maaf kepada Mili, dan Mili juga tak mempermasalahkannya. lagi pula tak sepenuhnya salah Raysa, Fatih juga ikut andil bersalah di sana.


" Raysa, anak cantik Bunda. Gak boleh gitu yaa.. sekarang minta maaf sama Bang Fatih yaa. "


Raysa mengerucutkan bibirnya, kemudian ia ikut menangis dan berlari kearah Bara. Sasa hanya menghela napasnya, anaknya ini memang sangat manja kepada sang Daddy.


.


.


Tak terasa Raysa sudah berumur 16 bulan, Sasa juga sudah mulai kembali memegang laporan keuangan milik Sabar Express.


" Mas, nanti pulangnya beli kebab yaa.."


Sasa mengancingkan baju kerja Bara.

__ADS_1


" Tumben.."


" Iya Mas, tiba-tiba aja kepingin."


" Iyaa, nanti Aku beliin yaa.."


" Makasih sayang." kecupan pun mendarat di pipi Bara.


Sasa mengantar sang suami hingga sampai pintu, melambaikan tangannya saat mobil Bara meninggalkan halaman rumah.


" Sa, kamu belum sarapan loh, sini Raysa Mami yang gendong."


" Iya Mi."


Raysa pun berpindah tangan dalam gendongan Oma nya. Sasa berjalan ke meja makan dan menikmati sarapannya.


" Mi, kurang garam yaa nasi gorengnya?"


" Enggak kok, Pas, gurih.."


" Sama Sasa hambar Mi." Sasa menambahkan garam keatas nasi gorengnya.


Sasa menikmati sarapannya kembali setelah menambahkan sedikit garam keatas nasinya.


.


.


" Mau ke mana Vin?" Tanya Sasa saat melihat Vina sudah rapi.


" Mau ke mall mbak. ikut?"


" Gak ah, mager. oh yaa, pulangnya lama gak?"


" Gak kok, cuma mau nonton aja sama Mas Vano."


" Pulangnya bawa popcorn yaa.."


" Mbak lagi gak hamil kan?"


Seketika Mami Shella tersedak dengan air yang baru saja mengalir ke tenggorokannya. Mami Shella menatap Sasa dengan penuh pertanyaan.


Sasa seolah lupa, kapan ia terakhir kali mendapatkan menstruasi nya.


" Masa sih hamil?"


" Ya bisa hamil lah Mbak kalo di bikin. Apalagi Mbak gak KB, dan main masukin dalam."


" Masa sih, perasaan gak masukin dalam deh."


" Yakin kamu gak masuk dalam sa?" tanya Mami Shella.


" Yakin sih Mi, eh, tapi gak tau juga deh. Kan Mas Bara yang goyangin, Sasa terima-terima aja."


" Terima sama ******* yaa mbak.." Goda Vina.


" Kayak kamu enggak aja. Yang ajarin Mbak siapa hayoo.."


Sasa dan Vina pun tertawa bersama,


" Mesumnya Bara udah nular ke kamu ya Sa. Mami juga kaget, gak nyangka kalo Vano ternyata juga mesum."


Vina hanya terkekeh mendengarkan sang Mami bicara, sedangkan Vano yang baru saja masuk dan juga ikut mendengarkan, langsung merona karena malu.


" Titip Zein dan Naya ya Mbak."


" Iyaaa..."


.

__ADS_1


.


Sasa mendengar derum mobil milik Bara, dengan riang Sasa menyambut kepulangan sang suami.


" Tumben.." Bara mengecup kening Sasa.


Saat memiliki Raysa, Sasa mulai jarang menyambut kepulangan sang suami, terkadang Bara sering mendapati Sasa yang ketiduran di sofa, sedangkan Raysa juga tertidur di sebelahny, ataupun Raysa tengah bermain bersama Oma dan Opa, sedangkan Sasa masih tertidur pulas.


Wajar saja, Sasa selalu terbangun setiap malam, bahkan setiap dua jam sekali demi memeriksa Popok si bayi dan juga memberikan Asi.


" Mumpung Raysa dan yang lainnya bersama para Opa dan Oma."


" Oohh.."


" Mas, kamu jadi bawa pulang kebabnya kan?"


" Iya mungil, nih.."


Bara memberikan dua kantong plastik yang berisikan kebab.


Sasa meletakkan beberapa kebab di atas piring, dan menghidangkannya di meja yang terletak di halaman belakang.


Sasa mengambil 2 bungkus, untuk dirinya dan juga Bara. Sasa membawa kebab miliknya untuk di nikmati di kamar bersama Bara.


" Enak banget Mas.." Sasa terus mengunyah, hingga kebab miliknya habis.


Sasa memasang wajah lucu, sambil menatap Bara. Ia memandang bibir Bara yang tengah menggigit kebab dan mengunyahnya. Bara yang merasa di perhatikan pun menoleh kepada sang istri.


" Kenapa sayang?"


" Mau..."


" Mau lagi?"


Bagaikan anak kucing, Sasa menganggukkan kepalanya dengan wajah imutnya. Bara gemes dan mencubit pipi Sasa.


" Oh ya Mas, masa kata Vina aku hami. Gara-gara aku pesan popcorn sama mereka"


Bara menelan ludahnya kasar.


" Gak mungkin hamil ya kan Mas, Kan Mas gak buang di dalam kan?"


Melihat keterdiaman sang suami, Sasa langsung memasang wajah serius.


" Mas, jangan bilang kalo kamu pernah buang di dalam."


Bara menaikan sudut bibirnya dengan gemetar.


" Maaf mungil, khilaf.. keenakan waktu itu.."


Sasa membelalakkan matanya. " Mas, kamu??"


Sasa memandang perutnya. bukannya Sasa tak bahagia jika ia hamil, namun bagaimana dengan Raysa?.


Bara dan Sasa memang sudah berkomitmen untuk kembali membuat adik Raysa, setelah Raysa berumur 2 tahun.


Bara saat itu yang mengeluarkan benih di dalam sedikit, tidak berfikir jika benih itu akan membuahi rahim Sasa. Mengingat saat mendapatkan Raysa, mereka harus menunggu hingga dua tahun.


" Aku beli tespack yaa.." Ujar Bara dan langsung meraih kunci motor.


Jangan lupa follow aq yaa..


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA...


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..

__ADS_1


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2