Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 91 " kamu kurusan"


__ADS_3

"Sa, kamu?"


Mami Shella terkejut saat Sasa tengah menjemur seragam Bara. Setau Mami Shella dan menurut informasi dari Bara, Sasa tidak bisa melihat seragam polisi. Jika sudah melihat seragam polisi, maka dia akan muntah-muntah dan lemas.


Sasa tersenyum sangat manis kepada Mami Shella.


" Gak pa-pa kok Mi. Sasa udah baikan."


Mata Mami Shella pun berkaca-kaca. " Kamu serius?"


" Iya Mi."


" Bara udah tau?"


" Udah Mi."


" Alhamdulillah Sa, Mami senang dengar nya." Mami Shella memeluk Sasa.


" Ada apa nih acara peluk-peluk?"


" Ini Dad, Sasa udah gak trauma lagi dengan seragam polisi." Mami Shella mengurai pelukannya dan menghapus air matanya.


" Alhamdulillah, Daddy ikut senang sa." Daddy Roy pun memeluk Sasa.


" Makasih Dad "


" Pantas saja Bara bilang kamu Mungil, di peluk gini gak terasa." Kemudian Daddy Roy beralih memelum Mami Shella.


" Nah, kalo ini baru nikmat di peluk. Terasa.."


" Daddy, dasar genit." Ujar Mami Shella.


" Terasa lemak-lemaknya...Aww...aww.. sakit Mi." Daddy Roy meringis dan mengelus pinggangnya yang di cubit oleh Mami Shella.


" Dasar tua keladi. Udah tua makin menjadi."


Mami Shella meninggalkan Daddy Roy dan Sasa, namun detik selanjutnya Daddy Roy ikut menyusul Mami Shella. Sasa tersenyum melihat kebersamaan Mami Shella dan Daddy Roy, lucu, tapi terlihat sangat romantis. Sasa berharap, dirinya dan Bara bisa sampai tua seperti itu. Selalu bersama dan selalu terlihat muda.


" Sa, Mami mau jengukin Ara, kamu mau ikut?"


" Iya Mi."


" Ya udah, Kamu siap-siap terus ya.. Mami tungguin."


Tak butuh waktu yang lama bagi Sasa untuk bersiap, karena memang Sasa tidak perlu berlama-lama dalam memoles diri. Penampilannya yang sederhana sudah menunjukkan kecantikan alaminya.


" Cepet banget?"


Sasa hanya menyengir menunjukkan gigi rapinya.


Mami Shella dan Sasa pun berangkat menuju kerumah sakit dengan di antar oleh Daddy Roy.


" Pulangnya nanti Daddy jemput atau gimana?"


" Kami pulang naik taksi aja, sekalian Mami mau kepasar."


" Ya udah, kalo mau di jemput kabari aja yaa.."


" Iya sayang kuh"


Sasa yang duduk di belakang ikut tersenyum melihat keromantisan mertuanya itu.


" Sasa?" Jodi yang melihat Sasa di hadapannya langsung ingin berhambur memeluk Sasa, namun Mami Shella menghalanginya.


" Binik orang"

__ADS_1


"Jadi serius itu gosipnya? Kamu udah nikah? Waahh...."


" Bukan gosip Jodi, tapi ini fakta."


Jodi hanya menyengir.


" Ara gimana? udah ada kemajuan?"


" Belum Tante, masih betah tidur."


" Hah, Ara.. Ara .."


" Mi, bang, aku liat Ara kedalam yaa."


" Iyaaa, masuk aja Sa."


Sasa memperhatikan wajah Ara yang pucat dan tertidur pulas bagaikan bayi.


" Hai pejuang cinta.. Apa kabar?. Kamu yakin gak mau bangun? Kamu gak mau liat betapa bang Jodi mencintai kamu?." Sasa mengelus punggung tangan Ara.


" Ara, kamu tau? Aku udah nikah sama Mas Bara. Aku juga udah gak trauma lagi dengan seragam polisi. Dan kamu tau, ternyata aku masih suci, aku masih perawan. Kamu tau, aku senang sekali saat mendengar kabar itu, harta yang selalu aku jaga, akhirnya akan di milik oleh suami aku."


Sasa mengajak Ara berbicara. Bara sudah menceritakan tentang keadaan Ara, namun memang mereka saja yang belum sempat untuk mengunjungi Ara. Sibuk mendaki gunung sebelum melewati lembah.


Setelah Mami Shella ikut masuk dan mengobrol dengan Ara, mereka pun pulang. Sebelumnya mereka singgah di pasar untuk membeli sayur.


Tak terasa sudah masuk Ramadhan kesepuluh. Akhrinya Bara bisa melihat wajah Sasa tepat di hadapannya.


" Mungil, aku rindu banget tau.." Bara mengecup seluruh wajah Sasa.


" Mas, lagi puasa ah.. Geli tau.. " Sasa menahan wajah Bara, dan untungnya tenaga Sasa mampu menangkupnwajah Bara hingga pria itu tidak bisa menciuminya lagi.


" Aku kangen Mungil, lagian cium istri gak batal kok."


Sasa sudah mulai kembali aktif di toko kue beberapa hari lalu. Masih ingat Mawar kan? Mawar terlihat sangat kesal saat Kesya memperkenalkan jika Sasa adalah tangan kanannya yang merangkap sebagai kakak iparnya. Bahkan semua karyawan Yanga da di sana harus menuruti segala perintah Sasa.


Ponsel Sasa tetiba berbunyi, dan menampilkan nama Kesya di sana.


" ...... "


"Walaikumsalam Mbak Key."


" ...... "


" Udah, ini Baru aja aku jemput di bandara."


" .... "


" Iya Key, tentu. Kami akan kesana kok."


" ...... "


" Sampai jumpa Kekey yang cantik.."


" Siapa?"


" Kesya, dia mengingatkan kita untuk buka bareng di rumah nya."


Bara pun berOo ria. Sesampainya dir rumah, Sasa langsung mengeluarkan pakaian kotor Bara, dan memasukkannya kekeranjang pakaian kotor. Kemudian Sasa merapikan seragam polisi Bara yang bersih dan memasukkannya kedalam lemari.


" Kamu kurusan?"


" Hah? Masa sih?"


" Iyaa " Bara mendekati Sasa dan kemudian mengelus perut ratanya. " Bagian sini masih kurusan. Pembukaan yaa kita nanti malam, Biar di sini terisi."

__ADS_1


" Maass" Sasa memukul dada bidang Bara, kemudian menenggelamkan wajahnya di sana. Jangan di tanya lagi betapa meronanya wajah Sasa akibat ulah Bara.


" Mas, jangan raba-raba, lagi puasa loh." Sasa Manahan tangan Bara yang mulai masuk ke balik bajunya.


Di rumah keluarga Moza, Kehadiran Bara dan Sasa menjadi obrolan terheboh, pasalnya Bara terus merengkuh pinggang Sasa, walaupun Sasa sudah menyuruhnya berkali-kali untuk melepaskannya.


" Waaah, pengantin Baru tiba nih. Nempel teruuss kayak perangko" Goda Leo.


Plaakk..


Leo mengelus bahunya yang terasa perih karena pukulan Tante Mega.


" Mereka udah sah, wajar kalo nempel, Lah kamu? kapan Sah nya?"


Leo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Sayang, kita nikah sirih juga yuukk.."


Plaakk...


" Enak aja main bawa anak orang nikah sirih" Tambah Tante Mega.


" Mas Bara?"


" Lah dia beda. Dia mah udah ngebet kawin. Tau sendiri nikah sama polisi ribet."


Bara tersenyum menang karena di bela oleh Tante Mega.


Suara azan pun terdengar, setelah mengucapkan Bismillah, mereka semua berbuka puasa dengan yang Manis.


Arka sempat memberikan berita bahagia, yang mana Om Nazar saat ini akan mulai bekerja di salah satu perusahan Moza. Itu membuat Kesya semakin bahagia karena ayahnya akan selalu ada di dekatnya dan selalu bersamanya.


Suara azan mengintruksi mereka untuk mempersiapkan diri ke mushala. Kali ini mereka akan solat di mushola rumah keluarga Moza. Dengan Ayah Nazar yang menjadi imam nya.


Setelah selesai solat tarawih bersama, rasa lapar kembali melanda. Bara, Leo, Arka, Daddy Roy, Duda, Jodi, Papi Farel pun kembali menikmati hidangan yang masih tersedia.


" Mbak, Mas Bara gimana? Masih nyebelin?" Tanya Kesya kepada Kakak iparnya itu.


" Banget, Manja nya itu gak ketulungan lagi.."


" Namanya juga rindu terpendam Mbak" Goda Vina dan mengedipkan matanya sebelah.


" Iyaa, baru ketemu, udah harus dinas keluar kota. Dan kayaknya sebentar lagi bakal ada yang nyusul nambah momongan nih" Goda Puput.


Sasa sudah menangkup pipinya yang pasti sudah memerah karena terus di goda dengan ipar-iparnya sekarang.


" Mungil, Aaa..." Bara yang tiba-tiba datang dan duduk disebelah Sasa yang tengah memakan puding langsung membuka mulutnya dan meminta di suapi.


" Manja bangeett siih.." Celetuk Puput.


" Biarin. Aaa mungill.."


Sasa masih ragu dan malu untuk menunjukkan kemesraan dihadapan semua orang.


" Udah Mbak, masuk laler entar tu mulut.." ujar Vina.


Akhirnya Sasa menyuapi puding tersebut kedalam mulut Bara. Puding pun dihabisi oleh Bara dengan Sasa yang menyuapinya.


IG : Rira_syaqila


****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Salam SaBar... (Sasa & Bara )

__ADS_1


__ADS_2