Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 70


__ADS_3

Hii, rindu ya sama Layca dan Fatih yang masih seperti Tom and Jerry? 🤭🤭


Aku dua hari ini benar2 mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian. Aku hrs menempuh perrjalanan yg seharusnya 6 jam menjadi 7 jam setengah menuju lokasi ujian. Karena hujan lebat yang membuat semua kendaraan berjejer dengan kecepatan rendah. Dan Alhamdulillah semua nya terlalu dengan memuaskan. Mohon doa nya ya agar nilai ku bisa masuk ke-perengkingan nilai dab bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. 😘😘


****


Raysa keluar dari kamar Rian dengan kesal. Ia melangkahkan kaki nya sambil di hentak-hentakkan hingga menuju pintu kamar nya yang bersebelahan dengan kamar Rian. Namun saat di depan pintu kamar, Raysa kembali menatap pintu kamar Rian. Ada hal yang harus Raysa tanyakan kepada Fatih. Raysa pun memutuskan untuk menunggu Fatih di sofa yang ada di depan kamar dirinya dan Rian.


Tak berapa lama Fatih keluar dari kamar Rian dan terkejut mendapati Raysa yang langsung berdiri saat dirinya keluar.


"Kamu tungguin aku? mau minta di kecup pipi satu nya lagi?" Ujar Fatih sambil terkekeh.


Raysa mencebikkan bibir nya mendengar ucapan Fatih.


"Ada yang mau aku tanya sama kamu." Ujar Raysa setelah menarik nafas panjang dan meyakinkan dirinya untuk benar-benar bertanya kepada Fatih.


"Mau tanya apa?" Ujar Fatih sambil memasukkan kedua tangannya kedalam kantong celana training yang di pakai nya.


"Apa benar kamu yang mendonorkan darah untuk aku?" Tanya Raysa dengan suara yang bergetar.


Hening ...


Fatih tak langsung menjawab pertanyaan Raysa. Fatih menatap lekat mata Raysa yang sudah terdapat air bening yang siap jatuh membasahi pipi nya.


"Fat, aku tanya sama kamu! apa benar kamu yang___"


"Ya. aku yang mendonorkan darah untuk kamu."


Air mata yang sudah menggenang di pelupuk mata Raysa pun jatuh tanpa Raysa mengedipkan matanya.


"Ke-kenapa? kenapa kamu gak bilang kalo kamu yang mendonorkan darah kamu?" tanya Raysa lirih.


"Apa aku selalu mengatakan apa yang telah aku korbankan untuk kamu? Tidak kan? karena aku tak pernah mengharapkan apapun dari kamu, Layca. Bahkan aku tak berharap kamu membalas semua kebaikan aku dengan cinta kamu. Aku ingin kamu mencintai aku karena memang kamu mencintai aku tanpa alasan. Aku ingin kamu mencintai aku karena kamu memang merasa nyaman sama aku, dan kamu yang memilih untuk berada di sisi aku."


Air mata Raysa semakin deras. Rasanya ia ingin berlari kedalam pelukan Fatih dan mengatakan jika sangat mencintai Fatih sedari dulu. Dan bodohnya baru mengadari nya sekarang di saat ia merasakan cemburu.


Fatih menghapus air mata Raysa yang terus mengalir, Raysa masih sesenggukan dan memegang kedua pergelangan Fatih.


"Hiks ... Maaf ... Maaf ...." Lirih Raysa.


"Kenapa minta maaf? sudah aku katakan, jika aku iklhas melakukannya."


"Hiks ... Maaf udah banyak menoreh luka di hati kamu. Hiks ... seharusnya aku tau sedari dulu jika kamu yang mendonorkan ya. Hikks ... Aku cinta kamu, aku cinta sama kamu." Ujar Raysa dengan air mata yang terus mengalir.


Fatih terkejut mendengar ungkapan cinta Raysa. Namun, jika kalian berfikir Fatih akan bahagia, kalian salah. Fatih merasa dirinya terlihat semakin menyedihkan. Ia lebih memilih jika Raysa tak mencintai nya, dari pada mengungkapkan perasaannya di saat Raysa tahu jika dirinya lah yang mendonorkan darah untuk Raysa. Bukan ini yang Fatih inginkan, Fatih ingin di cintai karena memang ia pantas untuk di cintai, bukan karena merasa bersalah atau pun untuk membayar hutang budi.


Fatih menangkuo kedua pipi Raysa, membawa mata Raysa menatap matanya.


"Layca, bukan ini yang aku inginkan. Aku gak mau kamu mengatakan cinta karena aku yang menolong kamu. Aku cinta sama kamu karena aku memang cinta. Dan aku mau kamu juga cinta sama aku karena memang itu yang kamu rasakan, bukan karena kamu ingin membalas kebaikan aku."


Fatih menghapus air mata Raysa yang kembali mengalir di kedua belah pipi nya. Fatih mengecup kening Raysa dengan sayang, membuat Raysa menutup matanya dan menikmati sentuhan dari bibir Fatih.


Fatih menghapus kembali air mata Raysa, kemudian ia menurunkan tangannya dan berbalik. Saat sudah lima langkah menjauh dari Raysa, Fatih kembali menghentikan langkahnya di saat merasakan sebuah tangan melingkar di perut nya. Punggung Fatih pun merasakan panas dari air mata Raysa yang masih sangat deras.


Fayih membiarkan Raysa menangis sambil memeluk dirinya dari belakang. Tangisan pilu yang Fatih dengar. Fatih menutup matanya sebelum melepaskan tangan Raysa dari perutnya.


"Kamu sebentar lagi sudah akan menjadi tunangan seseorang, tidak sepantasnya kamu mengungkapkan perasaan kamu kepada orang lain." Ujar Fatih dan kembali menjauh setelah berhasil melepaskan dirinya dari pelukan Raysa.


Raysa terduduk dan menutup kedua wajah nya dengan telapak tangannya. Menangisi kebodohannya yang terlalu lama memendam perasaannya kepada Fatih.


*


"Ada apa nih?" Tanya Fatih saat melihat Lucas masih menggunakan kimono baru, yang mana masih tercium aroma kain baru yang menguar.


"Tau sendiri, mana mau Lucas pakai baju punya orang lain?" Kesal Mami Vina.

__ADS_1


"Bunda, cuciin baju Lucas aja, trus keringin pake mesin cuci." pinta Lucas dengan mengelas.


"Gak sopan kamu nyuruh-nyuruh Bunda." Ujar mami Vina sambil menjewer telinga Lucas.


Bunda Sasa hanya menggelengkan kepalanya. Sudah tahu tabiat sang anak yang memang tak bisa memakai pakaian milik orang lain. Beda nya Om Leo masih mau menggunakan pakaian Mili orang lain, dengan syarat baju tersebut sudah di cuci dan tidak meninggalkan aroma tubuh dari si pemilik baju.


Bunda Sasa pun mengambil pakaian Lucas dan memasukkannya kedalam mesin cuci. Senyum Lucas mengembang sempurna, Bunda Sasa nya memang the best. Namun detik selanjutnya ia mengerucutkan bibirnya karena Mami Vina menyuruhnya untuk mencuci sendiri col*r miliknya. Mau tak mau Lucas pun menuruti kemauannya.


Fatih tertawa melihat penderitaan Lucas yang memang tak pernah memegang beros dan sabun cuci. Mami Vina benar-benar menyuruh Lucas mencuci nya sendiri dengan tangan.


Fatih menoleh kearah Lana yang terduduk lemas dengan tatapan kosongnya. Fatih pun menyamperin sahabat sekaligus saudaranya itu.


"Nape Lo?" Fatih menepuk paha Lana.


"Oma sudah menetapkan pernikahan Anggel, tinggal membahas tanggal pernikahannya saja." Ujar Lana sambil menghela napasnya.


Fatih ikut merasa sedih melihat Lana yang selalu gagal mendapatkan cintanya. Sudahlah wajah babak belur, kini hati nya pun ikut hancur. Tak ada yang bisa Fatih lakukan sealain mengusap punggung sang sahabat.


"Bunda, Masakin Mie instan rasa soto dong. Enak hujan-hujan." pinta Lucas dengan manja sambil bergelayut di lengan Bunda Sasa.


"Dasar manja. Udah minta di cuciin baju, ini minta masakin mie, masak sendiri sana." Titah Mami Vina.


"Mami Vina kejam, mirip mamak tiri." ejek Lucas, kemudian ia berlari karena Mami Vina ingin memukulnya.


"Wajahnya kalian kenapa?" Tanya Bunda Sasa.


"Biasa lah Mi, anak muda." Jawab Lucas sambil duduk di sebelah Lana.


Bunda Sasa hanya menggelengkan kepalanya melihat sang anak yang memang sering aneh-aneh kelakuannya. Tak ingin membuat ketiga putranya kelaparan, Bunda Sasa pun menuruti permintaan sang anak yang ingin di masakin mie instan.


*


Pertunangan Raysa dan Farhan pun tiba. Farhan ingin mengadakan pertunangannya di gedung mewah milik keluarga Moza. Pertunangan yang katanya sederhana dan hanya di hadiri oleh keluarga besar dan inti. Membuat Bunda Sasa merasa heran kepada Farhan, jika hanya keluarga saja, kenapa harus di gedung? di rumah saja kan bisa.


Raysa sedang di dandani oleh seorang Mua terkenal. Pakaian rancangan Mami Ara pun akan segera Raysa kenakan. Kebaya indah yang akan membungkus tubuh ramping milik Raysa.


"Hei, kok nangis sih?" Ujar Quin yang meminta MUA untuk meninggalkan mereka.


"Quin, hiks ... Aku gak tau ini benar atau salah. Hiks, aku- aku cinta sama Fatih. Tapi, hiks ... Aku gak bisa bersama dia. hiksz, aku gak bisa melihat ia terluka karena aku memilih dua."


"Hei, jika kamu cinta Fatih, katakan kepada dia. Batalkan pertunangan ini." Ujar Quin tegas.


Raysa menggelengkan kepalanya, "Gak bisa, hiks ... Fatih akan terluka karena aku." UjarNya di sela tangisnya.


"Jadi, apa kamu akan tetap melanjutkan pertunangan ini?" Tanya Quin.


Raysa menganggukkan kepalanya, ia tak ingin karena keegosisannya membuat Fatih kehilangan semuanya. Raysa tau, jika Farhan bisa melakukan apa saja yang dia inginkan.


Sebenarnya bisa saja Raysa mengatakan kepada Quin jika dirinya tak berani menolak pertunangannya dengan Farhan. Karena Farhan pernah mengancam untuk menghancurkan Fatih. Raysa tak ingin dirinya menjadi penyebab pertengkaran di antara keluarga yang terjalin baik selama ini.


"Katakan, Apa ada yang menjadi fikiran kamu?"


"Gak ada, hanya saja aku terlambat menyadari jika aku mencintai Fatih."


Raysa menarik napasnya, mencoba menghentikan tangisan yang sedari tadi terus saja keluar dari air matanya. Hingga Fatih masuk bersama tim MUA yabg tadi sempat di suruh Quin untuk memberikan waktu kepadanya dan Raysa.


"kenapa?" Tanya Fatih kepada Raysa dan Quin.


"Tak ada," Ujar Raysa sambil mengalihkan perhatiannya dari Fatih.


Fatih menghela napasnya,


"Sebentar lagi pertunangannya akan segera di mulai, bersiaplah."


Raysa menatap kearah Fatih yang sudah membalikkan tubuh, Namun langkah Fatih terhenti saat mendengar kembali Isak tangis Raysa.

__ADS_1


Fatih kembali dan berjongkok di hadapan Raysa. Ia menghapus air mata Raysa yang terus saja keluar. Quin menjadi saksi betapa besar cinta Fatih untuk Raysa.


"Berikan tisu nya."


Fatih pun berinisiatif untuk mendandani Raysa. Air mata Raysa perlahan tak mengalir sederas tadi. Raysa terus memandangi wajah Fatih yang fokus untuk merias wajahnya dengan tangan lentiknya.


"Kita keluar yuk ..." Ujar Quin kepada beberapa tim MUA, dan meninggalkan Fatih beserta satu orang MUA yang akan membantu Fatih.


*


Raysa menatap dirinya di pantulan cermin. Dandanan hasil karya Fatih memang tak membuatnya kecewa, namun ia kecewa kepada dirinya sendiri. Seharusnya Fatihlah yang menjadi tunangannya.


Fatih memberikan tangannya kepada Raysa unyik berdiri. Fatih meminta MUA tersebut untuk membantu Raysa mengganti pakaiannya. Fatih pun menunggu Raysa sambil menatap kosong kearah alat make up yang masih berserakan di atas meja.


Raysa keluar dari kamar ganti dan menemui Fatih yang masih termenung menatap kearah alat make up yang berserakan.


"Tuan." Panggil MUA yang membantu Raysa mengganti pakaiannya.


Fatih menoleh dan melihat betapa cantiknya Raysa dengan kebaya rancangan Mami Ara, dan juga hasil make up nya.


"Sudah siap?" Ujar Fatih setelah menyelesaikan keterpanaannya.


Raysa mengangguk. Fatih memberikan lengannya agar Raysa memasukkan tangan lentiknya ke dalam lengannya.


Fatih mengiring Raysa keluar kamar menuju ruangan di mana pesta pertunangan Raysa dan Farhan akan segera di mulai.


Semua mata tertuju kepada Raysa dan Fatih yang terlihat sangat serasi. Namun sayang, yang menjadi tunangan Raysa bukanlah Fatih, melainkan Farhan.


Farhan menatap kedua pasangan yang saling jatuh cinta itu dengan tatapan tajam dan tangan yang mengepal. Farhan melihat kearah Raysa yang terus menatap Fatih yang ada di sampingnya. Tak sekalipun Raysa mengedipkan matanya.


Fatih dan Raysa pun tiba di hadapan Farhan yang sudah terlihat tampan dan menawan. Fatih meraih tangan Raysa dan menggenggamnya. Fatih tersenyum lembut kepada Raysa, kemudian ia menatap kearah Farhan.


"Gue percaya sama Lo. Lo pasti bisa bahagiain Layca. Tapi, jika sekali aja gue dengar Lo nyakiti Layca, Lo bakal berhadapan dengan Gue." Ujar Fatih kepada Farhan.


Farhan tersenyum. "Lo tenang aja, gue pasti bakal membuat Ica bahagia."


Fatih menepuk bahu Farhan, kemudian ia pergi menjauh dari Farhan dan Raysa, serta Bunda Sasa, Daddy Bara, om Riko, dan juga istrinya. Fatih pergi meninggalkan gedung pertunangan Raysa dan Fatih.


Mami mili menatap sedih kepada sang putra. Betapa kuatnya hati Fatih hingga mampu mengantarkan Cinta nya kepada orang lain. Papi Gilang yang menyadari jika Mami Mili menangis pun langsung memeluk sang istri.


Tak hanya Mami Mili, Bunda sasa juga ikut merasakan kesedihan yang Fatih rasakan, begitu pun dengan Quin yang sudah berada di dalam pelukan Abi. Semua orang yang mengetahui betapa besarnya cinta Fatih kepada Raysa, maka mereka akan merasakan kesedihan yang sama seperti yang Fatih rasakan.


"Hiks ..."


Isak tangis Raysa yang tersedu-sedu pun menarik perhatian semua orang. Bunda Sasa yang ada di samping Raysa pun langsung memeluk sang putri. Ingin sekali rasanya Raysa berteriak dan berlari kearah Fatih. Jika tak mengingat ancaman Farhan dan hubungan baik kedua keluarga nya.


Farhan kembali mengepalkan tangannya, ia menarik Raysa dari pelukan Bunda Sasa, yang mana membuat Bunda Sasa dan Raysa terkejut. Daddy Bara sudah menatap tajam kepada Farhan yang sudah beraninya menarik kasar tangan sang putri.


Tanpa bicara, Farhan menarik tangan Raysa untuk mengikutinya. Raysa hanya menurut dengan tangis yang masih menghiasi wajahnya.


Daddy Bara sudah siap mengejar, namun di halang oleh pengawal Farhan. Daddy Bara membuat perlawanan, begitu pun dengan seluruh para pria yang merasakan sesuatu hal yang tak baik akan terjadi.


*


Di sebuah atap gedung, sepasang kekasih sedang berciuman.


Upppsss, siapa yaa kira-kira 🤭🤭🤭


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...

__ADS_1


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2