
Daddy Roy masuk kedalam rumah, dan mendapati Bara dan Sasa yang tertidur di ruang TV. Bara tertidur dengan posisi masih duduk di lantai yang beralaskan karpet. Sedangkan Sasa tertidur di sofa.
" Bara" Daddy Roy menyentuh bahu Bara.
Bara mengerjapkan matanya, dan melihat Daddy Roy berdiri di dekatnya.
" Sudah solat ashar??"
Bara melihat ke arah jam di dinding, sudah pukul 4 lewat.
" Belum Dad,"
" Itu Sasa nya juga jangan lupa di bangunin, suruh solat."
" Lagi PMS dia Dad, jadi biarin aja lah dia tidur. Di rumah sakit dia gak nyenyak tidur nya"
" Yaa kamu, kalo sakit manja banget" Gerutu Daddy Roy.
Bara hanya menyengir saat Daddy Roy berlalu meninggalkan Bara dan Sasa. Bara pun bergegas melaksanakan solat ashar.
" Kok aku gak di bangunin sih Mas?"
Bara baru saja selesai solat, dan mendapati Sasa yang tengah duduk sambil memainkan ponselnya.
" Kamu nyenyak banget tidurnya, mungil "
Bara benar-benar menahan Sasa hingga malam. Bahkan Bara menyarankan agar Sasa menginap saja di rumahnya, tapi Sasa menolaknya dengan keras. Bara pun memakluminya.
Bara mengantarkan Sasa pulang ke apartemen nya. Sebenarnya Sasa sudah menolaknya, tapi Bara memaksa untuk mengantarnya. Daddy Roy dan Mami Shella pun tidak bisa berkata apa-apa lagi, jika Bara sudah ngotot ingin mengantar Sasa pulang.
" Naik taksi aja yaa, aku gak mau kamu kelelahan nyetir mobilnya."
" Iya mungil "
Di sepanjang perjalanan Bara sedari tadi tidak melepaskan genggaman tangannya dari Sasa.
" Mas, lepasin. Malu tau di lihat sama pak supirnya"
" Biarin aja" Jawab Bara cuek.
Sesampainya di apartemen Sasa, Bara masih bersikeras untuk mengantar Sasa sampai ke unitnya.
" Mas, kalo kamu gini aku marah yaa.. " Kesal Sasa.
" Jangan dong, "
" Ya udah, kamu pulang, jangan kemaleman. Biar bisa langsung istirahat di rumah"
" Iya mungil iyaa.. Aku pulang yaa..."
" Eemm, aku tungguin Sampai kamu naik ke dalam taksi"
" Kecup nya??"
" Iih, dasar Beruang Madu mesum... Udah sana naik ke dalam taksi nya"
" Sekali aja"
" Maasss"
" Iyaa ... iyaa, aku pulang yaa.. Assalamualaikum mungil"
" Walaikumsalam"
Sasa memandangi taksi yang di naiki Bara hingga tidak terlihat. Sasa pun masuk kedalam apartemen nya. Hari ini adalah salah satu momen terbaik di hidup Sasa.
Tak terasa hubungan Bara dan Sasa sudah berjalan hampir sebulan. Banyak hal yang telah mereka lalui, seperti saat ini, berdebat saat memilih pergi kencan dengan mengendarai motor atau mobil Bara di Basemen apartemen Sasa.
" Mas, naik motor ku aja yaa."
" Motor kamu kecil sayang, perjalanan kita lumayan jauh. Naik mobil yaa.."
__ADS_1
" Naik motor aja, Lebih hemat waktu. Gak terjebak macet lagi"
" Mobil "
" Motor Mas"
" Mobil mungil"
" Motor."
" Mobil ya syaang."
" Udah ah, gak mood. Aku nonton kartun aja di apartemen"
Sasa membalikan tubuhnya sambil menghentakkan kakinya kesal. Bara memijit pangkal hidungnya.
" Ya udah, naik motor. Tapi jangan motor kamu. Motor kamu kecil sayang, kita pinjam motor Andi aja yaa. Motor sport dia tempat duduk nya besar, jadi lebih nyaman."
" Terserah kamu, yang penting naik motor" Ujar Sasa merajuk, sambil memanyunkan bibirnya.
"Jangan di manyunim gitu bibirnya, nanti aku cium yaa"
Sasa dengan cepat menutup mulutnya, sebelum Bara mendaratkan bibirnya. Bara terkekeh melihat tingkah lucu dan menggemaskan kekasih pujaan hati nya itu.
Bara pun menghubungi Andi yang kebetulan sedang dinas, dan meminjam motornya.
" Nih, tukeran yaa" Ujar Bara sambil memberikan kunci motor Sasa.
" Siap pak, yang penting minyak full dan jangan lupa oleh-oleh nya"
" Dasar kamu. Udah sana pergi."
" Siap pak" Ujar Andi dengan sikap siaga dan memberi hormat.
Bara melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Aahh, ternyata tidak rugi juga pergi menggunakan motor. Lumayan, sepanjang jalan dapat pelukan dari mungilnya.
" Panas banget, kita beli minum dulu yaa" Bara menghentikan motornya di sebuah minimarket yang sudah menjamur di seluruh Indonesia.
" Iyaa sayang"
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tatapan cemburu dan iri.
" Aku tidak akan membiarkan apa yang menjadi milikku, hilang begitu saja. Bara harus tetap menjadi milikku." Ujar Wanita tersebut.
Sasa duduk di salah satu kursi yang terdapat di minimarket tersebut. Di bukanya bungkus eskrim rasa coklat itu, dan Sasa pun mulai menggigitnya.
Kletak..
"Eemmmm. Nikmat Bangeet emang gigitan pertama" Ujar Sasa dengan mulut yang penuh eskrim.
" Pelan-pelan sayang makannya. Jangan sampai belepotan begini." Bara menghapus sisa coklat yang berada di sudut bibir Sasa dengan menggunakan ibu jarinya, kemudian di hisapnya ibu jarinya mencicipi rasa coklat itu.
" Eem, manis"
Bluusss..
Wajah Sasa langsung merona. Baru di perlakukan begitu saja Sasa sudah Baper nya tingkat dua aja laah yaa. Karena Bara akan membuat Sasa semakin baper dengan bertingkat-tingkat.
" Aahh, coba dalam mobil. Pasti aku bersihi dengan bibir aku"
Blusss..
Lagi-lagi Bara membuat wajah Sasa merona.
" Apaan sih. Dasar mesum"
" Biarin. Makanya, kamu kapan mau temui aku dengan nenek?"
" Secepatnya Mas. Lagian bulan ini aku udah banyak libur. Dan itu gara-gara kamu. Gak enak aja gitu kalo minta libur lagi di bulan ini"
" Iyaa sayang... iyaa.. aku yang salah"
__ADS_1
" Emang kamu yang salah"
" Mungil, eemm..." Bara ingin menyampaikan niatnya untuk membawa Sasa ke psikiater.
" Kenapa?"
" Kalo kita nikah, kamu otomatis akan menjadi ibu bhayangkari. jadii..."
Sasa masih menatap Bara dan menunggu kelanjutannya.
" Aku.. itu.."
" Aku mau kok"
Bara terdiam dan menatap wajah Sasa. Apa mungilnya ini sedang membaca fikirannya?.
" Aku mau kok, pergi ke psikiater."
Bara membulatkan matanya, saat mendengar ucapan Sasa.
" Mungil, kamu??"
" Jika aku bersedia menikah dengan kamu. Maka aku harus siap menghadapi semua seragam mu. Beruang madu ku" Ujar Bara sambil menggelitik dagu Bara saat di akhir kalimatnya.
Bara menggenggam tangan Sasa yang berada di dagunya. " Kamu serius mungil?"
" Iyaa sayang. Aku akan lakukan apapun untuk kamu"
" Makasih mungil. "
" Sama-sama sayang"
Bara mengecup jemari tangan Sasa.
" Mas, malu di liatin orang ntar" Sasa mengingatkan.
" Kalo naik mobil tadi kan enak, gak ada yang liat"
" Iihh,, dasar mesum.."
" Biarin, mesumnya cuma sama kamu"
" Ntah iya pun"
" Iyaa, yang lalu itu khilaf"
" Bisa ya khilaf bertahun-tahun"
" Itu karena belum ketemu bidadari sesungguhnya."
" Sekarang?"
" Sekarang Bidadari nya sedang duduk di hadapan aku. Aku sampai heran, kamu bidadari bersayap, atau salah satu dari tujuh bidadari yang selendangnya aku curi?"
" Dasar gimbal."
" Gombal sayang"
" Yaa itu lah maksdunya."
Mereka tertawa menikmati candaan yang selalu saja menghibur hati.
IG : Rira_syaqila
****. Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...
Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..
Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan lupa beramal ya, seperti beramal gift gitu untuk cerita ini..
salam SaBar ( Sasa Bara)
__ADS_1