Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
RAYSA VS MR. F - 35


__ADS_3

"Jangan menangis lagi ca,." ujarnya kepada diri sendiri.


Raysa menatap kunci mobil Yanga dabdibatas meja. Raysa membatalkan niatnya untuk membuat sarapan, dan sepertinya pagi ini Raysa tak akan mengisi perut nya sebelum bekerja.


Raysa mengenakan jaket nya dan memesan taksi online. Ia tak akan memakai mobil yang Fatih kasih pinjam melalui perantara. Raysa menyapa satpam dan menunggu beberapa saat di sana sampai taksi yang dipesannya datang. Raysa membuka pintu dan naik kedalam nya.


Tanpa Raysa sadari, jika ada sepasang mata yang memperhatikannya dari jauh. Seorang pria yang sedari tadi memang belum pergi dan di tugaskan untuk melihat Raysa sampai wanita itu pergi.


Pria itu adalah Romi. Romi mengambil ponselnya dan membuat panggilan kepada Bos nya.


"Halo Bos, Non Raysa pergi dengan menggunakan taksi online."


Di seberang sana, Fatih menghela napasnya. Ia pun sedari tadi hanya menatap sarapannya tanpa selera. Namun Fatih harus memaksa tubuh nya untuk menerima semua makanan tersebut, karena tubuhnya butuh energi ekstra hari ini.


Fatih kembali mendesah, seharusnya diri nya sendiri yang memberikan kunci tersebut. Tapi ah... sudah lah... melihat Raysa saja Fatih rasanya lagi tak ingin. Fatih takut pertahanan yang sedang di buatnya kembali roboh.


*


"Sa, kamu ikut kelapangan ya." Ujar Atasan Raysa.


"Siap pak."


Raysa menyiapkan barangnya untuk di bawa. Hari ini adalah hari pertamanya meninjau lapangan. Raysa harus mengenyampingkan perasaanya yang kurang baik. Mungkin bertukar pesan dengan Farhan akan membuat mood nya kembali.


Haah... sia-sia saja, kali ini cara itu gagal. Farhan tak mengembalikan mood Raysa.


Raysa naik kedalam mobil polisi. Saat ini mereka akan melakukan razia kendaraan. Sesampainya di jalanan yang akan mereka razia, Raysa turun bersama teman-teman nya yang lain.


Raysa di tugaskan untuk memeriksa setiap pengendara mobil. Dan saat itu, sebuah mobil yang Raysa periksa membuat hati nya sakit karena merasa di bohongi.


*


Pukul 10 pagi. Fatih sudah siap untuk meninggalkan hotel permata. Dengan Romi yang akan menemaninya ke Surabaya.


"Berkas sudah siap dan lengkap?" Tanya Fatih.


"Sudah Bos. saya sudah mengecek nya sampai tiga kali."


"Bagus, cek yang ke empat kali nya agar kamu lebih yakin jika tidak ada yang tertinggal."


"Baik Bos."


Romi pun kembali mengecek semua berkas, dan syukurlah tidak ada yang tertinggal. Semua lengkap.


Fatih berjalan di depan dengan di ikuti oleh Romi. Seperti biasa, Fatih hanya menggunakan baju kemeja nya yang bermotif kotak-kotak. Rambut yang di ikat dan sepatu kets yang selalu membuat dirinya selalu tampil santai.


"Bangunkan saya jika sudah sampai bandara." Ujar Fatih saat dirinya sudah duduk di bangku penumpang Yang ada di samping pengemudi.


"Siap bos."


Romi melajukan mobil perusahaan dengan kecepatan sedang. Namun, di tengah perjalanan, mobil mereka terjaring razia, sehingga Romi harus menghentikan mobilnya untuk melakukan pemeriksaan.

__ADS_1


"Kenapa berhenti?" Tanya Fatih masih dengan mata tertutup.


"Razia bos."


Bersamaan dengan itu, jendela Romi di ketuk oleh polisi.


"selamat pagi menjelang sore pak. Maaf, menganggu perjalanan anda. Bisa tunjukkan surat-surat berkendara nya?" Tanya polisi tersebut.


"Baik pak, sebentar."


Romi pun menunjukkan SIM dan STNK mobil kepada pak polisi tersebut. Polisi itu memeriksa SIM dan STNK nya. Setelah di yakini lengkap, pajak kendaraan yang masih berlaku dan SIM yang masih baru. Pak polisi itu mengembalikan surat-surat mengemudi kepada Romi.


"Kalau boleh tau mau ke mana pak?" Tanya pak polisi tersebut.


"Mau ke Bandara." Jawab Romi.


"Baik, ini surat-suratnya. Hati-hati dalam mengemudi dan selamat jalan."


"Terima kasih pak."


Fatih masih setia menutup matanya tanpa.mau membuka sedikitpun. Dan Fatih juga tak mengetahui jika ada seorang polwan yang menatap kearahnya sedari tadi.


Polwan itu adalah Raysa, di mana kaca mobil Fatih yang terang dapat membuat Raysa melihat siapa Yang ada di dalam mobil tesebut.


Raysa memandang mobil tersebut hingga tak terlihat.


"Kenapa? kamu kenal sama orang Yang ada di dalam mobil tersebut?" Tanya pak polisi yang baru saja memeriksa mobil yang di kendarai oleh Fatih.


"Ke Bandara."


Raysa melirik kearah jam yang melingkar di tangannya. Pukuk 10. itu tanda nya Fatih berbohong kepadanya. Fatih mengatakan tadi pagi jika dirinya sudah berada di bandara. Tapi kenyataannya?


Hah, sebenarnya di mana Fatih tadi malam?


jujur saja, rasa penasaran Raysa kepada Fatih yang mengatakan jika dirinya tak pulang pun membuat Raysa diam-diam menyelinap masuk ke dalam apartemen Fatih. Dan ternyata apartemen tersebut kosong.


"kenapa kamu harus bohong?" Batin Raysa menatap kosong kearah mobil Fatih yang tak terlihat.


Di dalam mobil, setelah melewati razia polisi, Fatih membuka matanya. Ia menghela napas nya dan menatap kearah luar jendela.


Fatih melihat Raysa berdiri di sana, namun Raysa tak melihat kearah nya. Sebelum raya melihat kearahnya, Fatih sudah duluan kembali menutup matanya.


Bayangan Raysa yang sangat cantik dengan menggunakan seragam polisi terus saja terlintas di benak Fatih. Senyum yang cantik itu, seakan tak mau pergi dari fikirannya. Terus saja berputar-putar di kepala Fatih. Hingga akhirnya Fatih mendesah kuat dan meninju pintu mobil, membuat Romi terkejut.


"Bos gak papa?" Tanya Romi yang sudah berdebar-debar karena takut.


"Fokuslah menyetir, aku sedang kesal " Ujar nya dengan tak bersahabat.


Romi menelan ludah nya, sepengetahuan nya dan menurut informasi dari Rara, Bos nya ini tak pernah marah. Jika marah pasti hanya menegur dengan bijak.


Seperti nya itu berlaku hanya untuk Rara, tapi tidak untuk dirinya. Bersiaplah Romi, mungkin kamu selanjtkan akan menjadi Samsak hidup bagi bos mu.

__ADS_1


Romi kembali fokus dengan mengemudinya. Ia tak ingin menjadi Samsak hidup bagi Bos nya itu. Terkadang, orang yang selalu terlihat menyenangkan, maka jika sudah marah, akan sangat mengerikan. Begitu lah yang Romi fikirkan kira2.


*


"Bagaimana pengalaman baru kalian dengan bekerja di lapangan?" Tanya Komandan Raysa. Saat ini mereka tengah menikmati makan siang bersama setelah lelah berpanas-panasan dalam melaksanakan tugas.


"Menyenangkan Pak." Jawab teman Raysa.


"Ya walaupun ada juga pengendara yang tak merasa bersalah. Masa iya dia nya gak pakai kaca spion, pas mau di tilang eh dia bilang gini. Tilang aja mantan saya buk polwan cantik. Karena dia lah saya gak mau memasang kaca spion. Karena dengan melihat kebelakang itu artinya mengingatkan dirinya yang selalu sering melihat wajah kekasih dari kaca spion."


Tawa pun pecah, Raysa juga ikut tertawa. Namun tak selepas teman-temannya yang lain. Fikirannya masih nyangkut kepada Fatih. Kenapa Fatih menghindari nya?


Sedangkan di tempat lain, Fatih baru saja mengurus bayi besar yang muntah karena untuk pertama kalinya naik pesawat. Huuff, menyebalkan sekali. Seharusnya Fatih bisa beristirahat sebentar sampai pukuk tiga. Dimana waktu yang sudah di tentukan untuk bertemu dengan klien nya.


"Sudah?" Tanya Fatih yang masih mengusap tengkuk Romi.


Romi menganggukkan kepalanya. Ini yang pertama bagi dirinya, sebelumnya Romi pernah naik kapal, namun tak mabuk seperti ini.


" Lain kali minum pil anti mabok untuk orang hamil." Ujar Fatih kepada Romi.


"Saya gak hamil Bos, dan gak bisa hamil."


Fatih berdecak. " Pil itu kamu beli, lalu kamu minum saat sebelum naik ke dalam pesawat. Itu dapat membantu kamu untuk tidak mual saat melakukan perjalanan jauh. Mau naik pesawat, mobil, ataupun Kapal."


"Iya bos, nanti saat pulang saya beli dan minum. Tapi, beli nya di mana Bos?"


"Kamu cari di tempat orang jual cabai, mungkin ada."


"Emang ada Bos?"


"Hah, mual bikin kamu bloon ya, ya gak adalah. Kamu cari di apotik, bilang sama mbak-mbak yang jaga apotik nya, minta obat untuk mabuk untuk orang hamil."


"Iya Bos, saya akan ingat itu."


Fatih menggelengkan kepalanya, ia mencuci tangannya dan keluar dari kamar mandi. Sedangkan Romi menatap punggung bos nya itu dengan senyum mengembang.


"Baru kali ini ada Bos kayak gini."


Jangan lupa follow aq yaa..


IG : RIRA SYAQILA


JANGAN PELIT YAA.....


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....

__ADS_1


__ADS_2