Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 32 " Kejahilan Vina"


__ADS_3

Disarankan agar membaca part ini saat sesudah berbuka yaa. Ingat, harus tetap SaBar...


\=\=\=\=\= SELAMAT MEMBACA \=\=\=\=\=


Bara memperhatikan kecantikan wajah Sasa dan teduhnya. Ah, gadis mungil ini benar-benar sudah memporak-porandakan hatinya.


Sasa sudah selesai dengan memberikan obat di wajah Bara, namun memegang tangan Sasa yang masih berada di wajahnya. Dengan sekali gerakan Bara memegang tengkuk Sasa dan menempelkan bibir nya di bibir Sasa. Sasa membelalakkan matanya dan mendorong tubuh Bara, namun Bara dengan kuat masih menahan tengkuk Sasa. Sasa berusaha memberontak agar Bara melepaskan ciumannya, merasa Sasa kehabisan napas, Bara melepaskan ciumannya dengan napas yang tersenggal, begitu pun dengan Sasa.


" Lo minta dipukuli lagi Hah?" Kesal Sasa dana udah siap melayangkan tinjunya.


Bara menahan tangan Sasa dan menarik ya kedalam pelukannya. Mengubur Sasa di tubuh besarnya itu.


" Maaf, tapi aku tak bisa menahan hasrat ku untuk tidak menciummu. Sa, jadi lah pacar ku. Tidak, tapi jadilah istri ku. Kita menikah"


Sasa tertegun mendengar permintaan Bara, namun dia mendorong tubuh Bara, namun Bara masih belum mau melepaskan pelukannya.


" Menikah gak segampang seperti yang Lo ucapin, Lo gak kenal siapa gue, dan gimana gue sebenarnya. Mending Lo fikir-fikir deh buat nikah denagn gue"


Bara merelaikan pelukannya dan menatap mata Sasa. " Aku udah tau siapa kamu, keluarga kamu, dan bagaimana kamu sebenarnya. Aku tau semuanya tentang kamu"


Sasa memutuskan pandangannya. " Mending Lo pulang, gue mau istirahat."


Sasa bangkit dan meninggalkan Bara sendirian di ruang tamu. Terdengar Sasa mengunci pintu kamarnya dari dalam. Bara hanya bisa menghela napasnya. Sepertinya gadis mungil ini sungguh sangat susah untuk di gapai, dan perjuangan Bara masih panjang.


Sasa senang bisa membantu Kesya untuk membuat cake special untuk kedua orang tuanya. Dan setelah menerima pesan dari Kesya, Sasa pun mengantarkan Cake tersevut menuju rumah Daddy Roy. Dalam hati Sasa berharap agar tidak bertemu dengan Bara. Tapi sepertinya itu sangat tidak memungkinkan, karena rumah yang di datanginya adalah rumah Bara. Sasa menarik napas dan mengeluarkan nya, hingga supir taksi menatap Sasa bingung dari kaca spionnya. Sasa memilih naik taksi agar mempermudahkan diri untuk membawa cake agar tidak goyang.


" Assalamualaikum" Sasa mengucap salam setelah menekan Bel berkali-kali.


" Walaikumsalam, iyaa sebentar" Terdengar suara sahutan dari dalam.


Sasa sudah menggigit bibirnya, karena dia sangat mengenal dengan baik suara bariton yang menyahut salamnya. Mengingat kejadian tadi malam, membuat Sasa bingung harus bersifat seperti apa. Senyum Bara langsung mengembang saat melihat Sasa berdiri di depan pintu dengan memegang sebuah kotak.


" Mungil? kamu mau bertemu aku ya? Mau liat keadaan aku?" Goda Bara. Bara tau sebenarnya tujuan Sasa ke rumahnya untuk apa, namun Bara hanya ingin menggoda mungilnya itu.


" Geer banget sih, gue mau antar cake pesanan Mbak Kesya" Ujar Sasa sambil menyodorkan kotak mika yang berada di tangannya. Bara tidak mengambil kotak itu


" Masuk mungil"


" Emm, gue langsung balik aja deh. Nih ambil!!"

__ADS_1


" Kok gitu, masuk aja dulu." Bara berusaha menarik tangan Sasa, namun Sasa mundur beberapa langkah hingga Bara hanya menggapai angin.


" Sasa, ya ampun. Pas banget deh kamu datang." Vina yang tiba-tiba saja datang dari belakang Sasa langsung merangkul Sasa dan memaksa Sasa untuk ikut masuk kedalam rumah.


Sasa dengan terpaksa mengikuti Vina. Vina meletakkan cake yang di bawa oleh Sasa ke dalam kamar Bara. Karena memang kamar Bara terletak di lantai dasar.


" Sa, kamu gak sibuk kan? Bantuin dekor ya. Yang simple-simple aja."


" Emm, itu.. Di toko cuma ada Lena dan Bela Mbak, gak enak kalo saya tinggal lama." Tolak Sasa halus.


Memang Benar, saat ini di toko hanya ada Lena dan Bela, Ica sedang off, jadi hanya ada mereka bertiga.


" Ck, gampang itu Mah." Vina mengeluarkan ponselnya, kemudian menghubungi seseorang, yang sepertinya Sasa sangat tau siapa.


" Key, Toko setengah hari aja ya. Mbak pinjam Sasa buat bantuin Mbak di sini. Dan, Mbak juga mau memastikan sesuatu" Bisik Vina di akhir kalimatnya.


"......."


" Baik lah, Selamat bersenang-senang" Vina mengakhiri panggilannya.


" Beres, Jadi kamu hari ini, bantuin Mbak ya. Nanti malam juga kamu harus ikut acaranya ini"


"Gak ada penolakan, Pokoknya kamu nanti malam juga harus ikut bergabung. Oke.."


" Tapi Mbak__"


Vina langsung meletakkan jarinya di bibir Sasa, karena tidak mau mendengar alasan apapun lagi. Sasa dengan terpaksa menelan kembali kata-kata nya yang ingin di keluarkannya.


Sasa bingung, apa yang harus dia lakukan. pasalnya sudah ada pihak Event Organizer yang sudah mengerjakan semuanya. Vina hanya memerintah dan melihat-lihat. Sasa bingung harus ngapain, jadi dia memilih terus berada di dekat Vina, karena Bara yang selalu mendekatinya.


" Sa, Bantuin aku masak yuk"


Sasa pun menganggukkan kepalanya. Sasa mengikuti Vina ke dapur. Dengan cekatan Vina mengeluarkan bahan-bahan yang akan di masak. Sebenarnya Saat ini Sasa merasa lapar, karena dia belum makan siang dan sudah langsung menuju ke rumah Mami Shella.


Kriiukkk...


Sasa memegang perutnya, dan wajahnya sudah panas karena malu. Bunyi perutnya sangat kuat, hingga Vina terlonjak kaget mendengarnya.


" Kamu belum makan?" Tanya Vina yang menahan tawanya.

__ADS_1


Sasa menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Kenapa tidak bilang dari tadi? Ha..ha..ha.."


Tak berapa lama Bara datang dengan membawa 2 kota Pizzia.


" Pas banget nyampe nya. Sasa ternyata belum makan dan udah aku ajak kerja aja" Ujar Vina dan mengambil kotak Pizzia dari tangan Bara.


" Kamu belum makan?" Tanya Bara khawatir.


Vina melirik Abangnya itu, dari nada bicaranya saja terdengar sangat romantis, tatapan matanya juga, ternyata apa yang Kesya bilang benar, Bara punya hati dengan Sasa, tapi tidak dengan Sasa.


" Sa, sini"


Sasa dengan cepat meninggalkan Bara dan duduk di sebelah Vina.


" Gak usah malu-malu. Habisin sekenyang-kenyangnya" Ujar Vina dan mengambil satu potong Pizzia dan memasukkannya ke dalam mulut.


" Makasih Mbak, " Sasa melakukan hal yang sama, sedangkan Bara? Hanya melihat dua wanita cantik yang berada di depannya saja dia sudah merasa kenyang.


Tatapan Bara terus ke arah Sasa, dan itu tertangkap oleh Vina. Entah kenapa terlintas ide untuk menjahili abangnya itu.


" Sa, aku dengar kamu udah jadian dengan Jodi?"


uhukk uhukk uhukk


Braakkkk...


" Gak boleh" Teriak Bara sambil menggebrak meja. sedangkan Sasa sudah terbatuk mendengar pertanyaan Vina.


" Apaan sih Mas, ngagetin aja" Kesal Vina karena dia benar-benar terkejut saat Bara menggebrak meja. Namun tak menyurutkan keinginannya untuk tetap menjahili abangnya itu.


**** Jangan lupa pencet tombol like nya ya setelah membaca...


Jangan lupa tinggalin jejaknya di kolom komentar..


Selamat Berpuasa, semoga amal ibadah kita hari ini, kemarin, dan esok selalu diterima Allah. Jangan sampai batal ya puasanya..


salam SaBar ( Sasa Bara)

__ADS_1


__ADS_2