Mr. Perwira VS Mantan Preman

Mr. Perwira VS Mantan Preman
Bab 126 " Durian"


__ADS_3

Tak terasa kandungan Sasa sudah memasuki 5 bulan. Bara bersorak bahagia karena Sasa sudah kembali bisa mencium aroma tubuhnya.


" Mungill..mungill...mungill..." Bara menciumi seluruh wajah Sasa.


" Ha... ha..ha.. geli mas.. Haa.."


Sasa menahan kepala Bara yang terus menciuminya, namun kekuatannya berkurang karena Bara membuatnya kegelian.


" Haah..." Sasa bernapas lega saat akhrinya Bara menghentikan ciumannya.


" Aku senang banget deh, akhirnya aku gak harus repot-repot bentar-bentar mandi tau gak." Bara membelai rambut Sasa, dan menyelipkannya ke belakang telinganya.


" Kamu tau, aku di kantor sampai di ketawain komandan, namun saat komandan bercerita tentang istrinya yang hamil anak kedua, aku merasa iba. Istrinya membenci suaminya, bahkan untuk melihatnya pun ogah. Aku masih bersyukur jika kamu hanya tidak menyukai aroma tubuhku. Aku gak bisa bayangin kalo kamu sampai benci dengan ku."


Sasa mencium bibir Bara cepat, kemudian tersenyum manis.


" Mungill..."


" Hmmm, " Sasa malah menunjukkan wajah imutnya, yang mana membuat Bara semakin gemas dan bersiap melepaskan Tigernya.


Kasian Tiger, puasa sampai 5 bulan.


Bara mendekatkan wajahnya, dan siap menciumi Sasa. Sasa menyambut ciuman Bara dengan mengikuti irama bibir Bara yang menghisap atas dan bawah bibir milik Sasa.


" Eeuungg.." Sasa melenguh saat Bara mulai menurunkan ciumannya.


" Aku akan Pelan-pelan mungil" Bisik Bara sensual.


Bara pun memulai olah raga pushup nya, dengan Sasa menjadi partner nya.


.


.


" Cie..cie.. yang baru melepas rindu.." Ledek Daddy Roy saat melihat rambut Bara masih basah


Bara semakin sengaja mengibas-ngibaskan rambutnya yang pendek, sehingga air yang masih menempel di rambutnya muncrat membasahi Daddy Roy.


" Dasar jablay.." Gerutu Daddy Roy.." Awwmpp.."


" Mulutnya sembarangan aja bilangin untuk anaknya " Geram Mami Shella yang mencubit bibir Daddy Roy.


" Sakit sayang.. " Rajuk Daddy Roy.


" Habisnya kamu, anaknya baru melepas rindu di bilang jablai."


" Kan bener, selama 5 bulan ini Tigernya Bara jarang dapat belaian. aww..." Daddy Roy kembali merintih karena Mami Shella kembali menjepit bibirnya.


" Mulutnya, "


" Aduuh Mi, sakit loh. Ntar bibir Daddy bengkak gimana? Gak bisa cium-cium Mami lagi. Hayoo.."


" Assalamualaikum.."


" Opa..pa.pa.."


Kesya dan baby twins pun tiba-tiba datang. Baby twins langsung meminta gendong kepada Bara.


" Loh, manggil Opa kok rebutannya Daddy. Ayoo sini sama Opa."


Qila dan Veer tidak mau melepas pelukan mereka di leher Bara.


" Twins mau ketemu Bunda?"


" Nda..Nda..Nda.." celoteh Qila dan Veer.


" Yuukk, kita liat Bunda di kamar "


Bara pun membawa Qila dan Veer kedalam kamar.


" Mbak Sa sakit?" Tanya Kesya.


" kecapean, biasa baru melepas rindu. "


Kesya pun ber O ria.


" Mi, key pingin buah durian, tapi Mas Arka gak suka sama buah durian. Ntar malam kita cari durian yuukk.."


" Lagi musim yaa? Hayuukk lah.."


" Habis itu jangan dekat- dekat Mas yaa sayang."


Kesya hanya melirik kearah Arka yang baru saja masuk dan mendudukkan dirinya di sofa setelah mencium punggung tangan Mami Shella dan Daddy Roy.


" Nak Arka gak suka durian?"

__ADS_1


" Gak Mi, bau nya itu nyengat banget."


" Iih, enak loh Mas.."


" Gak suka Key."


" Ntar mas cobain deh.."


" Gakk.."


" Ya udah, berarti Mas ntar malam gak ikut cari durian?"


" Gak, Mas jaga Twins aja."


" Uuhh, baiknya... ululu.." Kesya menggelitik dagu Arka.


" Iih, dah mirip Sasa dan Bara deh." Celetuk Mami Shella.


" Hehe.. habisnya mereka lucu Mi. Mbak Sa kayak nikah sama om-om, eh, padahal Key yang nikah sama Om-om, aaw. "


Arka mencubit pinggang Kesya.


" Sakit Mas."


"Nyebelin.."


" Tapi cinta kan?"


" Bangeet..."


" Dasar bucin" Gerutu Daddy Roy..


" Woow, my Daddy sudah bisa bahasa gaul yaa.." Goda Kesya..


" Iya dong, umur boleh tua, jiwa harus tetap muda. Ya kan Mi."


" Seraahh deh.. seraah.." Mami Shella mengibas-ngibas tangannya. malas meladenin kelebatan Daddy Roy.


.


.


" Anak-anak Bunda wangi banget sih.."


Qila dan Veer memeluk Sasa dan mencium wajah Sasa.


" Berarti kamu suka lihat wajah Arka dong." Bara pura-pura merajuk.


Wajah Qila memang lebih dominan ke wajah Arka, sedangkan wajah Veer lebih dominan ke wajah Kesya. Walaupun mereka kembar, tapi mereka tidak terlalu terlihat mirip.


" Ya gak gitu Mas, Cuma Qila ini lucu aja gitu. Lesung pipinya itu loh.. Belum lagi buku matanya, aduh.. suka banget deh. Sempurna banget pokoknya jadi perempuan."


" Iyaa sih, Qila cantik banget emang. Kalo Veer ganteng banget. "


" Zein juga tampan yaa mas."


" Iyaa sayang, Zein juga. Anggel dan Kayla juga."


" Anak kita ntar Gimana ya mas?"


" Gimana yaa? " Bara meletakkan jari tekunjuknya di dagu.


" Ya pastinya mirip kamu sama aku dong, "


" Iyaa sih, tapi aku berharap mirip kamu. Kamu tampan, sedangkan aku biasa aja."


" Siapa bilang? kamu manis lagi. Gak bosan mandangin ya, semakin hari semakin manis."


" Gombal.."


" Ciuuss.. Yaa kan twins.."


Kompak Qila dan Veer mengangguk-anggukan kepalanya, seakan mengerti apa yang di tanya oleh Bara.


.


.


" Wooow, mantap-mantap banget duriannya Mas." Seru Kesya yang melihat durian tersebut dengan warna kuning, daging yang tebal, lembut, dan juga wangi yang luar biasa tajam Wangi khasnya durian.


" Eemm, benar-benar nikmat. Pilih yang kayak gini ya Bang." Ujar Kesya kepada si penjual durian yang sepertinya orang Medan, karena logatnya yang kental.


" Sip adek cantik "


Kesya dan Bara membeli 20 buah durian. Karena keluarga mereka memang pencinta durian.

__ADS_1


Kesya menahan tangan Bara yang ingin mengeluarkan dompetnya. kemudian Kesya menyodorkan uang kepada si penjual.


" Ciee, yang istri bos." Bisik Bara.


Kesya hanya menyengir, memamerkan gigi putih nya yang rapi.


" Kira-kira Mami udah masak ketan belum yaa?"


" Udah dong, tadi Sasa baru aja ngabarin. "


" Tinggal beli kelapanya aja, di mana yaa?"


" Lihat di kedai kelontong situ aja, ada jual sayurnya, pasti ada jual kelapa."


" Iya Mas."


Bara melajukan mobil nya dengan perlahan hingga berhenti di depan kedai yang menjual sayur. Kesya turun dan membeli kelapa tua yang sudah di kukur.


" Uuhh, mantap banget Mas. Cepetab tancap gas ."


" Siap ratu.."


Kesya dan Bara pun kembali pulang ke rumah Mami Shella. Mami Shella memang sengaja mengutus Bara dan Kesya yang pergi, karena mereka pintar memilih durian yang bagus. Kesya dan Bara juga di juluki raja dan ratunya durian, karena mereka memang sangat menyukai durian.


" Waah, banyak banget, mau jualan Key?" Ledek Vina.


"Rencana Mbak, itung-itung cari uang tambahan."


" Kurang apa Mas kasih, key?" Arka yang sudah menutup hidungnya dan berniat hijrah ke rumah Tante Mega pun protes.


" He..he.. canda Mas. Yuuk makan, manis-mabis loh.."


" Gak" Jawab Arka yang suaranya sudah sengau karena menjepit hidungnya.


" Lucu deh.."


" Jangan dekat-dekat pokonya." Arka langsung berlari ke rumah Tante Mega.


" Ayo Mas, dibuka.." Ujar Sasa semangat.


" Kamu gak boleh makan ya, mungil."


" Mas, aku juga pingin.." Sasa memelas


" Gak.."


" Mas.. Hiks.."


" Dikit aja Bar, kasih rasa." Bela Mami Shella.


Bara menghela napasnya, akhirnya Bara memilih kan buah yang benar-benar manis dan tebal isinya untuk Sasa makan. Biar rasanya puas.



" Enak banget Mas. Manis.. kaya kamu." puji Sasa yang ada maunya.


" Udah cukup yaa mungil.."


" Satu lagi mas, yaa..ya..ya.."


Bara menghela napasnya, dan memberikan Sasa satu ruas lagi. Bara tersenyum saat melihay wajah bahagia Sasa. Dalam hati berdoa, semoga tidak bermasalah dengan kandungannya.


" Minum di sini, mungil." Bara menuangkan air minum ke kulit durian bagian dalam.


" Biar apa Mas?"


" Biar gak begah perutnya, kamu lagi hamil ntar kepanasan malam."


" Tau dari mana?" sahut Mami Shella.


" Mbah gogling."


Sasa pun meminum dari kulit durian. Walauou. hanya mendapat 2 biji durian dengan buah yang tebal dan biji yang kecil, Sasa sudah puas. walaupun masih pingin, namun Sasa juga tahu diri kok, yang penting rasa penasarannya dengan rasa buah tersebut terbayarkan.


" Veer kenapa?" Tanya Mami Shella yang meljag Veer muntah saat Kesya mencicipkan. udah tersebut.


" Kayak nya gak suka durian deh, kayak Mas Arka."


" Ya udah, Veer sama bunda yukk.. kita golek-golek di kamar."


IG : RIRA SYAQILA


Jangan lupa JEMPOL LIKE, VOTE , RATE ⭐ 5, dan DUKUNGANNYA...


Biar authornya makin semangat gituuhh.. Biar rating nya naik..

__ADS_1


Senang pembaca, senang juga author...


Ayoo, komen-komen....Komen yang banyak yaa....


__ADS_2