
SATU MINGGU KEMUDIAN...
Hidup tak selalu berjalan sesuai dengan keinginan karena itulah ada kalanya kita merasa kecewa dan juga sedih. Tak hanya itu, setiap masalah yang datang juga turut membuat kita dipusingkan mencari solusi.
Namun dalam setiap kondisi sulit, mengingat momen-momen bahagia yang telah dilalui bisa menjadi sebuah pendorong untuk segera move on.
Disadari atau tidak, ada banyak hal-hal baik di sekeliling kita yang sepatutnya disyukuri. Hal tersebut adalah salah satu tanda bahwa kebahagiaan sebenarnya bisa kita ciptakan sendiri. Baik ketika berupaya menggapai mimpi, bersama orang-orang tersayang, maupun dalam menyikapi problematika hidup.
Hal itulah yang dirasakan dan dilalui oleh Darel Wilson dan kedua sahabatnya yaitu Kenzo Roberto dan Gavin Ludwig. Mereka melalui hari-hari buruk dalam beberapa bulan setelah kecelakaan itu terjadi.
Darel yang selalu bersedih akan kehilangan sahabat-sahabatnya. Lima sahabatnya pergi untuk selamanya dan dua sahabatnya yang lainnya hilang kontak.
Sementara untuk Kenzo dan Gavin harus terpisah dari keluarga dan juga sahabat-sahabatnya. Mereka diselamatkan oleh sebuah kelompok mafia yang dikenal kejam di kota Munich dan dijadikan sebagai alat untuk aksi kelompok itu dalam penyerangan besar-besaran ke kota Hamburg. Kelompok itu adalah LOS ZETAS.
Tujuan utama kelompok itu melakukan penyerangan besar-besaran terhadap kota Hamburg adalah untuk menguasai kota itu sepenuhnya.
Setelah satu minggu kejadian penyerangan yang dilakukan oleh kelompok LOS ZETAS ke kota Hamburg dan Kampus tempat Darel dan orang-orang terdekatnya kuliah. Baik Darel dan kelompoknya, Davian dan kedua adiknya yaitu Nevan dan Ghali beserta kelompok mafianya. Lima sahabat baru Darel yaitu Juan, Razig, Lucas, Samuel dan Zelig. Kedua kakaknya Evan dan Raffa. Keempat sepupunya yaitu Rendra, Melvin, Dylan dan Aldan. Dua pemuda yang berstatus sebagai sepupu dari Kenzo dan Gavin yaitu Charlie Ludwig dan Devon Alberto. Serta beberapa anggotanya berhasil membunuh dan membantai habis kelompok LOS ZETAS tanpa kata ampun.
Dalam penyerangan tersebut, tiba-tiba musuh lama Darel dan ketujuh sahabatnya muncul hanya untuk mengantarkan nyawanya. Musuh lamanya itu adalah Lian Jevera.
Ntah itu Darel yang lagi beruntung atau Lian Jevera yang terlalu bersemangat ingin membunuh musuh bebuyutannya saat di SMA dulu sehingga membuat dirinya meregang nyawa ditangan Gavin, Juan, Razig, Samuel, Lucas dan Zelig dan kedua sepupunya Kenzo dan Gavin yaitu Charlie dan Devon dengan beberapa tembakan yang mereka berikan.
Kini Darel bersama Kenzo, Gavin dan ketujuh sahabat barunya sedang berada di markas RED BULL. Mereka menghabiskan waktu bersama di sana. Baik Darel dan Gavin maupun Samuel, Lucas, Zelig, Razig, Juan, Devon dan Charlie sudah menceritakan tentang kematian Brian, Azri, Damian, Evano dan Farrel kepada Kenzo.
Mendengar kabar kematian kelima sahabatnya membuat Kenzo benar-benar terpukul. Baik Kenzo maupun Gavin sempat jatuh sakit selama dua hari. Keduanya jatuh sakit karena sangat merindukan kelima sahabatnya itu. Apa yang dirasakan oleh Darel selama ini seperti itu pula yang dirasakan oleh Kenzo dan Gavin.
__ADS_1
Darel juga sudah menceritakan mengenai Samuel, Lucas, Zelig, Razig dan Juan kepada Kenzo dan Gavin, terutama kepada Kenzo. Dan keduanya pun sudah mengetahui bahwa kelima sahabat barunya itu adalah adik sepupu dari lima sahabatnya.
Setelah Darel, Samuel, Lucas, Zelig, Razig dan Juan bercerita. Giliran Kenzo dan Gavin yang bercerita. Keduanya menceritakan dan menjelaskan semua kejadian yang mereka hadapi kepada Darel, Samuel, Lucas, Zelig, Razig, Juan, Charlie dan Devon tentang kecelakaan yang menimpa mereka dan kelima sahabatnya sehingga berakhir di markas LOS ZETAS.
Mendengar cerita dari Kenzo dan Gavin membuat Darel, Samuel, Lucas, Zelig, Razig, Juan, Charlie dan Devon geram dan juga marah. Tapi rasa marah mereka semua sudah terbalaskan. Mereka berhasil membunuh seorang Lian Jevera dengan tangan mereka sendiri.
Sejujurnya, mereka tidak ingin hal itu terjadi. Mereka sama sekali tidak ingin membunuh Lian Jevera. Tapi Lian Jevera lah yang sudah memaksa mereka membunuhnya.
Mereka membunuh Lian Jevera karena Lian Jevera ingin membunuh kedua sahabat mereka yaitu Darel dan Kenzo.
"Akhirnya semua masalah selesai. Semoga tidak ada lagi yang namanya perpisahan!" seru Kenzo semangat.
Mendengar perkataan Kenzo mereka semua tersenyum bahagia. Di dalam hati mereka masing-masing juga memiliki doa dan harapan yang sama seperti Kenzo. Mereka juga tidak ingin ada perpisahan lagi.
"Iya. Semoga," sahut Darel, Samuel, Lucas, Zelig, Razig, Juan, Charlie dan Devon bersamaan.
"Aku juga. Ini adalah waktu yang paling menyenangkan dimana saat ini kita sedang bercengkrama, menjaga hangatnya kebersamaan menggulirkan banyak detik dalam keceriaan." Juan berucap dengan raut kebahagiaan.
"Kebersamaan kita saat ini adalah kebersamaan yang begitu indah dan melebihi apapun," ucap Razig.
"Kenzo, Gavin. Terima kasih sudah kembali. Dan terima kasih karena masih menjadi sahabatku. Terlepas dari kenyataan bahwa kalian berdua sepenuhnya menyadari setiap detail hidupku yang selalu membuat kalian kesal akan kata-kataku dan umpatanku." Darel berucap sembari tersenyum menatap wajah Kenzo dan Gavin.
"Dan untuk Samuel, Lucas, Zelig, Razig, Juan. Terima kasih karena kalian mau menjadi sahabatku. Terima kasih akan kesabaran kalian yang berusaha untuk meluluhkan hatiku agar mau menerima kalian menjadi sahabatku. Dan terima kasih kalian sudah mengobati luka di hatiku ketika aku kehilangan sahabat-sahabatku."
Mendengar penuturan dari Darel membuat Samuel, Lucas, Zelig, Razig dan Juan tersenyum hangat menatap wajah Darel. Mereka benar-benar tulus menjadikan Darel sahabatnya. Bukan hanya sekedar untuk menggantikan kelima kakak-kakak sepupunya. Bagi mereka, Darel sosok sahabat yang begitu menyenangkan.
__ADS_1
"Sama-sama Rel," jawab Samuel, Lucas, Zelig, Razig dan Juan bersamaan.
Darel beralih menatap kedua sepupunya Kenzo dan Gavin. "Untuk Charlie dan Devon. Terima kasih kalian sudah bersedia menjadi sahabatku." Darel tersenyum bahagia.
Darel menatap satu persatu wajah sahabat-sahabatnya. "Aku benar-benar bahagia saat ini. Ini adalah kebahagiaan terbesarku sepanjang hidupku. Aku kehilangan lima sahabat terbaikku selama 12 tahun bersamaku. Dan Tuhan memberikan kado terindah dengan memberikan tujuh sahabat terbaik dalam hidupku. Kini aku memiliki sembilan sahabat. Ini benar-benar membuatku bahagia. Terima kasih!"
Mendengar penuturan tulus dari Darel membuat mereka tersenyum bahagia. Sama halnya seperti Darel. Kenzo dan Gavin juga memiliki perasaan bahagia yang begitu besar di hati mereka masing-masing.
Kenzo dan Gavin kehilangan lima sahabat sekaligus kakak bagi mereka dan selama 12 tahun kebersamaan mereka. Dan kini Tuhan memberikan kado terindah dengan kehadiran lima sahabat baru dalam hidup mereka yaitu Samuel, Lucas, Zelig, Razig dan Juan.
Baik Darel maupun Kenzo dan Gavin. Mereka benar-benar bahagia. Mereka berjanji akan menjadi sahabat terbaik untuk sahabat-sahabat mereka. Mereka akan berusaha untuk selalu ada untuk sahabat-sahabatnya itu.
"Kini kita telah menjadi satu!" seru Kenzo dan Gavin bersamaan.
"Satu hati dan satu tujuan. Kita berjanji akan selalu bersama, kita akan saling menjaga, saling melindungi dan saling memberikan dukungan!" seru Samuel, Lucas, Zelig, Razig dan Juan.
"Kita berjanji akan selalu menerima kekurangan dan kelebihan kita masing-masing," sahut Charlie dan Devon bersamaan.
"Dan kita akan menerima dengan lapang dada setiap umpatan dan ejekan yang keluar dari mulut kita," sela Darel sembari tersenyum manis.
Sontak mereka semua menatap tajam kearah Darel ketika mendengar penuturan yang keluar dari mulut Darel.
"Yang jelas kau lah orang yang akan selalu mengeluarkan kata-kata itu kelinci buluk!" seri Kenzo.
"Dan kau adalah sahabat yang memiliki banyak kata-kata ejekan dan juga umpatan," ucap Gavin menambahkan.
__ADS_1
Mendengar serangan protes yang diberikan oleh kedua sahabatnya itu. Darel hanya tersenyum menanggapinya.