
Brak..
Pintu dibuka dengan cara ditendang sehingga membuat pintu rusak parah. Setelah itu, masuklah beberapa orang lengkap dengan senjata masing-masing di tangannya sembari tiga orang anggota menyeret tiga penjaga dengan cara mencekik leher tiga penjaga itu untuk menuju ruang keluarga.
Ketika orang-orang itu melangkah menuju ruang keluarga, telinga mereka mendengar suara orang berbicara. Bisa dipastikan orang-orang tersebut bahwa para penghuni rumah sedang menonton bersama.
Brukk..
Ketiga orang langsung mendorong tubuh tiga penjaga itu tepat di hadapan para penghuni yang sedang nonton bersama.
Melihat tiga penjaga yang tersungkur di hadapannya membuat para penghuni rumah tersebut terkejut, lalu mereka bersamaan melihat kearah beberapa orang yang berdiri tak jauh dari hadapannya.
Mereka semua berdiri dari duduknya lalu melangkah mengarah pada orang-orang yang berdiri menatap tajam kearahnya.
"Siapa kalian?!" bentak pria paruh baya yang berstatus sebagai ayah dari Yagar Nazik.
Penghuni rumah tersebut adalah anggota keluarga Nazik, keluarga dari Yagar Nazik.
Mendengar pertanyaan disertai bentakan dari pria yang ada di hadapannya membuat dua pemuda tampan tersenyum di sudut bibirnya.
"Nyawa sudah diujung kematian, tapi sikap anda masih sangat arogan terhadap orang lain!"
"Cih! Menjijikkan!"
"Jawab saja pertanyaan dari kakakku! Siapa kalian?!" bentak pria yang berstatus adik laki-laki dari pria paruh baya itu.
Kedua pemuda itu tetap terus menatap para penghuni rumah dengan tatapan mata yang tajam disertai seringai di bibirnya.
"Yakin kalian ingin tahu siapa kami, hum?" tanya pemuda itu.
"Tidak usah memberikan pertanyaan kepada kami. Kami tidak butuh. Yang kami butuhkan adalah kalian mengatakan siapa kalian sebenarnya. Dan apa tujuan kalian datang kesini?!" teriak pria itu lagi.
Pemuda satunya menatap rekannya. Begitu juga dengan rekannya itu. Keduanya tersenyum. Setelah itu, kedua pemuda itu kembali menatap orang-orang yang ada di hadapannya itu.
"Baiklah kalau kalian bersikeras ingin mengetahui siapa kami."
"Semoga kalian tidak menyesal setelah ini."
"Tidak usah banyak bicara. Jawab saja pertanyaanku. Siapa kalian?!" bentak ayahnya Yagar.
"Baiklah!" jawab kedua pemuda itu secara bersamaan.
"Kenalkan namaku adalah Davian Wilson, putra pertama dari Arvind Wilson dan Adelina Wilson, dan kakak kandung dari Darel Wilson!"
Deg..
Mendengar jawaban dari pemuda yang ada di hadapannya membuat ayahnya Yagar terkejut. Begitu juga dengan adik laki-lakinya. Bahkan semua anggota keluarga Nazik juga ikut terkejut termasuk wanita yang bernama Rissa yang tak lain adik perempuan dari Rafe dan Dael.
__ADS_1
Orang-orang yang datang ke kediaman keluarga Nazik adalah Davian, Arjuna dan beberapa anggota DARKNESS.
Davian dan Arjuna tersenyum bahagia ketika melihat wajah syok semua penghuni keluarga Nazik terutama dua pria paruh baya tersebut.
"Kenapa? Kaget? Syok?" tanya Arjuna dengan senyuman evilnya.
"Kalian tidak menyangka kan kalau aku, sahabatku dan para anggotaku bisa datang kesini? Apa kalian ingin tahu maksud dan tujuan kami datang kemari, hum?" tanya Davian.
Ketika Rissa hendak bersuara, Davian langsung memotongnya. "Ach, maaf Nyonya! Saya dan rekan saya ini tidak ingin mendengar apapun dari mulut anda. Begitu juga dari mulut kedua kakak laki-laki anda itu. Bahkan semua anggota keluarga anda!" Davian berucap dengan penuh penekanan.
"Kalian semua yang harus mendengarkan kata-kata kami," sela Arjuna.
Davian menatap semua anggota keluarga Nazik dengan tatapan penuh amarah.
"Aku sudah tahu semua kebusukan kalian, salah satunya adalah kalian yang sudah meneror adikku Darel Wilson. Kalian menghubungi adikku dan juga mengirimkan sebuah pesan yang mengatakan bahwa dia bukan putra kandung dari Arvind Wilson dan Adelina Wilson. Kalian semua sangat menjijikkan!" teriak Davian.
Mendengar ucapan demi ucapan dari pemuda yang ada di hadapannya membuat kedua pria itu terkejut. Begitu juga dengan anggota keluarganya. Baik kedua pria itu maupun anggota keluarganya tidak menyangka jika rencananya telah diketahui oleh putra sulung dari Arvind Wilson dan Adelina Wilson.
"Kalian sudah salah bermain-main dengan keluargaku. Dengan kalian mengusik salah satu adikku, itu berarti kalian sudah membangunkan sisi iblis dari seorang Davian Wilson."
"Hahahahaha!"
Seketika ayahnya Yagar tertawa keras ketika mendengar ucapan dari Davian. Tatapan matanya menatap tajam kearah Davian.
"Apa kau pikir aku takut terhadap bocah ingusan sepertimu! Jawabannya tentu tidak. Aku tidak pernah takut dengan siapa pun. Seorang.........." Perkataan ayahnya Yagar seketika terhenti karena Davian langsung memotongnya.
Deg..
Rafe terkejut ketika mendengar ucapan dari Davian. Begitu juga dengan Dael, Rissa, Hendrick dan keluarga Nazik lainnya.
"Semua orang juga tahu siapa anda dan siapa keluarga Nazik. Orang-orang diluar sana mengetahui anda dan keluarga anda sebagai keluarga sombong, keluarga arogan, keluarga suka menghina dan merendahkan orang lain, keluarga yang suka berbuat semena-mena terhadap orang lain, keluarga yang mau menang sendiri dan keluarga yang tidak mau disalahkan, walau terbukti bersalah." Arjuna berbicara dengan menjelaskan kelakuan menjijikkan keluarga Nazik.
Davian menatap penuh amarah kearah semua anggota keluarga Nazik secara bergantian. Dirinya benar-benar dendam atas apa yang telah mereka lakukan terhadap adik bungsu kesayangannya.
"Kelakuan kalian sangat menjijikkan. Yagar Nazik, putra/adik/keponakan kalian yaitu yang terlebih dahulu mengusik adikku Darel Wilson ketika adikku sedang makan di kantin Kampus. Adikku sudah berusaha menahan diri untuk tidak ribut dengan Yagar dan juga teman-temannya. Namun Yagar serta teman-temannya masih saja terus mengganggu adikku hingga akhirnya terjadilah hal yang tak diinginkan." Davian berbicara dengan suara yang sengaja dikeraskan.
"Sudah jelas disini bahwa Yagar yang bersalah karena telah mengusik adikku, tapi justru kalian melakukan pembalasan. Wanita yang bernama Heidi Mala Nazik yang tak lain adalah ibu dari Yagar dan istri dari tuan Paxton Rafe Nazik datang ke kampus adikku dengan membawa beberapa anak buah. Ketika adikku sedang bertarung, perempuan sialan itu menyakiti adikku dengan cara memukul kepala belakang adikku."
"Tapi aku sangat bahagia ketika sebelum adikku tidak sadarkan diri. Adikku sempat memberikan tendangan kuat tepat di perut perempuan tak tahu diri itu. Dan berakhir masuk rumah sakit."
Mendengar perkataan dari Davian membuat Rafe marah. Dirinya tidak terima ketika Davian menyebut istrinya perempuan tak tahu diri.
"Brengsek! Tutup mulutmu itu! Jangan pernah kau menghina istriku!" bentak Rafe dengan menunjuk kearah Davian.
"Kenapa? Mau memukulku, hum! Maju sini dan pukul aku sekarang juga," sahut Davian menatap wajah Rafe dengan tatapan menantang.
"Brengsek!"
__ADS_1
Rafe berteriak lalu berlari hendak menghajar Davian. Dirinya benar-benar marah sekarang.
Dor.. Dor..
Dor.. Dor..
"Aakkhhh!"
Brukk..
Davian dan Arjuna seketika seketika secara bersamaan langsung memberikan masing-masing dua tembakan di kedua paha Rafe sehingga membuat Rafe berteriak.
"Kak Rafe!"
"Papa!"
"Paman!"
Semua anggota keluarga Nazik berteriak ketika melihat ayahnya/pamannya/kakak laki-lakinya/kakak perempuannya ditembak di depan matanya.
"Seharusnya kalian sadar akan kesalahan, bukan malah melakukan pembalasan yang tak beralasan. Sekali lagi saya dan rekan saya tekankan. Disini Yagar yang terlebih dahulu mencari masalah dengan adik teman saya!"
"Dan itu adalah hadiah dariku karena kau dan keluarga busukmu itu telah berani mengusik adik kesayanganku!"
Davian menatap marah kearah Rafe. Setelah itu, Davian menatap satu persatu anggota keluarga Nazik.
"Kalian semua akan hancur. Aku akan buat kalian semua menjadi gelandangan di jalanan. Bukan itu saja, keluarga Malachi dan keluarga Skylar juga akan bernasib sama seperti kalian semua! Orang-orang yang sudah mengusik salah satu anggota keluarga Wilson akan berakhir hidup menderita."
"Nyawa dibayar nyawa, darah dibayar dengan darah. Apa yang kalian perbuat, itu juga yang akan kalian rasakan."
Davian melihat kearah beberapa anggotanya. "Kalian!"
"Iya, Bos!"
"Bawa Tuan Rafe, tuan Dael dan adik perempuannya itu ke markas Darkness."
Mendengar perintah dari sang Bos membuat para anggotanya itu langsung melakukan tugasnya.
"Dan sisanya buat mereka semua kehilangan segalanya. Malam ini buat mereka tidur diluar!"
"Baik, tuan!"
"Tidak! Jangan lakukan itu kepada kami!" teriak semua anggota keluarga Nazik, termasuk Rafe, Dael dan Rissa.
"Nasi sudah menjadi bubur. Sekarang kalian hanya menikmati hasil dari perbuatan kalian!"
"Bawa mereka!" perintah Davian.
__ADS_1
Setelah itu, beberapa anggota DARKNESS membawa paksa tubuh Rafe, Dael dan Rissa meninggalkan kediaman Nazik untuk menuju markas DARKNESS.