
Xavier, Stephen, Richard dan keluarganya masing-masing masih tampak syok ketika melihat semua anak buahnya tewas akibat tembakan. Bahkan yang membuat mereka semua terkejut dan tak percaya adalah dari mana datangnya suara tembakan tersebut, sedangkan di dalam rumah hanya ada mereka dan anggota keluarga Wilson.
Melihat wajah tegang, wajah terkejut dan wajah syok serta wajah yang tak percaya seketika membuat Brian, Azri, Damian, Evano, Farrel, Kenzo, Gavin, Samuel, Juan, Razig, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon tersenyum mengejek terutama Lucas dan Razig.
"Apa kalian semua terkejut, hum?!" tanya Lucas dengan nada mengejeknya.
"Kalian pasti saat ini sedang berpikir dari mana asal dari tembakan itu kan? Tiga kata buat kalian 'Selamat menjemput kematian," sahut Razig dengan menatap tajam semua anggota keluarga Bailey, keluarga Dawson dan keluarga Martin.
"Kalian sudah salah datang kesini," ejek Lucas.
"Niatnya ingin merebut kekayaan keluarga Wilson, namun justru mengalami kegagalan," ucap Samuel.
"Malang sekali nasib kalian," ejek Juan.
"Hahahaha." Brian, Azri, Damian, Evano, Farrel, Kenzo, Gavin, Razig, Zelig, Charlie dan Devon.
Semua anggota keluarga Wilson tersenyum dengan menatap nyalang kearah anggota keluarga Bailey, keluarga Dawson dan keluarga Martin.
Sementara anggota keluarga Bailey, keluarga Dawson dan keluarga Martin mengepal kuat tangannya masing-masing ketika mendengar ejekan demi ejekan dan sahabat-sahabatnya Darel.
"Kalian telah salah menganggap musuh kalian lemah," ucap Kenzo.
"Bahkan kalian terlalu percaya diri seolah-olah apa yang sudah kalian lakukan berjalan lancar dan membuahkan hasil. Namun semuanya hanya fikti belaka," ucap Devon.
"Dari cara kalian membayar kelompok BLOODS untuk menyerang keluarga kami dan mentargetkan ayah-ayah kami karena kalian ingin menghancurkan sahabat kami yaitu Darel Wilson!" seru Charlie.
"Kalian marah karena sahabat kami itu selalu menggagalkan putri kalian setiap bertemu dan berdekatan dengan kakak-kakaknya," ucap Zelig.
Deg..
Xavier, Stephen, Richard dan anggota keluarganya terkejut ketika mendengar ucapan dari salah satu sahabatnya Darel yang mengatakan bahwa mereka marah terhadap Darel karena selalu ikut campur. Mereka semua tidak menyangka jika sahabat-sahabatnya mengetahui hal itu.
"Jelaslah sahabat kami marah. Secara perempuan yang akan mendekati kakak-kakaknya itu bukan perempuan waras, melainkan perempuan gila." Gavin berucap dengan kejamnya.
"Satu hal yang perlu kalian ketahui. Kelompok yang melindungi keluarga kami yaitu kelompok WHITE EAGLE itu dibawah pimpinan Darel Wilson. Dia yang sudah memberikan perintah kepada kelompok tersebut untuk melindungi keluarga kami." Kenzo berbicara dengan menatap penuh amarah kearah anggota keluarga Bailey, keluarga Dawson dan keluarga Martin.
__ADS_1
Seketika Xavier, Stephen dan Richard membelalakkan matanya ketika mendengar penuturan dari Kenzo yang mengatakan bahwa kelompok WHITE EAGLE adalah kelompok yang dipimpin oleh Darel Wilson, putra bungsu dari Arvind Wilson. Begitu juga dengan anggota keluarga mereka masing-masing. Bahkan mereka yang paling terkejut mendengarnya.
"Sebelum kalian datang kesini. Kalian semua pasti berpikir bahwa tidak akan ada kelompok yang melindungi keluarga Wilson seperti keluarga kami yang dilindungi oleh kelompok WHITE EAGLE. Kalau memang benar kalian berpikir seperti itu berarti kalian sudah salah besar. Bagaimana bisa kalian berpikir jika keluarga Wilson tidak ada pelindungnya. Justru keluarga Wilson lah yang selalu dilindungi oleh tiga kelompok yang dikenal kejam dan tanpa ampun ketika berhadapan dengan musuh-musuhnya. Dan ketiga kelompok itu semuanya dibawa kepemimpinan Darel Wilson." Damian berbicara sembari menjelaskan siapa Darel dan siapa tiga kelompok Darel di hadapan keluarga Bailey, keluarga Dawson dan keluarga Martin.
"Jika kalian menganggap kalau perkataan sahabatku ini hanya bualan, tak masalah! Itu hak kalian. Tapi kalian lihatlah sekelilingnya bagaimana semua anak buah kalian mati dengan sangat mengerikan. Kalian semua bisa berpikir, siapa pelakunya?" Lucas berucap dengan tersenyum di sudut bibirnya.
Arvind dan semua anggota keluarga Wilson langsung melihat kearah Lucas.
"Lucas!"
"Iya, Paman Arvind.
"Kamu tahu siapa yang sudah membantu kita?" tanya Arvind.
Lucas tersenyum. Begitu juga dengan Razig. Kemudian Lucas menganggukkan kepalanya.
"Kelompok BLACK SHARK!" Lucas dan Razig berucap bersamaan.
Seketika terukir senyuman manis di Arvind, putra-putranya dan semua anggota keluarga Wilson.
"Yang membunuh semua anak buah kalian itu adalah kelompok BLACK SHARK. Dan itu semua atas perintah dari Darel Wilson. So! Kalian sudah salah menganggap remeh seorang Darel Wilson. Jika menyangkut balas dendam, sahabat kami itu memiliki seribu ide untuk aksi balas dendamnya," sahut Razig.
"Mana mungkin bocah ingusan seperti dia bisa memiliki kelompok yang kejam dan ditakuti. Bahkan tiga kelompok lagi. Aku tidak percaya!" teriak Richard.
"Iya, benar! Kita juga tidak percaya!" seru Xavier dan Stephen bersamaan.
Xavier, Stephen dan Richard menatap tajam kearah keempat belas sahabat-sahabatnya Darel. Begitu juga dengan anggota keluarganya.
Detik kemudian...
"Apa yang dikatakan oleh tuan Lucas dan tuan Razig itu benar. Tuan Darel Wilson adalah Bos kami!"
Arzan, Zayan dan Lucky akhir keluar dari dalam kamarnya Darel dan diikuti sekitar 20 anggotanya. Mereka menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya.
Deg..
__ADS_1
Xavier, Stephen, Richard dan para anggota keluarganya langsung melihat kearah dimana sekitar 23 laki berpakaian hitam dengan wajah yang ditutupi topeng.
Seketika ketakutan melanda tubuh mereka masing-masing ketika mereka berhadapan dengan kelompok BLACK SHARK. Ini untuk pertama kalinya mereka berhadapan dengan kelompok tersebut.
"Siapa yang sudah berani mengusik Bos dan juga orang-orang yang disayangi oleh Bos tidak akan bisa lagi merasakan udara bebas," ucap Zayan di balik topengnya.
"Hukuman untuk orang-orang yang sudah mengusik Bos dan orang-orang terdekatnya adalah kematian," ucap Lucky di balik topengnya.
Mendengar ucapan dari dua ketua kelompok BLACK SHARK membuat Xavier, Stephen, Richard dan anggota keluarganya seketika menelan ludahnya secara kasar. Mendengar suaranya saja sudah membuat tubuh mereka merinding, apalagi kalau melihat wajahnya. Kemungkinan dua kali lipat ketakutan mereka.
Namun detik kemudian..
"Hahahahahaha!"
Seketika Xavier, Stephen dan Richard tertawa keras. Tatapan mata mereka menatap remeh kearah kelompok BLACK SHARK.
"Apa ini yang namanya kelompok BLACK SHARK, hah?! Lihatlah, mereka hanya membawa sekitar 20 anggota saja. Sementara kami saja yang orang biasa membawa lebih dari 20 anak buah. Bahkan mencari ratusan orang," dahulu Stephen dengan sombongnya.
Mendengar ucapan dari Stephen membuat Arvind, anggota keluarganya dan keempat belas sahabat-sahabatnya Darel tersenyum meremehkan. Nyawa sudah akan melayang, namun rasa percaya diri dan sifat sombongnya tidak juga hilang.
"Namun sayangnya anda salah besar tuan Stephen. Dengan berat hati aku ingin menyampaikan kepada kalian bahwa semua anggota kalian yang berjaga-jaga diluar sudah tewas." Arzan berbicara di balik topengnya. Suaranya terdengar begitu menusuk.
"Kalian semua masuk!" perintah Arzan.
Dan setelah itu, masuklah sekitar 200 laki-laki berpakaian hitam dengan wajah ditutupi topeng serta lengkap dengan senjata di tangan masing-masing.
Semua anggota BLACK SHARK yang baru masuk itu langsung melangkah membuat lingkaran. Dengan kata lain mengepung Xavier, Stephen, Richard dan anggota keluarganya.
Seketika Xavier, Stephen, Richard dan anggota keluarganya ketakutan ketika melihat begitu banyak anggota dari BLACK SHARK yang masuk ke dalam rumah keluarga Wilson.
"Kalian semua sudah kalah."
"Menyerahlah."
"Dan jangan coba-coba melawan."
__ADS_1
Arzan, Zayan dan Lucky berucap dengan penuh penekanan dan ancaman.