
Bugh..
Duagh..
Bruk..
Terdengar suara pukulan dan tendangan yang cukup keras di ruang tengah kediaman keluarga Skylar. Seorang pria yang tak lain adalah suami dari Rissa Esmee Nazik yang berubah menjadi Rissa Esmee Skylar mendapatkan amukan dari seorang pria yang putranya diusik. Pria itu adalah Arvind Wilson.
Arvind mendatangi keluarga Skylar dengan kedua adiknya yaitu Sandy Wilson dan Daksa Jecolyn. Ketika ketiganya tiba di depan pintu rumah kediaman Skylar, Arvind dengan amarah yang membuncah langsung menendang kuat pintu tersebut sehingga mengakibatkan pintu rumah tersebut rusak.
"Kau benar-benar pria menjijikan. Lancang sekali kau mengatakan berita palsu kepada putraku kalau aku dan istriku bukan kedua orang tua kandungnya! Istriku mati-matian menahan sakit ketika mengandung dan melahirkan putra bungsuku. Aku dan istriku bahkan seluruh anggota keluarga Wilson mati-matian menjaga dan melindunginya agar tidak tertekan akan kehidupan yang dia jalani, kau dengan keji mengatakan bahwa dia bukan putra kandungku!"
Duagh..
Arvind berucap dengan suara lantang dan keras bersamaan dengan tendangan kuat di dada kiri Hendrick Skylar.
Bruk..
"Mama!"
"Sayang!"
"Nenek!"
Semua anggota keluarga Skylar berteriak ketika melihat istrinya/ibunya/neneknya berlutut di hadapan Arvind, ayah dari anak yang dihubungi oleh Hendrick.
Seorang wanita tua tiba-tiba bersujud di hadapan Arvind. Wanita ini menangis kala melihat putra keduanya yang sudah tak berdaya akibat pukul dan tendangan yang didapat dari Arvind. Bahkan tendangan yang diberikan oleh Arvind berulang kali mengenai dada kirinya.
"Saya mohon tuan. Tolong jangan sakiti putra saya lagi. Saya tahu bahwa kesalahan putra saya sangat fatal terhadap anda dan keluarga anda. Jika saya berada di posisi anda dan mengalami apa yang anda alami. Saya juga akan marah besar terhadap orang yang sudah mengarang cerita palsu mengenai saya dan suami saya. Dan saya bahkan suami saya juga akan menghajar orang tersebut sampai mati."
Mendengar ucapan demi ucapan dari wanita yang sepantaran ibunya. Ditambah lagi wanita itu bersujud di hadapannya membuat Arvind menjadi tidak tega. Begitu juga dengan Sandy dan Daksa.
Sementara untuk anggota keluarga Skylar yang lainnya hanya diam membisu dengan air mata yang mengalir membasahi pipi masing-masing. Air mata mereka adalah air mata penyesalan. Menyesal karena membiarkan Hendrick melakukan hal buruk terhadap orang lain. Mereka semua tahu bahwa Hendrick menghubungi seorang pemuda, lalu mengatakan bahwa pemuda itu bukan putra kandung dari orang tua kandungnya itu. Bahkan mereka juga tahu bahwa Hendrick melakukan semua itu demi baktinya terhadap keluarga Nazik keluarga dari istrinya yang sudah berjasa memberikan pertolongan memberikan dana untuk perusahaannya yang hampir bangkrut.
Sementara mereka yang berstatus sebagai keluarga kandung Hendrick sama sekali tidak mau membantu kesusahannya hingga berakhir seperti ini.
Sedangkan untuk sang ibu, dia tidak memiliki tabungan yang cukup untuk membantu perusahaan putranya. Meminta pada suami dan putra sulungnya bahkan kepada adik iparnya, usahanya gagal. Hal itulah yang membuat putra keduanya meminta bantuan kepada keluarga istrinya.
Dan pada akhirnya, perusahaan Hendrick berjaya dan berkembang pesat mengalahkan perusahaan keluarganya yaitu keluarga Skylar. Bahkan Hendrick bersumpah untuk tidak akan ikut campur dalam permasalahan keluarganya. Bahkan Hendrick tidak akan memberikan bantuan apapun jika anggota keluarganya itu butuh bantuannya. Hendrick berada di rumah itu demi sang ibu. Ibunya meminta Hendrick tinggal di kediaman Skylar satu bulan dan di kediaman Nazik satu bulan. Dengan kata lain, Hendrick dan Rissa akan bergantian tinggal di kedua keluarga tersebut.
"Tuan, saya mohon. Jangan siksa putraku lagi. Jika ingin memberikan hukuman, silahkan! Saya tidak keberatan. Tapi jangan sakiti putraku lagi."
Arvind melihat kearah Sandy dan Daksa. Begitu juga dengan Sandy dan Daksa. Keduanya menatap wajah kakaknya itu. Detik kemudian keduanya menganggukkan kepalanya.
Setelah itu, Arvind kembali menatap wajah wanita tersebut dan juga Hendrick Skylar yang sudah menghubungi putra bungsunya.
"Baiklah. Aku akan berhenti menyiksa putra anda. Tapi sebagai gantinya putra anda akan kami bawa ke kantor polisi untuk bertanggung jawab atas perbuatannya," sahut Arvind.
"Kesalahan putra anda bukan hanya terletak pada saat dia menghubungi keponakan saya, melainkan putra anda sudah melakukan banyak kecurangan dalam bisnisnya. Sebagai gantinya, kami akan menghancurkan putra anda dan orang-orang terdekatnya." Sandy berucap.
"Orang-orang terdekatnya itu adalah kalian," sela Daksa.
Semua anggota keluarga Skylar terkejut ketika mendengar perkataan dari Daksa. Mereka tidak menyangka apa yang mereka lakukan terhadap Hendrick dan apa yang dilakukan oleh Hendrick terhadap putra bungsu dari Arvind Wilson akan membuahkan hasil seperti ini.
"Kalian!" panggil Arvind kepada beberapa anak buahnya.
"Iya, Bos!"
"Bawa laki-laki itu ke markas Darkness."
"Baik Bos."
Setelah itu, dua anak buah dari Arvind langsung membawa Hendrick untuk menuju markas Darkness milik Davian.
"Bersiaplah kehancuran kalian," ucap Daksa.
__ADS_1
Arvind, Sandy dan Daksa pergi meninggalkan kediaman Skylar untuk menuju markas besar Darkness.
Sementara anggota keluarga Skylar menangis melihat anak buah dari Arvind membawa pergi Hendrick, terutama sang ibu.
"Sayang."
"Mama."
Pria itu menghampiri istrinya dan diikuti oleh putra sulungnya. Hati mereka benar-benar sakit dan hancur ketika melihat wanita yang begitu mereka sayangi.
"Lepaskan aku."
Wanita itu langsung mendorong kuat tubuh suami dan putra sulungnya ketika keduanya memeluknya.
"Jika saat itu kalian membantu putraku, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi. Putraku menjadi seperti ini karena dia melihat bukti bahwa keluarga Nazik lah yang begitu peduli dengannya. Keluarga Nazik yang selalu membantunya setiap dia kesusahan. Sementara keluarganya sendiri tidak pernah peduli padanya, kecuali aku ibunya!"
"Putraku sampai nekat menghubungi putra bungsu dari Arvind Wilson dan berakhir mengarang cerita itu semata-mata hanya untuk menunjukkan balas budinya terhadap keluarga Nazik yang mana Yagar Nazik putra dari kakak iparnya itu punya masalah dengan putra bungsu tuan Arvind. Jika saat itu kalian peduli dengan putra/adik/keponakan kalian itu, maka putraku tidak perlu melakukan semua itu!"
"Kalian semua jahat! Kalianlah yang sudah membuat keluarga ini hancur. Dan aku minta kepada kalian semua. Jangan pernah menyalahkan Hendrick dalam masalah ini. Jika kalian menyalahkan Hendrick, maka aku akan pergi dari dunia ini!"
"Mama!
"Sayang!"
Setelah mengatakan itu, wanita itu pergi menuju kamarnya. Hatinya benar-benar sakit ketika melihat orang yang mereka sayangi, orang yang selalu membuat mereka tersenyum bersedih.
"Hendrick, maafkan Papa sayang!"
"Hendrick," lirih sang kakak.
***
Jika Arvind, Sandy dan Daksa sudah selesai dengan urusannya dengan keluarga Skylar. Kini Darel bersamaan semua sahabat-sahabatnya dan dua tangan kanannya yaitu Arzan dan Zayan saat ini berada di kediaman Malachi.
Saat ini Darel dan para sahabat-sahabatnya telah duduk cantik di sofa dengan tatapan matanya yang menatap tajam kearah semua anggota keluarga Malachi.
"Siapa kalian? Dan mau apa datang kemari?!" bentak pria paruh baya itu.
Mendengar ucapan serta bentakan dari pria paruh baya di hadapannya tidak membuat Darel ketakutan. Justru Darel bersikap tenang dengan tatapan matanya yang menajam.
"Kak Arzan."
"Iya, Rel!"
"Perlihatkan video itu, Video dimana seorang Yagar yang terlebih dulu mencari masalah denganku hingga berakhir ibunya masuk rumah sakit."
"Baik."
Arzan langsung memperlihatkan sebuah video kepada semua anggota keluarga Malachi. Video yang begitu jelas dan nyata.
Semua anggota keluarga Malachi langsung melihat kearah layar Pad milik Arzan. Dan mereka semua melihat sebuah adegan demi adegan berputar disana.
Beberapa detik kemudian...
Semua anggota keluarga Malachi terkejut dan syok saat melihat rekaman video tentang kejadian yang sebenarnya.
"Bagaimana, hum? Sudah mengerti sekarang alasan kedatanganku kesini?"
Darel menatap penuh amarah semua anggota keluarga Malachi. Dirinya tidak menyangka jika keluarga Malachi dengan keji melakukan pembalasan terhadap dirinya yang tidak pernah melakukan kesalahan.
"Kalian semua manusia-manusia menjijikan. Yagar yang terlebih dahulu mengusikku hingga aku menyiraminya dengan kuah sop ku. Di dalam video itu terlihat sangat jelas bahwa Yagar yang akan terlebih dahulu melakukan hal itu padaku. Dikarenakan gerakanku lebih cepat, maka dia yang merasakannya terlebih dahulu."
"Di dalam video terlihat jelas bahwa aku hanya membela diri, bukan ingin menyakiti Yagar. Bagaimana pun Yagar adalah teman sekampusku."
"Tapi aku tidak menyangka jika adik perempuan kalian yang tak lain adalah ibu dari Yagar datang ke kampus demi untuk membalaskan rasa sakitnya atas apa yang menimpa putranya. Padahal putranya yang bersalah."
__ADS_1
"Dikarenakan gagal membalaskan dendamnya untuk putranya. Justru dia malah mendapatkan masalah hingga berakhir masuk rumah sakit."
"Mendengar berita adik perempuan kalian masuk rumah sakit atas ulahku, bukannya kalian mencari tahu terlebih dahulu kejadian yang sebenernya. Justru kalian merencanakan pembalasan terhadap diriku seolah-olah kalian adalah korbannya. Padahal aku lah korban yang sesungguhnya."
Darel menatap penuh amarah ke semua anggota keluarga Malachi. Begitu juga dengan para sahabatnya dan kedua tangan kanannya.
"Tidak perlu aku perjelaskan lagi. Semua bukti sudah aku kantongi. Kalian tidak akan bisa lari kemana pun lagi. Seperti yang sudah aku janjikan pada diriku sendiri bahwa aku akan menghancurkan orang-orang yang sudah mengusikku bahkan sampai hampir merenggut nyawaku."
Deg..
Semuanya anggota keluarga Malachi terkejut ketika mendengar ucapan dari Darel yang terakhir. Mereka tidak memiliki niat sama sekali untuk menghilangkan nyawa Darel. Mereka hanya ingin membuat Darel seperti Yagar dan ibunya. Itu saja.
Berbeda dengan keluarga Nazik yang memang ingin melenyapkan Darel. Termasuk Luan Malachi.
"A-apa maksud kamu dengan hampir merenggut nyawa kamu?" tanya pria paruh baya yang berstatus ayah kandung dari Luan Malachi.
Mendengar pertanyaan dari pria paruh baya itu membuat Darel tertawa. Begitu juga dengan sahabat-sahabatnya.
"Jangan pura-pura bodoh, tuan!" Juan berbicara dengan menatap remeh pria itu.
"Saya benar-benar tidak mengerti. Saya akui kalau saya dan keluarga Malachi memang ingin membalaskan dendam terhadap apa yang terjadi pada adik perempuanku dan keponakanku. Tapi tidak sampai membunuh. Kami hanya membalas sesuai yang dirasakan oleh Yagar dan adik perempuanku. Tidak lebih."
"Apa anda ingin aku mempercayai semua ucapan anda itu, tuan?! Tapi sayangnya, aku Darel Wilson tidak akan mempercayai setiap ucapan anda dan juga semua anggota keluarga Malachi. Yang jelas kalian sudah berani mengusikku dan hampir membuatku mati."
"Zayan," panggil Darel.
"Iya, Bos!"
"Kau tahukan apa yang harus kau lakukan untuk keluarga ini?"
"Iya, Bos! Saya tahu."
"Baguslah kalau begitu. Buat keluarga Malachi tidak memiliki apapun lagi."
"Sesuai keinginanmu, Bos!"
Deg..
Mendengar ucapan dari Darel membuat semua anggota keluarga Malachi terkejut dan juga syok. Mereka tidak menyangka jika pemuda yang mereka incar demi membalaskan dendam ternyata bukan pemuda sembarangan. Bahkan mereka baru mendapatkan satu fakta tentang keluarga dari pemuda yang sudah menyebabkan adik perempuannya dan keponakannya berasal dari keluarga yang berpengaruh dan kejam.
"Sudah waktunya kalian pensiun jadi orang kaya yang arogan serta semena-mena terhadap orang lain."
Seketika terukir senyuman di bibir para sahabat-sahabatnya ketika mendengar ucapannya yang mengatakan kata 'Pensiun jadi orang kaya'.
Darel berdiri dari duduknya dengan tatapan matanya menatap satu persatu wajah anggota keluarga Malachi dengan tersenyum manis. Dan diikuti oleh para sahabat-sahabatnya.
"Persiapkan mental kalian untuk menerima kehidupan baru."
Setelah mengatakan itu, Darel pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Malachi, diikuti oleh para sahabat-sahabatnya dan dua tangan kanannya.
Sementara untuk keluarga Malachi seketika syok atas apa yang terjadi hari ini. Mereka benar-benar tidak menyangka jika pemuda yang akan mereka balas, datang menemui mereka semua dengan memperlihatkan sebuah bukti yang sebenarnya.
Mereka juga tak menyangka atas perbuatan mereka sendiri berakhir tragis seperti ini. Mereka harus kehilangan semua yang telah mereka raih selama ini hanya karena dendam.
Mereka kini menyesali atas apa yang sudah mereka perbuat. Awalnya mereka berpikir, dengan mereka membalas dendam atas apa yang dialami dua anggota keluarganya akan membuat mereka puas.
Namun nyatanya berbanding terbalik. Pemuda yang mereka incar berasal dari keluarga yang kejam. Bukan hanya keluarganya saja yang kejam. Pemuda yang mereka incar ternyata bukan pemuda sembarangan.
***
Di sisi lain dimana Darel dan sahabat-sahabatnya serta dua tangan kanannya sedang dalam perjalanan menuju markas Darkness. Baik Darel maupun sahabat-sahabatnya tidak sabar untuk melihat wajah menderitanya dari Paxton Rafe Nazik, Josh Dael Nazik, Rissa Esmee Skylar, Luan Malachi dan Hendrick Skylar yang dikurung dalam satu ruangan tahanan.
Darel satu mobil dengan Kenzo dan Gavin. Juan, Lucas, Samuel dan Razig satu mobil. Evano, Charlie, Devon dan Zelig satu mobil. Sedangkan Brian, Azri Damian dan Farrel satu mobil. Mereka membawa mobilnya dalam kecepatan sedang.
Mobil mereka ada di depan. Sementara mobil yang dibawa oleh Arzan dan Zayan serta beberapa anggota Black Shark berada di belakang.
__ADS_1
Kini Darel tengah memikirkan apa yang akan dia lakukan ketika bertemu dengan tiga anggota keluarga Nazik, satu keluarga Skylar dan satu keluarga Malachi ketika tiba di markas milik kakak tertuanya.
Tapi apapun itu, Darel akan menyerahkan semua keputusan kepada ayah dan kakaknya. Dia tidak ingin terlalu jauh masuk ke dalam masalah tersebut. Setidaknya dia sudah melakukan apa yang harus dia lakukan. Dan sisanya, dia akan menyerahkan kepada ayahnya dan kakaknya.