Permata Keluarga Wilson

Permata Keluarga Wilson
S2. Sifat Manja Darel Dan Perhatian Arvind


__ADS_3

Darel sekarang ini berada di ruang tengah. Dirinya saat ini tengah sibuk berkutat dengan laptop miliknya.


Pertama Darel tengah mengerjakan beberapa tugas kuliahnya. Ada sekitar 6 tugas kuliah yang harus Darel selesaikan hari ini juga. Sebenarnya 6 tugas kuliahnya itu dikumpulkan hari Senin depan. Sedangkan sekarang baru hari Kamis. Masih ada tiga hari lagi.


Namun Darel memilih untuk menyelesaikannya hari ini juga agar dirinya bisa fokus pada rencana kegiatan Kampusnya yang akan segera dibuka seminggu lagi.


Jadi Darel terlebih dahulu membuat kerangka jadwal tentang jenis kegiatan yang akan diadakan setiap bulannya. Termasuk anggaran untuk setiap kegiatan tersebut.


Darel diberikan kepercayaan oleh pemilik Kampus yang tak lain adalah ayah dari Samuel untuk menjadi ketua SENAT. Sedangkan Samuel sebagai Wakilnya.


Bukan hanya Darel, pemilik Kampus juga memberikan kepercayaan kepada Kenzo sebagai ketua BEM. Sedangkan Gavin sebagai Wakilnya


Senat berkedudukan tinggi, baik di Universitas maupun Fakultas. Organisasi ini bisa juga dibilang 'Wadah' representasi bagi mahasiswa secara internal dan eksternal.


Tugas seorang SENAT adalah membuat aturan. Sedangkan tugas BEM adalah sebagai badan eksekutor dan mempunyai fungsi sebagai wadah untuk mengembangkan sumber daya Mahasiswa.


Setelah selesai mengerjakan semua tugas-tugas kuliahnya. Kini Darel beralih pekerjaan kampusnya sebagai ketua SENAT.


Darel saat ini sedang membuat sebuah kerangka jadwal untuk kegiatan kampus seminggu lagi.


Saat ini Darel sudah mengetik beberapa tugas utamanya di laptop miliknya. Beberapa kerangka tersebut adalah Legislatif, Anggaran dan Pengawasan.


Setelah selesai membuat tiga kerangka kegiatan di Kampus. Kini Darel tengah mengetik jenis kegiatan dan waktu diadakannya. Dalam ketikannya itu Darel mengetik kegiatan pertama.


Kegiatan Pertama adalah mengadakan SEMINAR dengan tema : Membentuk Legislator Muda yang Berkualitas dan Memiliki Kapabilitas di Lingkungan Perguruan Tinggi.


Lokasi yang Darel gunakan adalah di Aula Gedung University Of Jerman Lantai 5. Dan akan diadakan pada tanggal 10 hari Kamis, pukul 8 pagi sampai selesai.


Untuk kegiatan Kedua, Darel akan melaksanakan kegiatan Diskusi antar Mahasiswa tingkat 1, tingkat 2 dan tingkat 3. Kegiatan itu akan dilaksanakan pada tanggal 12 hari Sabtu, pukul 10 pagi sampai selesai.


Untuk kegiatan Ketiga, Darel akan melaksanakan kegiatan Praktek Lapangan dan Penelitian. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 14 hari Senin, pukul 10 pagi sampai selesai.


Darel kembali membaca ulang semua yang sudah dia ketik di laptop miliknya agar dia jika ada kesalahan ketika dirinya mengetik.


Beberapa menit Darel mengecek hasil ketikannya dan hasilnya semua rapi, tidak ada kesalahan sama sekali. Darel pun memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya itu.


"Akhirnya selesai juga!" seru Darel sembari merentangkan kedua tangannya keatas.


Tanpa Darel ketahui sejak tadi. Semua anggota keluarganya sejak tadi tengah memperhatikan dirinya yang sibuk dengan layar laptop miliknya.


Melihat Darel yang begitu sibuk. Bahkan melihat mimik wajah Darel yang tampak bagus. Tidak ada rasa lelah sama sekali membuat mereka semua tersenyum bahagia. Terutama Arvind, Adelina dan ke 12 putra-putranya.


Setelah mereka puas memperhatikan Darel dari tempat mereka berdiri masing-masing, akhirnya mereka semua memutuskan untuk keluar dan menghampiri sang kesayangannya itu yang sibuk sendiri di ruang tengah.


Kini mereka semua sudah duduk manis di sofa dengan tatapan mata masih terus menatap kearah Darel. Dan jangan lupa senyuman manis mereka masing-masing.


Sementara Darel saat ini tengah sibuk dengan ponsel miliknya. Darel saat tengah mengetik sesuatu disana sembari tersenyum.


"Aish, ini bocah! Tidak sadar apa kalau semua anggota keluarganya sudah disini?" batin Evan dan Raffa.


"Aish! Tadi sibuk dengan induknya. Sekarang gantian sibuk dengan anaknya," ucap pelan Arga, kakak keenam Darel.


Maksud dari kata 'Induk' dan 'Anak' yang dikatakan oleh Arga adalah Laptop dan Ponsel milik Darel.


Darel masih fokus dengan dunianya dan belum menyadari kehadiran semua anggota keluarganya yang sudah duduk di sofa dengan menatap dirinya.

__ADS_1


Ting..


Ting..


Ting..


Ting..


Ting..


Terdengar bunyi notifikasi pesan terus menerus di ponsel Darel sehingga Darel kembali terhanyut dalam dunianya.


Darel membaca semua pesan yang dikirim oleh semua sahabat-sahabatnya.


Kenzo :


[Tujuan dari mengirimkan pesan singkat adalah supaya segera mendapatkan balasan dalam hitungan menit. Kalau tidak, aku lebih menggunakan jasa pos]


Gavin :


[Ucapanmu seperti balon warna-warni. Indah, tapi menyelekit]


Samuel :


[Teman datang ketika banyak kebutuhan]


Juan :


[Sifat sok tahu yang dimiliki seseorang hanya akan membuatnya tidak tahu diri]


[Suaramu terdengar lebih merdu ketika mulutmu tertutup]


Razig :


[Perjalanan hidup indah dapat terwujud apabila seseorang mampu berbagi. Bukan hanya menikmatinya sendiri]


Lucas :


[Ya, namanya juga sahabat. Ada yang baik ada juga yang jahat. Jahatnya ketika kita jatuh dianya malah tertawa keras]


Charlie :


[Aku bukan menghinamu. Aku hanya mengatakan apa saja tentangmu]


Devon :


[Omonganmu seperti parfum isi ulang, wangi tapi menyakitkan]


Brian :


[Ada dua hal yang tidak aku sukai darimu. Wajahmu. Jelek]


Azri :


[Tetaplah jujur, tetaplah setia atau tetaplah menjadi kelinci peliharaanku]

__ADS_1


Evano :


[Kamu orangnya memang sangat baik. Namun sayangnya kamu baik pas ada maunya. Selebihnya menyebalkan]


Farrel :


[Jika kamu mendapatkan teman baik dan selalu traktir kamu, sekalian saja kuras isi dompetnya]


Damian :


[Marah, nangis, ngambek, merajuk. Apa itu sebuah hobi atau keharusan]


" Hahahahaha."


Dan seketika Darel tertawa keras membaca balasan-balasan pesan dari semua sahabat-sahabatnya itu.


Semua sahabat-sahabatnya itu pada kompak membalas pesan darinya dengan sangat kejam. Apalagi pesan dari kelima sahabatnya yang baru kembali padanya.


Mendengar tawa lepas dari Darel membuat Arvind, Adelina dan ke 12 putra-putranya ikut merasakan kebahagiaan luar biasa dalam dirinya. Mereka bahagia ketika melihat Darel yang saat ini. Perubahan kesayangannya itu sungguh luar biasa.


Bukan hanya Arvind, Adelina dan ke 12 putra-putranya saja yang merasakan kebahagiaan ketika melihat kebahagiaan di wajah Darel. Sandy dan Salma, William, Evita dan Daksa serta putra-putranya juga ikut merasakan kebahagiaan di dalam hatinya. Mereka bahagia melihat keponakan/adik sepupunya bahagia. Mereka lebih suka Darel yang sekarang dari pada Darel yang beberapa bulan yang lalu.


"Eheeemm!"


Arvind akhir berdehem hanya untuk sekedar menyadarkan putra bungsunya itu dari dunianya. Dirinya sudah tidak bisa menunggu lama lagi untuk melihat putra bungsunya itu sadar bahwa dirinya dan semua anggota keluarganya ada di ruang tengah saat ini.


Darel yang sejak tadi asyik dengan dunianya seketika terkejut ketika mendengar deheman seseorang. Darel tahu suara tersebut.


Seketika Darel langsung mengalihkan perhatiannya dari menatap layar ponselnya beralih menatap wajah ayahnya. Dapat dilihat oleh dirinya bahwa ayahnya itu tersenyum menatap dirinya.


"Papa," sapa Darel langsung.


"Papa dikacangin sejak tadi," ucap Arvind yang berpura-pura merajuk.


Mendengar ucapan dari ayahnya membuat Darel merasa bersalah. Lalu Darel mengalihkan perhatiannya ke sekitarnya. Dapat Darel lihat bahwa semua anggota keluarganya sudah duduk manis di sofa sembari tersenyum menatap dirinya.


"Kalian sejak kapan disini?" tanya Darel dengan menatap bingung semua anggota keluarganya.


Menerima makin tersenyum lebar ketika mendengar pertanyaan dari Darel. Apalagi ketika melihat wajah bingung Darel.


"Aish! Ditanya bukannya jawab. Ini malah tersenyum. Menyebalkan," gerutu Darel.


Darel seketika menghempaskan punggungnya di punggung sofa sembari menghembuskan nafasnya secara kasar.


Arvind berdiri dari duduknya, lalu berpindah duduk di samping putranya itu. Tangannya kemudian tergerak untuk mengusap lembut kepala belakang putranya.


Darel seketika tersenyum ketika merasakan sentuhan tangan ayahnya di kepalanya, lalu kemudian Darel menjatuhkan kepalanya di bahu ayahnya itu.


"Apa kamu lelah, hum?"


"Tidak, Papa! Kenapa Papa nanya seperti itu?"


"Papa sejak tadi memperhatikan kamu yang terlihat sibuk di ruang tengah. Ditambah lagi tuh di atas meja begitu banyak buku-buku kuliah kamu dan beberapa kertas-kertas putih yang terlihat sedikit berantakan. Memangnya kertas-kertas apa itu?" ucap dan tanya Arvind.


Mendengar perkataan sekaligus pertanyaan dari ayahnya. Darel langsung mengangkat kepalanya dari bahu ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2