
Di sebuah markas yang mana sang pemilik dan anggotanya selalu membuat resah hidup orang lain. Di markas itu ada seorang gadis cantik yang sedang mengajak kerjasama pada sang pemimpin untuk melakukan sesuatu pekerjaan.
Gadis itu menggunakan masker serta topi siapa pun tidak bisa mengenali wajah. Tapi tidak untuk sang pemilik markas. Pria itu sudah melihat bentuk wajah dari gadis yang ada di hadapannya itu. Baik pria itu maupun gadis itu berada di sebuah ruangan yang hanya ada mereka berdua saja.
"Apa yang kau inginkan dariku?" tanya pria itu.
"Ini!"
Gadis itu mengeluarkan sesuatu lalu meletakkan benda itu diatas meja. Kemudian gadis itu mendorongnya kearah pria di depannya. Benda itu adalah sebuah foto.
Pria itu kemudian mengambil foto tersebut. Setelah itu, pria itu melihatnya. Seorang pemuda tampan sekaligus cantik dan manis.
Pria itu melirik sekilas kearah gadis itu, walau tatapan matanya masih fokus menatap wajah seorang pemuda di dalam foto tersebut.
"Apa yang ingin kau lakukan terhadap pemuda di dalam foto ini?" tanya pria itu yang kini sudah menatap wajah cantik gadis itu.
"Aku ingin kau menyingkirkan dia dari dunia ini. Selamanya!" gadis itu menjawab dengan santainya dan tanpa beban. Bahkan tersirat kebencian dan dendam dari tatapan matanya.
"Kau ingin aku membunuhnya?"
"Iya."
"Baiklah. Tapi ada syaratnya?"
"Apapun syarat darimu aku akan mengabulkannya asal dia mati."
__ADS_1
Pria itu mengangkat kedua alisnya dan dengan tatapan sinis. Kemudian terbit seringaiannya di sudut bibirnya ketika mendengar jawaban dari gadis itu.
"Apa kau yakin?"
"Seratus persen yakin."
"Jangan meremehkan syarat dariku. Syarat yang akan aku berikan padamu akan membuatmu terikat. Bukan hanya kau, melainkan semua keluargamu. Jika aku sudah melakukan pekerjaanku dengan membunuh pemuda di dalam foto itu. Dan ternyata kau mengkhianatiku, maka nyawamu dan nyawa semua anggota keluargamu sebagai taruhannya. Dengan kata lain, aku akan membunuhmu dan semua anggota keluargamu."
"Aku bersumpah tidak akan mengkhianatimu. Semua persyaratan darimu aku akan mengabulkannya dan juga mematuhinya."
"Baiklah kalau begitu. Aku akan melakukan apa yang kau minta, tapi aku mau kau melakukan syarat pertama!"
"Apa?!"
"Aku ingin tubuhmu, hari ini dan juga sekarang juga!"
"Baiklah. Aku akan berikan hari ini juga."
Setelah mendengar jawaban dari gadis di hadapannya membuat pria itu tersenyum di sudut bibirnya. Kemudia pria itu berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri gadis tersebut.
Setelah tiba didekat gadis itu, pria itu menarik tangan gadis itu untuk menuju sebuah kamar yang ada di markas tersebut.
***
Di markas WHITE EAGLE terlihat sekitar 600 anggotanya tengah bersiap-siap untuk menyerang markas kelompok BLOODS. Kelompok tersebut sudah melakukan penyerangan terhadap dua pria yang berstatus ayah dari Evano dan Farrel. Yang mana Evano dan Farrel adalah sahabat dari sang Bos yaitu Darel Wilson.
__ADS_1
Bukan itu saja! Kelompok BLOODS juga akan mengincar keluarga Andrean, keluarga Ramero, keluarga Charlez, keluarga Ludwig dan keluarga Alberto. Semua keluarga tersebut adalah keluarga dari sahabat-sahabatnya Darel Wilson.
Kelompok BLOODS melakukan pekerjaan tersebut karena mendapatkan perintah atau bayaran mahal dari tiga keluarga yang mana tiga keluarga tersebut menginginkan kehancuran dari lima belas keluarga besar, keluarga kaya dan keluarga terkenal setelah keluarga Wilson. Tiga keluarga tersebut juga memerintahkan kelompok BLOODS untuk membunuh para kepala keluarga dari masing-masing keluarga tersebut dan menyisakan hanya istri dan anak-anaknya saja.
"Bagaimana? Kalian sudah mempersiapkan semuanya?" tanya Mikko.
"Sudah, Bos!"
"Pastikan peralatan dan persenjataan kalian jangan ada yang tertinggal. Para keluarga dari sahabat-sahabatnya Bos Darel dalam bahaya!" seru Kenzi.
"Ingat! Disini ada tujuh keluarga. Tujuh keluarga itu adalah keluarga Andrean, keluarga Ramero, keluarga Charlez, keluarga Ludwig, keluarga Alberto, keluarga Alexandria dan keluarga Hashim. Sementara Bos Darel memiliki lima belas sahabat. Jadi dengan kata lain. Tuan Samuel, tuan Juan, tuan Razig, tuan Zelig, tuan Lucas, tuan Charlie dan tuan Devon adalah adik sepupu/sepupunya dari tuan Brian, tuan Azri, tuan Damian, tuan Evano, tuan Farrel, tuan Kenzo dan tuan Gavin." Leo berucap sembari menyebutkan tentang keluarga dan sahabat-sahabatnya Darel kepada anggotanya.
"Jadi, ketika tiba di kediaman tujuh keluarga itu, kalian langsung bagi tugas. Sebagian kalian menyelematkan tuan Rainard Andrean dan tuan Miguel Andrean, Lucio Charlez dan tuan Marcio Charlez, tuan Mateo Hashim dan tuan Vasco Hashim, tuan Ferino Alexandria dan Martin Alexandria, tuan Diego Ludwig dan tuan Carter Ludwig, tuan Fayyadh Alberto dan Cristian Alberto. Dan sebagian kalian lagi menjaga dan melindungi anggota keluarga yang lainnya!" perintah Mikko.
"Siap, Bos!" jawab kompak para anggota yang bertugas menyelamatkan para kepala keluarga.
"Kalian akan melakukan pekerjaan ini nanti malam sekitar pukul 10 malam. Kalian bawalah anggota masing-masing sekitar seratus orang untuk melindungi tujuh keluarga tersebut. Kemungkinan anggota kelompok BLOODS akan menyerang tujuh keluarga itu pukul 12 malam," ucap Leo pada tangan kanannya dan tangan kanan Mikko dan Kenzi.
"Baik, Bos!" jawab para tangan kanannya dan tangan kanannya Mikko dan Kenzi.
"Sementara tugasku dan Kenzi akan menyerang markas kelompok BLOODS itu," sahut Mikko.
"Kami akan menyerang markas itu sekitar pukul 1 pagi," sela Kenzie.
Setelah mereka selesai membahas rencana untuk malam nanti. Mikko, Kenzi dan Leo memutuskan untuk pergi meninggalkan markas WHITE EAGLE untuk menemui rekan-rekannya yang lain. Mereka akan membahas rencana lainnya dengan rekan-rekannya itu.
__ADS_1