Permata Keluarga Wilson

Permata Keluarga Wilson
S2. Rapat Dadakan


__ADS_3

Hari ini adalah hari Senin, hari dimana Darel dan sahabat-sahabatnya datang lebih awal ke kampus karena akan mengadakan rapat dadakan dengan semua anggota Organisasi.


Tujuan Darel dan sahabat-sahabatnya melakukan rapat dadakan adalah untuk merombak keanggotaannya alias pergantian anggota dan juga untuk menerapkan kedisiplinan dan peraturan selama di area kampus.


Darel melangkahkan kakinya menyusuri koridor kampus menuju kelas anak Seni. Hanya dirinya sendiri tanpa para sahabatnya. Sementara untuk sahabat-sahabatnya tengah mengerjakan sesuatu yang diperintahkan olehnya.


Disaat Darel melangkahkan kakinya menuju kelas anak Seni, banyak pasang mata yang menatapnya kagum. Bukan kagum akan kepintaran dan kecerdasan Darel. Mereka juga kagum akan ketampanan yang dimiliki oleh Darel. Mereka kagum bukan hanya terhadap Darel saja, melainkan kepada semua sahabat-sahabatnya Darel.


"Lana."


Mahasiswi yang bernama Lana tersebut seketika menghentikan langkahnya ketika dia memasuki kelasnya. Kemudian Lana membalikkan badannya untuk melihat kearah Darel.


"Apa kamu sibuk?" tanya Darel.


"Tidak."


"Berarti boleh dong minta tolong," sahut Darel.


"Minta tolong apa?" tanya Lana bingung.


"Seperti biasa. Tolong catat nama-nama mahasiswa kesayangannya Dosen BK," jawab Darel.


Mendengar jawaban sekaligus sindiran dari Darel membuat Lana teringat akan enam sahabatnya. Ini hari Senin dan tidak salah lagi kecurigaan Lana, keenam sahabatnya itu terlihat di dalamnya.

__ADS_1


Belum sempat Lana menyetujui atau pun mengiyakan permintaan dari Darel. Darel segera menyerahkan sebuah buku beserta pena ke hadapan Lana dengan tersenyum manis.


"Thanks ya, ibu sekertaris... Hehehehe." Darel berucap sembari terkekeh melihat wajah syok Lana.


Setelah itu, Darel pergi menuju kelas lain. Darel melakukan apa yang dia lakukan kepada Lana yaitu meminta para sekertaris tiap-tiap kelas untuk mencata nama-nama mahasiswa atau mahasiswi yang tidak mentaati peraturan.


Sementara Lana yang melihat kelakuan Darel hanya bisa menggerutu di dalam hatinya.


"Dasar ketua SENAT tak berperasaan."


^^^


Kini Darel sudah bergabung dengan sahabat-sahabatnya di Aula. Ketika Darel memasuki Aula, semua sahabat-sahabatnya menyambut kedatangannya.


"Semuanya beres!" jawab Kenzo, Juan dan Zelig bersamaan.


"Semua perintah dari kamu dilaksanakan dengan sebaik-baik mungkin," ucap Evano.


"Tidak ada yang terlupakan satu pun," ucap Azri.


"Hm." semuanya berdehem sembari menganggukkan kepalanya.


Mendengar jawaban demi jawaban dari sahabat-sahabatnya seketika membuat Darel tersenyum.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, datanglah para anggota Organisasi ke ruangan Aula tersebut. Semuanya langsung duduk di tempat yang sudah disediakan.


Melihat para anggotanya sudah pada datang. Darel sebagai ketua SENAT dan Samuel sebagai ketua BEM langsung memulai rapatnya.


***


Di kediaman Santino terdengar suara isak tangis dua perempuan paruh baya. Kedua perempuan itu adalah berstatus ibu yang mana anak laki-laki kesayangannya hilang ketika hendak pergi menuju kampus. Sudah tiga hari anak laki-laki mereka menghilang tanpa kabar.


Sementara untuk para ayahnya/kakaknya/Paman dan Bibinya serta sepupunya juga tampak sedih akan hilangnya permata keluarga Santino. Saat ini mereka mondar-mandir sembari terus menghubungi para tangan kanannya dan para anak buahnya untuk mengetahui hasil pencarian mereka.


Semua anggota keluarga Santino sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan putranya/adiknya/keponakannya.


Namun semua pencarian yang dilakukan oleh anak buah keluarga Santino tidak membuahkan hasil sama sekali. Mereka semua kewalahan. Putranya/Adiknya/Keponakannya hilang tanpa jejak sama sekali dan sulit dilacak.


***


Tak jauh beda dengan keluarga Santino. Di kediaman keluarga Alvarez juga terlihat tak baik-baik saja. Semua anggota keluarga Alvarez tampak terpukul dan bersedih akan kehilangan dua permata mereka. Isak tangis terdengar di ruang tengah.


Semua anggota keluarga Alvarez sudah mengerahkan para anak buahnya, namun satu pun dari anak buahnya itu tidak ada yang berhasil menemukan keberadaan putranya/adiknya/keponakannya.


Tidak mendapatkan kabar apapun dari para tangan kanannya dan para anak buahnya membuat mereka semua marah dan juga sedih.


"Kalian dimana sayang?" batin dua pasangan suami istri yang putranya menghilang.

__ADS_1


__ADS_2