
Darel bersama sahabatnya minus Kenzo, Gavin, Samuel, Juan, Razig, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon sedang berada di sebuah Cafe. Mereka kesana untuk mengisi perut karena sudah lapar habis menyelesaikan tugas-tugas yang mencangkup pertandingan Olimpiade antar kampus yang akan dilakukan dua minggu lagi.
Darel, Brian, Azri, Damian, Evano dan Farrel duduk di paling pojok dan juga paling belakang. Jadi mereka bisa bebas melihat ke depan.
Di atas meja sudah tertata rapi beberapa menu makanan dan minuman. Baik Darel maupun Brian, Azri, Damian, Evano dan Farrel memesan masing-masing dua menu makanan dan dua menu minuman. Untuk makanan, mereka memesan makanan pembuka dan penutup. Sementara untuk minuman, mereka memesan minuman hangat dan dingin.
Darel, Brian, Azri, Damian, Evano dan Farrel begitu menikmati makan siangnya karena mereka benar-benar lapar. Tenaga mereka habis menyelesaikan tugas-tugasnya beberapa menit yang lalu.
Ketika Darel, Brian, Azri, Damian, Evano dan Farrel sedang menikmati makan siangnya. Begitu juga dengan para pengunjung Cafe lainnya.
Detik kemudian, mereka semua dikejutkan dengan suara ribut dari arah tak jauh dari kasir. Dan dapat dilihat oleh Darel, Brian, Azri, Damian, Evano dan Farrel serta para pengunjung terlihat seorang gadis yang membawa pesanannya untuk menuju tempat duduknya, namun dihalangi oleh empat gadis di hadapannya.
^^^
"Hei, lo disini juga?" tanya seorang gadis kepada gadis itu.
Sementara gadis itu tidak merespon gadis di depannya. Justru gadis itu kembali berjalan dengan cara berjalan kearah lain.
Melihat tindakan dari gadis itu membuat gadis jahat tersebut marah dan tak terima. Detik kemudian, gadis jahat itu menjatuhkan pesanan yang dipegang oleh gadis yang di depannya sehingga membuat pesanan gadis itu jatuh dan berserakan di lantai.
"Hahahaha!" gadis jahat itu bersama ketiga temannya tertawa keras.
Gadis baik tersebut seketika menangis ketika melihat makan siangnya berserakan di lantai. Tangan gadis itu mengepal kuat.
Darel, Brian, Azri, Damian, Evano dan Farrel masih terus melihat kearah keributan tersebut. Begitu para pengunjung Cafe lainnya.
Baik Darel maupun Brian, Azri, Damian, Evano dan Farrel tidak melihat jelas wajah gadis yang dibully tersebut karena empat gadis tersebut berdiri tepat di hadapan gadis baik itu.
"Gue udah bilang berapa kali sama lo. Jauhi pacar gue. Tapi lo masih saja dekatin dia. Lo benar-benar nggak bisa dibilangin ya!" bentak gadis jahat itu.
Setelah mengatakan itu dengan suara yang keras, gadis jahat itu langsung mendorong dengan kuat tubuh gadis baik tersebut sehingga tersungkur di lantai.
Brukk..
"Aakkhh!"
"Hahahahahaha." mereka kembali tertawa.
Darel seketika membelalakkan matanya ketika telah mengetahui wajah gadis yang menjadi korban bully oleh keempat gadis tersebut, terutama salah satunya.
"Brengsek!" Darel seketika marah.
Bukan hanya Darel yang marah melainkan Brian, Azri, Damian, Evano dan Farrel juga dalam keadaan marah ketika melihat gadis yang menjadi korban bully itu.
Darel berdiri dari duduknya dan diikuti oleh Brian, Azri, Damian, Evano dan Farrel. Setelah itu, mereka melangkah menghampiri keempat gadis jahat itu.
Gadis jahat itu menyirami kepala gadis itu dengan air mineral yang dia bawa sehingga membuat kepalanya dan baju gadis baik itu basah.
__ADS_1
"Hahahaha!" mereka tertawa keras ketika melihat musuhnya tak berdaya.
Gadis jahat itu seketika berjongkok untuk menyamakan tubuhnya dengan tubuh musuhnya itu. Ketika tangan gadis jahat itu hendak menyentuh kepala gadis baik itu, tiba-tiba seseorang sudah terlebih bertindak.
Sreeekkk..
"Aakkhh!" teriak seketika gadis jahat tersebut yang merasakan sakit di kepalanya.
Darel datang bersama sahabatnya lalu langsung menarik kuat rambut gadis jahat itu dengan keras. Bahkan Darel menarik rambut gadis jahat itu sampai membuat gadis jahat itu berdiri dengan dipaksa.
Sementara para pengunjung Cafe seketika terkejut dan syok atas apa yang mereka lihat. Mereka melihat seorang pemuda yang tiba-tiba datang lalu menarik rambut gadis jahat itu.
Darel makin kuat menarik rambut gadis jahat itu sehingga membuat gadis jahat itu kembali berteriak.
"Berani lo membully adek gue, hah?!" bentak Darel dengan suara keras.
Deg..
Semua pengunjung terkejut ketika mendengar ucapan dari pemuda yang menarik rambut gadis itu.
[Jadi gadis yang dibully itu adik perempuan dari pemuda itu?]
[Pantas saja pemuda itu begitu marah. Lah, ternyata gadis yang dibully itu adik perempuannya]
Itulah ucapan dari beberapa pengunjung Cafe setelah mengetahui tentang status pemuda tersebut.
"Kenapa? Sakit?" ejek Darel.
"Baru mengalami yang namanya rasa sakit ya?" ejek Farrel.
"Apa selama ini kamu tidak pernah merasakan bagaimana rasa sakit itu?" ejek Evano.
Darel melihat kearah gadis baik itu dengan tatapan iba. Dia tahu bahwa gadis itu tidak suka dengan kekerasan dan gadis itu juga tidak mau membalas kekerasan dengan kekerasan.
"Kamu bisa berdiri, Alisha?" tanya Darel.
"Bi-bisa kak."
Setelah mengatakan itu, gadis yang dipanggil Alisha itu berlahan berdiri walau sesekali terdengar rintihan kesakitan di bibirnya disertai tangannya yang mengusap pantatnya.
Mendengar rintihan kesakitan dan gerakan tangan Alisha membuat Darel kembali menarik rambut gadis jahat itu sehingga membuat gadis jahat itu kembali berteriak.
Sreekkk..
"Aakkhhh!"
Gadis yang menjadi korban bully itu adalah Alisha Alexander putri satu-satunya Andrean Alexander. Adik perempuan dari kelima kakak sepupunya yaitu Rayyan Wilson, Kevin Wilson, Caleb Wilson, Dzaky Wilson dan Aldan Wilson.
__ADS_1
"Itu makanan kamu?" tanya Darel yang menatap makanan yang berserakan di lantai.
"Iya, kak!" jawab Alisha.
Setelah mendapatkan jawaban dari Alisha. Darel menarik rambut gadis jahat itu menuju kasir. Darel akan meminta gadis jahat itu menggantikan pesanan Alisha yang sudah dia buang ke lantai.
"Mindy!" teriak ketiga teman-temannya ketika melihat temannya itu ditarik dengan kasar oleh seorang pemuda.
Ketiga gadis itu hendak berlari membantu Mindy. Namun sayangnya langkahnya dihalangi oleh Brian, Azri, Damian, Evano dan Farrel.
"Kalian disini saja," ucap Brian.
"Nggak usah ikut campur," ucap Azri.
"Teman lo itu salah, maka dari itu harus dihukum!" ucap Evano.
"Bully dibalas dengan bully. Mengerti!" sahut Damian.
"Itulah yang dirasakan oleh teman kalian itu," ucap Farrel.
Darel dan gadis jahat itu yaitu Mindy sudah berada di depan kasir. Kemudian Darel mendorong kuat tubuh Mindy kearah kasir tanpa melepaskan tangannya dari rambut Mindy.
"Lo ganti pesanan adek gue yang udah lo buang. Sekarang!" bentak Darel.
"Alisha, kemarilah!"
Mendengar kakaknya itu memanggilnya, Alisha pun melangkahkan kakinya menghampiri kakaknya.
"Pilih makanan dan minuman kamu. Dia yang akan bayar, buruan!"
"Baik, kak."
"Kak, aku pesan makan itu dan minuman itu!" Alisha menunjuk menu makanan dan minuman yang tertera dibuku menu.
"Baik, kak! Tunggu sebentar ya, kak!"
"Totalnya $USD15, kak!"
"Buruan bayar!" bentak Darel kepada Mindy.
Mindy kemudian mengeluarkan dompetnya dari dalam tasnya. Setelah itu, Mindy mengeluarkan dua lembar uang. Kemudian Mindy memberikan uang itu kepada kasir.
Setelah selesai melakukan pembayaran, Darel dengan kasarnya langsung mendorong kuat tubuh Mindy sehingga tubuh Mindy tersungkur di lantai.
"Ini peringatan pertama dan terakhir untuk lo dan ketiga teman-teman lo. Jika gue ngeliat lo dan teman-teman lo kembali nyakitin adek gue. Atau sahabat-sahabat gue yang lihat lo dan teman-teman lo atau ada yang melaporkan tentang kelakuan lo dan teman-teman lo terhadap adek gue ke gue, maka gue akan cari lo dan teman-teman lo. Bahkan gue bakal cari seluruh anggota keluarga lo dan juga teman-teman lo. Setelah itu, gue bakal hancurin kalian semua! Gue nggak main-main dengan ucapan gue. Gue bakalan buktikan!"
Setelah mengatakan itu, Darel pergi bersama Alisha menuju tempat duduknya dan kebetulan pesanan Alisha sudah selesai disiapkan. Dan diikuti oleh Brian, Azri, Damian, Evano dan Farrel dari arah lain setelah selesai berurusan dengan ketiga temannya Mindy.
__ADS_1