Permata Keluarga Wilson

Permata Keluarga Wilson
S2. Manusia Jangkung


__ADS_3

"Bagaimana hari pertama kamu kuliah disini?" tanya Darel kepada Amelia.


"Menyenangkan. Lingkungannya pun ramah," jawab Amelia.


Darel tersenyum mendengar jawaban dari Amelia. "Syukurlah kalau nyaman kuliah disini."


Ketika Darel dan Amelia sedang mengobrol, tiba-tiba sahabat-sahabatnya datang mengganggunya.


"Wah! Disini rupanya!" seru Juan.


"Kita nyariin lo di penjuru kampus. Eh, tahunya lagi asyik berduaan dengan seorang gadis di kantin," ledek Gavin.


Brian, Azri, Damian, Evano, Farrel, Kenzo, Gavin, Samuel, Juan, Razig, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon langsung menduduki pantatnya di kursi yang kosong.


Darel dan Amelia saat ini berada di kantin. Setelah selesai mengikuti kelas pertama, Darel mengajak Amelia ke kantin sembari ingin bertanya dengan sepupunya itu hari pertamanya kuliah di kampus baru.


"Bacot kalian berdua," sahut Darel.


Kenzo sejak tadi pandangannya tak lepas dari Amelia. Sejak tadi tatapan matanya terus menatap Amelia.


"Kamu gadis yang waktu itu kan?!" tanya Kenzo tiba-tiba.


Mendengar pertanyaan dari Kenzo. Ditambah lagi tatapan mata Kenzo yang menatap kearah Amelia membuat mereka semua penasaran, terutama Darel.


Sedangkan Amelia langsung melihat kearah Kenzo. Gadis itu menatap lekat wajah Kenzo. Di dalam hatinya mengatakan bahwa dia pergi bertemu dengan pemuda tersebut.


Amelia berusaha untuk mengingat-ingat akan pemuda yang duduk berhadapan dengan dirinya. Lebih tepatnya duduk di samping Darel sepupunya.


Flashback On


Amelia saat ini berada di sebuah toko buku. Dia hendak membeli beberapa buku perkuliahan. Dia ingin mempelajari sesuatu. Salah satunya adalah Amelia ingin menjadi seorang ahli dalam bidang komputer.


Amelia mengitari satu persatu rak buku guna mencari buku yang dia inginkan dengan tangannya menyentuh satu persatu buku-buku tersebut.


Beberapa menit Amelia mencari buku yang diinginkannya. Akhirnya Amelia mendapatkan sekitar tiga buku.


Setelah mendapatkan tiga buku itu, Amelia pun melangkah menuju kasir untuk membayar tiga buku tersebut.


^^^


Kini Amelia sudah berada di luar toko buku. Kakinya melangkah menuju mobilnya yang ada di parkiran.


Ketika kakinya melangkah menuju parkiran, tiba-tiba tiga laki-laki menghadang jalannya. Ketiga laki-laki menatap lapar kearah Amelia.


Sementara Amelia terkejut dan juga takut ketika melihat tiga laki-laki menghadang jalannya.


"Hallo cantik. Kok sendirian." laki-laki pertama berucap sembari melihat wajah cantik dan seksi Amelia dengan tatapan nafsu.


"Minggir. Jangan menghalangi jalanku," ucap Amelia.


Amelia tidak ingin punya urusan dengan tiga laki-laki di hadapannya itu. Dia ingin segera pulang ke rumah.

__ADS_1


Mendengar perkataan ketus dari gadis di hadapannya membuat tiga laki-laki itu menggeram marah.


"Jangan galak-galak dong. Nanti cantiknya hilang," ucap laki-laki kedua dengan tangannya mencolek dagu Amelia.


Amelia seketika langsung menepis kasar tangan laki-laki itu dengan kasar.


"Jangan lancang kamu!" bentak Amelia kepada laki-laki yang berani menyentuhnya.


Mendapatkan penolakan dan bentakan dari gadis di hadapannya itu membuat laki-laki kedua tersebut marah. Dia tidak terima jika apa yang dia lakukan ditolak oleh orang tersebut.


"Janga sok jual mahal! Seharusnya kamu bersyukur disukai oleh kita bertiga!" bentak laki-laki kedua itu.


"Diluar sana banyak perempuan yang tergila-gila dengan kita bertiga," ucap laki-laki ketiga.


"Jangan samakan aku dengan perempuan-perempuan diluar sana. Aku bukan mereka yang akan dengan mudahnya digoda atau disentuh oleh laki-laki busuk seperti kalian," jawab Amelia dengan menatap jijik ketiga laki-laki tersebut.


Mendengar ucapan kejam dari gadis di hadapannya membuat tiga laki-laki itu mengepal kuat tangannya. Mereka tidak terima akan perkataan gadis itu.


"Berani juga lo ya," ucap laki-laki pertama dengan seringai di bibirnya.


"Aku nggak pernah takut dengan siapa pun di dunia ini. Apalagi takut kepada kalian," tantang Amelia dengan menatap ketiga laki-laki di hadapannya.


"Brengsek!"


Laki-laki pertama menggeram marah dengan menatap tajam kearah Amelia. Kemudian tangannya terangkat untuk menampar pipi putih Amelia.


Sreekk..


Deg..


"Menjauhlah dari gadis ini," ucap pemuda tersebut.


Setelah mengatakan itu, pemuda itu dengan kuat mendorong tubuh laki-laki yang hendak menampar Amelia sehingga tubuh laki-laki terhuyung ke belakang.


Pemuda itu kemudian melihat kearah gadis di sampingnya. Dirinya ingin memastikan kalau gadis itu baik-baik saja.


"Nona baik-baik saja?" tanya pemuda itu.


"Iya, saya baik-baik saja. Terima kasih," jawab Amelia.


Flashback Off


Seketika Amelia tersenyum ketika telah mengingatkan pemuda yang sejak tadi menatap dirinya. Di dalam hatinya begitu bahagia karena bertemu kembali dengan pemuda yang sudah menolongnya beberapa hari yang lalu.


Darel menatap secara bergantian antara Amelia dan Kenzo. Darel berasumsi bahwa sepupunya dan sahabatnya itu pernah bertemu di suatu tempat, ditambah lagi ketika mendengar penuturan dari Kenzo.


Bukan hanya Darel yang berpikir bahwa Kenzo dengan sepupunya itu pernah bertemu sebelumnya, para sahabat-sahabatnya yang lain juga berpikir sama seperti Darel.


"Mau sampai kapan lo natap sepupu gue seperti itu tiang listrik sialan!" ucap Darel dengan kejamnya.


Mendengar ucapan kejam dari Darel membuat Kenzo mendengus sembari mulutnya menyumpahi Darel. Sedangkan Amelia seketika tersenyum dan geleng-geleng kepala mendengar ucapan dari Darel.

__ADS_1


Brian, Azri, Damian, Evano, Farrel, Gavin, Samuel, Juan, Razig, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon melihat kearah Darel ketika Darel menyebut sepupu untuk gadis yang duduk di hadapan Darel. Begitu juga dengan Kenzo. Mereka semua menatap Darel untuk meminta penjelasan akan perkataannya barusan.


"Namanya Amelia, sepupu gue. Amelia ini putri keempat dari Bibi Chiara. Sementara Bibi Chiara itu adalah adik ketiga Mamaku," ucap Darel menjelaskan tentang Amelia kepada sahabat-sahabatnya.


Mendengar ucapan sekaligus penjelasan dari Darel mengenai Amelia membuat mereka semua menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


Darel menatap kearah Kenzo dengan tatapan matanya yang membesar seolah-olah dirinya ingin memakan sahabatnya itu hidup-hidup.


Melihat Darel yang menatap dengan tatapan mata yang membesar kearah Kenzo membuat Brian, Azri, Damian, Evano, Farrel, Gavin, Samuel, Juan, Razig, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon tersenyum geli. Begitu juga dengan Amelia.


Sementara Kenzo yang mendapatkan tatapan intimidasi dari sahabat kelincinya itu hanya bisa menghela nafas pasrahnya.


"Lo bertemu dengan sepupu gue dimana?" tanya Darel.


"Gue amnesia," jawab Kenzo asal tanpa melihat wajah Darel.


Seketika Darel membelalakkan matanya bersamaan dengan mulutnya berbentuk 'O' ketika mendengar jawaban asal dari Kenzo.


"Kita gelud yuk," ucap Darel dengan nada kesal.


Mendengar jawaban asal dari Kenzo dan melihat wajah kesal Darel membuat Brian, Azri, Damian, Evano, Farrel, Gavin, Samuel, Juan, Razig, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon tersenyum. Mereka semua hanya menyaksikan drama yang dimainkan oleh kedua sahabatnya itu tanpa mau ikut campur di dalamnya.


Tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari sahabat jangkungnya, Darel beralih menatap wajah sepupunya yang saat ini tengah tersenyum.


"Kamu bertemu dengan dengan manusia jangkung ini dimana? Jika belum bertemu dengan manusia jangkung ini. Kenapa dia kenal sama kamu?" tanya Darel dengan menyindir Kenzo.


Sementara Kenzo seketika mengumpat kesal akan ucapan dari Darel yang mengatakan dirinya manusia jangkung.


"Dasar siluman kelinci busuk," balas Kenzo.


"Terima kasih pujiannya saudara jangkung," jawab Darel.


"Jawab saudari Amelia Sagara!"


"Hah!" Amelia seketika menghela nafas pasrahnya ketika mendengar sepupunya itu menyebut namanya lengkap dengan marga. "Aku bisa kenal dengan Kenzo atau Kenzo yang mengenaliku karena dia orang yang aku ceritakan itu," jawab Amelia.


"Jadi manusia jangkung ini yang udah nolongin kamu ketika selesai membeli buku ketika itu?" tanya Darel.


"Iya," jawab Amelia.


Tak..


Kenzo seketika memberikan satu jitakan di kepala Darel sehingga membuat Darel meringis.


"Aww." Darel mengusap-usap kepalanya dengan tatapan matanya menatap tajam kearah Kenzo.


"Lo seharusnya berterima kasih sama gue. Jika gue telat nolongin sepupu lo. Sepupu bakal habis dimakan oleh ketiga laki-laki itu. Lo ngerti kan maksud gue?" Kenzo berucap dengan nada kesalnya.


Mendengar ucapan dari Kenzo membuat Darel seketika mendengus dengan mulutnya mengeluarkan kata-kata indahnya.


Darel membuang wajahnya menatap ke depan. "Jika lo ingin gue mengucapkan kata terima kasih karena lo udah nolongin sepupu gue. Ogah! Gue nggak akan ucapin kata itu," ucap Darel dengan wajah super kesalnya.

__ADS_1


"Gue juga nggak butuh," balas Kenzo.


Sementara yang lainnya hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat dan menyaksikan drama Darel dan Kenzo.


__ADS_2